
Sudah satu minggu Kay tinggal di rumah mertuanya, selama Kay tinggal di sana Arka selalu menghindar agar tidak bertemu muka dengan Kay. Kay merasa Arka menjadi orang yang berbeda.
Saat ini Kay merasa jenuh di rumah, ia ingin keluar jalan-jalan, saat Kay sedang menuruni tangga, Kay melihat Arka sedang duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya. Kay berjalan menghampiri Arka..
"Hai, Arka. Boleh aku duduk disini?" Tanya Kay sambil menatap Arka.
Arka hanya diam dan masih asyik dengan ponselnya. Kay duduk tak jauh dari tempat Arka.
"Ka...Kenapa kamu berubah seperti ini, kenapa kamu hancurkan hidup kamu sendiri?" Tanya Kay.
"Maksud kamu apa Kay? aku baik-baik saja dan aku juga nggak sedang menghancurkan hidup aku, justru aku sedang menikmati hidup aku," ucap Arka tanpa melihat kearah Kay.
"Kenapa kamu nggak mau menatapku? apa kau sengaja menghindar dariku, selama aku tinggal disini kamu selalu menghindari ku."
"Itu cuma perasaan kamu saja, Kay." Arka lalu berdiri dan melangkah pergi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Kay sambil menarik tangan Arka.
Arka menatap wajah Kay, dia berjalan mendekati Kay dan mendekatkan wajahnya ke wajah Kay.
"Jangan pernah menyentuhku kalau kamu nggak mau aku melakukan sesuatu sama kamu," bisik Arka di telinga Kay.
"Maksud kamu apa?" Tanya Kay terkejut dan langsung melepaskan tangan Arka.
Arka tak memperdulikan pertanyaan Kay dan langsung melangkah pergi meninggalkan Kay.
"Kamu sudah berubah, Ka. Kamu menjadi sosok yang begitu dingin, bahkan aku sudah tidak mengenalimu lagi," gumam Kay dalam hati.
Kay berjalan keluar dari rumah, dia berjalan jalan di sekitar halaman untuk menghirup udara segar. Kay duduk di kursi taman.
Arka yang sedari tadi menatap Kay dari atas balkon kamarnya tidak memalingkan pandangannya barang sedetikpun.
"Aku sangat merindukanmu, Kay, maaf atas sikapku tadi, aku tidak ingin kamu melihatku disaat aku lagi terpuruk."
Muncul ide gila dibenak Arka, rasa cintanya kepada Kay yang begitu besar telah menutup hati nuraninya. Arka berencana untuk merebut Kay dari kakaknya, Arka akan memanfaatkan situasi selama Kay masih tinggal di rumahnya. Hari ini Arka akan melancarkan rencananya, apalagi malam ini kedua orang tuanya akan menghadiri pesta rekan bisnisnya.
Arka keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dia berjalan keluar rumah untuk menghampiri Kay yang sedang duduk di taman.
"Kay, aku mau minta tolong dong."
"Minta tolong apa?" Tanya Kay tanpa rasa curiga.
"Tolong sampaikan sama Mama dan Papa kalau malam ini aku akan menginap di rumah Tony."
"Kenapa kamu selalu menginap di rumah Tony, apa kamu nggak kasian sama Mama kamu?"
"Sudah nggak usah bawel, jangan lupa sampaikan pesan aku tadi, aku pergi dulu," ucap Arka lalu melangkah pergi.
Sebelum pergi tadi Arka sudah mengambil kunci duplikat rumahnya dan juga kamar Ardi. Arka masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
Sebuah mobil masuk ke halaman. Lina dan Jonny turun dari mobil, Kay menghampiri mereka.
"Ma..Pa," sapa Kay lalu mencium tangan mertuanya.
"Ngapain kamu diluar, Kay?" Tanya Jonny.
"Kay bosen didalam terus, Pa. Kay ingin menghirup udara segar."
"Enggak kok, Pa. Oya Pa..Ma, tadi Arka titip pesan katanya dia mau menginap di rumah Tony," ucap Kay setelah mengingat pesan dari Arka.
"Waduh...gimana ini, Pa," ucap Lina cemas.
"Kenapa, Ma? apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Kay penasaran.
"Nggak sayang, cuma nanti malam Mama sama Papa ada urusan, dan pulangnya larut malam, kalau Arka nggak di rumah, nanti kamu di rumah sendirian," ucap Lina.
"Oh..kirain ada apa," ucap Kay sambil menghembuskan nafas lega.
"Kamu nggak apa-apa Kay di rumah sendirian?" Tanya Jonny.
"Nggak apa-apa, Pa, lagian Kay kan bukan anak kecil lagi. Kay bisa jaga diri kok."
"Baiklah sayang," ucap Lina.
"Ayo masuk, ini sudah mau malam," ucap Jonny.
Merekapun masuk kedalam rumah. Kay dan Lina menyiapkan makanan untuk makan malam, setelah selesai makan malam, Lina dan Jonny berpamitan kepada Kay.
"Kami pergi dulu ya Kay, jangan lupa semua pintu dikunci," ucap Jonny.
"Baik, Pa."
"Jaga diri kamu ya sayang," ucap Lina sambil memeluk Kay.
"Iya, Ma."
Kay mengantar mertuanya sampai didepan pintu, setelah mereka pergi Kay mengunci pintu dan berjalan menuju ruang keluarga untuk melihat acara tv. Setelah dua jam menonton Tv Kay merasa sangat mengantuk.
Kay menaiki tangga dan masuk kedalam kamar. Karena sangat mengantuk Kay lupa mengunci pintu kamar. Kay menganti bajunya dengan piyama, setelah itu Kay merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak butuh waktu lama Kay pun terlelap.
Arka yang sedari tadi berada didalam mobil menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Arka melihat mobil orang tuanya sudah keluar dari halaman rumahnya. Jam menunjukkan pukul 22.00 malam.
"Kay pasti sudah tertidur lelap."
Arka keluar dari mobil, dia berjalan menuju pintu dan membuka kunci. Arka masuk ke dalam rumah.
Arka tidak lupa kembali mengunci pintu, dia berjalan menaiki tangga dan melangkah menuju kamar Kay. Arka mencoba membuka pintu kamar Kay yang ternyata tidak dikunci.
"Kamu masih saja ceroboh Kay," ucap Arka pelan.
Arka dengan perlahan masuk ke dalam kamar Kay, dia tidak lupa mengunci pintu kamar dan menyembunyikan kuncinya dikantong celananya. Arka menghampiri Kay yang tengah terlelap.
"Kamu sangat cantik sayang," ucap Arka sambil membelai rambut Kay.
Arka mengecup kening Kay, tapi Kay tetap terlelap. Kay tidak menyadari kehadiran Arka.
Arka terkejut dengan perlakuan Kay, dengan keadaan masih terlelap Kay megumamkan sesuatu yang membuat Arka semakin terkejut.
"Apa dia sedang bermimpi ya?"
Arka ingin memeriksa apa Kay benar-benar masih terlelap. Arka mengibas-ibas kan tangannya didepan wajah Kay, tapi Kay tetap memejamkan matanya.
~oOo~