Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Merryl dan Hannah


MERRYL DAN HANNAH


Pembangunan banyak pilar, menyita waktuku. Aku jadi jarang bertemu Merryl dan anak-anaknya.


Kegilaan akan sosok Hannah menyerangku lagi. Aku sering memimpikan mempunyai sebuah keluarga, dalam mimpi itu Edward dan Rossy adalah anak-anakku.


Mereka berdua luar biasa, wajahnya sangat imut dan menawan. Serta kepintaran mereka jauh melebihi anak-anak seusianya


Aku terkadang tak habis pikir, dengan ibu yang sesibuk Merryl mereka masih bisa mempunyai prestasi akademik yang tinggi. Kalau bukan bawaan, rasanya tak mungkin


Merryl pun sangat cerdas, walaupun lambat, dia mampu menyelesaikan kamus untuk bahasa pengisi. Kemampuan bahasa Merryl sangat menakjubkan, sama seperti anak-anaknya


Saat bersama Edward dan Rossy, aku tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan mereka. Mereka bertanya banyak hal, bahkan seringkali bertanya hal-hal yang kelewatan.


Polos, tapi aku menyukainya. Merryl tak pernah membuat Edward dan Rossy jadi berpura-pura manis di depanku. Mereka apa adanya.


Sebagai seorang raja, aku membutuhkan penilaian yang jujur atas kinerjaku


Seperti saat bertemu mereka untuk pertama kali. Keduanya memberi hormat dan berterima kasih padaku karena telah membangun desa mereka


Merryl kaget mereka bertingkah seperti itu, tapi aku sangat menghargainya. Tak ada yang bisa menggantikan pujian tulus dari anak-anak


Kesempatan yang langka terjadi saat aku melihat mereka menampilkan aksi kehebatan untuk pengujian lompat kelas. Dari atas balkon, aku melihat mereka memberikan presentasi tentang cintanya mereka pada negeri ini.


Tepuk tangan gemuruh untuk mereka berdua, tak ada Merryl di sisi mereka. Merryl tak mendapat ijin dari Nyang i, karena dia ijin sudah terlalu banyak


Andaikan aku benar-benar ayahnya, aku pasti sangat bangga. Aku meminta mereka memanggilku Ayah Andro, aku merasa menjadi bapak seluruh anak-anak di negeri ini


Sebagai raja tanpa pendamping, stimulus, motivasi yang super norak sekalipun aku sangat membutuhkannya. Norak, ketika aku meminta mereka memanggilku Ayah Andro


Mereka senang, karena dalam akta lahir mereka, nama ayah juga Andromeda.


Banyak sekali Andromeda di Rocks Collapse. Meniru namaku, dan nama ayah. Tak ada larangan tapi lumayan mengesalkan, jika ada yang mengaku aku suami mereka atau aku ayah dari anak-anak mereka


Sejak awal aku dilantik tanpa pendamping. Pengawal kerajaan lumayan dibuat pusing dengan banyaknya wanita yang menganggapku suami mereka. Bukti mereka valid dengan formulir nikah. Untunglah ada sistem koin yang mengharuskan daftar retina, kalau tidak, aku mungkin akan punya istri seratus


"Sam, Macbirth mungkin sudah saatnya aku mengumumkan bahwa aku sudah pernah mempunyai istri"


"Jangan Andy, karena Hannah sudah meninggal, pengakuanmu akan percuma"


"Tapi aku tak bisa terus berpura-pura aku tak pernah punya "


"Anggap saja seperti kau mempunyai cinta pertama yang hilang"


"Cinta pertama?"


"Iya pengalaman cinta pertama"


"Pikirkan saja seperti itu, sehingga hidupku akan lebih sederhana , kau tersiksa karena penyesalan"


Teman-temanku tahu betul perjalanan cintaku, saat bernama Andro dan sampai sekarang, yang masih saja merindukan Hannah yang telah pergi


Diskusi berulang-ulang tentang hatiku yang cengeng, tak pernah membuahkan hasil. Ditambah lagi, kondisiku yang sangat rentan saat ini


Merryl bisa mengobati rinduku pada Hannah, aku tahu aku gila, karena Merryl pun masih terus berhubungan dengan ayah dari anak-anaknya. Apa yang bisa kuharapkan


Mungkin sudah saatnya aku menjauhinya


Kembali pada kenyataan yang paling mungkin, aku hanya melihat Hannah pada Merryl, bukan Merryl yang sebenarnya


******


"Andy, haruskah kau yang menyalakan cahaya pilar?", Brian bertanya saat pemeriksaan kesehatan


"Tak ada lagi yang mampu Brian"


"Tapi tubuhmu masih sakit"


"Kau sudah pernah mengecek kekuatan listrikmu?"


"Sangat tidak seimbang, aku tahu"


"Lalu kenapa, masih sangat ingin melakukan hal gila itu"


"Dengarkan aku Brian, tak akan ada masalah, hanya pilar, hanya se perempat energiku yang akan diambil"


"Tapi kau sakit, kau bahkan tak mau di cek tingkat radiasi Kiehl dalam darahmu"


"Andy, jangan biarkan emosi mu terhadap Hannah mempengaruhi keputusanmu, ini menyangkut kau sebagai raja, kau ingin negeri ini kacau, tak punya raja"


"Sial kau Brian, oke akan ku coba dua kali, bagaimana?"


"Dua kali?"


"Iya, aku akan menyalakan pilar dua kali, lalu kuserahkan tugasnya ke yang lain"


"Sekali, dan tak berlebihan"


"Sekali, oke, semua kuserahkan padamu"


Brian sangat cerewet sebagai dokter pribadiku, dia terlalu banyak meminta seperti orang tua


Untunglah dia sama sekali tak bisa telepati, aku bisa berbohong menyembunyikan rencanaku nanti di pilar


*******


Saatnya menyalakan pilar, lapangan penuh sekali. Mereka tertarik datang karena aku.


Raja sendiri yang akan menyalakan pilar


Aku akan menyalakannya sekali seluruh tenaga


"Ambilkan My Love"


Sam mengambil kotak panjang, berisi pedang putih, pedang yang sangat menawan milik ibuku


Pedangnya memilihku, tak pernah memilih yang lain. Pedang ini juga berkekuatan listrik seperti The First


Pedang yang dibuat kakek untuk melindungi menantunya, yang berakhir dengan jatuhnya korban termasuk ibuku


Pedang nya menyala terang saat aku mulai masuk ke pilar. Pedang ini sangat sensitif. Dia akan memberikan energi listrik pada keadaan yang membutuhkannya, sama seperti ibuku


Pedang ini rela hancur demi mencukupi kebutuhan listrik di sekitarnya.


Aku menguatkan pijakan kakiku, agar tak ikut terbawa arus. Mulai, "Haaaaaaaaaaaaaa", aku merasakan lantai di pilar bergetar. Rambutku yang dikuncir rapi pun berantakan


Pilar ini membutuhkan banyak energi, sudah lebih dari dua menit, tapi My love, terus menerus memberikan energi.


Aku bisa lihat, cahaya nya berwarna kehitaman, ada parasit yang ikut masuk melalui cahaya pilar


Aku harus menjaga supaya cahaya nya tidak bocor. Aku tak bisa membayangkan semua rakyat yang menontonku jadi terkena parasit. Tidak bisa, mereka semua rakyatku


Sudah lima menit, aku lelah sekali, lewat telepati aku meminta pasukan bersayap bawahanku, menggantikanku


Aku lemas, ototku serasa tak bertulang


Dari jauh, aku lihat Brian berlari ke arahku bersama tim medis


Sambil menunggu di omeli Brian, aku melihat pilar yang satunya juga tak jernih cahayanya, gawat!!


Brian terengah-engah sampai di depanku. Dia langsung mengecek kondisi fisikku


"Gila kau Andy", aku tahu dia pasti marah. Brian adalah temanku yang termuda, dan yang sudah menikah. Satu-satunya yang sudah menikah. Aku terkadang berpikir mengapa dia mau menikah dengan Brenda yang jauh lebih tua darinya


Lihatlah Brian, tubuhnya saja yang muda, tapi sifatnya sangat tua, dia seperti kakek


Di tengah pemeriksaan fisik dan omelan Brian, aku memikirkan Brenda, mengapa dia mau menikah dengan Brian, menghancurkan keinginannya untuk tak menikah


Padahal setahuku, Brian tak pernah bisa merayu


Aku hanya tersenyum melihat cekatannya Brian merawatku yang sekarat


Di angkasa, aku seperti melihat malaikat dengan sayap indah dan besar. Dia turun berdiri di tengah pilar, menggenggam The First


Brian berhenti memeriksaku, dia fokus pada wanita yang sok ingin menggantikan ku


Pasukan bersayapku mundur, Macbirth tak menyakiti wanita itu karena dia memegang The First


Lalu serombongan pasukan berwarna hitam dengan kekuatan teleportasi mengelilingi pilar.


Aku malas bergerak, The First, pasti ini teman ayah yang membantuku


Wanita itu mengerahkan energi listrik ke atas, cahaya pilar sedang dimurnikan dengan banyak energi. Badan wanita itu bersinar, tubuhnya gemetar. kuatnya dorongan ke atas, membuat masker yang dipakai oleh wanita itu lepas, "Hannah, Hannah", Ya Tuhan istriku masih hidup