
MALAIKAT KECIL YANG HEBAT
Saat menggendong anak Hannah dan berlari menuju kapsul mobil, aku masih mendengar suaranya yang lirih memanggil 'Ibu'
Dalam kapsul mobil rumah sakit, tanda vitalnya kuperiksa, semuanya lemah, dia sangat sekarat
"Aku paman dokter, kau aman sekarang", aku bisikan kalimat itu ke malaikat kecil pemberani ini
"Sekarang kau bisa menghilangkan sayapmu"
Anak kecil ini, mengedipkan mata lalu memadamkan listrik sayapnya
"Dokter, ibu..... mana?"
Dia sangat kesakitan tapi masih mengkhawatirkan ibunya
"Tenang, ibu kamu sudah aman"
Aku tak tahu bagaimana nasib Hannah, yang aku tahu saat ini aku harus menenangkan perasaannya agar tubuhnya menjadi rileks
Ini adalah ponakan Brenda, ponakanku. Nanti saat dia sembuh, akan kuperkenalkan pada Sarah. Sarah pasti senang sekali punya teman bermain sehebat ini
Sepanjang perjalanan tangan kecilnya terus kugenggam
Akhirnya tiba juga di rumah sakit.
"Cepat bawa anak ini ke ruang steril, masukan dia ke kolam susu"
Aku harus mengambil langkah pintas, agar otak malaikat kecil ini bisa selamat ketika sadar nanti
Aku takut, tembakan listrik di punggungnya mengenai saraf belakang
Aku melihat hasil pemeriksaan tubuhnya, parah. Pengobatannya harus cepat, kalau tidak kerusakan sarafnya bisa permanen
Dari luar ruang steril aku lihat Hannah mondar mandir.
"Dokter Brian, bagaimana anakku", Hannah langsung menanyaiku setelah aku keluar dari ruang steril
"Bisakah kita bicara di ruanganku saja, supaya lebih tenang"
Hannah menggendong anak kecil lelaki yang wajahnya sangat mirip dengan anak yang terkena listrik dari tombak itu. Dia berjalan dibelakangku mengikutiku sampai ruangan
"Maaf Hannah, boleh kutahu siapa nama anakmu?"
"Rossy dan Edward, dokter Brian, kau mengenalku?"
Hannah kaget aku masih mengenalnya
"Aku pikir, anda sudah lupa....."
"Hipnotis Spain tak bekerja padaku"
Hannah terdiam
"Rossy, harus mendapat perawatan cepat, dengan stem cell"
"Maksud dokter?"
" Kita harus menyelamatkan kesadarannya Hannah....."
"Aku harus bagaimana dokter, apa yang harus aku lakukan?"
"Aku akan ambil DNA Rossy, lalu akan di urai untuk membuat sel tubuh baru, orang tuanya harus memberikan tambahan darah untuk mempercepat proses regenerasi selnya"
"Maksudmu aku harus, mndonorkan darahku untuk Rossy?"
"Iya, darah yang masuk harus sesuai dengan kadar DNA, kita akan mengetahui berapa persen kadar ibunya pada DNA Rossy, berapa persen kadar ayahnya, kakek dan neneknya"
"Maksudmu, semua harus menyumbang darah?"
"Iya, sesuai dengan banyaknya DNA dia yang ada pada tubuh Rossy"
Hannah mengangguk sambil berkaca-kaca
"Berapa lama, Rossy bisa pulih"
"Tak ada yang tahu pasti, Hannah, kita akan lihat bagaimana stem cell dalam tubuhnya bekerja"
********
Hasil DNA Rossy sudah keluar. yang cocok dengan DNA Hannah hanya dua puluh lima persen, sisanya bukan Hannah
"Hanya 25 %?, jadi maksudmu aku harus meminta ayahnya dan kakek neneknya di test DNA"
"Iya!" Aku mengangguk mantap
"Mana ayahnya Hannah?'
Dia tetap diam membisu, matanya menerawang
"Ayahnya....Andy....", Hannah lesu sekali menyebut nama itu
"Aku tak bisa menjelaskan apapun Dokter kepada Andy, tolong wakilkan saya...."
"Jangan kuatir Hannah, aku akan coba memberitahu Andy"
*********
Stem cell sudah masuk ke tubuh Rossy, perkembangannya positif, tingkat pertumbuhannya 0,25 persen, cukup untuk meregenerasi
Darah Hannah sudah masuk, giliran berikutnya Andy, atau yang lain
Ayah dan ibu Hannah hanya menyumbang setengah persen DNA Rossy, tapi mereka sudah datang duluan
Baru kali ini, aku melihat keluarga asli dari Sammy Hunt, Liyana ibu Hannah
Dia mendapat pengawalan khusus dari para tetua Edges
Aku tahu darimana aura kecantikan Hannah berasal, Liyana
Ayah Hannah seorang Jenderal Besar di masanya, tapi dia lebih memilih menghilang untuk hidup tenang bersama keluarganya di Edges
Brenda menyambut kedatangan Liyana di rumah sakit, dengan tangisan. Dia tak menyangka Hannah masih hidup. Jack dan Liyana menyembunyikan fakta ini dari Brenda
Aku melihat istriku, tak berhenti menatap Hannah dan pria kecil yang digendongnya
Setelah satu bulan dari masuknya darah Hannah, kini giliran kakeknya, Jack
Selagi Jack diambil darahnya, Brenda, Liyana dan Hannah berkumpul di kantorku. Pemandangan yang tak biasa, ada keharuan, kelegaan yang tak bisa dikatakan dari para perempuan ini
Pintu kantorku diketuk
"Silahkan masuk"
Andy datang bersama My King yang didorong dengan kursi roda
Semua terdiam
"Hai Andy, maaf My King saya terpaksa mengganggu anda"
"Kau membutuhkan darahku sekarang Brian?"
"Bukan darah untuk donor, tapi untuk mencocokan DNA. Aku hanya butuh sangat sedikit darah mu dan My King"
Andy dan My King, keluar ruangan ku tanpa menyapa Hannah
Para perempuan ini, dianggap tak ada oleh mereka berdua
*********
Mengejutkan, tapi kenyataan, DNA Andy pada Rossy mengisi tujuh puluh persen dan My King dua persen, satu persen sisanya memang dari leluhur jauh yang tak mungkin dikenali
Tujuh puluh persen itu, banyak sekali. Rossy memiliki DNA dominan dari keluarga ayahnya
Jika ayah dan kakeknya bukan raja sekarang dan raja sebelumnya, maka Rossy akan cepat diberi darah ayah dan kakeknya
Tapi kenyataan berkata lain, Andy harus melewati serangkaian tes untuk menguji kesiapan fisiknya mendonorkan darah, karena tujuh puluh persen itu banyak sekali
Dan My King sedang sakit, dua persen itu terlalu banyak
Sudah hampir sebulan, sejak darah Liyana masuk, berikutnya harus ayahnya Andy atau kakeknya My King
Tapi, belum ada kabar kesiapan mereka
Di depan ruang steril, Hannah cemas
"Dokter, bagaimana jika Andy dan My King tak mau memberi darahnya, bagaimana dok, sudah mau sebulan tapi tak ada kabar"
Aku tak bisa menjawab pertanyaan se rumit itu, "Kita tunggu saja Hannah, jangan terlalu panik"
Ada pesan di koinku, "besok Andy akan mendonorkan darahnya, tapi My King tak di ijinkan oleh dokternya"
Pesan berupa tulisan, Hannah tak mengetahuinya. Andy yang penting, tanpa darah Andy, Rossy tak bisa selamat, karena Andy dominan sampai tujuh puluh persen
*******
Andy datang mendapat pengawalan khusus, dia datang dengan rombongan tim medis kerajaan
" Hai Brian, aku minta maaf aku telat, tim kesehatanku tak mengijinkan aku pergi"
"Tak di ijinkan? Tau apa mereka hubungan darah ayah dan anak"
"Kata tim medis, seharusnya bisa darah dari Edward saudara kembarnya", jelas Andy ringan tanpa maksud untuk menolak donor darah
"Kalau DNA mu hanya dua puluh lima persen seperti Hannah, mungkin aku akan memasukan stem cell dari Edward, karena mereka berbagi rahim di perut Hannah, tapi DNA mu tujuh puluh persen, sangat dominan, tak ada yang bisa menggantinya"
Andy terdiam, tak bisa berkata, dia menerawang, entah apa yang dipikirkannya
"Ayo Andy, kita ambil darahmu!'
Mengawal raja menuju laboratorium sangat mengesalkan, sedang Andy terus diam, tak banyak bicara.
"Tujuh puluh persen dari tubuh, berapa cc kau harus mengambil darahku Brian?"
Sampai anakmu sembuh, tak ada pilihan lain