
HIPNOTIS YANG MENDEBARKAN
Di kota Dams, hanya Brenda. Di Kingdoms, tugasku banyak. Seluruh peserta kursus, para suster yang mendampingi Brenda, sepuluh teman perkumpulan Andy ditambah adiknya Sam, Samantha, koki rumah sakit Dams, dan seluruh anak buah Andy.
Sudah tiga bulan, tugas hipnotis ku belum selesai. Tumpukan kerjaan Andy, diserahkan padaku. Meskipun aku senang, tak ada yang mengalahkanku, tapi aku tetap rindu lawan seimbang. Tak menyenangkan tak ada lawan.
Rangkaian hipnotis ini, membuat aku terjaga sampai tengah malam, menunggu mereka kelelahan. Tapi tetap saja, aku terlalu lama menyelesaikannya, karena siang hari aku juga sangat sibuk.
"Maaf Jenderal Spain, aku Juanita, bagian administrasi pasukan bersayap regu 2", orangnya Andy menemuiku, pasti setumpuk pekerjaan lagi.
"Masuklah!, tubuhnya kecil dan gempal, rambutnya keriting dan berkacamata, rambutnya coklat.
"Ini pak, saya mau memberikan surat dari para tentara yang sembuh di Tepian, tadinya surat-surat ini buat Pak Andy, tapi....", raut wajahnya menjadi murung.
"Ok, taruh saja disitu", aku tak suka wajah yang membuat aku menjadi merasa salah tempat di kantor ini.
"Juanita, besok rapihkan surat-surat ini, dan bawa ke 01", mata Juan terbelalak.
"Maksud Jenderal, ke My King?!", Juan kaget dengan perintahku.
"Iya, bawa kesana, buat apa disini, aku tak tahu harus diapakan!, My King yang membuat Andy ke Kiehl !", untuk apa aku mengurusi surat-surat itu.
"Iya Pak!", Juanita menuruti perintahku, lalu membereskan suratnya, agar gampang dibaca oleh My King.
Aku sudah cukup sibuk dengan tugas kantor Andy, tak mau lagi terbebani dengan surat cengeng dari para tentara itu, bukan aku yang minta Andy dikirim ke Niehl.
Sudah hampir setengah tahun aku mondar mandir mengurusi tugas Andy, sambil menghipnotis orang yang mengetahui hubungan Andy dan Hannah.
Besok adalah orang terakhir yang harus ku hipnotis, Hannah Jacklyn.
Saat The First pertama kali memilih Hannah, aku sudah pernah mencoba menghipnotisnya, tapi gagal, yang terjadi malah Hannah sengaja membuat pergelangan tanganku patah.
Aku melihat data Hannah dari administrasi kursus kegawatdaruratan. Tak usah resmi, aku bisa masuk ke dalam ruangan dokumen dengan mudah dimalam hari.
Meminta data Hannah secara terang-terangan akan menimbulkan banyak tanya, inilah itulah, dan aku tak bisa menjawabnya, melihat data seperti pencuri lebih aman. Ooooh otak pintarku, memang lebih brilian dari Andy yang selalu membuat onar.
Hannah Jacklyn, ini dia. Kelayakan publik 9, IQ 240, semua nilai A++, kemampuan fisik berlian, jago bahasa, dan......suku pengisi.
Apa ini, dia suku pengisi?!!, aku berdecak kagum, suku pengisi dengan kemampuan seperti ini, pasti dia sangat keras pada dirinya sendiri.
Aku sepertinya mengerti awal kekaguman Andy pada Hannah, dia sangat cerdas dalam banyak hal. Rambut Hannah putih sesuai dengan karakternya senang mempelajari sesuatu dan sangat tekun.
Tapi tetap saja , aku tak bisa menghipnotisnya, mungkin kekuatan inner Hannah lebih tinggi dariku. Percuma.....harus ada cara lain.
Strategi pertama, menghapus Hannah dari koin hologram Andy. Sebelum diberangkatkan ke Kiehl, koin pasti disita. Yang menjemput Andy tentara pengawal kerajaan, jadi koinnya pasti ada disitu.
Pasukan pengawal kerajaan sangat ketat, aku tak bisa sembarangan masuk ke ruang penyimpanannya. Tapi aku bisa meminta orang lain mengambilkan koin Andy untukku.
Setelah mengamati seminggu, aku tahu yang bisa ku targetkan. Gadis muda itu, dia bekerja di ruang penyimpanan. Menurutku aku masih menawan untuk gadis-gadis muda yang seumur dengan Ling ling.
Siang hari, kemeja warna cerah akan membuat ku lebih tampan dan rambut tanpa gel.
Dia lewat, " Ups permisi, maaf gak sengaja nabrak", logatku seperti anak muda, tak tahu malu.
"Hmm, gak pa pa, kak!", berhasil dia terpesona dengan wajahku yang tampan, detak jantungnya berdetak tak beraturan.
"Kerja disini ya", sikapku menyebalkan seperti tak punya pendidikan.
"Iya, gayanya mulai genit", matanya tak berhenti menatap wajah superku.
Detak jantungnya berdegup lega, nafasnya bergembira, mulutnya tak bisa terkatup, dia terlalu percaya diri, dikiranya aku benar-benar naksir dia. Dan inilah titik terbuai hipnosis yang aku butuhkan.
"Aku Amy", dia menerima uluran tanganku, saat tanganku menyentuh tangannya, langsung kumasukkan sugesti.
Ambilkan koin hologram milik Andromeda alias Pak Andy, aku tunggu di bawah pohon besar itu.
Dia mengangguk, inilah yang terjadi jika kau punya kekuatan inner yang luar biasa, bahkan ketertarikan bisa ku manipulasi.
Dua puluh menit, dan Amy sudah didepanku, membawa koin hologram orang nomor dua di Rocks Collapse.
Aku ambil sampel sidik jari dan retina Andy, tak tahu mana yang cocok dengan koinnya. Ternyata sidik jarinya, "Hannah", hanya satu Hannah langsung kuhapus ID Hannah di koin Andy.
Selesai urusanku dengan koin Andy, aku minta Amy mengembalikan ke tempatnya semula. Amy menuruti perintahku seperti robot yang tak punya pikiran sendiri. Efek hipnotisnya akan hilang setelah tidur lelap.
Permainanku belum selesai, saatnya bertemu Hannah. Sudah delapan bulan, sejak My King menyerahkan surat tugas kepadaku. Hari ini, hari terakhir tugas ku akan berakhir.
Dari Kingdoms aku terbang lagi ke Tepian, aku sengaja menunggu Hannah di rumah makan di seberang Rumah Sakit Tepian.
Dia datang bersama Ling ling. Aku tahu inner Hannah cukup kuat, telepatis bisa membuatnya mendekat ke mejaku.
"Hai Hannah, aku ingin bicara berdua denganmu", aku mengangkat gelas lalu mengarahkannya ke meja Hannah.
Dia mendengarku, Ling ling tak melihatku. Hannah membuatnya pergi. Kini dia mendekat, dan duduk didepanku.
"Jenderal Spain, kau tampak berbeda sekarang" , Hannah melihat bajuku yang berwarna cerah dan tanpa gel di rambutku.
"Aku dengar dari Ling ling kau mencari Andy ", tanyaku tanpa basa basi.
"Iya, tapi Ling ling tak peduli lagi dengan permintaanku mencari tahu tentang Andy, aku tak tahu mencari kemana lagi", Hannah polos mempercayaiku.
" Andy tak akan pernah menghubungimu lagi Hannah!", wajah Hannah seperti tersambar petir.
"Mengapa!, apa dia sakit?", wajahnya mulai berkaca-kaca, aku senang bisa mempermainkan manusia sekuat Hannah.
"Dia dihukum Hannah karena telponmu, meminta bantuan untuk Tepian waktu itu", wajahnya berkerut tak percaya.
"Tapi yang kulakukan benar, Jenderal !, kata dokter Emily aku harus minta bantuan Kingdoms", Hannah menjelaskan siapa yang mengusulkan bantuan ke Kingdom.
"Apakah Emily pernah minta bantuan militer, setahuku dia hanya minta bantuan Kingdom. Kalian tenaga medis, mengapa tidak minta bantuan ke Rumah Sakit Kingdom?" , kena kau Hannah!!!!
"Saat itu aku hanya memikirkan Andy, aku ingin mereka cepat di tolong!", Hannah mulai gelisah.
"Aku tahu kau punya perasaan khusus terhadap Andy, tapi Andy bertindak berlebihan mendatangkan semua peralatan besar itu tanpa ijin, Andy melakukan indisipliner, dia di hukum, karena menuruti perintahmu", Hannah meneteskan air mata.
"Kau menyusahkan dia Hannah, orang tuanya tak senang dengan hubungan kalian. Dia suku penyangga murni, dan kau Hannah! Siapa kau ?!", suaraku meninggi, agar menjelaskan kesenjangan status mereka, "Kau tak tahu malu Hannah, kau membuat karier militer Andy hancur", nafas Hannah mulai tak beraturan, dia panik.
" Lalu dimana Pak Andy", gila masih saja tak peduli dengan citranya yang buruk, malah bertanya tentang keadaan Andy.
"Mati......mungkin", bahkan orang tuanya tak tahu kabarnya.
"Orang tuanya membayarku untuk menghapus hubungan kalian, jadi bersiaplah tak ada yang akan mengingat kau dan Andy punya hubungan yang spesial", aku membereskan semuanya.
"Simpan saja semua kenanganmu tentang Andy. Aku yakin ingatan Andy tentangmu juga sudah dihapus" , wajahnya seperti akan meleleh terlalu sedih, pemandangan yang jarang terjadi pada orang yang dipilih menjaga The First.
"Maafkan aku Jenderal, sepertinya aku harus masuk kerja lagi, permisi!", Hannah berlalu dengan langkah cepat.
Aku membayangkan hancurnya dunia Hannah, orang dengan empati sangat tinggi, menjadi penyebab hancurnya masa depan seseorang, orang yang dia cintai, perasaan bersalah yang sangat indah. Senyumku mengembang dengan bebas, hatiku puas sekali, ada rasa bangga bisa membuat Hannah hancur, sama seperti hancurnya harapanku mendapatkan The First.