
Arka, Kay, dan anak-anak pergi menjenguk Zahra di rumah sakit. Kevin, Rasya dan juga Ansel begitu antusias ingin segera bertemu dengan adik bayi mereka. Apalagi setelah mereka tahu jika adik mereka ternyata kembar, cewek dan cowok.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Ansel tidak henti-hentinya bertanya siapa nama adik-adik bayi mereka itu.
“Bunda, adik-adik Ansel namanya siapa?” tanya Ansel yang saat ini duduk di tengah-tengah antara Kevin dan Rasya.
“Bunda belum tau sayang, nanti Ansel bisa tanya langsung sama Om dan tante,” ucap Kay.
“Mereka pasti sangat lucu, apa yang adik Ansel yang cowok sangat mirip dengan Kak Rasya?” tanya Ansel.
Kay dan Arka saling menatap, anak bungsunya itu memang terkenal sangat cerewet dan rasa ingin tahunya begitu besar.
“Ansel, kenapa kamu sangat cerewet sih!” seru Kevin sambil mengusap puncak kepala Ansel.
“Kan Ansel hanya ingin tau, Kak,” ucap Ansel dengan mengerucutkan bibirnya.
Kay tersenyum, “adik kalian yang cowok sangat mirip dengan Kak Rasya saat masih bayi, dan yang cewek sangat mirip dengan tante Zahra,” ucapnya.
“Ansel sudah nggak sabar ingin melihat adik bayi,” ucap Ansel antusias.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung melangkahkan kakinya menuju ruang perawatan Zahra. saat mereka masuk ke dalam ruang perawatan itu, Zahra baru saja selesai menyusui kedua anaknya. Asi Zahra keluar sangat banyak dan itu lebih dari cukup untuk kedua buah hatinya.
“Papa...” Rasya lalu berlari menghampiri papanya dan langsung memeluknya.
“Apa Rasya ingin melihat adik-adik Rasya?” tanya Ardi sambil mengusap puncak kepala Rasya.
Rasya menganggukkan kepalanya.
“Om, Ansel juga mau melihat adik bayi,” ucap Ansel antusias.
Ardi lalu mengajak mereka untuk melihat kedua buah hatinya. Rasya dan Kevin mengusap lembut kedua pipi gembul si kembar.
“Mereka sangat lucu ya, Pa. kulitnya lembut,” ucap Rasya dengan senyuman di wajahnya.
“Apa Rasya senang mempunyai dua adik sekaligus?” tanya Ardi dan langsung mendapat anggukan dari Rasya, “kamu harus menjaga kedua adik kamu ini ya, jadilah kakak yang bisa diandalkan,” imbuhnya.
Rasya menganggukkan kepalanya, “Rasya janji, Pa. Rasya akan melindungi adik-adik Rasya,” ucapnya.
“Kevin juga akan melindungi mereka, Yah,” ucap Kevin sambil melihat kedua adik kembarnya.
“Ansel juga, Om. Ansel juga akan melindungi mereka,” ucap Ansel antusias.
Ardi tersenyum, “kalian bertiga harus melindungi kedua adik kalian,” ucapnya.
Arka, Kay dan Zahra tersenyum melihat kelucuan ketiga anak itu, terutama Ansel yang sejak tadi merengek ingin mencium pipi si kembar. Ardi dan Arka akhirnya menggendong si kembar dan membiarkan ketiga anaknya untuk mencium kedua pipi si kembar.
Arka menatap anak perempuan Ardi, “kak, aku jadi pengen mempunyai anak cewek, sepertinya seru deh kalau ada anak cewek di rumah,” ucapnya.
“Ya kamu minta saja sama Kay, apa susahnya.” Ardi mencium kening putrinya, “dia sangat cantik seperti Zahra,” imbuhnya.
Arka mendekatkan wajahnya ke Ardi, “masalahnya ya itu, Kay nggak ingin mempunyai anak lagi,” bisiknya.
“Ya itu masalah kamu, kalau kamu gencar, Kay juga bakalan hamil lagi,” ucap Ardi.
Kay yang mendengar percakapan mereka hanya memelotot kan kedua matanya menatap Arka. Arka hanya menyengir kuda saat Kay menatapnya dengan sangat tajam.
“Oh ya, Ra. Tadi anak-anak pada bertanya, siapa nama si kembar,” ucap Kay.
Zahra menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, “aku belum memikirkan itu, Kak, tapi nggak tau kalau Kak Ardi,” ucapnya sambil menatap suaminya yang baru saja meletakkan kembali putrinya ke dalam box bayi.
Ardi lalu mendekati ranjang istrinya, “yang cowok namanya Kiano Abian Raditya yang artinya anak yang membawa kegembiraan dan bersinar seperti matahari, dan yang cewek namanya Kiara Aciel Radeya yang artinya anak yang cantik, cerdas, murah hati dan juga anak yang menyenangkan,” ucapnya.
Zahra tersenyum, “nama yang sangat indah, mereka juga bisa dipanggil dengan nama Ano dan Ara,” ucapnya.
Ardi mengenggam tangan Zahra lalu mengecupnya, “kita akan merawat mereka dengan penuh kasih sayang. Aku akan mencurahkan seluruh kasih sayang aku untuk mereka,” ucapnya.
Zahra menatap Rasya dan memintanya untuk mendekat, “kita akan membagi dengan adil kasih sayang kita untuk ketiga anak kita,” ucapnya sambil menggenggam tangan Rasya.
“Mama percayakan kedua adik kamu sama kamu ya sayang,” ucap Zahra dengan senyuman di wajahnya.
***
Setelah menginap beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Zahra dan kedua anaknya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Saat ini suasana rumah Ardi sangat ramai, karena seluruh keluarga berada di rumahnya, termasuk Kenzo beserta istri dan juga anaknya yang saat ini sudah berusia 3 tahun. Selain itu ada juga Samuel yang datang bersama dengan Cesa.
Zahra sangat terkejut saat melihat kakak sepupunya itu datang bersama dengan sahabatnya, karena setahu dia sahabatnya itu sudah move on dan membuang jauh perasaannya untuk kakak sepupunya itu.
“Sa, apa ada yang nggak aku tau selama aku keluar dari rumah sakit?” tanyanya penuh selidik.
Cesa menggelengkan kepalanya, “nggak ada apa-apa kok,” ucapnya.
“Tapi kenapa kamu datang kesini bersama dengan Kak Samuel?”
“Itu tadi kita kebetulan bertemu di parkiran, dan ternyata mobil aku mogok, dan Kak Samuel memberikan tumpangan, makanya kita bareng kesini nya,” jelas Cesa.
Zahra mengernyitkan dahinya, “tapi kamu dan Kak Samuel benar-benar tidak ada apa-apakan?” tanyanya memastikan.
Cesa hanya diam, ‘Ra, aku nggak ingin membohongi diri aku sendiri, kalau perasaan itu muncul lagi, aku nggak bisa menahan diriku saat bersama dengan Kak Samuel, lalu apa yang harus aku lakukan?’
Ardi melangkahkan kakinya mendekati Zahra dan Cesa sambil menggendong Kiano, “sayang, sepertinya Kiano kehausan,” ucapnya sambil memberikan Kiano ke dalam pangkuan Zahra.
“Sepertinya ASI aku juga sudah penuh, Kak, rasanya sakit banget.” Zahra lalu membuka kancing bajunya dan mulai menyusui Kiano.
Ardi dan Cesa hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Kiano menyusu dengan sangat rakusnya. Zahra merasa sangat lega, karena ASI nya berkurang banyak dan rasa nyeri yang dia rasakan mulai menghilang.
“Kiano memang paling semangat kalau sedang menyusu,” ucap Ardi sambil mengusap pipi gembul putranya.
“Sama seperti Papanya dong kalau gitu, kalau belum menyusu belum bisa tidur,” celetuk Zahra.
Cesa yang masih berstatus lajang itu hanya menelan ludah saat mendengar obrolan antara Ardi dan Zahra.
Ardi mengusap puncak kepala Zahra, “sayang, apa kamu nggak malu bicara seperti itu di depan Cesa, dia masih jomblo lo sayang, belum menikah lagi,” godanya.
Zahra menyengir kuda, “Sa, sorry ya, aku keceplosan,” ucapnya.
Cesa hanya menganggukkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya, “sepertinya Kiano sudah tidur, sini biar aku saja yang menidurkan dia di box bayi,” ucapnya sambil mengambil Kiano dari pangkuan Zahra. dia lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Ardi dan Zahra.
Ardi lalu mendudukkan tubuhnya di samping Zahra, dia lalu merangkul pundak istrinya itu dan menyandarkan kepalanya ke bahunya, “sayang, apa kamu bahagia?” tanyanya.
“Aku sangat bahagia, Kak.” Zahra melihat seluruh keluarganya yang sedang mengobrol di ruang tengah, dan Mamanya yang sedang menggendong Kiara, “anak-anak kita juga banjir kasih sayang sepertinya,” imbuhnya.
Ardi mengecup puncak kepala Zahra, “kita juga akan mencurahkan semua kasih sayang dan perhatian kita untuk ketiga anak kita,” ucapnya.
“Empat, Kak. Apa kakak melupakan Kevin?”
Ardi tersenyum, “ya, empat. Kevin adalah anugerah terindah yang pertama kali aku dapatkan, aku nggak mungkin melupakannya,” ucapnya.
“Kak lebih baik kita ke sana, nggak enak kalau tuan rumah malah nggak ikut berbaur dengan mereka.”
Ardi mengangguk kan kepalanya, mereka lalu beranjak dari duduknya dan melangkah kan kaki menghampiri keluarga besar mereka. Mama Zahra yang sejak tadi mengendong cucu perempuannya pun memberikan Kiara kepada Zahra.
Wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat putri satu-satunya akhirnya menjadi seorang ibu, bahkan dianugerahi dengan dua anak sekaligus. Saat Zahra tidak kunjung hamil waktu itu, Mama Zahra merasa sangat takut, takut jika Zahra tidak akan pernah bisa mempunyai anak. Tapi setelah melihat hasil tes kesehatan Zahra, dia pun merasa lega. Apalagi sekarang sudah hadir dua bayi yang sangat lucu di antara mereka berdua.
~oOo~