Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Aku, Andy


AKU, ANDY


Aku tiba di Rumah Sakit bersama dengan pasukan yang bertempur di hutan perbatasan edge dan perisai planet. Alex sahabatku terkena parasit yang disemprotkan musuh ke udara.


Pasokan air jeruk hutan tak cukup, Alex tertempel parasit cukup lama. Aku tak bisa meninggalkannya sendirian. Dia akan di periksa untuk dicaritahu peluang kesembuhan otaknya.


Aku menemaninya hampir sebulan di rumah sakit ini. Satu persatu anak buahku di periksa. Banyak yang bisa sembuh total, hanya beberapa yang parah, termasuk Alex.


Alex sangat hobi makan daging steak.


Dia selalu merasa belum makan daging steak. Di Minggu terakhir bersama Alex, di tempat biasa kami duduk. Ada seorang suster dan gadis berambut grey. Alex yang terbiasa duduk disitu memilih kursi yang biasa dia tempati. Tepat disamping gadis berambut grey itu.


Aku berpindah ke tempat duduk Alex, karena Alex memintaku menjaga steaknya, lalu terdengar suara tangis tertahan anak buahku. Pasti Alex sedang mencari-cari Cyan dan Amber yang sudah tewas dalam pertempuran terakhir.


Mereka meninggal dalam kondisi berpelukan membeku. Saat mereka diculik Alex sudah sakit di hutan. Cyan dan Amber adalah sepasang koki tentara yang selalu memberi daging lebih kepada Alex. Mereka selalu memasak di belakang Alex. Jadi disini pun Alex melakukan hal yang sama. Mencari Cyan dan Amber ke belakang.


Aku menyuruh bawahanku untuk bersikap biasa saja ke Alex. Jangan berekspresi berlebihan. Dia bisa menangis histeris tak berhenti.


Ketika gadis disampingku ingin menoleh ke belakang. Aku melarangnya. Karena Alex seorang telepatis, walaupun sakit, orang yang tiba-tiba meperhatikannya akan terasa oleh indranya.


Anehnya gadis ini nurut tanpa banyak bertanya.


Gadis ini walaupun memakai half shield tapi sangat pede. Tak makan dengan sembunyi, aku tebak di pasti berasal dari Edges. Hanya orang-orang Edges yang makan dengan half shield sensor.


Sambil menunggu Alex datang. Aku mengamati gadis grey ini diam-diam. Parfumnya bunga dan dari siluet wajahnya, pasti dia seorang gadis yang cantik.


Keesokan harinya, aku melihat gadis itu duduk dimejaku lagi. Aku ingin duduk dekat gadis ini. Alex kebingungan aku duduk di kursinya. Aku menyuruh Alex duduk di sebelahku.


Gadis itu, tak makan apapun hanya duduk memandangi suster yang sedang makan. Kemudian dia ke toilet berganti baju.


Cantik sekali.... Otakku sepertinya sudah tertempel parasit. Aku bahkan membayangkan wajahnya tanpa half shield.


Dia duduk lemas disampingku. Kemudian pamit ke suster itu.


Sebelum pergi dia tersenyum mengangguk kepadaku.


Aku terperanjat kaget, jangan-jangan dia tahu aku memperhatikannya.


Saat suster itu pergi, Jayana memdekatiku lalu berkata


"Apa Pak Andy menyukai gadis itu?"


"Saya akan mencari info tentang dia. Saya senang Bapak menunjukan sikap tertarik pada lawan jenis. Setidaknya saya akan melaporkan pada My King anaknya normal".


Aku menoleh ke Jayana saat dia mengatakan kata normal. Aku sangat normal Jayana, hanya saja belum ada kecantikan yang mencuri perhatianku.


"Tapi gadis ini berhalf shield Pak Andy, apakah tidak takut Nyonya Andy wajahnya tidak seperti yang diharapkan".


Aku malas meladeni pembicaraan Jayana.


"Kau lakukan saja tugasmu seperti biasa" Kataku sambil menepuk-nepuk bahunya.


"Siap Pak!".


Hari ini Aku duduk lagi di samping Hannah.


Hannah memandangi piringku, kenapa dia? Lalu dia meyebut namaku


"Andy bolehkah aku meminta sayur di piring mu?" ,aku kaget dia memanggil namaku.


Aku berikan semua sisa sayur itu. Dia memakannya tanpa rasa jijik.


Kemudian kami semakin dekat dan sering ngobrol, dia sangat menggemaskan. Aku melamar ke pihak rumah sakit menjadi penguji fisik Hannah. Karena pangkatku yang lebih tinggi. Penguji fisik yang sebelumnya mempersilahkanku menggantikannya.


Semua yang melihatku dengan Hannah tahu benar aku tergila-gila padanya. Saat ngobrol bersama tentara yang lain. Mereka selalu bertanya, "mana Nyonya Andy" ,aku diam tapi tak keberatan.


Setiap malam Jayana mencoba meyakinkanku untuk tidak menjadikan Hannah sebagai Nyoya Andy. Aku selalu bisa membuatnya diam, kusebutkan saja nama Mina. Jayana tak bisa berkutik ketika nama anak mantan atasannya disebut.


Awalnya kupikir Hannah mencari perhatianku dengan hanya makan sisa makananku.


Aku mendengar dari Suster Diana, Hannah memang selalu muntah ketika makan yang bukan sisaku. Apa saking cintanya padaku sampai mempengaruhi lambungnya. Ahhhhh bodoh pasti ada penjelasan medis tentang mualnya Hannah.


Pagi-pagi sekali seorang mengetuk pintu kamar ku.


"Maaf Pak Andy, ada musuh menyerang lagi di daratan salju, perbatasan Edges dan perisai pak!".


Aku harus bertugas lagi, sebagai satu-satunya tentara dengan sayap raksasa. Aku harus siap bertugas dimanapun melindungi anak buahku.


Bagaimana dengan Hannah !! Dia bisa mati kelaparan.


Pagi-pagi sebelum berangkat aku memanggil Bapaknya Lilith ku pilih semua menu kesukaan Hannah untuk dua hari. Kugigit sedikit semuanya lalu dibekukan. Aku takut Hannah kelaparan saat ujian. Penyakit mualnya belum diketahui sumbernya.


Aku masih bertugas saat Hannah sengaja mencoba makan di depanku dengan lahap, aku tahu dia tak ingin membuat ku cemas.


Saat bertugas di Rumah Sakit kota Dams aku bertemu Brenda dia mendekatiku, lalu memperlihatkanku bulu sayap emas yang unik. Dia mengatakan itu punya suku putih.


Aku kaget sekali. Selama ini ada suku putih lain yang menyukai Hannah juga dan bahkan memarked dia sampai muntah tak bisa makan. Aku geram dan kesal. Aku minta satu sampel bulu sayap itu.


"Akan kucari tahu Brenda, siapa suku putih yang telah memarked Hannah".


Aku kenal Brenda dari dulu. Dia satu angkatan denganku saat masuk di pemerintahan. Kami satu kelompok.


Tapi dia tak pernah tahu warna rambutku. Karena kepalaku plontos dari kecil. Perintah dari ayah, supaya aku bisa berbaur dengan semuanya.


Jayana membuat informasi tentangku menjadi kacau. Di buku tentang Kingdom aku di beritakan lahir seratus dua puluh lima tahun yang lalu. Padahal aku lahir seratus tahun lebih awal. Kondisi ibu yang vegetatif membuat semua info salah tentang ku menjadi benar. Kelahiranku dirahasiakan. Banyak informasi salah yang disebarkan Kingdom untuk melindungiku.


Aku bawa bulu sayap ke Laboratorium Kingdom. Karena jumlah populasi suku putih sedikit, mencari tahu darah siapa yang telah mengacaukan Hannah mudah sekali.


Sore itu, tentara dari bagian laboratorium datang. Dia membawa amplop coklat.


"Siap Pak Andy, saya membawa data dari bulu sayap itu" , saya mengambilnya lalu menyuruhnya pergi.


Aku ingin cepat-cepat mengetahuinya. Nama suku darahnya ditulis dengan kode angka. Kodenya 02. Aku terduduk lemas. Aku jarang kaget menerima berita buruk apapun, kestabilan emosiku tinggi. Tapi hasil test ini membuat aku tak bisa berpikir.


Aku mengingat satu demi satu rangkaian peristiwa Hannah bertingkah aneh dengan mualnya.


"Ya Tuhan..... bulu sayap ini milikku".