
PENYISIRAN GEDUNG BARU
"Jack, Liyana terima kasih sudah menerima ayahku. Aku belum bisa mengurusnya, semua keperluan ayah, akan ku kirimkan kesini....Maaf merepotkan kalian"
"Tak mengapa Andy", Liyana mengelus lengan atasku, keibuan. Hal yang tak pernah kurasakan
"Selamat jalan Yang Mulia, saya tak bisa menemani anda. Saya ingin disini bersama My King", Millard berkata dengan sangat tenang
"Ini....catatannya akan kubawa, dan kurahasiakan. Aku yakin ini sangat berguna untukku di masa depan"
Aku mengangguk pamit pada mereka bertiga
Sebelum pergi Liyana menitip salam untuk Hannah, Edward dan Rossy, "Sampaikan salamku untuk mereka. Hmmm satu lagi, Andy.....Abraham sudah sangat tua dan sendirian. Dia adalah temen kakekmu, buyutku....temuilah dia di rumahnya, kalau kau ada waktu....'
Aku mengangguk mengiyakan, aku tahu Abraham teman kakekku. Kami sudah sering bertemu, Liyana tahu itu, mengapa dia memberitahu seolah aku tak tahu siapa Abraham?
Pasukan bersayap Sandy, sudah sangat segar dengan jamuan makan dari Liyana. Mereka mengawalku dengan penuh tenaga sekarang
Aku harus kembali ke Kingdoms sekarang. Catatan dari Jack, Liyana dan Millard, kusimpan rapi dalam perisai terbang di dadaku. Aku tak ingin seorang pun tahu. Bahkan aku belum membacanya
Saat melayang diudara, aku minta ditempatkan di inti segitiga, agar bisa melihat keadaan kota di seluruh inti rock. Dari Tepian hingga Dams.
Sepi.......entah karena perjalanan yag terlalu pagi, atau memang keadaan ekonomi di kota-kota lainnya juga kacau, seperti Kingdoms
Aku harus merapatkannya nanti, membahasnya. Aku ingin Rocks cepat pulih
Dari atas sini, aku juga bisa melihat batasan landasan terbang angkasa yang mengarah ke Planet Kiehl. Aku bisa melihat planet yang kenampakannya seperti bumi, tapi memiliki batuan logam yang sangat berbeda.
Setelah di Kiehl cukup lama, aku sepertinya tahu mengapa para leluhur membawa kita di sebelah Kiehl. Karena dari atas sini, Kiehl memang benar-benar mirip bumi
Sampai diatas Kingdom, aku diminta terbang diatas mereka, untuk berjaga. Tak ada gerakan menukik pendaratan. Mereka benar-benar terlatih melindungi orang dalam formasi terbang
Aku turun perlahan di belakang gedung militer. Sengaja, agar tak ada yang mengetahui kedatanganku.
Aku masuk lewat jalan samping dan langsung masuk ke kamar anak-anak.
"Ayaaaah.....!!", Rossy menyambutku hangat tak lagi ragu
Edward menyambutku dengan senyuman. Hannah langsung menghambur ke pelukanku. Ya Tuhan....lengkap kebahagiaanku
"Ini apa Andy?", Hannah merasa bajuku agak aneh
"Oh ini......", aku mengeluarkan sebundel kertas dari dalam baju
"Ayah ga punya tas ya....., kok dimasukkan dalam baju", Rossy bertanya seadanya
"Kan tadi ayah terbang, jadi dalam baju saja supaya aman", jawabku asal
"Oooowh", Rossy menanggapi tapi sepertinya dia tak mengerti
"Ini dokumen rahasia?", Hannah berkata berbisik padaku
Aku mengangguk mengiyakan
Aku segera menyimpan satu bundel kertas ini, di ransel milikku. Dan kugantungkan tinggi tinggi di tembok ditambah dengan inner, agar aku saja yng bisa membuka ranselnya
Semua melihat, bahkan Hannah dibuat terpaku oleh tingkahku, menyegel tas ransel dengan innerku
Setelah selesai aku pamit mandi, dengan sikap santai. Aku ingin membuat Hannah berpikir, menyegel ransel adalah hal biasa bagi orang kerajaan sepertiku. Hannah tak bertanya
Aku sangat ingin membaca surat tulisan tangan itu, tapi tak mungkin sekarang. Mereka bertiga masih terjaga dan nampaknya masih ingin banyak-banyak bercerita denganku
"Andy,...selama kau pergi, Meridian datang kemari. Dia ingin keluar dari istana dalam.John dan Wei long belum menemukan tempat untuk orang-orang yang akan dibawa Meridian", Hannah bercerita padaku, di sela-sela pertengkaran Edward dan Rossy
"Lalu....?", aku mengerutkan kening pada Hannah
"Ya...belum ada tempatnya, mau gimana lagi!", Hannah menjawab sambil menggerakkan bahunya
"Kau saja yang bicara itu pada Wei long, aku belum resmi untuk bisa memerintah siapapun", mengapa Hannah jadi kesal
"Ok.....aku yang akan bicara langsung pada Wei long", susah untuk bicara pada wanita. Aku tak tahu moodnya dapat seperti rolling coaster
Tidur malam ini sangat nyenyak untuk kedua anakku, mereka puas tertawa. Tapi Hannah jadi berubah cemberut padaku. Tak ada kecupan selamat tidur
*************
"Kau mau sarapan dulu?", Hannah sudah masuk dalam mood terbaiknya
"Tentu saja aku mau sarapan, kau masak apa?"
"Hanya ada telur orak-arik", jawabnya datar karena kami sarapan dengan menu yang sama semenjak tinggal disini
"Andy......aku tak ingin kau memberiku perintah yang menyangkut kerajaan. Boleh sebagai istrimu, tapi bukan bawahanmu....", mungkinkah ini yang membuatnya tak mau ku sentuh tadi malam?
"Okey....nyonya Andy. Tak kan terulang masalah kerajaan untukmu", aku sebisa mungkin memberi wajah tulus pada istriku
"Kenapa raut wajahmu jadi begitu?", sekarang Hannah kesal lagi, membingungkan memang wanita
"Aku ....tersenyum....!", bingung agaknya semua perkataanku salah
Sepertinya sarapan pagi ini sedikit manis untukku.Dan muram untuk Hannah
Di dalam gedung militer, aku berkantor di kantor lamaku. Ini sudah kutinggalkan lama. Tertulis dimeja nama Spain. Jadi Spain yang menggantikan aku....
John dan Wei long datang, suara mereka berdiskusi sudah sangat gaduh dari luar
"Andy...kau sudah datang?", sapa John
"Kau tahu Andy, kami berdua belum sarapan, jadi..... rapat pagi ini bisa kau tunda sebentar?", pinta Wei long
"Cepat-cepatlah punya istri kalian berdua!", mereka cuek hanya berlalu dan melangkah pergi keluar dari kantor
Aku ingat semua yang ada dalam kantor ini semuanya kulalui bersama Jayana. Pintu rahasia.....
Aku segera membuka kamar rahasia, dulu Jayana yang selalu memyiapkan segala sesuatu buatku.....
Masih sama.......kamarnya masih sama, dan masih rapi....sepertinya Spain sudah menemukan kamar ini. Sepulang dari Kiehl, aku tak merasa kamar ini penting. Aku baru ingat sekarang banyak kenangan yang aku simpan disini
"Bros sayap...hadiah Jayana", seingatku kumasukkan dalam koper ketika akan berangkat ke Kiehl.....Tapi barang yang dikembalikan, tak ada dalam koperku.
Apa ada yang mengambilnya.....buat apa? itu semua ingatanku tentang Hannah, dari pertama kali kita bertemu, sampai di Tepian
Ah, sudahlah.....biarkan. Aku punya Hannah sekarang, bukan sekedar kenangan
"Andy......, wow aku tak tahu ada ruangan seperti ini di kantormu?!", Wei long tiba-tiba nyelonong bersama John
"Kalian.....sudah selesai sarapannya..? Ayo kita mulai menyisir gedung disekitar sini, agar yang di istana bawah bisa keatas"
Kami membagi beberapa kelompok bersama sukarelawan, untuk memeriksa gedung yang kosong, yang dekat dengan gedung militer
"Kita harus menemukan gedung baru untuk Meridian, aku ingin masakannya...", celetuk John kelepasan
"Ohhh!, kau tak suka koki dari pasukan Sandy....?", tanyaku
"Kau tak merasakannya Andy, hambar.....sepertinya dia hanya menambahkan garam saja. Semua masakan hanya itu-itu saja rasanya...", John menggerutu lagi, dia rupanya orang yang rewel dengan cita rasa makanan
Aku ingin nimbrung pembicaraan, masakan Hannah juga hambar, tapi urung kukatakan. Aku mencintai Hannah bukan karena masakannya, tapi karena dia Hannah....
"Ahhh Sandy....kau akhirnya datang juga, kami perlu pasukanmu, perwakilan relawan sipil yang mengenal daerah sekitar sudah berkumpul, tinggal kamu..." Wei long menyambut Sandy dengan uraian tugas
"SIAP Yang Mulia, tinggal katakan saja, saya langsung koordinir pasukan saya....", Sandy nampak antusias melaksanakan tugasnya
Kami bergerak jam sepuluh pagi, dan berkumpul lagi jam tiga sore. Semoga tak ada kejutan lagi