Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Keputusan Lina


Arka tidak memperdulikan ucapan Kay, dia terus mencium, menghisap dan mengigit pelan leher Kay hingga meninggalkan jejak merah di leher Kay.


"Nggak, aku nggak akan berhenti, aku akan membuat kamu menjadi milikku untuk selama-lamanya," ucap Arka sambil terus menciumi leher Kay.


"Ka...ummm...aku mohon..hentikan."


Kay mencoba sekuat tenaga untuk tidak terpancing dengan sentuhan-sentuhan Arka.


"Mendesah lah sayang, aku tau kamu juga menikmatinya," ucap Arka dengan senyuman di wajahnya.


"Ka, aku mohon jangan lakukan ini sama aku, hentikan aku mohon!" Teriak Kay sambil terus meronta-ronta, air mata terus mengalir di kedua pipi Kay.


Arka tidak memperdulikan teriakan Kay. Arka menarik tangan Kay dan melempar tubuh Kay ke atas ranjang.


"Ka...aku mohon, jangan lakukan ini sama aku, aku mohon," ucap Kay sambil terus memohon.


Kay berharap Arka akan melepaskannya, tapi Arka tidak semudah itu luluh hanya dengan teriakan Kay. Arka seakan sedang dirasuki setan hingga dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Kay terus menangis, dia pasrah atas apa yang dilakukan Arka pada dirinya. Mau melawan pun dia tidak akan mampu, tenaganya terkuras habis. Entah berapa kali mulutnya mengeluarkan suara-suara kenikmatan yang sebenarnya tidak ingin dia keluarkan.


Hati Kay menangis, dia teringat akan suaminya yang kini berada jauh darinya.


Setelah merasa puas Arka menjatuhkan tubuhnya di samping Kay, Kay menutup tubuhnya dengan selimut, air mata Kay terus mengalir tiada henti.


"Sekarang kamu keluar dari kamar aku!" Teriak Kay disela tangisannya.


Bukannya pergi Arka malah memeluk tubuh Kay, Kay terus meronta-ronta.


"Diamlah, kalau kamu terus bergerak kamu akan membangunkan sesuatu," ucap Arka sambil mempererat pelukannya.


Kay tidak mau itu terjadi, akhirnya Kay diam dalam pelukan Arka.


"Tidurlah, aku tau kamu juga capek," ucap Arka lalu mengecup kening Kay.


"Ka, sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti ini?" tanya Kay disela tangisannya.


"Sampai kamu menjadi milikku selamanya."


"Itu nggak mung--"


"Aku bilang tidur! nggak usah bawel, atau aku akan melakukan itu lagi sama kamu, aku capek aku mau tidur!" Teriak Arka menyela ucapan Kay.


Kay takut hanya dengan ancaman Arka, Kay takut Arka akan melakukannya lagi, Kay juga merasa tubuhnya sangat lelah, akhirnya Kay terlelap dalam dekapan Arka.


Lina yang baru pulang dari arisan mencari cari keberadaan Kay. Lina mencari-cari Kay didapur tapi tidak ketemu.


"Kay dimana ya, apa dia sedang tidur siang? coba aku cek."


Lina menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Kay.


Tokk..tokk..tokk.


"Sayang..apa kamu didalam?" tanya Lina sambil terus mengetuk pintu.


Setelah lama menunggu tidak ada sahutan dari dalam kamar, akhirnya Lina mencoba membuka pintu dengan perlahan.


Lina masuk ke dalam kamar Kay dan berjalan menuju ranjang. Dia terkejut melihat Arka sedang tidur sambil memeluk Kay, dia melihat semua pakaian berserakan di lantai.


"Arka!" Teriak Lina keras.


Karena teriakan Lina, Arka dan Kay terbangun dari tidurnya, Arka dan Kay terkejut melihat mama nya berada di dalam kamar Kay.


"Mama!" Teriak Arka terkejut.


"Apa yang kalian lakukan?" Teriak Lina keras.


"Maafin Kay, Ma," ucap Kay sambil terus menangis.


"Sayang, ini bukan salah kamu, aku akan jelasin semua ke Mama," ucap Arka sambil menghapus air mata Kay.


Lina keluar dari kamar dengan penuh amarah, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"Ka, ini semua gara-gara kamu, sekarang Mama akan membenciku, Mama akan memberitahu kak Ardi semuanya, kamu sudah menghancurkan rumah tangga aku Ka, apa kamu puas sekarang?" Teriak Kay disela tangisannya.


Kay turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali, Arka juga turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali. Arka dan Kay keluar dari kamar dan menuruni tangga. Mereka menghampiri Lina diruang keluarga.


"Jelasin sama Mama apa yang terjadi," ucap Lina menahan emosi.


Kay bersujud di depan mertuanya.


"Maafin Kay, Ma," ucap Kay disela tangisannya.


"Ma, ini bukan salah Kay, Arka yang sudah memaksa Kay, jadi salahkan Arka, Ma," ucap Arka.


Lina berdiri dan langsung menampar Arka.


PLAAAKKKK...


Suara tamparan keras mengema diseluruh ruangan. Lina meneteskan air mata, ini pertama kalinya Lina menampar Arka. Tubuh Lina terkulai lemas di lantai.


"Apa yang telah kamu lakukan, Kay itu kakak ipar kamu, istri kakak kamu, kenapa kamu tega melakukan itu sama Kay?" tanya Lina yang kini mulai meneteskan air mata.


"Sampai kapanpun Arka nggak akan pernah menganggap Kay sebagai kakak ipar Arka Ma. Arka mencintai Kay Ma, Arka nggak bisa kehilangan Kay!" Teriak Arka.


"Itu semua salah sayang, apa yang kamu lakukan salah, kamu bisa menghancurkan rumah tangga kakak kamu sendiri, apa kamu mau menghancurkan hidup Kay?"


"Arka memang ingin kak Ardi meninggalkan Kay dengan begitu Arka bisa menikahi Kay."


Lina sangat terkejut mendengar ucapan Arka, dia tidak menyangka Arka akan berbuat sejauh ini.


"Mama nggak akan membiarkan rumah tangga kakakmu hancur, Mama sudah mengambil keputusan,,besok kamu harus berangkat ke Paris bukannya kamu ingin meneruskan S2 kamu?"


"Enggak Ma, Arka nggak akan kemana-mana." Tolak Arka.


"Mama nggak perduli, pokoknya besok kamu harus berangkat ke Paris, jangan pernah muncul dihadapan Kay dan kakakmu lagi."


"Tapi Ma--"


"Kalau kamu nggak pergi maka Mama akan mengakhiri hidup Mama," ancam Lina.


Kay tidak menyangka kalau mama mertuanya akan membelanya sampai seperti itu, Kay mendekati mama mertuanya lalu memeluknya.


"Maafin Kay, Ma, Kay salah sama Mama," ucap Kay memohon.


"Kamu nggak salah sayang, Mama tau kamu nggak akan pernah melakukan itu, maafin Arka. Mama janji akan membuat Arka menjauh dari hidup kamu dan Ardi," ucap Lina sambil memeluk erat Kay.


Arka mengacak-acak rambutnya karena frustasi rencananya gagal. Arka bingung kalau dia tidak pergi maka mama nya akan mengakhiri hidupnya, Arka tidak ingin itu terjadi.


"Baiklah, Ma, Arka akan turutin kata-kata Mama, Arka akan pergi ke Paris, tapi izin kan Arka untuk kembali lagi kesini. Arka nggak mau selamanya tinggal di Paris," ucap Arka menyerah.


"Kamu boleh pulang jika Kay dan Kakakmu udah hidup bahagia, dan jangan pernah menganggu rumah tangga kakak kamu lagi."


"Baiklah Ma, Arka janji, Arka nggak akan menganggu Kay lagi."


Arka pergi meninggalkan Kay dan Lina, Arka tidak rela jika harus meninggalkan Kay, tapi Arka harus melakukannya demi mama nya.


"Sayang, maafin Mama karena Mama nggak bisa menjaga kamu, Mama nggak menyangka Arka tega melakukan itu sama kamu," ucap Lina menyesal.


"Ini bukan salah Mama, ini salah Kay yang nggak bisa menjaga diri Kay. Ma..Kay mohon jangan beritahu kak Ardi, karena Kay nggak mau menyakiti kak Ardi," ucap Kay sambil menundukkan kepalanya.


"Tenang sayang, Mama nggak akan memberitahu ini sama Ardi, karena Mama nggak ingin rumah tangga kamu hancur. Mama juga nggak ingin hidup Ardi hancur hanya gara-gara kelakuan Arka. Mama nggak percaya Arka akan melakukan sejauh ini."


"Makasih Ma, Kay juga nggak menyangka Arka tega melakukan itu sama Kay, Arka sudah berubah Ma, Arka bukan lagi Arka yang dulu," ucap Kay sambil memeluk Lina.


~oOo~