Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Perceraiannya..


Setelah selesai mengurus perceraiannya dengan Monic, Ardi bersiap-siap untuk pulang ke Jogja. Meski terasa berat, Monic harus merelakan kepergian Ardi dan Rasya. Monic memeluk Ardi dan Rasya untuk terakhir kalinya. Ardi membalas pelukan Monic lalu mengecup keningnya.


"Kalau kamu kangen dengan Rasya, kamu bisa dagang kapan saja, aku nggak akan pernah melarangmu." Monic tersenyum dan menganggukan kepalanya. Monic berjongkok di depan Rasya lalu memeluk tubuh mungil anak semata wayangnya.


"Sayang, maafin Mama, jika selama ini Mama nggak bisa menjadi Mama yang baik untuk kamu.Tapi Rasya harus ingat satu hal, Mama sayang sama Rasya. Rasya harus menjadi anak yang baik dan dengerin semua kata-kata papa." Rasya mencium pipi mamanya dan menganggukkan kepalanya.


Ini pertama kalinya Rasya mencium pipi mamanya setelah sekian lama. Tanpa Monic sadari air mata mengalir membasahi kedua pipinya. Monic langsung memeluk tubuh Rasya. Dia luapkan semua kerinduannya selama ini.


»»»»


Kini Ardi dan Rasya sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Ardi sangat merindukan suasana rumah ini, dia juga sangat merindukan mama dan papa nya. Sudah satu setengah tahun Ardi meninggalkan rumah ini. Ardi mengetuk pintu rumahnya.


Tokk..tokk..tokk..


Lina yang sedang asyik bermain dengan Kevin mendengar pintu di ketuk. Dia berjalan menuju pintu utama. Lina membuka pintu, dia terkejut saat melihat Ardi berdiri di depan pintu rumahnya. Ardi sontak langsung memeluk mamanya. Dia sangat merindukan sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya selama ini.


"Sayang, Mama sangat merindukanmu. Akhirnya kamu pulang juga," ucap Lina sambil mengusap lembut pipi Ardi.


"Maafin Ardi, Ma, karena Ardi sudah membuat mama menderita selama ini. Ardi minta maaf karena Ardi telah pergi meninggalkan mama dan papa karena keegoisan Ardi," ucap Ardi sambil menundukkan kepalanya.


"Sudahlah sayang, semua sudah berlalu. Oya dimana istri kamu, kamu datang kesini sama anak dan istri kamu kan?" Tanya Lina sambil melihat ke kanan dan kiri Ardi. Tapi Lina tidak menemukan sosok Monic.


"Ardi kesini sama anak Ardi, Ma. Sayang..kemari," panggil Ardi. Ardi menarik tangan Rasya yang sedari tadi bersembunyi di belakangnya.


Rasya keluar dari persembuyiannya, ia menatap lekat wajah wanita paru baya yang kini tengah berdiri di depan papanya. Lina berjongkok di depan Rasya.


"Ini Oma sayang, Rasya pasti tidak kenal dengan Oma," ucap Lina sambil mengusap lembut kepala Rasya.


Kevin yang sejak tadi menunggu omanya yang tak kunjung masuk ke dalam akhirnya memutuskan untuk menyusulnya. Kevin terkejut saat melihat Ardi berdiri di depan pintu, begitupun dengan Ardi.


"Kevin sayang," panggil Ardi lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Ardi langsung memeluk anak yang selama ini dia rindukan. Ardi menciumi kedua pipi Kevin berkali-kali.


"Sayang, Ayah sangat merindukan Kevin. Maafin Ayah, karena sudah meninggalkan Kevin selama ini," ucap Ardi lalu kembali memeluk Kevin. Ardi tidak menyangka anaknya kini telah tubuh besar, dia terlihat sangat tampan dan tinggi.


"Wajah kamu sangat mirip dengan ayah kamu saat masih kecil," ucap Ardi sambil mengusap lembut puncak kepala Kevin.


"Kevin kangen sama ayah, selama ini ayah pergi kemana? Kenapa ayah tidak pernah menghubungi Kevin lagi."


"Maafin Ayah sayang, Ayah sibuk, yang terpenting sekarang Ayah sudah ada di sini bersama Kevin. Oya sayang, Ayah ingin memperkenalkan Kevin dengan adik Kevin." Ardi menyuruh Rasya untuk masuk ke dalam rumah.


Lina mengandeng tangan Rasya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Ardi memperkenalkan Rasya kepada Kevin. Kevin memeluk Rasya, dia merasa senang karena dia memiliki adik laki-laki. Dia sudah tidak sabar untuk mengajak Rasya bermain. Ardi senang Kevin mau menerima Rasya sebagai adiknya.


"Oya, Ma, kalau Kevin ada di sini itu berarti Kay dan Arka juga ada di sini." Lina menganggukkan kepalanya. Dia menyuruh Kevin untuk mengajak Rasya bermain.


"Kay dan Arka sudah di sini selama satu minggu, dan mereka akan tinggal di sini selama satu bulan," ucap Lina. Lina melihat raut wajah Ardi yang seketika berubah.


"Apa kamu masih belum bisa mengikhlaskan Kay?" Sambung Lina lagi. Ardi menggelengkan kepalanya.


"Mama tenang saja, Ardi sudah belajar untuk mengikhlaskan Kay. Ardi senang akhirnya Kay dan Arka bisa bersatu. Kalau saja waktu itu Ardi tidak hadir di antara Kay dan Arka mungkin mereka sudah bahagia sejak dulu," ucap Ardi sambil menepiskan senyumnya.


"Mama yakin, kamu juga akan bahagia bersama dengan Monic."


"Enggak, Ma. Ardi dan Monic sudah berpisah. Ardi nggak bisa hidup dengan Monic, Ma." Lina sangat terkejut mendengar ucapan anaknya. Dia mencoba menghibur anaknya dan memberinya semangat agar tidak cepat putus asa.


Lina menyuruh anaknya untuk beristirahat, Ardi berjalan menuju kamarnya. Kamar yang telah dia tinggalkan berbulan-bulan. Kamar yang dulu dia tempati saat masih bersama dengan Kay dulu.


Ardi masuk ke dalam kamar, dia melihat kamarnya tidak ada yang berubah. Kondisinya masih sama seperti terakhir kali dia tinggalkan. Karena merasa sangat lelah, Ardi merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tak butuh waktu lama akhirnya Ardi tertidur lelap.


⭐⭐⭐⭐