Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Penguji fisik, Andy


PENGUJI FISIK, ANDY


Hari kelima test, setelah sarapan yang aneh bersama Andy. Oleh Suster Jun, aku diminta memakai baju olahraga dan sepatu kets, turun kelapangan, tepat jam 10.


Menstruasi ku sudah tak sebanyak kemarin, hanya tinggal sedikit flek. Aku sampai dilapangan ditemani Suster Jun, yang membawa satu ransel besar, yang entah apa isinya.


" Suster Jun, hari ini ujian apa, kenapa dilapangan?" .


" Ujian fisik", kemudian dia tersenyum lebar.


" Oh !!!" , aku agak panik karena tubuhku sedang lemah sekarang. Aku mencium aroma kuat Andy mendekat.


"Hai Hannah, Nyonya Andromeda," kemudian dia tertawa terbahak-bahak..


"Sudah siap?!!"


"Apanya yang siap?!! , aku menjawab ketus, kesal sekali mendengar suara tertawanya. "


"Lari cepat 100 meter, itu batasnya" , Andy menunjuk bendera putih di dalam lintasan.


"Aku tidak siap, batalkan saja ujian yang ini, kau tau kan aku sedang haid, apa yang kau harapkan dari larinya perempuan yang sedang haid!!!" ,aku meninggikan suara gerammm.


Andy tersentak, kemudian tiba-tiba dia mengganti nada bicaranya menjadi sangat lembut.


"Aaa...begi..kau lari saja Hannah, tidak usah cepat, semampumu saja"


Andy seperti kaget, aku agak teriak tadi. Aku malas bicara, tak kutanggapi Andy, aku masuk lintasan lari.


Andy membunyikan peluit "priiiiiit" , aku lari santai, aku tak mau perutku kram lagi. Sampai di finish, aku mendekati Andy.


"Sudah larinya, apa lagi....?!", tanyaku pada Andy.


Dia membawa ku ke area panjat tebing.


"Panjat itu semampumu saja", dia menjawab sambil menunjuk dinding panjat tebing.


Suster Jun dan Andy memasangkan peralatan panjat tebing ke badanku.


Aku sebenarnya agak mual dengan aroma tubuh Andy, bukan karena bau tak sedap, tapi karena terlalu harum.


Ketika mengecek keamanan alat, Andy terlalu dekat, kepalaku berdenyut.


"Sudah, mulailah" perintah Andy.


Aku naik, dengan sangat cepat, aku ahli memanjat di edges, bunga-bunga perasa di edges ada yang hanya tumbuh di tebing, aku sering mengambilnya, bahkan berebut dengan ayah. Oohhh....aku rindu ayah...


Aku sudah sampai di puncak. Andy memberi aba-aba turun. Aku turun dengan sangat cepat. Sampai di bawah Suster Jun membantu melepas peralatan, dia agak bingung,


Andy mendekati, Andy yang membantuku.


"Kau cepat sekali Hannah," bisiknya lembut sekali, aku jadi geli dan aneh mendengarnya.


"Pemetik bunga" , jawabku.


Aksiku memanjat direkam oleh Suster Hannah dan Andy, mereka mengeluarkan kristal air mata yang disimpan dalam tabung setelah aku sampai di bawah.


Di lapangan nampak robot barang datang membawa bola- bola peluru raksasa, yang bertuliskan 5kg, 10 kg, 15 kg, 20 kg, 30 kg, dan 40 kg.


Aku angkat semua beban itu, dengan mudah, berurutan dari yang paling ringan sampai berat. Tak seperti Suster Jun yang terperangah dengan kekuatanku, Andy cemberut dan menjadi serius....


Kemudian aku dibawa ke aula senjata, aku disuruh memilih senjata jaman bumi, untuk dipakai, aku memilih tombak. Lalu Andy menyiapkan lapangan untuk sasaran melempar tombak.


" Siap!!!! " priiiiit. Aku menombak terlalu kuat, papan sasaran aku tombak, terdorong jauh.


Andy terpaku ....Kemudian dia mendekatiku, mengambil rompi yang kupakai, lalu berbisik


"Selesai hari ini ujiannya, kita bertemu lagi saat makan malam nanti jam 7." Aku mengangguk patuh.


Mestruasiku bukan hanya sedikit flek, tapi banyak darah lagi, mungkin karena capek uji fisik.


Setelah selesai membersihkan diri, aku merebahkan diri, kali ini aku tak ngantuk, mungkin karena tiba- tiba berolahraga tanpa pemanasan, tubuhku sakit semua. Lenganku seperti mau patah, nyeri sekali. Punggungku panas sekali, aku tak jadi rebahan. Aku bangun lalu melakukan peregangan peregangan, tulang belikatku perih sekali. Aku ayunkan lenganku kedepan dan kebelakang, lalu tangan direntangkan kesamping, diayunkan keatas dan kebawah, lalu....wusssss wussss ada seperti kilatan cahaya muncul dari bawah lenganku sampai ke bokong.


Mengapa tubuhku bercahaya..!!? , kemudian aku melihat ke dalam cermin besar di kamar mandi, dan hhhaaaaaaaa.


Aku sampai terjatuh melihat diriku di cermin.


Rambutku putih bersih tak ada yang hitam dan ada sayap bercahaya dari tulang belikat memanjang ke samping punggung ku.


Ya Tuhan, aku bersayap, seperti kupu- kupu emas, ini indah sekali..... Aku membuka baju, untuk melihat sayapku yang hanya cahaya berwarna keemasan. Aku menggerakankannya, lemah.....sekali, harus sering latihan supaya bisa terbang.


Aku pernah melihat sayap Sandy, kecil !!! tak sebesar ini, aku ingat Sandy pernah mengatakan dia mempunyai kekuatan elektrik setelah tumbuh sayap.


Jadi aku akan mempunyai kekuatan elektrik....?!!


Rambutku putih murni???? , apakah aku suku penyangga putih???!


Ayah, ibu, Miss Brenda apakah mereka juga...??


Dalam kamar mandi tiba-tiba nafasku sesak, sekilas teringat semua usaha ayah dan ibu agar aku nampak normal di mata semua orang, atau..... aku telah tertempel parasit sampai jadi rusak rambutku, aku sempoyongan. Aku tak bisa berpikir....


Sudah jam 2 siang, aku harus menghitamkan rambutku. Aku ambil satu pena buatan ayah yang berisi bunga mangsi kuat. Aku ambil air untuk minum, ku masukan dalam mangkok makanan yang ada di kamar.


Dalam kamar ini tak ada apapun hanya 2 gelas, 2 piring, 2 sendok dan 2 mangkok. Aku membungkuk mencelupkan rambut putih ini, bagian belakangnya ku ciprat-ciprat dengan tangan pelan- pelan. Racik mangsi buatan ibu hanya menempel pada rambut saja, jadi aku tak kuatir.Terakhir kusiramkan semua sisanya ke rambut, lalu kusisir agar merata.


Aku memperhatikan air shower kamar mandi, ada yang aneh dengan air shower ini. aku dekatkan tanganku yang hitam, kena mangsi, lalu kunyalakan showernya dan .....tangan ku langsung bersih. Airnya mengandung air jeruk hutan. Pantas saja rambutku langsung putih.


Selama disini aku tak pernah bershampo aku takut pusing karena tak ada pengering. Tapi hari ini aku ujian fisik, keringatku luar biasa banyak. Padahal sebelumnya aku tak pernah berkeringat, suhu dalam ruang makan, kamar dan ruang ujian disetel -5° C oleh para suster atas permintaanku.


Aku bungkus rambutku yang masih basah dengan hair cup, lalu kubersihkan badanku, dan baju ku yang terkena mangsi dengan shower, cepat sekali bersih.


Setelah satu jam aku hilangkan mangsi dengan handuk saja (lumayan kering dan lumayan capek) ,aku peras handuk nya ku tekan-tekan lagi ke rambut, terus begitu sampai agak kering. Untung kubawa 2 handuk, handuk yang masih kering, membuat hitam rambutku menjadi sempurna. Handuk yang masih kering, kulingkarkan dikepala, agar rambutnya cepat kering.


Kemudian aku cuci handuk satunya yang sudah menghitam dengan air shower, cepat sekali bersihnya, handuk ini sudah berwarna seperti semula, putih. Setelah yang basah semua dijemur diluar jendela, aku membuka ikatan handuk di kepala, lalu kusisir dengan sisir sikat mangsi supanya warnanya jadi abu rata, aku lihat ke kaca, dan....aku sudah seperti semula.


Half shield ku lepas sendiri, sudah terlalu lama dari pagi, aku bercermin ke kaca.


"Apa ini alisku! Bulu mataku juga memutih. Aku ambil pena dan pensil, ku gambar alisku, lalu ku sikat, begitu juga dengan bulu mataku.


Sudah jam 16. 30, masalahku belum selesai, sayap!. Sayap ku bagaimana cara menyembunyikannya. Aku berpikir keras.


Menurut buku tentang suku penyangga, sayap nya muncul dengan gerakan tertentu, dan menghilang dengan gerakan kebalikannya. Aku ingat tadi gerakan peregangan ku, aku lakukan semuanya terbalik, aku tak tau gerakan yang mana yang membuat sayapnya muncul, setelah selesai aku mempraktikan semua gerakan peregangan tadi dengan terbalik. Aku melihat ke sisi tubuh ku, sepertinya tak ada lagi, aku harus lihat di cermin besar dalam kamar mandi. Benar....Hilang.!!!Leganya.....


Suhu di ruangan yang -5° C lama lama mengeringkan rambutku. syukurlah, aku sudah seperti biasanya, pakai half shield dan selesai. aku mau istirahat, mataku berat sekali....