
SPAIN GILA
Saat selain kami ambruk, Andy dan aku sekuatnya berlari sambil menggendong Edward Rossy
"HANNNNNNAAAAAH bawa anak-anak keluar dari sini!!", Andy berlari sangat cepat dan mengambil Edward membawanya di bahu kekarnya. Rossy kugendong
Wajah gembira Rossy dan Edward seketika menjadi panik. Kami berlari sekencang mungkin
Semua pasukan Sandy dan lainnya sudah bersiap lagi. Karena jatuhnya mereka hanya sementara
Andy membuka perisai gedung militer lalu menurunkan Edward. Aku meletakkan Rossy pelan pelan ke bangku front office
"Edward!!!", nada Andy menjadi tinggi
"I i i iya ayah....", aku merasakan ada kebingungan yang amat sangat dari suaranya
"Dengarkan ayah nak! Diluar itu bukan permainan, yang dipakai untuk melawan adalah senjata asli...., kau mengerti....?"
"Ta tapi kata om Spain......"
"SIALLLLLL KAU SPAIN!", suara Andy menjadi sangat tertekan dan sangat kesal
"Harusnya aku mengikat jenderal gila itu dikamarnya....!!!"
"Sudahlah Andy.....Spain itu memang......", belum sempat kuteruskan Andy sudah tak sabar
Dia berjalan ke kamar Spain
Aku melangkah cepat mengikuti Andy dari belakang
Sampai dikamar, Spain sedang duduk diatas kasur sambil membaca buku, santai sekali
...kami diluar sedang berperang
"Kauu.......", Andy mengambil kerah baju Spain dan mengangkat lalu mendorong badannya ke dinding
"Kau tahu kan anak ku masih kecil....kau !!!, Andy sangat geram hingga tak mampu untuk meneruskan kalimatnya sendiri
" HA HA HA HA", spain tertawa senang dan tulus, dasar gila!!!
"Mereka melakukannya!???", malah Spain yang jadi penasaran
"Berhasil.....?!!, Kau marah sekali!! Aku yakin pasti berhasil!!", matanya berbinar
"Kau ini......!", Andi mencekik leher Andy lalu perlahan melepaskannya. Andy lebih memilih menghantam dinding di sebelah pipi Spain
"MEREKA MASIH ANAK-ANAK!!!", Andy berteriak sangat keras
Aku tahu bingungnya Andy. Spain memang tak bisa diajak serius. Andy membalikkan badan dan berjalan keluar kamar Spain
"Andy...uhuk uhuk uhuk!", Spain memanggil sambil terbatuk
"Mereka sekarang melihat....., kau layak, bahkan anak-anakmu yang masih kecil sudah punya kekuatan sebesar itu"
Andy berbalik melihat ke arah Spain yang masih lemas
Spain hanya tertawa melihat kami
"Maksudmu.....", Andy bertanya ragu...
"Yaaah....mereka melihatnya, kau memang raja kami Andy.....kau memang Raja...."
Kami berdua meninggalkan Spain yang tertawa dengan sangat puas
************
Hanya sesaat mengembalikan Edward dan Rossy. Kami kembali lagi ke depan
Kali ini, pasukan Andy berjajar rapi di depan gedung, berbaris membentuk tameng.
Pasukan lain berdiri berseberangan, kemudian kami saling memandang
Tak ada dewan penyangga diantara mereka
Hanya murni pengikutnya
"Kami...tak sanggup lagi melawan kalian", salah seorang diantara mereka berbicara
"Pasukanku banyak yang terluka,....mungkin kami akan menghentikan perlawanan ini", seorang diantara coklat ikut bicara
"Awalnya kami ragu pada kerajaan, sekarang kami yakin keluarga kerajaan memang yang paling unggul", pasukan berwarna kuning mengakui kami
"Aku tak kan menghukum kalian, kalian bebas memihak manapun, tapi kalau kau masih mau tinggal di Rocks, kau harus ikut aturan kerajaan!!!", Andy bicara dengan sangat lantang
Satu persatu barisan yang melawan itu pergi dan menghilang dari hadapan kami
Sampai akhirnya pasukan hijau, diam melotot pada kami. "Kami masih mengawasimu, kami tak kan kendor!!!"
Lalu semua dari mereka tak ada
Kami semua menarik nafas lega
Pasukan Sandy yang masih kuat langsung menyisir yang terluka dan dibawa masuk ke gedung
Lalu kami semua masuk, "Kita menang!!??.....", tanya Wei long bingung
John hanya menepuk bahu Wei long, lalu membiarkannya sendiri
Aku bergegas menemui Edward dan Rossy di kamar. Mereka tertidur. Kecapekan
***********
"Dia sakit, tapi masih bisa memikirkan ide segila itu", Andy menggeleng
"Untung berhasil, kalau tidak......, aku bunuh dia"
Aku tak bisa berkata banyak, hanya memeluk Andy. Aku juga sangat ketakutan, saat melihat Rossy dan Edward dengan tersenyum melakukan hal itu. Aku juga sangat ketakutan....
*********
"Ayah........masih marah pada kami.....?", tanya Edward lirih
Aku memegang tangan Andy, lalu melihat ke arah matanya yang tak mau menatapku
"Jangan campuri urusan orang dewasa....., Ayah tahu tubuhmu sudah nampak seperti remaja besar, tapi kau masih anak-anak"
Mereka berdua tertunduk
"Dan kau Rossy......kau baru sembuh.....jangan banyak main"
Andy kehabisan kata-kata, kecerobohan mereka berdua mengikuti saran Spain membuahkan penyelesaian.
Diluar gedung, ada banyak orang. Sepertinya tentara yang kemarin ikut berperang. Sandy mendekat ke arah mereka, kemudian mereka nampak bicara dengan serius
"Yang Mulia, mereka ingin bergabung dengan kita, banyak teman mereka yang terluka. Pemimpin mereka kabur.."
"Mereka dari mana?", tanya Andy
"Merah, coklat, kuning......semua, kecuali hijau", jawab Andy
"Buka perisai gedung, kita buka lagi Kingdoms!", perintah Andy lantang
***********
"Teman-teman kita....?", tanya Wei long
"Aku juga tak tahu, aku tak bisa menemukan jejak mereka", sahut John
"Brian dan keluarganya belum ada kabar?"
"Belum Andy...."
"Sam, Macbirth, ......."
"Tak ada....."
"Dewan penyangga yang kabur?"
"Ada yang bilang mereka bersembunyi di kerabatnya masing-masing, kau mau memburu mereka....", John memastikan padaku
"Biarkan saja, cari tahu saja dimana pastinya mereka....tapi jangan tangkap. Kita awasi saja!"
Aku tak perlu repot menangkap para tetua itu, mereka sudah tak punya pengikut lagi, kecuali....
"Brams, cari Brams dan tangkap dia, pengikutnya juga......Cari laboratorium eksperimen dia. Setahu ku senjata yang dia pakai buat melawan kita tak ada di laboratorium Kingdoms!"
"Baik Yang Mulia", kali ini mereka serempak memanggilku Yang Mulia, karena ku memberi perintah
"Sandy...", teman Hannah sedari tadi mengamati ku berbicara dengan yang lainnya. Cukup tahu diri juga, dia sama sekali tak menyela pembicaraanku. Berbeda sekali ketika kami bertemu di asrama
"Kau tetap pisahkan pasukan yang level atas. Minta Hannah melatihnya"
"Siap, Yang Mulia"
"Bagi sisa pasukan level medium untuk menyisir inti Rocks dan Edges"
"Tapi...jumlah kami sangat sedikit", kini Sandy protes
"Nanti akan ada tambahan pasukan....dari yang kemarin menyerahkan diri"
"Apa mereka bisa dipercaya? Mereka menyerang Anda, Yang Mulia", Sandy tak yakin
"Aku percaya pada mereka, bahkan pimpinannya pun sudah mereka buat kabur"
"SIAP, Yang Mulia", Sandy menjawab mantap mungkin dia sudah yakin"
"Satu lagi....Buat penjagaan depan kamar Spain, aku tak ingin dia membuat onar lagi"
"Baik, Yang Mulia"
Aku belum bisa kembali ke istana, masih banyak perbaikan disana sini. Kota ini butuh waktu untuk hidup lagi
Sekarang kami membuat markas lagi, di gedung universitas, tepatnya di asrama nya, Karena letaknya di belakang gedung militer. Hanya terhalang beberapa pohon besar
Kami membuat jalan masuk lewat dinding belakang, yang dibuat dadakan. Menghancurkan lalu menambalnya dengan pintu
Gedung asrama universitas dipakai untuk pasukan yang menyerah, tepatnya pasukan terluka yang menyerah. Yang sehat aku tempatkan khusus di gedung swasta di depan gedung militer.
Yang setia padaku tak mau disatukan dengan mereka mantan pembelot, takut di curangi. Aku mengerti perasaan takut itu. Walau aku percaya mereka hanya terbujuk sesaat, tapi kemungkinan untuk berpindah masih ada. Masih sangat mungkin. Tapi aku butuh orang, selama mereka masih menuruti perintahku
Aku tak bisa membuat semuanya senang, tak semua setuju dengan kebijakanku sebagai raja Tapi aku sudah sangat berusaha, dan mereka melihatnya
"Andy....", sapaan manis itu membalikkan lamunanku
Oh Hannah....
"Ya....ada apa sayang?"
"Ada berita dari ayahku.....My King ada di rumahku, dia ingin bertemu denganmu, kata ibu strokenya sudah sangat parah...."
"Ayah....", kau bersembunyi disana, mengapa tak memcariku, sebegitu enggan kah kau dengan anakmu sendiri