Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Berhentinya penantian


BERHENTINYA PENANTIAN


Spain, Jenderal busuk itu, membuat keinginanku mencari Pak Andy pudar. Aku tak tahu kalau Pak Andy akan mendatangkan bantuan militer begitu banyak.


Pak Andy, memang memperlakukanku istimewa dari dulu. Perhatiannya membuat aku lupa siapa dia, dan siapa aku. Jelas sekali semua fasilitas akses yang dia punya, menunjukan status keluarganya yang tinggi di masyarakat.


Tapi masih saja, aku ingin banyak ngobrol dan bercanda lagi dengan Pak Andy. Setiap melakukan banyak pekerjaan di sini, aku harus mengingat semua yang dikatakan Pak Andy. Dia mengajariku banyak trik, melindungiku supaya tak banyak dijadikan pusat perhatian. Memberiku sop daging rusa, berlatih telepatis, dan di antara semua itu, adalah perkataannya yang selalu membuatku kesal, dan dia hanya tertawa, kata Miss Brenda dia jarang tersenyum, apalagi tertawa, tapi bersamaku dia selalu tertawa.....


Aku tak bisa melupakan Pak Andy, seolah dia tak pernah ada dalam hidupku. Dadaku rasanya sakit sekali, dia pergi begitu saja, aku ingin penjelasan, setelah semua perhatian itu...


Perasaanku campur aduk, saat Spain membulyku di restaurant, apa yang dia tahu tentang hubunganku dengan Pak Andy, apa hak dia menyalahkanku atas reaksi Pak Andy, setelah ku telpon, dia tak bisa menyalahkanku, atau pun menyalahkan Pak Andy, tapi mengapa aku tak menelpon Rumah Sakit Kingdom, kenapa malah Pak Andy yang kuhubungi?Bodoh, selalu itu yang kuucapkan atas semua keputusanku saat itu. Mengapa aku tak biarkan dia memperbaiki kebocoran kubah eletrik?, Mengapa aku harus ikut campur?


Mengapa?Mengapa?Mengapa? Pertanyaan seperti ini terus menghantuiku. Perasaan marah, sedih, menyesal dan rindu, bercampur tak menentu.


Aku tak bisa bekerja lagi di Tepian, kenangan terakhir kesalahanku terhadap Pak Andy membuat aku susah fokus. Aku harus mencari tempat lain untuk hidup.


Aku melamar kerja di bagian rumah tangga Kingdom, aku cukup tahu diri, dengan hanya sekolah malam, menjadi pelayan disini sudah cukup lumayan untukku.


"Ling ling, bagaimana kabarmu disana? Apakah kalian baik-baik saja?", aku menelpon Ling Ling dengan mode hologram.


"Sandy masih terkejut dengan keputusanmu, sebenarnya aku juga terkejut, tapi aku mencoba mendukungmu Hannah", Ling ling menenangkan ku.


"Ye.. Ling ling sejak kapan, kau jadi dewasa begini?!", kami tersenyum bersama, maafkan aku Ling ling, andai saja Spain tak menghapus ingatanmu tentang Andy, aku akan punya tempat untuk berbagi. Tapi aku tak punya, aku harus menelan ceritaku sendiri, tanpa siapapun.


Aku di terima, di bagian pelayan Kingdom, aku mengurusi dapur, akses yang diberikan bahkan sepuluh kali lebih tinggi dari yang kuterima di Tepian.


"Kau pelayan baru, siapa namamu?"


"Hannah Jacklyn, pak"


"Sepertinya aku pernah melihatmu?"


"Di Nein, di kafe itu"


"Hmm iya pak, saya pelayan yang mendampingi anda di Kafe Bu Mimmi"


"Aku akan memperkenalkan diriku lagi. Aku Millard, kepala pelayan disini. Hannah, kau tahu kenapa posisimu sebagai asistenku kosong, karena mereka mengundurkan diri. Aku punya standar tinggi dalam melayani Yang Mulia My King, jadi kau harus mengikuti aturanku".


"Mengerti, Pak"


Pak Millard berbicara terus sampai dua jam, menjelaskan banyak aturan. Bagus, ini yang kubutuhkan, kesibukan baru, sehingga aku bisa melupakan Pak Andy.


Hari pertama kerja, aku ditempatkan sebagai cleaning service di dapur. Asisten Millard, sangat banyak, dan aku salah satunya. Aku tak keberatan karena aksesnya sangat banyak.


Karena pegawai paling baru, seniorku selalu memberi peralatan tambahan untuk dicuci. Sampai aku tak sempat makan siang. Jam makan siang selalu terlewat, sudah tiga hari.


Kalau terus terusan begini, aku bisa pingsan saat kerja, aku harus makan. Aku selalu melihat, kereta makanan untuk My King, selalu tersisa. Bu Kelly yang selalu mencuci, dia berhati hati sekali dengan segelas minuman yang berubah warnanya tiap hari.


"AWH !!!, lagi-lagi terkena cairan jus ini, pedih sekali, padahal aku hanya terkena satu tetes tapi kulitku seperti terkena air panas, Jenny bisakah aku minta yang lain mencuci peralatan My King?"


"Hei, kamu, Hannah! Cuci peralatan makan malam My King, kami mau pulang cepat. Tangan Kelly melepuh, harus ke apotik, buang sisa makanannya hati-hati".


"Baik, Bu Jenny!", aku menjawab dengan cepat.


Dapur sudah sepi. Aku lapar sekali, di kereta makanan My King, masih banyak sisa makanan.


Minuman apa ini, berwarna ungu, dan baunya sangat familiar. Aaaaaah! Jamur putih yang dicampur bunga perasa ungu, kucoba sedikit.


Ya Tuhan, ini enak sekali, entah aku yang lapar, atau memang ini enak sekali. Semua sisa makanan di kereta makanan ini, bisa ku makan. Setelah tiga hari kelaparan, akhirnya aku kebagian makan juga.


Perutku langsung membesar, kenyang. Aku cuci peralatan makannya, tak ada sisa, aku habiskan semua. Baru kali ini, aku merasakan makanan enak lagi.


Aku tinggal di kebun belakang gedung dapur. Milard memberikan kunci gudang padaku, gratis, asal aku mau merawatnya.


Sudah satu minggu bekerja, giliranku libur. Aku harus membuat gudang ini layak di jadikan rumah.


Kasur, kamar mandi, cermin, peralatan makan, semuanya ada di gudang tua ini. Lebih mirip kabin tua, daripada gudang. Mungkin gudang ini dulunya di huni oleh seseorang.


Listrik disini menggunakan tongkat penyangga yang sudah cukup tua, harus diperbaiki, agar lebih terang. Listriknya kuambil dari sayapku pasti cukup untuk dua tahun.


Bekerja dibawah tekanan dari para senior, tidak terlalu kupikirkan, aku hanya ingin bisa hidup sendiri.


Kegiatanku sehari-hari selain mencuci adalah membereskan kebun di depan gudangku tinggal. Kebun tak terawat. Kebunnya di beri batas melingkar. Banyak lingkaran disini, sepertinya ini cara bertanam bunga perasa, agar tidak meracuni tanaman yang lain. Aku sering melakukannya bersama ibu. Berkebun membuatku merasa lebih dekat ke Edges.


Aku belum bisa pulang, aku takut ayah dan ibu akan merasa sedih dengan pencapaianku di Tepian. Semua yang kuusahakan hilang oleh Spain.


Spain membuat identitasku berubah menjadi Hannah si grey, rambutku di buat grey lagi. Karena ulah Spain menghapus data terbaruku. Agar tak ada yang mengingatku dengan Andy. Andy akan mengingatku sebagai rambut putih. Jadi dataku dikembalikan berambut grey. Untung mangsi ibu masih ada.


Tak ada lagi Hannah Jacklyn berambut putih. Semua data ku pernah mengikuti kursus dan pegawai di Rumah Sakit Tepian, tak sesuai dengan keadaanku. Hanya karena warna rambut, selesai sudah masa depanku.


Dalam data Kingdom, warna rambutku Grey, dan aku akan dianggap penyusup, mata-mata, bila terus bertahan dengan identitasku yang berambut putih.


Aku selalu ingat hari terakhir aku di Rumah Sakit Tepian. Saat pemeriksaan retina, muncul dataku, rambut grey suku pengisi. Semua melihatku, tak ada yang ingat kapan aku mulai berambut putih, Ling ling , Sandy, dokter Emily yang mewawancaraiku saat di kursus pun, mengatakan rambutku grey. Semuanya!! Sampai akhirnya ku menyerah. Dalam beberapa menit didepan scan retina Rumah Sakit Tepian, Aku mengatakan warna putih rambutku karena pewarna dari bunga perasa.


Bila ingat kejadian memalukan itu, aku tak sanggup memandang wajahku di cermin. Rambut yang diwarnai putih hanya untuk perayaan tertentu, seperti di kota Nein, perayaan doa, agar Queen cepat bangun. Memalukan sekali.