Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Miss Brenda Panik


MISS BRENDA PANIK


Kami semua masuk ke rumah sakit Dams. Satu persatu penumpang pesawat di periksa dan ditanya. Aku lihat dikejauhan Miss Brenda sibuk. Aku ditanya oleh seorang perawat , "Ada sakit? tadi terkena benturan?" ,aku menggeleng.


Ada pegawai rumah sakit yang membagikan air minum. Banyak penumpang yang masih histeris berteriak ketakutan, para dokter dan perawat sibuk menenangkan.


Miss Brenda berdiri di depanku, dia mencium keningku kemudian terisak menahan tangis, "Oh Hannah, kau beruntung Hannah, Tuhan masih melindungimu". Dia mencium keningku lagi. Mengusap air matanya sendiri. Selama aku mengenal Miss Brenda tak pernah aku melihatnya sesedih ini.


Aku bahkan tak mengeluarkan air mata. Dia membawaku ke ruangannya, "Istirahat disini saja, lebih nyaman". Kemudian dia keluar ruangan. Pastinya membantu yang lain, Rumah Sakit Dams menjadi ramai.


Aku pulang bersama Miss Brenda memakai kapsul mobil. Kami tak banyak bicara sepanjang perjalanan, dia hanya membelai belai rambutku.


Walaupun seluruh Rock sudah sangat canggih, tapi sumber informasi berita tak pernah ada yang resmi. Semua berita dan informasi penting hanya lewat perkumpulan komunitas-komunitas, kejadian lift tadi tak menggemparkan penduduk negeri Rock Collapse.


Miss Brenda memesan makan malam dari kedai langganannya. Terlalu capek untuk masak.


"Miss. emang sering ya lift mogok kaya gitu?" ,aku bertanya sambil makan malam.


"Ga pernah". Oooh baru kali pertama ya.....pikirku.


"Kata Kingdom, Rock Collapse planet yang kecil, transportasi umum darat bisa membuat kota terlalu padat, jadi kita pakai lift penghubung". Jelas Miss Brenda.


"Hmmmm mungkin teknisi nya gak rutin memeriksa?".


"Gabungan Militer, Laboratorium dan Mekanik", kata Miss Brenda menambahkan.


"Tentara ikutan?",


"Iya.... yang bersayap, mengecek kabel penghubungnya yang di angkasa"


"Jadi peristiwa tadi heboh banget dong!. .....Miss aku kenyang, sisa sopnya simpen aja di freezer, besok di panaskan". Aku pamit mau istirahat dulu ke kamar.


Mata Miss Brenda tidak fokus diajak bicara. Pikirannya sedang ada di tempat lain.


Aku gak bisa tidur masih terbayang-bayang peristiwa tadi. Harusnya tadi aku bisa menangis, jadi gak berlarut-larut begini perasaannya.


Sudah tengah malam jam 00.30 masih tak bisa tidur juga. koin hologramku berbunyi "Andy memanggil! Andy memanggil!!".


Ada apa selarut ini, Andy menelpon ?


"Hannah...! Bawa seluruh Half shield, koin hologram, bawa baju untuk menginap selama tiga hari. Jangan lupa bekal minum dan makan. Nanti militer akan menjemput kalian".


Kemudian aku dengar bunyi ledakan DUARRR Andy membalikkan badannya.


"Sudah Hannah aku bertugas dulu". Lalu hologramnya mati.


Ada apa ini...Kemudian Miss Brenda masuk kamar dengan wajah panik, "Ayo cepat Hannah kemasi barang-barang mu, masukan dalam satu ransel".


Aku langsung loncat dari kasur mengambil semua yang diperlukan. Aku lari menuruni tangga, Miss Brenda membawa dua ransel. Satu ransel berisi penuh obat-obatan.


" Dokter Brenda! Nyonya Andy!". Miss membuka pintunya, tentara berbaju hitam tanpa half shield.


"Sudah siap Nyonya?!, Mari ikut saya".


Kami menaiki helikopter militer. Didalam helokopter ada 7 orang sipil dan 3 tentara. Ditambah kami jadi total ada 12 orang dalam helikopter ini. Tak ada satupun yang bicara, wajah kami semua tegang.


Kami turun di pusat pemerintahan Kingdom. Sampai di ruang lobi. Kami terpisah. Miss Brenda sudah ditunggu oleh suster yang berambut hijau, suster itu nampak akrab dengan Miss Brenda. Setelah berbicara dengan istilah medis yang aku tak tahu. Miss Brenda memeluk dan mencium keningku, matanya berkaca-kaca. Kemudian dia pergi meninggalkanku dengan langkah yang cepat setengah berlari.


Kemudian datang laki-laki berpakaian jas rapi dan berambut hitam, gayanya anggun seperti Millard yang aku temui di kafe. Dia bertanya "Nona Hannah Jacklyn?... Aku mengangguk.


"Tuan Andy menyuruh saya mejemput anda. Mari ikuti saya". Kemudian dia membawaku naik lift yang menuju KINGDOM. Aku dibawa ke Kingdom, tempat keluarga kerajaan tinggal.


Sampai disana aku dibawa ke sebuah gedung yang bertuliskan Hotel Kingdom. Lalu lelaki tadi meminta resepsionis untuk menyerahkan kunci VVIP. Resepsionis itu langsung terburu- buru mengambil kunci untuk VVIP. Letaknya di dalam kotak kaca. Ada dua kunci. Kemudian resepsionis itu mengambil kunci yang bergambar Mahkota. Bapak yang membawaku tadi berkata, "Bukan itu Sherly....yang untuk putra mahkota!". Dia berkata santai pada resepsionis itu. Berbeda saat berbicara denganku. Kemudian resepsionis yang bernama Sherly itu memberikan kunci yang bergambar sayap. Dengan sikap yang sopan bapak di depanku ini mempersilahkanku untuk mengikutinya. Aku dibawa ke kamar yang pintunya bergambar sayap.


Aku ditinggal sendirian, kamar siapa ini? Mengapa aku dibawa kesini. Di dindingnya ada foto My King dan Queen. Aku tak berani masuk ke ruangan lain.


Half shieldku bergetar, ooh iya sudah lama dari sore belum diganti.


Jam berapa ini ?....... Jam 5 pagi. Aku ngantuk sekali. Aku mengganti half shield lalu istirahat di sofa. Aku ngantuk sekali.


Ahhh aku ketiduran. Pintu kamarku di ketok. Sepertinya aku terbangun karena suara ketukan pintu. Aku lihat dari screen layar, Bapaknya Lilith?! Aku buru-buru membuka pintu


"Bapak Lilith kok disini juga?".


"Disuruh Pak Andy, Nyonya. Ini sop daging rusa sama jus jeruk buat sarapan. Pak Andy menyuruh saya menyiapkan makan untuk nyonya. Tadi malam saya sekeluarga dibawa ke asrama chef Kingdom". Bapaknya Lilith bicara tak terputus tanpa jeda nafas.


Setelah meletakan sarapan, dia berhenti bicara sebentar, kemudian melanjutkan bicaranya lagi apa yang ada di pikirannya,


"Begini Nyonya....kalau ada kurang apa masakannya ga usah ngomong ke Pak Andy ya".... raut wajahnya berubah jadi gak pede.


"Saya takut dimarahi.....",saya bingung ga tau harus bilang apa. Hanya bisa mengangguk. Bapaknya Lilith keluar ruangan dengan masih bercerita, kali ini tentang stressnya dia saat pintu rumah keluarganya malam-malam, diketuk tentara.


Akhirnya bisa sarapan juga. Andy...kenapa bisa menyuruh Bapaknya Lilith membuat sarapan untukku??.


Sambil makan Aku pandangi foto My King dan Queen tampan dan cantik sekali. Tak pernah sejelas ini aku melihat fotonya. Ini pasti foto mereka saat masih muda. My Queen masih tersenyum ceria. Sekarang dia koma.


Aku bosan sekali. Ku telpon Miss Brenda, Ibu, semua teman-temanku di kafe, dan Andy tak ada yang mengangkat. Kepalaku pusing mungkin karena baru tidur sebentar.


Sudah jam sebelas siang. Mengapa aku hanya dibawa ke kamar ini. Bukankah diluar sedang genting, tadi ketika turun dari helikopter banyak orang yang dibawa ke departemen yang berbeda. Mengapa aku malah nganggur disini??? Mataku berat sekali....


Pintu di ketuk lagi. Ah rasanya tidak bisa tidur pulas disini. Aku terbangun lagi karena suara orang mengetuk pintu. Kali ini ketukannya keras sekali. Aku lihat di screen. Nayya??!! Sesaat setelah aku membuka pintu. Nayya mendorong ku jatuh. Aku dengan cepat bisa berdiri kemudian dia memegang wajahku dan memaksa melepas half shieldku. Aku berteriak kesakitan. "Apa- apaan kamu! Mengapa mau melepas half shieldku?!!!!" , aku berteriak.


"SUDAH KUBILANG ANDY ITU MILIKKU!!" ,balas Nayya berteriak seperti orang gila. Kemudian dia mendorong ku lagi. Badanku sakit sekali jatuh ke lantai. Nayya kenapa seperti itu? Dia mencoba melepas half shieldku lagi. Aku berteriak keras sekali, "Gila kamu Nayya!" , dia marah menggeram, "Aku pingin lihat wajah orang yang disukai Andy!!!!".


Pintu kamar yang masih terbuka membuat perkelahian kami terlihat dari luar. Dua lelaki yang lewat depan pintu kamar, memisahkan kami. Nayya meronta seperti perempuan sakit dari rumah sakit jiwa, "Kembalikan Andy ku!!!!!" ,ia berteriak seperti itu sepanjang jalan dengan di bawa paksa oleh dua lelaki berbaju hitam.


Bapak yang tadi membawaku ke kamar berlari ke arahku, " Nyonya tak apa!" Maaf nyonya tadi saya mengurus sesuatu di kantor". Aku tak peduli yang dia katakan. wajahku sakit sekali. punggungku mau patah, di dorong sangat keras oleh Nayya.