Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Maaf..


Acara akhirnya selesai, Ardi dan Kay sedang berkumpul bersama keluarga mereka.


"Mama senang akhirnya sekarang Mama punya menantu," ucap Lina sambil memegang tangan Kay.


"Papa juga senang, Ma, akhirnya Ardi dan Kay menikah," ucap Jonny.


"Bukan hanya kalian, kami juga senang anak gadis kami satu-satunya sekarang sudah menikah, mana suaminya ganteng, baik lagi," ucap Merisa.


"Oya Jon, bukannya Ardi mempunyai adik laki-laki, kenapa dia tidak hadir diacara pernikahan kakaknya?" Tanya David.


"Oya...aku lupa bilang sama kalian, dia nggak bisa ikut karena dia lagi ada acara di kampusnya, jadi dia nggak bisa ikut, katanya dia titip salam untuk calon kakak iparnya, dia akan menunggunya di rumah," ucap Jonny.


Kay dan Ardi saling bertatap muka. Kay memendam amarah kepada Ardi hingga membuat wajahnya memerah. Ardi tau kalau Kay sedang marah padanya.


Ardi menatap Kay dengan mata sayu nya, dia menyesali perbuatannya tadi, tidak seharusnya dia melakukan itu. Ardi menggerakkan bibirnya seakan berucap kata maaf kepada Kay, tapi Kay tidak mengerti maksud dari gerak bibir Ardi. Tanpa sadar Kay membuka suara.


"Kamu bicara apaan sih!" Seru Kay dan tanpa sadar semua yang ada diruangan itu menatap kearah Kay.


"Ada apa sayang?" Tanya Merisa.


"Eh...enggak a--da apa-apa, Bun..." ucap Kay gugup.


"Mungkin mereka sudah nggak sabar, Bun. Ini kan malam pertama mereka," goda David.


"Maafin kami ya sayang, karena masih terus mengajak kalian mengobrol, ya sudah sekarang kalian istirahat saja, kalian pasti capek," ucap Lina.


"Kami tidur duluan ya Ma..Pa..om..tante.." ucap Ardi lalu berdiri dan menatap Kay.


"Malam semua.." ucap Kay lalu berdiri dan menaiki tangga.


Ardi mengikuti Kay dari belakang. Kay membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar, Ardi menutup pintu. Ardi menghampiri Kay yang tengah duduk di sofa sambil melipat kedua lengannya di dada.


"Aku minta maaf atas sikap aku tadi, seharusnya aku nggak melakukan itu sama kamu.." ucap Ardi sambil berdiri didepan Kay.


"Sudah nggak ada gunanya minta maaf," ucap Kay ketus.


"Aku tau perbuatan aku tadi salah, seharusnya aku minta izin dulu sama kamu untuk mencium kamu, aku menyesal.." ucap Ardi.


"Buat apa minta izin, bukannya tadi kamu bilang kalau kamu nggak perlu izin aku untuk melakukan apapun yang kamu mau, karena aku ini adalah istrimu, hah!" Seru Kay emosi.


Ardi melihat mata Kay yang mulai berkaca-kaca, Ardi merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya.


"Kay, aku beneran minta maaf, kamu bisa pukul aku atau tampar aku, tapi aku mohon maafkan aku, aku menyesal, Kay.." ucap Ardi sambil duduk di samping Kay.


Air mata yang sedari tadi ditahan oleh Kay kini akhirnya mengalir deras membasahi kedua pipi Kay.


"Kenapa kamu perlakukan aku seperti ini, kita memang sudah menikah, tapi aku butuh waktu untuk bisa menerima kamu sebagai suamiku, kita tidak saling mengenal bahkan aku juga tidak mencintaimu, jadi aku mohon sama kamu, jangan pernah lagi menyentuhku tanpa seizin ku.." ucap Kay disela tangisannya.


"Aku janji, aku nggak akan pernah melakukan itu lagi, aku tau kita menikah karena dijodohkan, tapi kamu tetaplah istri aku, jadi kamu adalah tanggungjawab aku. Kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan aku, jadi kamu jangan sedih lagi, aku minta maaf.." ucap Ardi lalu menghapus airmata Kay.


Kay tidak menyangka Ardi mempunyai sisi yang hangat seperti ini, hati Kay seakan merasa nyaman mendengar kata-kata tulus yang keluar dari mulut Ardi.


"Ok, kamu mau kemana?"


"Ya mau tidurlah, aku ngantuk," ucap Kay lalu berjalan menuju ranjang.


Ardi mengikuti Kay dari belakang..


"Kamu mau ngapain?" Tanya Kay terkejut saat Ardi tidur di sampingnya.


"Ya tidurlah, aku juga ngantuk, capek," ucap Ardi lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Kenapa kamu tidur disini?"


"Kalau nggak tidur disini, terus aku mau tidur dimana?" Tanya Ardi sambil menatap Kay..


"Ya...kamu kan bisa tidur di sofa, a--ku nggak terbiasa tidur dengan orang lain," ucap Kay gugup.


"Kalau aku tidur di sofa, terus tiba-tiba Mama atau bunda kamu masuk terus melihat aku tidur di sofa, gimana? mereka pasti akan curiga sama kita, tenang saja aku nggak akan menyentuh kamu, kita kasih guling ini sebagai pembatas," ucap Ardi lalu meletakkan guling ditengah tengah mereka sebagai pembatas.


"Tapi--"


"Katanya ngantuk, sudah cepetan tidur," ucap Ardi lalu memejamkan matanya.


Tak butuh waktu lama untuk Ardi tertidur, tapi Kay sama sekali tidak bisa tidur. Kay menatap Ardi yang sedang terlelap, dia pandangi wajah tampan Ardi.


"Ternyata kamu tampan juga, tapi masih tampan Arka. Aku jadi kangen sama Arka, aku nggak bisa ngebayangin gimana kalau Arka sampai tau tentang pernikahan ini, maafin aku sayang, aku sudah menyakiti hati kamu, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama," ucap Kay pelan.


Kay mencari ponselnya di atas meja, dia mengambil ponselnya dan mengaktifkan ponselnya, karena Merisa merasa takut pernikahan Kay akan terganggu jadi Merisa mematikan ponsel Kay. Begitu banyak panggilan tak terjawab dari Arka dan beberapa pesan dari Arka.


Pesan dari Arka.


"Sayang kamu kenapa tiba tiba mematikan telepon aku?"


"Sayang, kok nggak bales SMS aku,aku kangen banget sama kamu."


"Sayang, kok ponsel kamu masih tidak aktif, aku ingin mendengar suara kamu, aku kangen banget sama kamu."


"Sayang, aku tunggu kepulangan mu, setelah kamu pulang ke Jogja aku ingin memperkenalkan kamu sama kedua orang tuaku, aku ingin secepatnya melamar kamu, aku sudah membayangkan kita menikah dan hidup bersama, aku mencintaimu sayang, sangat..sangat mencintaimu."


Air mata Kay mengalir saat membaca semua pesan dari Arka. Kay bangun dan turun dari ranjang, dia berjalan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi Kay menangis sejadi-jadinya.


"Sayang, maafin aku, maafin aku, karena aku sudah membohongimu, aku nggak pantas untuk kamu cintai." Air mata Kay terus mengalir.


"Aku juga sangat merindukanmu, andai kamu tau cintaku begitu besar kepadamu, tapi aku nggak bisa memperjuangkan cinta kita, aku sungguh pengecut..maafin aku sayang..maafin aku." Kay menatap foto Arka di layar ponselnya.


"Aku berdoa semoga kamu bisa mendapatkan pengganti aku, aku ingin kamu bahagia sayang, setelah nanti aku pulang ke Jogja aku akan jelasin semuanya ke kamu. Aku akan terima semua amarahmu, karena aku pantas mendapatkannya."


Kay menghapus air matanya dan membasuh mukanya dengan air, setelah itu Kay keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjang. Kay melihat Ardi masih terlelap, dia merebahkan tubuhnya di samping Ardi. Kay mencoba memejamkan matanya agar bisa tertidur, tak berselang lama Kay pun tertidur.


~oOo~