Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Gedung Militer


GEDUNG MILITER


Berjalan mengendap dan sembunyi membuat perjalanan terasa sangat jauh. Hanya angin yang menerbangkan sampah ringan dan kucing liar yang berada di jalanan, membuat kami tetap waspada akan suaranya


Untunglah Rock Collapse bukan negeri dongeng, jika ini negeri dongeng mereka pasti mengira kucing-kucing itu penyihir atau siluman, seperti cerita di jaman bumi


Di perjalanan pikiranku terbang, bercanda dengan keadaan. Andy selalu disampingku, dia bahkan menghentikan perjalanan bila langkahku terlalu jauh tertinggal


Penduduk kota tak biasa berjalan jauh. Mereka terbiasa menaiki kapsul dan langsung menaiki lift. Mereka tak pernah menikmati perjalanan, mereka melakukan semuanya secara cepat dan efektif. Aku lahir dan besar di edges, aku biasa bersantai dan suka sekali berjalan sambil menikmati keadaan, terkadang gundukan gundukan tanah kecil yang berbentuk piramida di jalanan batu mencuri perhatianku, hewan kecil yang suka membuat takjub pejalan kaki


Disini, di kota, perjalanan yang harusnya sangat singkat dengan kapsul dan lift menjadi lama karena kami berjalan kaki. Mereka fokus sekali. Aku bahkan melihat lihat banyak sekali toko yang dan pusat bermain yang belum pernah kukunjungi. Andai Rossy ada disini, dia pasti sudah sangat ribut, minta ini dan itu


Edward tak mungkin minta macam macam. Dia pasti hanya memandangi sekitar sambil menggandeng tanganku.


Lamunan dalam perjalanan membuat langkahku lambat, aku melihat para lelaki ini kesal. Mungkin mereka kesal karena membawa wanita beranak dua sepertiku


Aku tak peduli, wajah kesal mereka membuat ku senang. Aku tak mau terlalu serius, cepat membuat lelah


Akhirnya sampai juga di gedung militer, sepi. Kami lewat jalan samping. Tak terkunci, tak ada percikan darah atau bau gosong, semuanya rapi.


Aku dan Andy memeriksa koridor barat, tempat kantor. Wei long sendirian di koridor timur, tempat dapur dan cleaning service. Hans dan John ke selatan, menuju asrama militer


Kami berjalan ke kantor militer, Andy berjalan cepat. Tak terlalu terbawa perasaan. Padahal ini adalah markasnya sebelum dibawa ke Kiehl. Dia seolah tak menyimpan kenangan


Kami berjalan, dengan pedang pada posisi siaga. Kantor-kantor disini sangat berantakan tak seperti di loby yang masih rapi. Terlihat sekali, semuanya pergi tergesa-gesa meninggalkan ruangan.


Tapi tak ada bau gosong dan darah seperti yang diceritakan Edward


Disudut sana ada tumpukan kotak makanan yang belum dibagikan. Lemari yang terbuka. Setelan baju dan jaket yang masih menggantung, tas wanita yang bahkan tak dibawa. Semua tumpukan dokumen masih rapi. Aku rasa mereka semua pergi sebelum jam makan siang


Kami berkeliling dari satu kantor ke kantor lain, perlahan membuka pintu kantor agar tak menimbulkan bunyi derik yang bisa memancing kegaduhan


Andy tiba-tiba terdiam, lalu mengernyitkan dahi. Dia menggandeng tanganku lalu mengajakku berlari dengan sangat terburu-buru


"Ke selatan!", dia berbicara sambil terus berlari cepat ke arah selatan. Di lorong tengah, Wei long juga berlari cepat menuju selatan. Ada apa ini? Apakah ada sesuatu dengan Hans dan John.


Kami bertiga berlari cukup cepat, hanya suara deru nafas yang memburu, mengayunkan kaki secepat mungkin menuju bagian selatan gedung militer


Sampai disana kami melihat John dan Hans dikepung banyak sekali tentara. Mereka dijebak dalam sebuah perisai listrik yang berwarna, perisainya bervoltase tinggi.


Saat kami datang, kerumunan tentara panik dan mengepung kami juga, tapi mereka sepertinya kehabisan tongkat penyangga, jadi tak ada perisai yang bisa dibentuk untuk mengurung kami


Aku, Andy dan Wei Long dalam posisi siaga bertarung. Kami beradu punggung


"Hannah, innermu tinggi, perkirakan kekuatan mereka", Andy memberi perintah


"Tak usah pake inner, lihat saja, mereka menggunakan tongkat penyangga untuk membuat perisai. Mereka masih muda", Wei long menggagalkan aksiku yang sudah bersiap merasakan kekuatan listrik mereka


"Jangan terlalu keras melawan mereka, buat pingsan saja", Andy mempersilahkanku dan Wei long, memberi sedikit latihan pada mereka


Kami bertiga memasukan pedang, agar tak ada yang terluka. Di depanku, mereka semua siaga saat aku mengayunkan pedang untuk di masukan kembali ke selongsongnya di punggungku. Mereka semua punya senjata unik, sepertinya mereka baru mendapatkannya. Dengan sedikit inner, aku ambil semua, senjata yang ada di depanku. Tak perlu panggil namanya, hanya arahkan tangan ke semua senjata itu, dengan hasrat memiliki semuanya


Semua senjata yang mereka genggam terbang ke arahku dan jatuh di depanku, seperti rongsokan besi. Mereka yang melihat kaget dan ada beberapa yang terjatuh lalu memilih mundur


"Kalian siapa!", salah satu diantaranya ada yang berteriak dengan suara ketakutan


"Kami tak berpihak pada manapun", suara Andy menjawab


"Kami ingin menggunakan gedung, sebagai pusat pengungsi. Ini gedung terbesar di Kingdoms dan punya peralatan untuk membela diri", jelas Wei long yang terlalu panjang


"Mana pimpinan kalian, aku mau bicara", Andy mengajak negosiasi


"Di dia....."


"Hush", saat ada yang akan menjawab dimana pimpinan mereka, yang lain melarangnya


Dari belakang ada yang nekat menyerang kami dengan tangan kosong. Semua mengikuti berlari cepat ke arah kami, mereka semua pasukan siap mati


Kami bertiga siaga, karena yang tersulit adalah tak membunuh mereka. Satu persatu mereka mencoba menyerang, mereka brutal. Menyerangku dengan modal berteriak dan keroyokan. Inner ku cukup kuat untuk menghembuskan mereka semua. Aku kesal, siapa pemimpin yang mengajarkan anak buahnya main serang tak bisa diajak diskusi.


WUUUZZZZZZ


Mereka semua terpental ke belakang.


"Lihat sayap itu, di di a yang menyalakan pilar bukan?"


"I iya....."


"Kita bisa mati sekarang"


Mengapa mereka ketakutan dan mengira akan mati. Siapa para tentara bodoh ini? Tanya saja kami ini dengan baik-baik.Jangan main otot dan teriak, gumamku dalam hati


"Kalian, kami tak ingin membunuh!"


"Kalau kami mau, kalian semua sudah gosong sekarang! Cepat, panggil pimpinan kalian!" perintah John


Seorang tentara berlari ke arah asrama


Lalu kembali dengan lelaki yang berambut pirang yang sangat kukenal, Sandy


"Sandy!!!!"


Sandy kaget dengan teriakanku, lalu terjatuh dengan posisi duduk


"Ha ha hannnah!!", dia berlari ingin mendekapku, tapi Andy sudah berdiri menghadangnya


"Pak Andy?"


"Hai Sandy apa kabar?"


"Kau masih mengenalku, Pak Andy? Ini hebat sekali, raja negeri ini masih mengenalku", Sandy bertingkah menyebalkan seperti dulu dengan suara yang keras dan khas


"Tenang semuanya, ini Raja Andromeda, Raja yang sah negeri ini", teriak Sandy pada pasukannya


Semua menunduk, memberi hormat pada Andy. Andy membalasnya dengan anggukan yang berwibawa


Hans dan John di bebaskan dari perisai listrik penyangga yang mereka buat.


"Jadi gedung militer ini aman!", tanya Andy


"Aman, kami bisa memastikannya!"


"Kau tak berpihak pada siapapun?"


"Tidak, mereka sangat berisik, tak ada untungnya" jawab Sandy lugas


Hans,John melihat sekitar, mereka berdiskusi dengan Sandy untuk memasang pagar perisai di seluruh gedung militer. Sedang Wei long memilih untuk berbicara dengan pasukannya Sandy


Aku dan Andy duduk di teras asrama, memandang lapangan asrama yang kosong


"Spain tak pernah mau menjabat sebagai ketua suku hitam", Andy membuka pembicaraan


"Dia memang aneh", balasku


"Dia pintar, dia tahu kekuatan militer tak boleh dipermainkan. Dia hanya meminta seluruh tentara tunduk pada satu Raja", Andy masih memuji Spain


"Walaupun dia terkuat, tapi dia tak mau mengambil wewenang itu", Andy meneruskan setelah beberapa kali helaan nafas dan terhenti pada sandaran di kursi keras


"Dia sangat rendah hati, pantas My King dan kau sangat mempercayainya", pikirku


Andy tersenyum tipis


"Begitu Rossy bisa dibawa kesini, pasti dia akan terbang kemari" Andy duduk sambil memandang langit


"Hannah, bagaimana Rossy, apakah dia masih sangat cantik?", tanya Andy


"Sangat cantik Andy, sempurna!"