Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Edward


EDWARD


Edward bergumam lirih memanggil ayahnya....tapi Andy seperti hilang kendali dia berteriak memanggil nama Edward. Haruskah ku pisahkan mereka?


Dari jauh aku diam, tak bergerak, Edward saat ini, sangat butuh dukungan dari Andy. Kepedihan sakitnya Rossy, tak cukup dihibur dengan kehadiranku, dia butuh ayahnya, sesama lelaki


Edward terbang rendah, para pengawal itu mundur beberapa langkah, memberikan ruang untuk Edward dan Andy. Kesedihan terukir jelas di wajah Andy, yang semakin mirip Andro, dia sangat kurus dan lemah


Edward sekarang duduk di pangkuan Andy, dia meraba wajah Andy, tak bicara, mereka hanya saling menatap. Andy meneteskan air mata.


Edward mengangkat badan Andy, dia membawa Andy terbang. Andy hanya tertawa, suaranya bahkan tak seperti Andy lagi. Tubuh Andy benar-benar hancur karena proses pemurnian


Diterbangkan oleh Edward membuat Andy tertawa riang. Andy tertawa diudara, Edward fokus mengangkat ayahnya


Hanya sebentar, lalu Edward menurunkan lagi Andy. "Makasih Edward, tadi menyenangkan sekali"


"Kau benar-benar ayahku?", Edward bertanya sambil memegang pipi Andy.


Aku tau rasanya disentuh oleh jari-jari mungil itu. Kau merasakannya Andy? Sentuhan yang ringan dan tulus, tanpa prasangka, hanya memintamu mencintainya


Andy tak bisa membendung air matanya, dia menganggukan kepalanya, berkali- kali, "Iya Edward, aku ayahmu, aku ayahmu"


Sentuhan kecil dari tangan Edward, berubah menjadi pelukan besar dari seorang ayah. Edward menangis dan tersenyum


Melihat Edward dalam dekapan Andy membuatku sangat bahagia. Aku tak bisa lebih bahagia lagi, setelah musibah yang menimpa Rossy


'Jangan salahkan ibu mu, yang tak bisa memberitahumu bahwa aku ayahmu, dia takut karena statusku raja"


Edward mengangguk, "Aku tahu ayah, pasti berat untuk mengakui kami"


Tangis Andy pecah lagi, "Maafkan ayah nak, kau sekecil ini, sudah harus mengerti beban ayahmu, tidak Edward, kau tidak pernah jadi beban buat ayah, kau cahaya ayah, sejak kita pertama bertemu..., ini salah ayah, tak pernah jadi salahmu"


Salah satu pengawal itu memegang pundak Andy, kemudian Edward turun dari pangkuan Andy. Meninggalkan Edward sendirian.


Aku memeluk Edward, "Kau anak hebat Edward, kau kebanggaan kami"


********


Tiga tahun berlalu, Andy tak pernah bisa memasukan darahnya ke tubuh Rossy. Jika anak perempuanku sembuh nanti, itu karena tekadnya yang kuat untuk bisa bangun lagi.


Kami tak pernah lagi dikunjungi Andy, Edward tak pernah bertanya tentang ayahnya. Setahuku dia hanya berbicara tentang ayahnya pada Rossy yang tertidur.


Sejak Rossy sakit, aku tak lagi bekerja lagi dan tinggal di rumah yang disediakan Andy. Aku tak bisa menolak, aku butuh dukungan akses yang ekstra agar bisa tetap menjaga Rossy dan Edward


Andy memberikan banyak koin akses, untukku. Aku tak bisa meminta lebih


******


Edward sudah di junior high school. Dia selalu membacakan pelajarannya setiap berkunjung ke Rossy. Dia percaya Rossy bisa mendengarnya


Tubuh Rossy, mengalami kemunduran pertumbuhan, vegetatif selama tiga tahun ini, membuat anggota tubuhnya mengecil karena tak digunakan


Sudah tiga tahun, aku ingin putri kesayanganku bangun, seperti yang dijanjikan Brian.


Sudah lewat enam bulan dari tiga tahun. keadaan Rossy masih sama. Haruskah aku menemui Andy?


Brian juga tak pernah memberi kabar lagi tentang Andy. Dia hanya membisu, ketika kutanya tentang Andy


Tidak bisa, aku sudah tak sabar ingin melihat permataku bangun. Aku harus menemui Andy


******


Hari ini, aku membulatkan niat, untuk menemui Andy. Harus !!!


Di depan gedung utama, aku melihat banyak penjaga, tak bisa sembarangan masuk. Aku harus bagaimana?


Tapi aku butuh Andy untuk menolong Rossy.


Setelah seharian mengamati dari jauh, aku urung melangkahkan kaki menemui Andy. Tak bisa begini, aku harus punya rencana.


Aku pulang tanpa hasil, tapi setidaknya aku tahu harus bagaimana


********


Saat menjemput Edward di sekolah, aku melihat siluet Ling ling dan Spain sedang jalan berdua. Aku sudah lama sekali tak ngobrol dengan Lingling walaupun namaku belum dipulihkan, tapi keberadaanku sebagai Hannah bukan rahasia lagi


Mereka berdua cepat sekali berjalan memasuki perumahan yang berada di dekat sekolah. Mengapa mereka memakai baju seperti itu di siang hari begini?


Baju ketat, seperti kulit, tapi aku tahu itu adalah jenis logam baru yang diciptakan laboratorium Kingdom, untuk perisai, salah satu alat militer


Ketika mereka masuk ke perumahan, aku tak berminat lagi mengikuti. Kompleks perumahan elit itu terlalu besar dan privat, banyak penjaga. Walaupun teman-teman sekelas Edward banyak yang tinggal disana, tetap saja, aku tak nyaman


Aku menunggu Edward di pintu gerbang, aku sudah membuatkan jamur telur gulung kesukaan Edward, aku membawanya. Aku berencana memakannya bersama-sama di taman rumah sakit nanti


Itu dia Edward, dia sudah tumbuh tinggi. Cara dia berjalan sangat gagah. Dan dia mewarisi ketampanan ayahnya.


Para penjemput sekolah, selalu mengatakan Edward mirip Raja Andro. Aku tak bisa membantahnya, hanya bisa tersenyum. Dan berkata dalam hati, memang Andy adalah ayahnya


Jarak gedung sekolah dan pintu gerbang cukup jauh, butuh lima belas menit untuk berjalan


Terdengar suara riuh penjemput, sambil menengadah ke atas. Aku ikut melihat di angkasa, burung manusia banyak sekali beterbangan di atas sekolah. Mereka mencari sesuatu


Para burung manusia itu, memakai pakaian yang sama dengan pakaian yang aku lihat tadi. Yang tadi dipakai Lingling dan Spain


Dari atas meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi, salah satu dari mereka. Mereka mengarahkan diri menuju Edward


Aku tahu pasti ada yang tak beres, jika melihat Spain di sekitar. Aku berlari dan terbang menghadang, mencegah mereka menyakiti Edward


Edward berhasil lolos, dan lelaki burung itu terkena kekuatan listrikku, yang kuarahkan keluar dari jari-jariku


Dia terpental jauh, kemudian buru-buru terbang menghindar dariku


Aku cepat pergi dari sekolah sambil merangkul Edward. Sudah cukup melihat Rossy menderita. Aku harus melindungi Edward


******


Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ini, aku memberanikan diri menelpon Sam. Bukan untuk meminta Andy mendonorkan darahnya pada Rossy, tapi meminta perlindungan untuk Edward


" Sam, ini Hannah"


" Lama sekali, kau tak pernah menghubungiku Hannah"


"Aku tak mau mengganggu mu saja Sam, tapi kali ini, aku ingin minta bantuanmu"


"Andy sekarang sudah sehat, kau bisa memintanya kapan saja untuk mendonorkan darahnya"


"Mengapa aku harus memintanya, bukankah dia bisa langsung memberikannya!"


"Kau dan anak-anakmu adalah rahasia, kalian tak boleh terekspose, maka memang harus kamu yang meminta Andy, seperti orang asing untuk mendonorkan darah"


"Sudahlah, aku tak mengerti rencanamu"


"Begini Han...."


"Edward baru saja lolos dari usaha penculikan, di depan sekolahnya tadi, bisa kugagalkan. Tapi aku takut, mereka akan mencoba lagi, tolong lindungi Edward"


"Iya, Hannah aku mengerti, aku akan siapkan perlindungan untuk Edward"