Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kembalinya Ardi..


Arka kembali lagi ke Jogja,Arka setiap weekend selalu meluangkan waktunya untuk menemui Kevin dan Kay.Arka masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya diranjang.


Ceklek..( suara pintu terbuka )


Lina masuk kedalam kamar Arka dan menghampiri Arka yang tengah rebahan diranjang.


" Sayang..gimana kabar Kay dan Kevin,apa mereka mau balik kesini lagi ? " Tanya Lina sambil duduk ditepi ranjang.


Arka bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya..


" Kay tetap nggak mau balik kesini lagi Ma,katanya Kay udah mengikhlaskan kak Ardi..


" Mama sangat merindukan mereka sayang,mama ingin sekali menemui mereka tapi mama malu kepada kedua orangtua Kay.Mama merasa sangat bersalah kepada Kay dan Kevin.." Ucap Lina sedih.


" Mama tenang aja,Kay dan Kevin akan kembali lagi kerumah ini.." Ucap Arka sambil memeluk Lina.


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Sepertinya ada yang datang Ma..


" Biar mama lihat siapa yang datang..


Lina berdiri dan keluar dari kamar Arka..


" Ya sebentar...." Teriak Lina sambil berjalan menuju pintu.


Ceklek..( suara pintu terbuka ).


Lina terkejut melihat sosok yang ada didepannya.Air mata menetes membasahi kedua pipi Lina.


" Sayang..kamu akhirnya pulang.." Ucap Lina lalu memeluk Ardi.


" Mama..maafin Ardi Ma..


" Kamu kemana aja sayang,mama sangat mengkhawatirkan kamu..


" Ceritanya panjang Ma,Kay dan Kevin mana Ma,Ardi sangat merindukan mereka..


" Ayo masuk dulu.." Ucap Lina sambil berjalan masuk.


Ardi dan Monic masuk kedalam rumah.Arka berjalan menuruni tangga..


" Siapa Ma yang datang ?..


Arka terkejut melihat Ardi sedang duduk diruang tamu bersama dengan Lina.


" Kak Ardi..." Teriak Arka terkejut dan langsung berlari dan memeluk Ardi.


" Kak Ardi kemana aja,maafin aku kak jika aku udah nyakitin kakak..." Ucap Arka sambil memeluk erat Ardi.


" Kamu apa kabar Ka,gimana kuliah kamu ?..


" Kabar aku baik kak,aku udah lulus kuliah..


" Terus gimana pernikahan kamu dan Sela,maaf kakak nggak bisa datang..


" Aku dan Sela nggak jadi menikah..


" Kenapa? Apa karena kakak ?..


" Bukan kak,aku nggak mencintai Sela,aku nggak mau menyakiti Sela dengan berpura pura mencintainya..


" Oya dimana Kay dan Kevin..


" Mereka sedang berlibur ke Pekanbaru,mereka sangat merindukanmu sayang.." Ucap Lina berbohong.


Arka menatap wanita yang sedang duduk disamping Ardi.


" Dia siapa kak ? " Tanya Arka sambil menatap Monic.


" Dia Monic..dia yang sudah menolong aku selama ini..


" Sebenarnya apa yang sudah terjadi sayang,kenapa kamu tak ada kabar selama satu tahun ini..


" Ceritanya panjang Ma..


Ardi mulai menceritakan apa yang telah terjadi..


Flash back ( satu tahun yang lalu )


" Gimana ini,penerbangannya pakai ditunda segala..kalau aku pulang kerumah nanti Kay curiga sama aku,mendingan aku menginap dihotel aja,besok aku baru berangkat ke Paris..


Ardi keluar dari bandara dan masuk kedalam taksi.Ardi berencana untuk menginap dihotel yang tak jauh dari bandara.Ardi keluar dari taksi.Saat Ardi ingin menyeberang jalan menuju hotel tiba tiba ada sepeda motor berhenti didepannya dan langsung menarik koper Ardi..


" Jambreetttt..." Teriak Ardi lalu berlari mengejar jambret itu.


Tiiiinnnnnnnn.....


Braakkk..


Ardi jatuh terpental.Sang pengemudi mobil sangat panik dan langsung meminta tolong pada orang yang lewat agar membantunya memasukan Ardi kedalam mobilnya.


" Aiss sial,pakai menabrak orang segala lagi.." Ucap pengemudi mobil itu.


Pengemudi mobil itu langsung membawa Ardi yang tak sadarkan diri kerumah sakit.Sesampainya dirumah sakit Ardi langsung dibawa ke UGD..


" Semoga tidak terjadi apa apa,gimana aku harus menghubungi keluarganya,mana nggak ada indetitasnya lagi.Lebih baik aku tunggu sampai dia sadar..


Pintu ruang operasi terbuka,dokter keluar dari ruang operasi..


" Gimana dok keadaannya ?..


" Masa kritisnya udah lewat,dia sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap.." Ucap Dokter.


" Terimakasih dok..


Keluarlah seorang perawat yang sedang mendorong ranjang yang disitu Ardi sedang terbaring lemah tak sadarkan diri.


Ardi sudah dipindahkan keruang rawat inap.Dua jam telah berlalu tapi Ardi tak kunjung sadar..


" Ayo sadar dong..mana aku lagi ada urusan penting lagi.." Ucap wanita itu panik.


Tiba tiba Ardi mulai membuka matanya dengan perlahan.


" Akhirnya kamu sadar juga..


" Kamu siapa ? Aku ada dimana ? Ahhh..kepala aku sakit banget.." Ucap Ardi sambil memegang kepalanya.


" Maaf aku tadi tidak sengaja menabrak kamu,nama aku Monic..kalau boleh tau siapa nama kamu dan dimana rumahmu agar aku bisa menghubungi keluargamu..


" Aku...ahhhh..kepalaku sakit.." Ucap Ardi sambil menahan sakit dikepalanya.


" Bagaimana ini,seamdainya tadi aku tidak terburu buru maka kecelakaan ini nggak akan terjadi..


Ceklek..( suara pintu terbuka )


Dokter masuk kekamar inap Ardi dan langsung memeriksa Ardi..


" Gimana dok keadaannya..


" Maaf Pak,kalau saya boleh tau siapa nama bapak..


" Aku..aku tidak ingat dok..kepala aku sakit banget dok..." Ucap Ardi sambil terus memegangi kepalanya.


" Maaf bu,boleh saya bicara dengan ibu sebentar..


" Baik dok..


Dokter keluar dari ruangan Ardi dan berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Monic dibelakangnya..


" Silahkan duduk..." Ucap dokter sambil duduk dikursi kerjanya.


" Sebenarnya ada apa dok ?..


" Setelah saya periksa lebih teliti sepertinya pasien mengalami amnesia,saya harap anda jangan memaksanya untuk mengingat sesuatu karena itu akan berdampak buruk untuk kesehatannya..


" Terus apa yang harus saya lakukan dok..


" Biarkan pasien mengingatnya dengan perlahan..


" Baik dok..kapan saya boleh membawanya pulang ?.


" Tunggu setelah tiga hari,kalau keadaan pasien sudah mendingan anda bisa membawanya pulang..


" Terimakasih dok..kalau begitu saya permisi dulu..


" Iya,silahkan...


Monic keluar dari ruangan dokter..


" Aduh gimana ini,papa pasti marah sama aku.Tapi laki laki ini bisa aku manfaatin agar papa nggak jadi menjodohkan aku dengan Rey...


Monic berjalan menuju ruang inap Ardi dan masuk kedalam.Monic menghampiri Ardi..


" Apa kata dokter ?..


" Nggak ada apa apa,kamu cuma disuruh banyak istirahat dan fokus untuk kesembuhan kamu itu aja..." Ucap Monic lalu duduk dikursi dekat ranjang..


" Kamu kenal aku ?..


" Tentu aku kenal kamu,kamu adalah pacar aku nama kamu Rico...


" Kamu nggak bohongkan,buktikan sama aku kalau kamu kenal aku..


Monic binggung harus menunjukan bukti apa,Monic mengaruk kepalanya yang tidak gatal lalu tersenyum kepada Ardi..


" Maaf..sebenarnya aku juga nggak tau siapa kamu,tadi aku nggak sengaja menabrak kamu karena kau sedang buru buru.Aku akan bertanggungjawab..


" Gimana cara kamu bertanggungjawab aku aja lupa sama diri aku sendiri..


" Mulai saat ini aku panggil kamu Rico dan kamu akan ikut bersama aku ke LA,aku nggak bisa lama lama disini karena papa aku sedang menungguku.Dan aku juga butuh bantuan kamu,apa kamu mau membantuku ?..


" Kamu butuh bantuan apa ?..


" Gini..papa aku memberi aku waktu satu minggu untuk membawa calon suami kalau dalam waktu satu minggu aku tidak pulang membawa calon suami aku papa akan menjodohkan aku.Aku nggak mau dijodohin.Aku ingin kamu pura pura jadi calon suami aku,tenang aja aku akan bayar kamu kok dan kamu juga bisa sambil menunggu ingatan kamu pulih..


Ardi berfikir sejenak,karena dia tidak ingat siapa dia dan dimana rumahnya,apa dia punya keluarga atau enggak.


" Ok..aku terima tawaran kamu,tapi kamu nggak usah membayar aku cukup kamu memberi aku tempat tinggal itu udah cukup..


" Baiklah setuju..


Dalam hati Monic.." kalau dilihat lihat ni cowok tampangnya ok juga,apalagi senyumannya.."


" Kapan aku boleh pulang ?..


" Aku akan minta dokter agar besok kamu dibolehkan pulang,aku akan minta rawat jalan.Aku juga udah nggak punya banyak waktu karena perjanjian aku sama papa tinggal dua hari lagi..


" Mendingan kamu tidur agar besok kamu bisa pulih lebih cepat.." Ucap Monic lalu menyelimuti tubuh Ardi.


Monic berjalan menuju sofa dan menyandarkan tubuhnya kesofa..


Tutt..tutt..tutt..( ponsel Monic berbunyi )


Monic mengambil ponsel dari dalam tasnya dan melihat siapa yang menelfon..


" Papa..


" Ya Pa...


" Kamu lagi dimana ? Kenapa kamu belum sampai dirumah ?..


" Emm..maaf Pa,pacar Monic lagi kena musibah..sekarang Monic lagi nemenin pacar Monic dirumah sakit.Monic akan pulang besok..


" Kamu nggak lagi bohingin papakan ?..


" Enggak Pa..besok Monic akan pulang dengan pacar Monic..


" Baiklah papa akan menunggu kamu pulang dan buktikan sama papa kalau kamu benar benar sudah punya calon suami..


" Baik Pa.." Ucap Monic lalu mematikan ponselnya.


Monic memikirkan cara agar Ardi punya identitas baru.Akhirnya Monic menghubungi temannya yang ahli soal pemalsuan identitas..


Tutt..tutt..tutt..


" Hallo..


" Hollo Jac..gue mau minta tolong nie,tolong buatkan identitas atas nama Rico Pradana.Buatkan paspornya juga gue ingin semua siap hari ini juga...


" Ok siap...


" Makasih.." Ucap Monic lalu mematikan ponselnya.


Monic mengambil nafas panjang dan membuangnya kasar.


" Mungkin ini jalan yang Engkau berikan atas do'a do'a ku selama ini ya Tuhan ...


🌟🌟🌟🌟