Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Mencintai dalam diam..


Pintu ruang operasi terbuka dan dokter keluar dari ruang operasi.Ardi dan Lina berlari mendekati..


" Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok..? " tanya Ardi cemas.


" Pasien baik baik aja,mereka sudah melewati masa kritis.Tapi maaf saya tidak bisa menyelamatkan anak dalam kandungan istri anda.." ucap Dokter.


" Maksud dokter istri saya sedang mengandung ? " tanya Ardi terkejut.


" Kandungan istri anda sudah berumur dua bulan tapi karena kecelakaan yang istri anda alami membuat kandungan istri anda keguguran.." ucap Dokter.


Tubuh Ardi terkulai lemas dilantai,dia sangat terkejut mengetahui Kay sedang mengandung,bahkan sekarang Kay mengalami keguguran.


" Terimakasih dok.." ucap Lina.


" Sekarang keadaan pasien udah stabil dan bisa langsung dipindahkan keruang rawat inap,dimohon anda untuk segera mengurus ruangannya dimeja sana untuk mendaftar.." ucap Dokter.


" Terimakasih dok..kami akan segera mengurusnya.." ucap Lina.


Lina memeluk Ardi yang kini tengah bersedih atas kematian anaknya yang belum sempat lahir kedunia.


" Sayang kamu harus kuat demi Kevin dan Kay..ini semua udah takdir.." ucap Lina.


" Ini semua salah aku Ma..aku nggak ada waktu untuk keluarga aku bahkan aku tidak tau kalau Kay sedang hamil..seandainya aku meluangkan waktu aku untuk mereka maka semua ini tidak akan terjadi Ma..bagaimana aku menjelaskan ini sama Kay.." ucap Ardi menyesal kerena selama ini dia jarang meluangkan waktunya untuk anak dan istrinya,tanpa sadar airmata menetes dikedua pipi Ardi.


" Sayang..Kay bahkan tidak tau kalau dia sedang hamil.." ucap Lina.


" Ma..cobaan apa lagi ini Ma..masalah Kevin belum selesai sekarang aku harus kehilangan anak aku,apa salah aku Ma..? " ucap Ardi sedih.


" Sayang..sekarang kamu harus memikirkan kesembuhan Kevin dan Kay,sekarang kamu harus mengurus admistrasinya dulu.." ucap Lina.


Ardi segera berdiri untuk mengurus administrasi,meski Ardi merasa sedih karena telah kehilangan anaknya yang belum lahir tapi dia juga merasa lega karena Kevin dan Kay sudah melewati masa kritisnya.Ardi sudah nggak sabar ingin melihat anak dan istrinya segera sadar,ingin sekali Ardi memeluk anak dan istrinya yang sangat ia cintai.


Ardi sengaja memesan satu ruangan VIP untuk Kay dan Kevin karena Ardi ingin menjaga mereka dalam satu ruangan.Ardi mengikuti disisi ranjang Kay yang didorong oleh sunter.Sekarang Kay dan Kevin sudah berada diruang rawat inap.Ranjang mereka bersebelahan hingga memudahkan Ardi untuk menjaga mereka.


Ardi terus manatap Kay dan Kevin.Ardi berharap mereka akan segera sadar dan kembali ceria seperti dulu.Ardi menggenggam erat tangan Kay dan ditempelkan dipipinya.Butiran airmata pun mengalir membasahi pipi Ardi dan celah telapak tangan Kay.


Ardi sungguh tidak sanggup jika harus kehilangan orang orang yang sangat dicintainya.Ardi ingin bersama mereka selamanya.


Lina dan Jonny duduk ditepi ranjang Kevin.Lina menggenggam tangan mungil Kevin.Lina tidak tega melihat anak sekecil ini harus mengalami hal seperti ini apalagi melihat tubuh Kay dan Kevin yang penuh dengan alat bantu medis.


Lina menatap lekat wajah Kevin,Lina tak menyangka kalau Kevin bukan anak Ardi..


" Apakah Kevin benar benar anak Arka ? tapi bagaimana mungkin,jika itu benar bagaimana aku menjelaskan ini sama Ardi,apa Ardi mampu menerima semua kenyataan ini ? " ucap Lina dalam hati.


Setelah beberapa jam Kevin akhirnya membuka matanya perlahan,Kevin melihat Jonny dan Lina yang kini sedang duduk disampingnya..


" Sayang..kamu sudah sadar.." ucap Lina dan langsung memeluk Kevin.


Ardi langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Kevin.Ardi memeluk Kevin dan mengecup kening Kevin..


" Sayang..ayah senang akhirnya kamu sudah sadar.." ucap Ardi.


" Ayah..sakit.." rengek Kevin.


" Apanya yang sakit sayang ? " ucap Ardi cemas.


" Kepala Kevin sakit.." ucap Kevin sambil menahan sakit.


Tokk..tokk..tokk..ceklek..


Dokter masuk kedalam ruangan ..


" Anak saya sudah sadar dok..tapi kepalanya terasa sakit katanya.." ucap Ardi.


" Baik..biar saya periksa dulu.." ucap Dokter lalu memeriksa Kevin..


" Gimana keadaan anak saya dok ? " tanya Ardi cemas.


" Detak jantungnya udah normal dan sakit kepalanya itu mungkin karena benturan yang ia alami tapi itu akan segera hilang jadi anda nggak perlu khawatir,besok pagi akan saya periksa kembali.." ucap Dokter.


" Terimakasih dok.." ucap Ardi sambil tersenyum.


" Dok..bagaimana keadaan menantu saya,kenapa sampai sekarang dia belum juga sadar ? " tanya Lina cemas.


Dokter berjalan mendekati ranjang Kay dan langsung memeriksanya.


" Bagaimana dok ? " tanya Ardi.


" Nggak papa..pasien baik baik aja..mungkin pasien masih dalam pengaruh anestesi,kita tunggu sampai besok pagi.." ucap Dokter.


" Terimakasih dok.." ucap Ardi dan Lina.


Jonny setia mendampingi cucu semata wayangnya.


" Baik kalau begitu saya permisi dulu,nanti akan ada suster yang akan memeriksa lagi.." ucap Dokter.


" Iya dok..makasih ya dok.." ucap Ardi.


" Mari..." ucap Dokter lalu keluar dari ruang rawat inap.


Ardi duduk ditepi ranjang Kay,Lina mendekati Ardi,Lina mengusap lembut punggung Ardi..


" Kamu yang sabar ya sayang,mama yakin Kay akan baik baik saja.." ucap Lina.


" Kay kapan sadar Ma..aku takut Ma,aku nggak mau kehilangan Kay.." ucap Ardi cemas.


" Apa kamu benar benar mencintai Kay sayang ? apapun yang terjadi kamu nggak akan pernah meninggalkan Kay ? " tanya Lina pelan.


Lina takut suaminya akan mendengar perkataannya.Ardi berdiri dan keliar dari ruang rawat inap dan diikuti oleh Lina..


" Maksud mama apa ? tentu aku sangat mencintai Kay,bahkan sebelum perjodohan itu aku sudah sangat mencintai Kay.." ucap Ardi.


" Apa..!! maksud kamu apa sayang ? jadi selama ini kamu sudah mengenal Kay..!! " ucap Lina terkejut.


" Aku memang mencintai Kay tapi aku dan Kay tidak saling mengenal.Aku tidak sengaja bertemu dengan Kay saat aku masih kuliah di Pekanbaru,bahkan sejak saat itu aku mulai manaruh hati padanya.." ucap Ardi.


" Kenapa kamu nggak bilang sama mama dan papa ? " ucap Lina.


" Gimana aku bisa bilang Ma,aku aja nggak tau siapa namanya..aku cuma mencintainya dalam diam.." ucap Ardi.


🌟🌟🌟🌟