
Arka mengajak Kay untuk menemui mamanya. Kay masih tidak percaya dengan ucapan Arka.
"Mama!" Teriak Arka.
"Ada apa?" Lina berjalan mendekati Arka dan Kay.
"Kak Ardi benarkan ada disini kan, Ma?"
"Iya sayang, dia baru saja datang tadi."
"Aku nggak bohong kan sayang." Kay mengerucutkan bibirnya.
Kay berjalan menghampiri Kevin dan Rasya. Kay menatap lekat wajah Rasya.
"Mama kenapa menatap Rasya seperti itu?" Tanya Kevin penasaran.
Kay mengusap lembut puncak kepala Kevin dan Rasya.
"Sayangi adik kamu ya sayang." Kevin menganggukkan kepalanya.
Lina menceritakan kepada Arka apa yang telah terjadi kepada kakaknya. Arka terlihat sangat sedih, dia merasa sangat bersalah atas nasib yang menimpa kakaknya.
"Semua ini gara-gara Arka, Ma. Seandainya dulu Arka tidak melakukan itu sama Kay, mungkin sekarang Kak Ardi sudah bahagia bersama Kay." Arka menundukkan wajahnya.
"Semua sudah terjadi sayang, itu semua sudah takdir. Mungkin ini semua sudah jalan hidup yang harus kakak kamu jalani."
"Apa kakak terlihat baik-baik saja?" Tanya Arka penasaran.
"Kakak kamu berusaha untuk tegar dan menerima takdirnya. Tadi kakak kamu juga menanyakan kabar kamu dan Kay."
"Apa mama juga menceritakan tentang kehamilan Kay?" Lina menggelengkan kepalanya.
Ardi membuka kedua matanya secara perlahan dan menatap jam dinding yang sudah menujukan pukul 16.00 WIB. Ardi turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Ardi keluar dari kamar. Ardi berjalan menuruni tangga, dia melihat Arka yang tengah berbincang-bincang dengan mamanya.
Ardi berjalan menghampiri Arka dan juga mamanya.
"Hai Ka," sapa Ardi sambil berjalan mendekati Arka. Arka berdiri lalu memeluk kakaknya.
"Maafin aku Kak, aku sudah membuat hidup kakak menderita." Tanpa Arka sadari air mata menetes membasahi kedua pipinya.
"Kamu ini bicara apa, kakak sudah memaafkan kamu." Ardi melepaskan pelukan Arka.
"Ini sudah takdir kakak," sambungnya.
"Seandainya waktu itu aku ti--"
"Sudah nggak usah dibahas, kakak sudah mengikhlaskan semuanya. Oya..dimana Kay? Gimana kabarnya? Kamu nggak menyakitinya kan?" Goda Ardi sambil meninju pelan dada Arka.
"Kay baik kok Kak, sekarang dia sedang hamil. Dia sedang bersama dengan anak-anak."
"Wah..selamat ya, Kevin akan mempunyai adik lagi," ucap Ardi sambil menepuk bahu Arka.
Arka mengajak Ardi untuk menemui Kay. Ardi melihat Kay sedang bermain bersama Kevin dan Rasya, terlihat senyuman manis diwajah Kay.
"Kamu nggak pernah berubah Kay, kamu masih tetap cantik seperti dulu. Andai aku bisa memelukmu, ingin sekali aku memelukmu untuk melepaskan kerinduan aku selama ini," gumamnya dalam hati.
Arka dan Ardi berjalan menghampiri Kay, Kevin dan Rasya.
"Hai, Kay," sapa Ardi dengan senyuman di wajahnya.
Kay terkejut mendengar suara Ardi.
"Kak Ardi!" Seru Kay terkejut. Ardi berjalan mendekati Kay.
"Apa kabar Kay? Selamat ya atas kehamilan kedua kamu, Kevin pasti senang, sebentar lagi akan mempunyai adik baru." Ardi mengulurkan tangannya, Kay menjabat tangan Ardi.
"Emm..makasih kak."
Ardi dan Kay duduk di sofa ruang tamu.
"Maafin aku ya Kay, jika selama ini aku ada salah sama kamu."
"Seharusnya aku yang minta maaf kak, aku sudah menyakiti hati kamu."
"Kay--"
Ardi menghentikan ucapannya, dia menatap lekat wajah Kay.
"Emm..boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya," ucapnya ragu-ragu. Kay menganggukkan kepalanya.
Ardi memeluk Kay dengan sangat erat, Kay hanya diam dalam dekapan Ardi.
"Makasih ya, Kay." Ardi melepaskan pelukannya.
Kay menanyakan tentang Monic, dan kenapa Monic tidak ikut bersamanya.
"Aku dan Monic sudah berpisah, mulai dari sekarang aku dan Rasya akan tinggal di sini."
Kay sangat terkejut mendengar ucapan Ardi, dia semakin merasa bersalah. Karena dia lah Ardi terus mempertahankan pernikahannya dengan Monic, tapi akhirnya pernikahan itu harus kandas ditengah jalan.
"Jangan pernah menyalahkan kamu, itu semua sudah menjadi takdir hidup aku. Aku sudah bahagia bersama dengan Rasya. Hanya dia yang menjadi penyemangat hidup aku dan juga Kevin, dia tetaplah anak aku."
"Maafin aku Kak," ucap Kay sambil menundukkan wajahnya.
Ardi mendongakkan wajah Kay lalu mengecup kening Kay.
"Hiduplah dengan bahagia Kay, Arka orang yang sangat baik, dia juga sangat mencintai kamu. Tolong jaga Kevin untuk aku, aku bahagia Kevin masih mau menganggap aku sebagai ayahnya." Kay menganggukkan kepalanya.
Ardi dan Kay menghampiri Arka di taman depan. Arka memeluk Kay dengan sangat erat.
"Kalian hiduplah dengan bahagia, jangan lagi merasa bersalah, karena aku sudah memaafkan kalian."
"Makasih ya, Kak." Arka lalu memeluk Ardi.
Lina bahagia melihat anak-anaknya sudah kembali akrap seperti dulu lagi. Kebahagian rumah itu sudah kembali lagi. Lina melihat Arka dan Ardi yang sedang bercanda tawa dengan kedua cucunya. Terlihat jelas mereka sangat menyayangi Kevin dan Rasya.
"Mama!" Teriak Kay sambil melambaikan tangannya.
Lina berjalan menghampiri Kay lalu memeluknya.
"Mama bahagia melihat kebersamaan mereka, kini kebahagian rumah ini sudah kembali lagi."
Kay melihat ke arah Arka dan Ardi yang tengah bercanda tawa.
"Iya, Ma. Kay juga bahagia, Kay juga mendoakan Kak Ardi semoga bisa menemukan kembali wanita yang tulus mencintainya."
"Semoga saja sayang, Mama juga berharap Ardi bisa membuka lembaran hidup yang baru."
Ardi dan Arka melambaikan tangannya ke arah Lina dan Kay.
⭐⭐⭐⭐
Hai para readers sekalian, maaf ya aku baru bisa update sekarang. Aku juga mau memberikan kabar buruk 😞, ini adalah episode terakhir.
Bukannya aku nggak mau meneruskan cerita aku ini, tapi ini udah fix, hasilnya nggak memuaskan, nggak banyak yang merespon novel aku ini.
Tapi diakhir cerita aku ini, semua berakhir bahagia, Ardi sudah bisa melepaskan dan mengikhlaskan Kay. Kini kebahagiaan dirumah Lina sudah kembali seperti dulu lagi, apa lagi setelah kehadiran Rasya.
Maaf jika cerita aku ini tidak memuaskan untuk kalian semua, saya ucapkan terimakasih banyak karena telah meluangkan waktu untuk membaca karya aku ini.
Terimakasih,
😘😘😘😘
💞💞💞💞💞