
Bramantyo atau dikenal dengan Tuan Bram.
Banyak orang yang menyangka kalau umurku masih di kisaran kepala empat. Padahal di kartu penduduk umurku sudah hampir enam puluh tahun.Wajahku masih terlihat tampan dengan tubuhku yang tinggi tegap.
Aku adalah pria ambisius yang tidak pernah puas dengan apa yang aku capai. Dari kecil aku sudah menjadi tulang punggung keluarga.Sesuatu yang sudah aku bangun dari kecil aku tidak ingin ada orang lain yang merusaknya walaupun berasal dari keluargaku sekalipun.
"Tuan apa mau aku bawakan teh" ucap Sekretaris Lena.
"Baiklah buatkan aku secangkir teh" ucapku.
Tak begitu lama Lena membawakan aku secangkir teh.
Lena wanita yang seumuran dengan Firo anakku. Salah satu sekretaris sekaligus wanita satu malam ku. Dengan kekayaan aku bisa mendapatkan apa yang aku mau.Harta,Tahta bahkan wanita manapun bisa aku cari seperti membeli kacang rebus.
Kemarin aku mengirimkan Lena sebagai sekretaris Firo. Namun karena kinerja Firo masih aku ragukan,sengaja aku mengirimkan sekretaris Andre untuk menghandle seluruh pekerjaannya.
Wanita itu bergelut manja di pundak ku.Lekuk tubuhnya selalu membuatku bergairah saat berdekatan dengannya.
Aku ingin sekali, namun pekerjaan di depanku membuat gairahku harus aku tunda sementara.
Ku seruput teh yang sudah di hidangkan Lena di mejaku.Lena mengganggu konsentrasi ku, segera aku usir agar dia menjauh dari pandanganku.
Setiap kali meminum teh bikinan Lena aku selalu mengingat istriku yang sudah meninggal,Ya dia Fira istriku yang melahirkan satu anak untukku.
Dulu sekali aku hanya mencintai satu wanita yaitu,Fira. Aku sangat mencintainya.Aku menikahinya diam-diam karena Kakek ku sudah menjodohkan aku dengan Stella anak orang kaya pemilik resort yang sekarang ini aku miliki.Seminggu setelah menikahi Fira aku pun menikahi Stella secara resmi.
Aku tidak menolak kalau harus menikahinya walaupun Stella sudah mempunyai satu anak perempuan di luar pernikahannya.Alasan menikahi Stella adalah karena ia anak orang kaya yang akan merubah hidupku.
Stella sudah mengetahui statusku yang sudah menikahi Fira lebih dulu,dia pun tak ambil pusing. Keluarga Stella sangat mempercayakan Resort usaha mereka di tanganku. Aku yang dari kecil terlahir dari orang tua miskin sangat beruntung bisa menikah dengan Stella karena kekayaannya.
Sebelum aku menikah aku sudah dulu merintis usaha jual beli kecil-kecilan.Jual beli yang bisa di katakan melanggar hukum yang aku lakukan secara sembunyi. Barang yang aku jual tidak layak di konsumsi bahkan termasuk barang terlarang, kakekku yang mengajariku.
Dengan berbagai cara aku bisa mengembangkan bisnis kecilku ini.Dari hanya menjualnya kini aku bisa menanamnya dan menjualnya sendiri ke pasar luar negeri. Banyak orang yang aku rugikan ,tetapi aku tidak peduli. Aku sudah bosan hidup miskin.
Fira,
Sayang sekali perempuan itu harus meninggal di tanganku. Aku sangat mencintainya namun karena ambisi ku, Aku terpaksa mengakhiri nyawanya karena dia selalu ikut campur masalahku.
Sangat di sayangkan bukan!.
Fira menyuruhku berhenti menjual daun Gan** yang sudah menjadi ladang uang bagiku.
Daun itu sangat berharga dalam hidupku.Bahkan ketika resort milik Stella mengalami kebangkrutan aku bisa membangunnya lagi setelah menjual seluruh daun terlarang itu ke luar negeri.
Aku selalu menjaga dan merawat daun itu yang aku tanam di taman belakang dan selalu aku tutup rapat.Tak seorangpun boleh masuk ke dalamnya termasuk keluargaku sendiri.Aku melarang keras dan bahkan menghukum siapapun yang melanggar aturan ku.
Umurku sudah cukup tua, aku menginginkan salah satu anakku kelak akan menjadi penerus ku.
Alangkah kagetnya aku ketika aku mengetahui kalau Shaka bukan anak kandungku. Tadinya aku berharap lebih kepada Shaka namun seseorang memberitahuku kalau Shaka bukan anak kandungku.
Firo.
Anak itu adalah anakku satu satunya.Sangat di sayangkan, Aku sudah membuatnya menjadi gila karena dia selalu mencoba mencelakaiku.Firo menduga akulah yang membunuh ibunya.
Ya, memang benar aku yang membunuhnya.
Awalnya aku hanya memberikan obat penenang kepada Firo agar sikapnya yang temperamen bisa sedikit tenang.
Sudah aku coba agar Firo melupakan penyebab kematian ibunya. Namun Firo semakin menjadi, Bahkan ia berusaha melukai ku dan juga Stella istriku yang tidak pernah aku cintai.
Berbagai cara untuk menenangkan Firo.Akhirnya aku mendapatkan ide gila dengan memberikan sedikit daun gan** yang sudah aku campur kedalam makanannya. Efek nya membuatnya sedikit tenang. Namun tetap saja ketika dia sudah mulai sadar ia kembali berulah.
Aku menyuruh pelayan di rumahku untuk selalu memberikan sedikit daun yang sudah mengering itu ke dalam makanannya. Alhasil Firo lebih gampang aku kendalikan. Aku mengurung anak itu di kamar yang letaknya agak jauh dari rumah utamaku.
Bagaimanapun Firo adalah darah daging ku.Aku tidak ingin membunuhnya seperti aku membunuh ibunya.Kesalahan terbesarku adalah membuatnya gila. Sungguh di luar perkiraan ku.
Aku sebenarnya tidak ingin membuatnya seperti itu,namun Firo tidak bisa menurut dan selalu menjadi ancaman buat hidupku. Pernah sesekali ia ngin membunuhku malam-malam dan menyelinap di kamarku.
Sebuah kenyataan yang pahit ketika mengetahui aku hanya mempunyai satu anak kandung yaitu Firo, anak yang sudah aku buat gila. Aku tidak ingin tidak ada penerus dari keturunanku.
Sudah beberapa wanita yang ku coba agar bisa hamil dan melahirkan anak untukku.Namun tak satupun dari mereka yang bisa mewujudkannya.Stella yang jarang aku sentuh tak pernah melahirkan satupun anak untukku.
Mau tak mau Firo lah yang akan menjadi penerus ku. Aku sangat menyesal membuatnya gila.Aku mulai berfikir untuk mencari pendamping untuk Firo agar perempuan itu bisa hamil anak dari Firo.Dan dapat memberikan cucu sebagai penerus bisnisku.
Aku tidak mengharapkan Firo akan normal lagi seperti sedia kala.Walaupun dia gila setidaknya ia lelaki yang memiliki *****.Aku hanya mengharapkan seorang cucu yang akan ku jadikan seperti diriku.
Seorang mantan pembantu menemui ku siang itu, Ia ingin berhutang uang lagi kepadaku.Bagaimana mungkin dia bisa membayarnya nilainya saja sudah cukup tinggi untuk orang seperti dia.
Sebagai syarat jaminannya lelaki itu memberikan putrinya.Namanya Medina,Aku tahu ia adalah gadis yang sangat cantik.Cocok sekali sebagai ibu untuk melahirkan cucuku.
Akhirnya aku menikahkan Firo dengan Medina anak dari mantan pembantuku. Aku tahu Firo sudah sering memperhatikannya dari jauh ketika kecil.
Di luar perkiraan ku, Firo cepat sekali berubah setelah menikah.Aku tahu anak itu tidak bodoh walaupun sudah pernah mengalami gangguan jiwa.Aku melihat Firo saat ini seperti cerminan aku saat muda.
Kemarin aku bertemu dengannya secara langsung. Dari hatinya aku sudah menduga Firo sangat membenciku.Sepertinya ia ingin membalas apa yang sudah aku lakukan padanya.
Serigala kecilku ternyata sudah sadar sepenuhnya.