
Arka menghentikan mobilnya dipinggir jalan, dia lalu menggenggam tangan Kay dan menatapnya dengan penuh harap.
"Apa kamu nggak rela kalau aku menikah dengan Sela? apa kamu ingin aku tinggal disini?"
"Bukan begitu, Ka. Aku senang kamu bisa menikah, tapi kalau kamu tinggal di Paris kasian Mama dan Papa, mereka pasti kesepian," ucap Kay sambil melepas tangan Arka.
"Cuma itu yang kamu khawatirkan?" Arka tampak kecewa.
Arka mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya, dia menyandarkan kepalanya di kursi pengemudi.
"Apa kamu tau, Ka, selama kamu di Paris Mama dan Papa sangat merindukanmu,mereka sangat kesepian."
"Bukankah Mama yang mengirim aku ke Paris? bukankah itu keinginan Mama agar aku bisa menjauh darimu? jadi untuk apa Mama merindukan aku? apalagi sekarang udah ada kamu, Kak Ardi dan Kevin, jadi aku udah nggak dibutuhkan lagi di rumah itu, aku lebih bahagia hidup di Paris," ucap Arka sambil menatap keluar jendela.
"Tapi aku nggak bisa selamanya tinggal di sana. Setelah Kevin berumur dua tahun mungkin aku akan kembali ke rumah aku dan Kak Ardi, jadi pertimbangkanlah lagi, bujuk lah Sela agar dia mau tinggal disini."
"Kamu nggak usah perduli sama hidup aku dan Sela, aku bisa mengurusnya sendiri, hari ini aku ingin bersenang-senang dengan Kevin, jadi aku nggak mau membahas ini," ucap Arka lalu kembali melajukan mobilnya.
Sesampainya di taman Arka menghabiskan waktu dengan mengajak Kevin bermain, mereka bermain ayunan dan juga mainan pasir. Arka begitu bahagia bersama dengan Kevin, dia bisa tertawa lepas saat bersama Kevin.
Kay senang bisa melihat kembali Arka tertawa selepas itu, seakan tidak ada beban dipundaknya. Kevin juga begitu bahagia bisa bermain bersama dengan Arka, walau mereka baru sekali bertemu tapi Kevin bisa langsung dekat dengan Arka.
Tak terasa waktu sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang karena Kevin sudah mulai merengek karena kecapekan, mereka masuk kedalam mobil dan Arka melajukan mobilnya.
"Makasih ya Kay, kamu udah menemani aku jalan-jalan, aku senang bisa menghabiskan waktu aku bersama dengan Kevin, dia sangat mirip denganmu, matanya, hidungnya." Arka menatap Kevin yang tertidur dalam pangkuan Kay sekilas, lalu kembali menatap ke depan.
"Aku senang kamu kembali ceria seperti dulu lagi, Ka. Tetaplah seperti ini menjadi Arka yang dulu lagi, yang selalu ceria apapun yang terjadi."
Kay memeluk putra kesayangannya dwn masih terlelap dalam pangkuannya. Sesampainya di rumah Arka membantu Kay mengendong Kevin.
"Kalian dari mana aja?" tanya Sela yang kini sudah berdiri didepan pintu.
"Habis jalan-jalan, minggir aku mau masuk."
Arka dan Kay masuk kedalam rumah, Sela menarik tangan Kay dan membawanya keluar dari rumah.
"Lepas, Sel! apa-apaan kamu!" teriak Kay sambil menghempaskan tangan Sela.
"Bukankah kamu udah punya suami, kenapa kamu masih aja mendekati Arka? apa kamu masih mencintainya?" Sela terlihat sangat emosi.
Saat ini Sela sedang dilanda api cemburu, dia tidak suka Arka masih berhubungan dengan Kay.
"Maksud kamu apa? Arka hanya ingin mengajak Kevin jalan-jalan dan aku hanya menemani Kevin, karena aku nggak mau meninggalkan Kevin sendiri. Kamu tenang aja aku nggak akan merebut Arka dari kamu, bukankah kalian akan segera menikah jadi buat apa kamu cemburu sama aku, apa kamu tidak percaya sama Arka?"
"Emmm..atau jangan-jangan Arka tidak mencintaimu hingga kamu takut kehilangan Arka?" sindir Kay.
"M--maksud kamu apa? Arka sangat mencintai aku dia nggak bisa hidup tanpa aku," ucap Sela gugup.
"Kalau Arka memang mencintai kamu lalu buat apa kamu begitu ketakutan saat Arka pergi sama aku dan Kevin?"
"Itu..." Sela nampak gelagapan menjawab pertanyaan Kay, "pokoknya aku peringatkan sama kamu jangan lagi kamu mendekati Arka, karena aku nggak suka!" Sela lalu pergi meninggalkan Kay dengan raut wajah kesal.
Kay masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya, dia merasa sangat lelah, dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai mandi Kay keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Sela tidak suka dengan keberadaan Kay, tapi Kay bersikap cuek.
"Mau memasak apa Ma untuk makan malam?" tanya Kay sambil berjalan mendekat.
"Biar Sela aja tante, Sela ingin memasak untuk Arka," ucap Sela sambil menatap Kay.
Kay tetap cuek, dia tidak perduli dengan tatapan sinis Sela. Kay membantu Mama mertuanya untuk membuat ayam krispi. Setelah satu jam mereka selesai memasak. Kay menyiapkan makanan di meja makan.
"Suamimu belum pulang sayang?" tanya Lina.
"Belum, Ma. Tadi katanya ada meeting diluar jadi kita nggak usah menunggunya untuk makan malam."
Kay meninggalkan meja makan dan masuk kedalam kamar untuk melihat Kevin. Kevin masih terlelap. Kay lalu mencium kening Kevin.
"Kamu pasti kecapekan ya sayang, hari ini Bunda lihat kamu sangat senang bermain dengan Om Arka. Kamu bisa secepat itu dekat dengan Om Arka," ucap Kay sambil membelai rambut Kevin.
Arka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan, dia lalu mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan. Arka mengambil makanan dan memakannya. Tapi tiba-tiba Arka mengeluarkan makanan yang baru saja dimakannya ke tisu yang baru saja dia ambil dari atas meja.
"Ma, kok rasanya beda, siapa yang memasak sup ini?" tanya Arka sambil mengusap mulutnya dengan tisu.
"Itu Sela yang memasak, katanya dia ingin memaksakan makanan untuk kamu," ucap Lina.
"Kenapa sayang, apa rasanya tidak enak?" tanya Sela bingung.
"Kamu cobain aja sendiri, kalau nggak bisa masak nggak usah masak!"
"Ka..hargailah masakan Sela, dia kan hanya ingin membuat kamu senang!" seru Jonny.
"Aku makan pakai ayam aja," ucap Arka sambil kembali mengambil makanannya.
Kay hanya diam dan asyik dengan makanannya, saat ini Sela sangat kesal dan menatap Kay dengan tajam, kebencian Sela terhadap Kay semakin bertambah.
"Ma..Kay sudah selesai makan, Kay mau menemani Kevin dulu," ucap Kay lalu berdiri dan meninggalkan meja makan.
"Aku juga udah kenyang, aku mau ke kamar dulu," ucap Arka lalu berdiri.
"Aku ikut," ucap Sela lalu mengandeng lengan Arka.
Sela mengikuti Arka sampai kedalam kamar. Arka duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Sayang..kapan kita balik ke Paris?" tanya Sela sambil bergelayut manja di lengan Arka.
"Kenapa? kamu udah nggak betah tinggal disini?" tanya Arka dengan nada dingin.
"Aku nggak suka kamu deket-deket lagi sama mantan pacar kamu."
"Jangan ikut campur dalam urusan pribadi aku, dan jangan sekali-kali kamu menganggu Kay!" ancam Arka.
"Sayang..bukankah kita akan menikah, tapi kenapa kamu masih perduli sama Kay?" tanya Sela kesal.
"Karena Kay adalah keluarga aku, istri dari kakak aku, jadi kamu jangan macam-macam sama Kay," ucap Arka lalu berdiri dan keluar dari kamar.
Dalam hati Sela, "kamu bohong, Ka. Aku tau kamu masih sangat mencintai Kay, aku bisa melihat itu dari tatapan mata kamu saat menatap Kay. Apa tak ada sedikit cinta untuk ku, Ka? aku sangat mencintaimu, aku rela melakukan apapun untuk tetap berada di sisimu."
🌟🌟🌟🌟