Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Semua hancur..


"Apa, Ka?" Tanya Kay penasaran.


"Aku akan kasih tau kamu setelah kita menikah," ucap Arka sambil tersenyum.


"Maafin aku Kay, karena aku sudah membohongi kamu. Kak Ardi nggak bahagia bersama dengan Monic, dia tetap bertahan hanya demi anaknya. Bahkan Kak Ardi siap melayangkan surat cerai kepada Monic, tapi Mama dan Papa mencegahnya. Itu semua Mama dan Papa lakukan karena anak kak Ardi masih bayi, dan masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Jika kamu mengetahui semua itu, maka kamu akan semakin merasa bersalah..maafin aku Kay..maaf," gumam Arka dalam hati.


Kay sudah selesai bersiap\-siap. Kini mereka hendak pergi ke rumah Kay. Arka ingin melamar Kay secara langsung kepada kedua orang tua Kay. Walau Arka sudah tau jawaban dari lamarannya, tapi Arka tetap akan melamar Kay secara resmi.



Sesampainya di rumah Kay, mereka turun dari mobil. Arka mengandeng tangan Kevin sampai ke dalam rumah.


"Ayah..Bunda, Kay pulang!" Teriak Kay.


David dan Merisa berjalan menghampiri Arka dan Kay.


"Om...Tante," sapa Arka lalu mencium tangan kedua orang tua Kay.


"Apa ada kabar bahagia yang perlu kalian sampaikan?" Goda David.


"Ayah...suruh mereka duduk dulu dong, masa langsung main nanya saja," ucap Merisa sambil menyuruh Arka dan Kay duduk.


Arka dan Kay duduk di sofa ruang tamu sedangkan Kevin dipangku oleh Omanya.


"Om...Tante, kedatangan Arka ke sini, Arka ingin meminta izin sama Tante dan Om untuk menikahi Kay. Kita sudah sepakat untuk memulai lagi dari awal, Kay sudah mau menerima Arka lagi. Arka ingin meminta restu Om dan Tante."


"Kenapa harus meminta izin, bukannya Om sudah merestui kalian dari dulu, kenapa baru sekarang kalian mengatakan ini?" Tanya David sambil tersenyum.


David dan Merisa sangat bahagia akhirnya anak kesayangan akan hidup bahagia dengan laki\-laki yang benar\-benar tulus mencintainya. David dan Merisa berharap Kay akan segera bisa melupakan masa kelamnya dan bahagia bersama Arka.


"Makasih Om, Arka janji akan membahagiakan Kay," ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay.


"Kapan rencana kalian untuk menikah?" Tanya Merisa.


"Kalau bisa secepatnya, Tante, karena Arka takut Kay berubah pikiran dan meninggalkan Arka lagi," sindir Arka.


Kay menatap tajam ke arah Arka dan mencubit lengan Arka.


"Awww...sakit," pekik Arka pelan.


"Salah siapa pakai acara bilang kayak gitu segala, mau menyindir aku ya," ucap Kau dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kamu merasa tersindir?" Tanya Arka lalu tersenyum.


"Bagaimana kalau kalian menikah satu minggu lagi?" Usul David.


"Terserah Om saja, gimana baiknya."


"Tapi, Yah. Kay hanya ingin pernikahan yang sederhana saja, karena ini pernikahan kedua Kay. Kay ingin hanya keluarga kedua belah pihak saja yang hadir," pinta Kay.


"Gimana menurutmu, Ka?" Tanya David.


"Kalau Arka terserah Kay saja, Om, yang penting bagi Arka Kay sah menjadi istri Arka," sahut Arka.


"Baiklah, terus kapan kamu akan memberitahu keluarga kamu?" Tanya David lagi.


"Kalau soal Mama dan Papa mereka sudah setuju, tapi Arka dan Kay akan ke Jogja besok."


✓✓✓✓


Arka, Kay dan Kevin kini sudah berada di depan rumah Arka. Arka mengetuk pintu.


Tokk..tokk..tokk..


"Ya..sebentar!" Teriak Lina sambil berjalan menuju pintu utama. Lina membuka pintu.


"Arka! Kay! Mama senang kalian datang kemari," ucap Lina sambil memeluk Arka dan Kay bergantian.


"Oma nggak kangen sama Kevin?" Tanya Kevin lalu keluar dari belakang Kay.


"Tentu aja Oma sangat merindukan cucu Oma yang ganteng ini," ucap Lina lalu mencium pipi gembul Kevin.


Lina tidak menyangka Kevin sudah tumbuh besar. Rasanya baru kemarin Lina menggendongnya saat masih bayi. Dia seperti melihat diri Arka saat masih kecil dalam diri Kevin.


"Oma kenapa menangis?" Tanya Kevin sambil menghapus air mata Omanya.


"Ini air mata kebahagiaan sayang, Oma senang bisa melihat Kevin lagi. Oma sangat merindukan Kevin."


"Maafin Kay ya, Ma. Karena sudah menjauhkan Mama dari Kevin," ucap Kay merasa sangat bersalah. Itu semua karena keputusannya untuk tinggal bersama kedua orang tuanya.


"Ini bukan salah kamu sayang, ya sudah ayo masuk," ucap Lina lalu mengandeng tangan Kevin.


Mereka masuk ke dalam rumah. Lina lalu memanggil suaminya. Jonny berjalan menghampiri mereka.


"Papa senang kalian datang kemari," ucap Jonny.


Mereka duduk di sofa ruang tamu. Kay duduk di samping Arka, Lina memangku Kevin.


"Arka datang ke sini untuk memberi tahu Mama dan Papa, kalau seminggu lagi Arka dan Kay akan menikah," ucap Arka.


"Itu kabar gembira sayang," ucap Lina senang.


"Papa merestui kalian, Papa juga ingin kalian bahagia, maafin Papa karena sudah memisahkan kalian selama ini," ucap Jonny.


"Papa nggak perlu merasa bersalah, mungkin itu cobaan untuk cinta Arka, Pa." Arka menggenggam tangan Kay.


"Iya, Pa. Kay juga sudah memaafkan Papa, jadi Papa nggak perlu merasa bersalah lagi," ucap Kay dengan senyuman di wajahnya.


Jonny merasa sangat bahagia, kini Arka telah mendapatkan kebahagiaanya kembali. Kebahagiaan yang pernah dia renggut dulu.


"Terima kasih, Papa senang akhirnya kalian bisa bersatu kembali. Semoga tidak ada lagi halangan untuk cinta kalian," ucap Jonny lalu tersenyum.


"Semoga saja Pa," ucap Arka lalu mengecup tangan Kay.





LA..


Ardi sudah tidak sanggup lagi hidup bersama dengan Monic. Kalau bukan karena anaknya Ardi sudah menceraikan Monic dari dulu.


"Di...mau sampai kapan kamu akan bersikap dingin sama aku?"


"Aku kan sudah bilang sama kamu, aku nggak bisa bersikap seperti dulu lagi. Hidup aku hancur itu semua karena kamu. Aku bahkan harus kehilangan Kay dan Kevin."


"Kevin itu bukan anak kamu, seharusnya kamu sadar itu, yang anak kamu itu Rasya bukan Kevin!" Seru Monic.


"Jaga bicara mu ya Mon! bagiku selamanya Kevin adalah anak aku. Aku yang membesarkannya, sampai kapanpun Kevin tetap anak aku. Aku juga sayang sama Rasya, karena dia juga darah daging aku, tapi kamu..kamu bukan lagi siapa-siapa aku," ucap Ardi yang mulai emosi.


"Aku tetap istri kamu dan sampai kapan pun aku nggak akan melepaskan kamu. Kalau kamu sampai menceraikan aku, aku nggak akan pernah mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Rasya, ingat itu baik-baik," ancam Monic lalu pergi meninggalkan Ardi.


Ardi mengacak\-acak rambutnya karena frustasi. Monic tidak seperti Kay, sifat dan kepribadiannya berbeda. Kay sangat lembut dan juga penyabar, tapi Monic, dia kasar dan juga egois.



Ardi sangat merindukan Kay. Andai waktu dapat diputar kembali, Ardi lebih baik memilih mati dalam kecelakaan itu dari pada harus hidup menderita karena kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


"Kay...aku sangat merindukan kamu, aku sangat merindukanmu dan juga Kevin. Apa kalian juga merindukan aku? Apa ini hukuman untuk aku, karena aku telah membohongimu soal siapa Kevin yang sebenarnya? apa ini hukuman untuk aku, karena aku sempat meragukan kamu dengan Arka? Aku lelah Kay dengan hidup ini. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu, aku sangat mencintaimu," ucap Ardi sambil menitihkan air mata.


Penyesalan Ardi begitu dalam. Hidupnya hancur, cintanya telah pergi menjauh, seakan tak ada lagi cahaya dalam hidupnya. Semua seakan gelap tanpa kehadiran Kay di sisinya.


~oOo~