Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Menstruasi pertama


MENSTRUASI PERTAMA


Aku pikir tidak secepat ini menstruasi ku datang. Aku ingat dokter yang memeriksa ku, mengatakan sebentar lagi aku akan menstruasi, tapi harusnya jangan sekarang. Aku sedang di test.


Hari ini test hari kedua, aku diantar ke ruangan kemarin. Dan lembar test datang lagi, test kelayakan uji publik. Perutku kram, karena haid pertama. Untunglah aku bisa selesai tepat waktu.


Pulang dari test, aku minta obat kram perut ke Suster Jun. Dia sudah menyiapkannya, obat itu ada di sakunya.


Di gantungan pintu kamar sudah ada satu box pembalut, "Sepertinya ini terlalu banyak suster"....?!


"Ambillah Hannah, mumpung gratis" , canda Suster Jun, sambil tersenyum lebar.


Aku langsung tertidur melewatkan makan malam. Pintuku aman, tak ada lagi yang menggedor, dan mendobrak malam ini.


Hari ketiga test, aku sarapan ditemani Suster Diana. Dia cantik sekali berambut coklat. Kami duduk di barisan depan lagi, dia mengatakan mendapat pesan dari Suster Jun kalau aku sedang haid dan sering mual. Aku harus duduk dekat toilet. Aku kembali duduk di tempat yang sama seperti kemarin.


Andy dan Alex duduk di sampingku lagi, kali ini Andy yang disampingku, dan yang duduk di sebelah Suster Diana, tentara berambut coklat, yang banyak bertanya kepada suster Diana yang cantik.


Aku malas makan mual sekali, aroma harum Andy terlalu kuat. Kata ibu, jika nanti aku bertemu lelaki beraroma harum yang sangat kuat, jangan diberitahukan kepadanya nanti dia salah paham, mengira aku calon istrinya.


Aku bertanya ke Suster Diana, "Bolehkah aku makan di kamar?", dia menjawab " Tak boleh, orang sehat, hanya menstruasi harus makan disini".


Oh Tuhan , suster cantik ini galak sekali. Aku tak berselera makan telur orak arik. Aku lihat sisa sayur di piring Andy, berkilauan, sepertinya enak sekali.


" Hmmmm Andy, apakah kau akan makan sayuran itu?" Andy memandangku aneh


"Tidak, aku tidak suka sayuran ini, mengapa kau tanya, kau mau? ambillah?"


Benar sekali, makanan sisa Andy, enak sekali.


"Kau tak sentuh, telur orak- ariknya, boleh buatku, aku tak makan hewani, hampir sebulan, diambil Alex" bisiknya lirih kepadaku.


Kami bertukar makanan.


Ini adalah hal tergila, yang pernah aku lakukan, bertukar makanan dengan orang asing dan makan sisa orang lain yang baru kutemui dua kali.


Suster Diana melihat tingkahku dan Andy, bingung...Andy lahap sekali memakan telur orak- ariknya, kemudian dia memberikan smashed potato ke piringku yang tadinya piring nya.Tadi smashed potatonya tidak enak, setelah jadi makanan Andy jadi enak.


Aku benar- benar sudah gila. Andy hanya tersenyum geli melihat tingkahku.Tapi dia cuek saja dan melahap telurnya, sambil terus meladeni ocehan Alex.


Aku bisa makan, setelah seharian mual. Suster Diana selesai makan, aku mengikutinya, lalu berpamitan pada Andy. Andy melirik kemudian mengangguk.


Hari ini test matematika 3 jam. Untung tadi aku makan, jadi ada tenaga. Selesai test, aku tertidur, lagi.


Jam 6 sore Suster Diana mengetuk pintu kamar. Kali ini aku sudah siap makan untuk malam. "Ayo makan malam!", suster cantik ini galak sekali.


Aku kembali duduk di tempat yang sama, tapi tak ada tentara kali ini. Aku mengambil orak arik telur lagi, dan sayur paprika seperti yang dimakan Andy tadi pagi. Hasilnya, aku muntah-muntah, aku minta ijin Suster Diana untuk ke kamar, aku pusing tak kuat.


Sampai di kamar aku hanya minum teh manis hangat lalu tertidur pulas.


Jam 10 malam pintuku di ketuk lagi, oleh Suster Diana, "Bersiaplah ujian kedua hari ini".


Aku mulai berpikir, test ini diadakan sengaja dalam kondisi yang tidak fit.


Aku kekamar mandi sebentar mengganti pembalut, dan mengganti half shield.


Di tempat yang sama, aku diberi kertas ujian lagi, dan kali ini pasti fisika.


Suster Diana datang membawa amplop coklat, lalu diserahkan kepadaku. Benar dugaanku, soal fisika, waktu nya 2 jam, sampai tengah malam.


Aku selesai bersamaan dengan bunyi alarm,


jadi pas sekali waktunya.


Ruangan ini dari dinding kaca, di pintu keluar ku, hanya ada Suster Diana. Aku penasaran siapa yang ada di balik dinding kaca disebelah sana.


Hari ke empat test, aku ditemani lagi Suster Sasha. Dia tersenyum riang sekali melihatku, kami sedikit saling menanyakan kabar dalam perjalanan ke ruang makan.


Aku memilih menu cincang daging dan tumis paprika. Suster Sasha duluan memilih tempat duduk. Dia berjalan menuju kursi di meja tengah.


"Suster Sasha bolehkah disini saja, aku suka- mual, meja ini paling dekat dengan toilet".


"Oh Maaf Hannah, Diana dan Jun telah memberitahuku, aku lupa.


Lalu Suster Sasha duduk di posisi suster Diana kemarin.


Aku mau coba cincang daging nya, baunya enak, setelah ku kunyah sebentar, perutku mual sekali, aku lari ke toilet, Suster Sasha tak mengikutiku seperti Jun dan Diana. Dia cuek.


Sekarang di mejaku, ada Andy dan Alex, mereka datang saat aku di kamar mandi.


Aku duduk lagi melihat Suster Sasha yang makan sambil bernapas cepat, seperti habis marah. Aku ingin mencoba lagi makan, tapi...sepertinya cincang daging nya menjadi sedikit lebih kecil potongannya, paprika nya juga lebih pendek.


Andy tak menyapaku, hanya sibuk makan, sampai mulutnya penuh. Aku mencoba lagi makan cincang daging, dan hmmmm kenapa tak mual, ini enak sekali. Bahkan jus jeruknya enak sekali. Sarapanku habis, kenyang sekali.


"Enak Hannah?!!", celetuk Andy yang sedari tadi diam tak bicara.


"Enak banget Andy, syukurlah aku tak perlu makan makanan sisamu". Andy tersenyum menahan tawa.


" Hannah yang semua kau makan, adalah sisa gigitanku, bahkan jus jeruk ini, ku minum dulu.Tanya lah Sasha, dia marah aku menggigiti semua makananmu".


Lihatlah Sasha!!, Hannah jatuh cinta padaku, bahkan dia hanya bisa makan makanan ku..." Andy jadi terlihat sok akrab dengan Suster Sasha.


Aku melihat ke arah Suster Sasha, dan kesal sekali melihat wajah Andy, tertawanya menyebalkan sekali.


" Suster Sasha, aku mau ke kamar duluan, jam berapa ujiannya?"


"Jam sepuluh" , jawab Suster Sasha.


"Aku ke kamar dulu". Aku tak pamit ke Andy, aku benci sekali mendengar penjelasannya. Aku ke kamar, langsung merebahkan diri ke kasur.


Wajah Andy yang menyebalkan tiba tiba mampir dalam memoriku. Kupukul-pukul bantal, aku setel alarm jam 09.30 kemudian aku tertidur.


Jam 09.30 aku bangun membersihkan wajah mengganti pembalut, lalu mengganti half shield.


Pukul 09.55 aku pergi sendirian ke ruang ujian. Aku buka pintu ruangan lalu duduk dengan tenang. Suster Sasha yang telat menjemputku, datang ke ruangan dengan nafas ngos-ngosan seperti habis lari. Dia membawa amplop coklat, lalu di serahkan kepadaku.


Jam satu siang tepat selesai, aku keluar ruangan, tak bicara sama sekali dengan Suster Sasha, aku kesal. Aku masuk ke kamar tanpa pamit.


Suster Sasha juga tak peduli dengan aku yang kesal, dia cuek- cuek saja.


Jam 4 sore pintuku diketuk lagi Suster Sasha


" Bersiaplah Hannah, setengah jam lagi test".


"Iya" , jawabku malas. Aku yang ketiduran lagi, ganti pembalut, cuci muka, lalu ganti half shield. Aku masih ngantuk sekali, mengisi soal anatomi tadi benar benar melelahkan.


Aku membuka pintu kamar jam 16.20. Suster Sasha ada diluar, menungguku. "Suster Sasha, aku ingin kopi"


" Ayo...Aku antar lagi ke ruang makan, kau bisa pilih kopi disana!".


Sampai di ruang makan aku minta kopi hitam panas ke Suster Sasha.


" Aku saja yang buatkan", Andy datang tiba tiba menawarkan diri membuatkan kopi untukku,


Suster Sasha kaget sekali, sampai setengah meloncat badannya karena suara Andy. Suster Sasha mempersilahkan Andy membuatkan kopi untukku.Dia mencicipi kopinya lalu diberikan gelas kopinya padaku.


"Ini enak, cobalah" ,aku mengambilnya tanpa sungkan, memang enak, tapi aku malas komentar, karena aku masih kesal. Andy bingung, diam saja.


Setelah mendapat kopi aku pergi ke ruangan ujian, tapi kata Suster Sasha ujiannya di ruang kepala sekolah.


Di ruang kepala sekolah, ada dr Hosch, Emily, dan Plavots.


Aku bertanya , "Bolehkah aku test sambil minum kopi?" .Mereka mengijinkan.


Kali ini ujian kegawat daruratan.Test lisan. Mereka membombardirku dengan banyak sekali pertanyaan.Jam 17.30 test selesai.


Sebelum ku pergi dr Emily bertanya, "Siapa yang mengajarimu?"


"dr Brenda" , jawabku. Kemudian dia mempersilahkan aku pergi.


Suster Sasha menunggu di luar, "Kita langsung ke ruang makan saja, aku lapar sekali", pintaku ke Suster Sasha.


Suster Sasha memulai pembicaraan,


"Hmmm Hannah, aku minta maaf Hannah, aku tak tau kau akan semarah itu karena tingkah Pak Andy. Kau tau, dia orang yang serius, jarang bercanda, aku juga tak mengerti mengapa dia melakukan itu, aku sempat marah, karena jijik melihat ada orang yang makan sisa orang lain, tapi dia berpangkat tinggi, makanya ku biarkan saja dia bertingkah seperti itu."


"Aku maafkan", jawabku.


Suster Sasha tersenyum padaku. Aku balas senyum.


Di ruang makan tak ada tentara, aku ambil menu sop daging, dan sosis bakar. Aku duduk bertukar posisi dengan Sasha, ganti suasana. Tanpa Andy aku bisa makan 3 iris daging, dan satu sosis. Senang sekali. Aku ambil lagi satu suap sopnya, lalu...huek huek ku tutup mulutku, lari ke toilet.Tubuhku benar benar gila, mengapa hanya mau bekas gigitan Andy?


Aku sempoyongan berjalan menuju kursi makan ku. Aku mulai bicara seenaknya ke Suster Sasha, "Mungkin bukan cuma bekas Andy saja, cobalah Suster Sasha kau makan sop ku, munkin saja rasanya jadi enak dan tidak mual".


Suster Sasha menurut, kemudian mengambil mangkuk sup ku. Dia makan satu sendok, lalu diberikan lagi padaku. Aku coba memakannya, setelah ditelan aku mual lagi, ini parah!!! Aku benar benar sakit.


Aku minta diantar ke dokter, barangkali lambungku bermasalah, selesai makan Suster Sasha mengantarku ke UGD. Dokternya sudah tua, dia menekan perutku, lalu mengajukan banyak pertanyaan.


Kemudian dia memintaku melakukan endoskopi, "Alatnya sangat tipis dan kecil kau hanya perlu diam", pinta dokter tua ini padaku.


Kemudian alat itu masuk lewat hidungku, tak terasa apa apa. lalu dokter itu menarik lagi alat itu.


"Nona Hannah, anda sehat sekali, pencernaan anda bagus. Mungkin karena efek haid saja. Ini obat mual, kunyahlah sebelum makan".


"Makasih dokter"


Suster Sasha mengantarkanku ke kamar, di depan kamarku berdiri Andy. Suster Sasha memilih pergi, tak menemaniku menghadapi Andy.


Andi selalu memakai baju olahraga satuannya, aku tak pernah tahu pangkatnya. "Hannah, kita belum berkenalan dengan benar, kau langsung memanggil Andy kepadaku, dan aku langsung memanggil Hannah". Kemudian dia mengulurkan tangannya. "Aku Andromeda, biasa dipanggil Andy". Giliran aku yang sekarang dibuat kaget dengan tingkahnya yang sangat sopan. Aku langsung menyambut tangannya, "Hannah Jacklyn".


"Kau pasti tak bisa sarapan tadi??", Dia bicara lembut sekali, beda sekali dengan kemarin.


"Ayo ke ruang makan lagi, aku yang traktir. Alex sudah dibawa oleh unit khusus, untuk mendapatkan perawatan, aku selalu makan bersama Alex hampir setahun, tak terbiasa lagi makan sendirian" , dia berkata lirih.


Aku tak tau harus menjawab apa. Aku hanya membalikkan badanku dan berjalan ke arah ruang makan... lagi...!!!.


Di depan pintu kaca makanan, Andy mengambil semua makanan yang aku tunjuk, aku jadi heran, orang yang kemarin sangat menyebalkan bisa tiba- tiba menjadi sangat baik, bukankah itu aneh.


Aku duduk lagi di tempat yang sama, banyak mata tentara yang mengawasi gerak gerik aku dan Andy. Mungkin mereka bertanya tanya apa hubunganku dengan Andy, karena dia menjadi sangat lembut dan perhatian, padaku yang memakai half shield.


Andy mengambil sendokku, memakannya secuil, lalu di taruh lagi ke piring.


"Makan yang di sendok ini, agar tak mual" ,aku nurut dan benar saja satu piring makanan yang diambilkan Andy untukku hampir habis.


Posisi dudukku dekat sekali dengan lengan Andy. Harumnya kuat sekali, tapi aku tak mual, aku bisa makan.


"Hai Nona half shield!!!! , ada suara lelaki mendatangiku, jalannya seperti mabuk.


"Perkenalkan aku Macbirth, Mayor Macbirth, begini Nyonya Andromeda!?" Kemudian dia tertawa geli, lalu bicara lagi."


Kau memakai half shield jenis apa, sensor?!!, aku lihat kau tak perlu sembunyi jika ingin makan. Biasanya Half shield seperti adikku... sembunyi jika ingin makan, malu wajahnya tak bisa dilihat orang!"


Dia berdiri lalu duduk lagi, berdirinya tegak, tapi kemudian seperti pohon mau tumbang, sekarang dia berdiri tegak lagi."


Apakah half shield mu mahal, Nyonya Andromeda?"


"Murah,tuan Macbirth, kau bisa membelinya di pasar edges, ini banyak di sana. Ini half shield pemetik bunga, akan repot kalau makan harus sembunyi ketika sedang memetik bunga ditebing."


" Apa itu resmi, tidak ilegal?" dia bertanya sambil sempoyongan lagi.


"Resmi, lihat ini tanda Kingdom" ...Macbirth memajukan kepalanya melihat tanda itu. Tapi Andy menghalangi, "Sudahlah Mac, belilah di pasar di edges." kemudian dia pergi.


Andy melepas tangannya dari lenganku. "Makanlah lagi, habiskan!" Dia dingin sekali.


Sebenarnya aku ingin bertanya apa dia tak terganggu, Macbirth memanggilku Nyonya Andromeda, tapi sudahlah nampaknya dia tak peduli.


Bersih piringku, tak bersisa. Andy mengantarku kembali ke kamarku. "Besok makan bersama lagi" ,ajak Andy. Aku mengangguk.


Sebelum tertidur, aku mengingat kejadian Macbirth tadi, Alex sakit, Macbirth juga jelas sakit, apakah semua tentara yang di ruang makan sakit....Andy...?!. Apakah dia sakit juga....?