Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Ide Abraham


IDE ABRAHAM


Hari ini hari besar untuk Kingdoms, dua pilar besar terakhir sebagai kutub yang menghubungkan dua pilar di Edges, akan dialiri listrik.


Dua pilar ini sangat besar sama seperti di kampung sebelas. Tapi, karena ini di kota, maka di sekitar pilar, ada lapangan besar, tempat orang berkumpul.


"Ibu, kapan kita main ke pilar itu, teman-teman banyak sekali yang cerita", Rossy merengek minta di bawa ke lapangan itu


"Sayang, pilarnya bahkan balum nyala"


"Kata temenku udah",Rossy ngotot


"Yang kecil-kecil dah nyala, tapi yang ada lapangannya, yang besar belum nyala", Edward mencoba menerangkan pada Rossy.


"Pokoknya aku mau kesana, pas nyala"


"Dua hari lagi kan, oke nanti kita kesana", wajah mungil itu ceria sekali.


"Nanti ada ayah Andro ya bu, yang nyalain listrik", tanya Edward


"Iya, beritanya begitu, tapi ibu gak tahu pasti"


"Udah lama ga ketemu", Rossy menerawang


Aku tak bisa menularkan kebencianku terhadap Andy pada anak-anakku. Karena dia ayahnya, tak ada kebencian antara mereka.


"Ibu aku pernah bertanya, apa ayah Andro mau menikahi ibu?", tiba-tiba Edward mulai bicara yang membuatku risih


"Edward, ayah Andromu itu raja, lihat ibu ini siapa?, lain kali jangan bertanya hal semacam itu"


"Tapi ayah Andro tak marah bu, dia jawab, tak bisa menikahi siapapun karena yang dicintainya sudah meninggal"


Jawaban Edward, benar-benar membuatku diam. Sedalam itukah cintamu Andy? Atau penyesalan yang datang belakangan?


******


Hari ini penyalaan pilar cahaya, sekolah anak-anak libur. Benar-benar sebuah perayaan.


Pilar sebelah timur, sudah disiapkan tempat berdiri satu orang.


Pilar sebelah barat nampaknya disiapkan untuk banyak orang


Sepertinya penduduk seluruh negeri berkumpul disini. Ramai sekali


Rambut putih dimana-mana, untuk menghormati kekuasaan suku penyangga putih, rakyat suka memutihkan rambut mereka


Di podium, ada My King dan Millard, serta tamu undangan yang jumlahnya cukup banyak, dari seluruh negeri.


Ide Abraham, nampaknya merupakan puncak kesuksesan Andy sebagai raja penerus. Andy nampak gagah sekali dengan baju logam berkilauan.


"Lihat ibu, yang disana itu!"


"Ayah Andro! Lihat Edward itu ayah!


Rossy berteriak cukup keras, sampai orang-orang di sekeliling kami menoleh.


"Ibu, ayo kita ke tempat yang lebih tinggi! Disini tidak jelas", Rossy berbisik di telingaku, geli sekali


"Kan kelihatan dari sini..."


"Ayah Andro tak kelihatan bu", Edward jadi ikutan


Sejak bertemu dengan Andy, anak-anak jadi tahu caranya membujuk ku, mereka bisa mengungkapkan ekspresi. Mungkinkah cara Andy berinteraksi membuat mereka jadi lebih ekspresif?


Mungkin, tapi semoga bukan, aku berharap kebutuhan mereka untuk mengungkapkan perasaan terjadi karena keinginan mereka yang bertambah banyak. Bukan karena Andy


"Ok, mau dimana kita hinggap"


"Ibu setuju?"


Aku mengangguk


Mata mereka berbinar-binar


"Di pohon itu bu!" Edward menunjuk pepohonan besar dan tua di dekat podium, lumayan dekat daripada berdesakan di kerumunan ini.


Aku keluar dari kerumunan, mencari tempat yang pas untuk bisa terbang


"Akhirnya keluar juga", Edward dan Rossy mengusap keringatnya, mereka tak tahan panas, sama sepertiku sebelum datang menstruasi pertama.


"Ayo kita ke atap dulu!"


Kami bertiga, terbang dari belakang toilet umum, tak ada orang.


Kita terbang hinggap dari satu atap rumah ke atap rumah yang lain


Sekelebat, aku melihat bayangan hitam dengan kecepatan super diatas rumah-rumah, bukan cuma satu tapi banyak. Siapakah mereka?


Kekuatan bergerak secepat itu, mereka sangat terlatih. Dari atas, aku melihat pasukan pengawal istana, menangkap satu orang dari mereka. Sebelum ditanya orang itu sudah lenyap, lenyap teleportasi. Mereka pasukan elit.


Aku kenal mereka, mereka sering datang berlatih di pilar kampung sebelas. Pasukan elit netral, mengapa mereka seperti akan membantai musuh disini?


Aku harus cari pemimpinnya, pasti bayangan hitamnya berbeda. Pemimpinnya pasti lebih kuat dan cepat. Mataku tak bisa mengikuti kecepatan gerak mereka, tak bisa, aku tak bisa mencarinya


Abraham, dimana kau Abraham?


Aku menekan koin "memanggil Abraham! memanggil Abraham!"


Saat ingin tahu dan penasaran begini, aku benar-benar merasakan kehilangan jati diri sebagai Hannah, tak ada yang bisa aku ajak bicara.Tak ada seorang pun.


Pertunjukan di mulai.


Pilar yang barat menyala duluan, tapi energi listriknya belum maksimal karena energinya berasal dari tentara yang bersayap kecil dan tongkat penyangga dari perusahaan listrik


Setelah setengah jam, Andy menaiki pilar.


Gemuruh tepuk tangan, mengiringi Andy yang berjalan sambil memegang pedang yang panjang dan putih seperti samurai, My Love


Semoga cepat selesai, aku takut akan terjadi sesuatu


Langit negeri ku, nampak beda dengan tambahan pilar.


Pilar barat, belum juga selesai mengisi listrik. Pasukan sayap dan perusahaan listrik bergantian berputar mengelilingi pilar, mereka saling bertukar tiap 5 menit.


Mengisi energi listrik pilar cahaya, memang sangat melelahkan.


Andy berhenti setelah 5 menit, diganti oleh dua puluh pasukan bersayap.


Ada yang tak beres, cahaya pilar, tak bening lagi. Cahaya itu bertambah gelap, mereka sedang memusnahkan parasit


Gawat ! Pilar barat sangat lemah, bagaimana ini?


"Edward Rossy, disini dulu ya, ibu mau bantu ayah kalian"


"The First kemarilah!"


Dalam beberapa detik, The First sudah ada di tanganku.


Ternyata parasit-parasit itu, sudah berkumpul di atas langit Kingdoms


Aku menggunakan telepati jauh, "Pasukan elit, kalian mendengarku, aku pemegang The First, lindungiku aku"


Hari ini, aku berdandan dengan sangat payah, baju terusan putih, dan masker kain. Sudah lama tak makan daun bunga perasa kuning, pasrah bila ketahuan, demi Rocks Collapse


Aku terbang di langit, dengan sayap penuh. Untung bajunya putih, tak menghalangi keluar sayap cahaya dari tubuhku


Suara panik penonton, mulai terdengar. Pasukan bersayap, perusahaan listrik dan Andy, mulai kelelahan karena cahaya pilar belum jernih. Pilar terus meminta tambahan energi, karena energinya berkurang menghanguskan parasit


Pasukan elit, lama merespon, atau mereka kesini memang bukan untuk melindungi pilar


Aku tak bisa mendapat pengawalan pasukan elit, terpaksa aku beraksi sendirian


Aku terbang dengan sayap besar ke atas pilar


"Andy, minggir, giliranku sekarang"


Andy sudah tak kuat berdiri, karena kelelahan. Dia shock melihatku, karena penampilan dan suaraku sangat mirip Hannah. Andy membisu.


Ketika akan naik ke pilar, aku dihadang pasukan pengawal kerajaan


"Biarkan saja, jangan halangi! Dia pemegang The First", teriak Macbirth dari jauh


Andy tak punya energi untuk berkata, tubuhnya lemas sekali


Aku bisa naik pilar, pilar nya sudah terisi sebagian, aku harus mematikan pilar ini dulu


Pasukan elit akhirnya datang mengawalku, mereka menjaga, mengelilingiku


"Biar kami, yang mengatur posisi pilar supaya mati, kau bersiaplah", aku kenal suara ini, dia pemimpin suku elit yang sering berkunjung ke kampung sebelas


Pilar mati, aku berdiri di tengah. Aku arahkan The First ke atas, lalu, ""Aaaaaaaaargggghhhhhhh", pilar ini sama seperti pilar yang dijaga Abraham


Aku tahu ini hanya beberapa menit, tapi tubuhku seperti berlari mengelilingi gunung


Rambutku ikut terangkat karena energi listrik yang dikeluarkan tubuh, tubuhku bersinar lebih terang dari biasanya


Akhirnya selesai pilar timur


Aku terbang menuju pilar barat, "Pasukan elit, aku butuh bantuanmu, pilar barat pasti masih sedikit energi yang terisi, bantu aku, arahkan energi listrik kalian ke tubuhku nanti"


Tak ada jawaban, pasukan elit, diam. Sudahlah, aku pasrah, mati di tengah pilar, bukan ide


buruk


Sekarang berada di pilar barat, pasukan elit masih mengawalku, tapi aku tak tahu mereka akan menolongku atau tidak


Pilar cahaya sudah mati, aku mengarahkan The First ke atas, dan, "Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrghhhhhhhhhhh", aku pasti akan mati kering setelah ini


Kenapa tubuhku menjadi dingin? Di tengah kilat cahaya dari tubuhku sendiri, aku melihat pasukan elit, membuat tiga lingkaran berlapis, masing-masing lingkaran menyalurkan energi listrik ke lingkaran di depannya, lalu energi listriknya masuk ke tubuhku


Energi listrik yang masuk ke tubuhku cukup besar, terima kasih pasukan elit


Hanya beberapa menit, yang sangat melelahkan. Saat aku turun pasukan pengawal yang dipimpin Macbirth, menghadangku


"Maaf Hannah, kau belum bisa pergi, Yang Mulia ingin bertanya padamu"


"Tak ada yang perlu ditanyakan, tugas hari ini menyalakan pilar sebagai pemegang The First sudah dilakukan"


Saat hendak terbang, seperti ada jaring-jaring magnet yang menghalangiku


"Maaf Hannah, kami tak bisa terlibat jauh dalam konflik pribadimu", telepati pemimpin pasukan elit. Mereka menghilang, tak mau ikut campur urusanku