Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Mengawal keluarga Sammy 1


MENGAWAL KELUARGA SAMMY 1


Setelah penyerangan di Kingdom, ayah melakukan rapat koordinasi dua sampai tiga kali sehari.


"Kita kecolongan Andy, mereka gampang menyusup dan mengumpulkan banyak teman"


"Iya ayah, Sammy menemukan sekutu baru. Kita tidak memperhitungkan kemungkinan itu"


"Andy, kau sudah menyelidiki siapa saja yang ada di lobbi hotel waktu itu?"


"Sudah ayah"


" Hanya yang mempunyai kekuatan elektrikal tinggi yang bisa membuat penahan sedahsyat itu. Kau ada disana Andy, harusnya kau bisa melihat siapa itu?"


"Aku telat yah, aku hanya melihat orang yang terjatuh dan berlarian"


"Semua harus diselidiki, jangan sampai ada gosip ibumu telah sadar, nanti ibumu dalam bahaya besar. Kau tau kan?"


"Iya ayah"


Ayah belum tahu, Hannahlah yang membendung petir itu. Aku tak tahu sampai kapan bisa menyembunyikannya. Karena Hannah terlalu istimewa buatku.


Hannah yang amnesia membuat semua rencanaku berjalan mulus, tak perlu ada koordinasi untuk membuat sandiwara. Hanya Brenda saja yang harus kuawasi.


Aku mengajar di tempat kursus, agar bisa mengamati perkembangan Hannah, pastinya agar bisa punya alasan untuk bertemu dan ngobrol.


Hannah selalu banyak tanya tentang mengendalikan kekuatan agar tak terlalu besar. Dia sangat tekun mempelajari banyak hal dan menyeimbangkannya, khas suku putih. Dan dia sangat kuat, beban yang sangat berat bisa dia angkat dengan mudah. Kemampuan telekinetis dan telepatisnya juga diatas rata-rata.


Kemampuan ku pun jauh dibawah Hannah, Hannah hanya belajar dua bulan dan sudah berkembang pesat kemampuannya.


Radiant adik King of Spain, merasa dirinya paling jago di kelas. Dia tak tahu Hannah jauh diatasnya.


Hannah tak pernah melepas cup rambutnya. Brenda membuat Hannah seperti Nyonya, wanita yang sudah menikah. Meskipun masih terlihat sangat cantik, tapi dandanan seperti itu, membuat dia tak di dekati oleh lelaki lain. Aku harus berterimakasih pada Brenda.


Hari ini Hannah bertemu dengan teman-temannya dari kota Nein.


"Lingling dan Sandy ada dalam kelompokku Pak Andy!"


"Siapa mereka?


Aku pura-pura tak tahu


"Temanku di kota Nein"


"Kau senang Hannah?"


" Tentu saja aku senang sekali"


Hannah ceria sekali...setelah kejadian di hotel, Hannah jarang tersenyum seceria ini.


***********************************************


"Lingling kau sudah bisa telekinetis atau telepatis?


"Belum, emang kamu dah bisa?"


"Bisa dong!"


"Tapi, husssssh jangan bila siapa siapa ya. Ini rahasia"


"Kamu ini, emang suka aneh deh, kenapa sih hobi banget main rahasia"


"Kan aku gak mau sombong Lingling.....!


"Ih kamu ada ada aja"


Ling ling sudah banyak tahu kemampuanku, jadi aku gak perlu banyak menjelaskan.


"Ayo sini aku ajarin"


Sandy selalu pamer sayap elektriknya. Aku yakin pasti ada cewek yang dia incar.


Sekarang waktunya kita buka sayap kita. Pengajar itu, mengajarkan beberapa gerakan. Wess wesss ada beberapa tentara yang terbuka sayapnya, dari pihak sipil hanya Sandy.


Usai kursus Sandy didekati oleh beberapa tentara, entahlah apa yang mereka bicarakan.


"Pak Andy, apa kabar?, ini temanku Lingling yang aku ceritakan lewat telpon. Sekarang kami bertiga tinggal di rumah Miss Brenda".


Hannah menyapaku gembira, tapi mataku sedang mengawasi tiga orang tentara yang mendekati Sandy. Mereka bertiga adalah anggota kelompok yang dicurigai dekat dengan keluarga Sammy. Mereka mendekati semua peserta kursus yang berbakat.


"Pak Andy, Pak Andy kok bengong gitu!?"


"Oh ga pa pa Hannah, aku hanya masih memikirkan pekerjaan ku tadi"


"Udah ketemu Miss Brenda? katanya sih ada sesuatu yang mau dibicarakan sama Pak Andy".


"Udah, udah ketemu, sebelum kesini, aku dah ketemu Brenda".


"Hannah Ling ling ayo makan atau minum enak khas Kingdom, aku yang traktir" , aku harus mencari tahu apa yang anak buah Spain minta dari Sandy.


" Wah mau dong....", Lingling tiba tiba mengiyakan.


"Kita boleh ajak Sandy ga?"


Duh Lingling malu maluin, dia pikir Pak Andy itu tentara seumuran ya ama kita? Santai banget ngomongnya...


"Boleh, boleh ajak aja Sandy".


"Siap Pak Andy"


Tentara tentara itu memberi hormat pada Andy, Lingling baru tersadar betapa tingginya pangkat Pak Andy.


************************************************


Kami diajak makan steak daging rusa dan jus buah buahan. Ling ling tidak nampak akrab lagi dengan Pak Andy. Sekarang dia menjadi agak canggung.


"Kalian dekat banget ya, dari kecil tinggal bareng?"


"Nggak juga sih, kami mulai tinggal di kafe bu Mimmi beda beda waktunya . Kan kita dari kota yang berbeda"


Ling ling menyahut


"Josse yang pertama dan May yang terakhir.


Sandy yang sedari tadi diam mulai bicara


"Pak Andy punya jabatan apa di militer, kok tadi tentara-tentara itu, beri hormat ke Pak Andy"


"Hanya sedikit lebih tinggi dari mereka, sedikit saja Sandy" ,Sandy mengangguk angguk.


"Sandy, tadi tentara itu saudara kamu atau kenalan kamu?"


"Bukan siapa-siapa pak, cuma ngajakin masuk militer, ntar mereka mastiin aku masuk ke pasukannya King of Spain yang terkenal itu"


"SPAIN" ,suara Pak Andy meninggi, seperti tak percaya apa yang baru dia dengar.


Pak Andy kenapa kok kaya yang kaget gitu.


Aku sudah pernah bertemu Spain, nampaknya dia sangat loyal dengan My King. Kenapa Pak Andy seperti itu ya ekspresinya mendengar Sandy mengatakan Spain.


Pak Andy jago mencairkan suasana. Sesekali melakukan telepatis kepadaku agar bisa mengikuti pembicaraan aku dan teman-temanku, karena seringkali Lingling dan Sandy menggunakan bahasa lokal suku pengisi yang Pak Andy tak tahu artinya. Biasalah Pak Andy gak mau kelihatan under rate.


Selesai makan kami dianter pulang dengan kapsul mobil untuk 4 orang. Lingling dan Sandy yang baru kali ini naik kapsul mobil, ga berhenti mengoceh dan mengungkapkan kebanggaannya bisa naik kapsul mobil.


" Waaaaaah Lingling ga percuma kita ada di Kingdom, akhirnya bisa juga naik kapsul mobil".


Sandy bicara sambil mengelus sisi dalam kapsul mobil. Ling ling hanya terus menerus menyeka air matanya yang menetes.


"Hannah kau sangat beruntung, beruntung banget"


Pak Andy hanya menahan tawa melihat tingkah teman-temanku yang polos dan bikin pusing. Untung Pak Andy bukan orang yang sombong, dia tak pernah merendahkan kami yang lahir dengan keterbatasan akses.


Sampai di rumah Brenda Pak Andy, tak ikut kami, dia langsung pergi, banyak yang harus di kerjakan.


" Makasih Pak Andy" , kami bertiga kompak mengatakannya seperti paduan suara.


**********************************************


"Jayana, segera kumpulkan orang orang kepercayaan kita, aku ada hal penting yang akan kita rencanakan"


Sampai juga di markas persembunyian pasukan bersayap. Jayana memgumpulkan 10 orang tentara yang sangat loyal pada kerajaan. Dari bermacam pasukan, jabatan dan pangkat.


" Terima kasih, kalian semua mau hadir di pertemuan ini. Saya yakin kalian adalah orang yang sangat loyal pada kerajaan"


" Kami segera berkumpul kesini, karena kepala rumah tangga kerajaan, Jayana meminta kami atas perintah My King"


"Maaf mengapa jadi Pak Andy yang datang menemui kami?!"


"Ehem ehem!!!" , Jayana menjadi tiba tiba batuk, padahal tadi di hologram dia baik-baik saja.


" Maaf saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Andy. Saya sengaja membuat orang memanggil saya Pak Andy. Agar mereka tahu saya sudah berusia lebih dari seratus"


" Nama anda Andromeda kan, banyak orang dari suku pengisi dan penyangga yang bernama Andromeda". Perkataan kesal dari seseorang yang duduk di ujung dengan gelisah, tidak sabar mendengar penjelasan ku.


" Ya saya Andromeda, Saya Putra Mahkota". Semuanya diam, hanya melirik. Seakan pernah mengalami kejadian seperti ini. Salah satu diantara mereka berdiri dan berjalan mendekatiku. "Kau tahu Pak Andy, banyak yang ingin meminta sumpah setia kami, dan mengaku sebagai putra mahkota, tapi kami tidak bodoh"


"Apa buktimu?"


Sahut yang lainnya lagi.


"Ok, kalau itu memang mau kalian!


Aku membuka bajuku, ku gerakan tanganku dengan memutar pergelangan tangan, Sayap elektrikku keluar


Wess Wess, tapi mereka semua membuang muka.


Lalu kutengadahkan kepala, dan WESZZZZZ WESZZZZZ


kepakan sayap emas yang selabar 3 meter keluar, dengan aku yang sedikit terbang.


Mereka berdiri terperanjat. Lalu semuanya mengeluarkan sayap lebar yang setengah ukuran sayap ku. Kami berputar terbang di udara.


"Senang bertemu dengan anda sekalian"


Kami kompak mengucapkan itu. Kemudian mereka semua memelukku.


"Andy, ternyata ini kau selama ini"


Andy, kami semua menunggu sudah terlalu lama"


Mataku berkaca-kaca tak terbayang bisa bertemu mereka lagi. Teman-teman setelah sekian lama, kalian masih menungguku. Terimakasih, bisik hatiku yang tak bisa ucapkan.