
ANDRO YANG BARU
Kegelisahan hubunganku dan Andro, tak bisa di di tutupi lagi, "Hannah, aku semalam kerumah kau tak ada, kau dimana?", Andro bertanya padaku saat makan siang di kantor.
"Keluar...", jawabku datar.
"Kau tahu jam berapa itu!, jam 12 malam!" Andro mendadak sangat sinis bicara.
"Aku istrimu, kau yang memilih aku, mengapa kau langsung menuduh negatif padaku", tak suka dengan nada bicaranya.
Andro menghentikan makannya, lalu berbicara dengan sorot mata tajam padaku, "Wanita macam apa, yang keluar malam, dan pulang tengah malam", dia melempar sendok makan.
"Istrimu!", aku tak berselera makan lagi.
"Aku dulu selalu marah, data pengesahan pernikahan kita belum keluar dari pusat, tapi sekarang aku lega, karena aku menyesali menikah dengan wanita murahan sepertimu", Andro berkata seolah aku pelacur.
Aku pergi dari meja makan, tak bisa apa-apa lagi, percuma menjelaskan pada orang yang sudah mengecapku hina.
Setelah pertengkaran itu, Andro mengajukan pindah departemen ke Millard, "Kau bertengkar Hannah!", tanya Tang Wei serius.
"Bukan urusanmu", aku tak suka hubunganku jadi bahan gosip.
"Hannah, kau melepas emas, Andro suku penyangga putih, lihat rambut putihnya itu, hanya milik keluarga kerajaan", Tang Wei membuatku tambah kesal.
"Aku suka Andro yang botak dan jelek!", jawabku cepat
"Sudahlah Wei, jangan dipanas-panasi hubungan mereka", Miss Reina menengahi
"Tapi, sejak rambut putihnya itu terlihat, Andro memang berbeda, dia kelihatan lebih gagah! Sayang matanya hanya tertuju pada Hannah", Jasmin memperkeruh suasana makan siang.
"Husssh Jasmin, ngomong ngaco aja!", Miss Reina menyentuh tanganku.
"Sabar, Hannah kalau kalian masih saling mencintai pasti ada jalan keluarnya",
Andro benar-benar pindah, dia pindah ke gedung militer, tanpa pamit padaku. Hanya pamit pada semuanya di hari akhir bekerja."Terima kasih sudah mau bekerja sama denganku", hanya itu ucapan terakhirnya padaku, pada kami semua.
Kesibukan sebagai penguji fisik di markas militer, membuat kehilangan Andro tak terlalu kupikirkan. Sudah setengah tahun sejak Andro pindah, aku belum bertemu dia.
Spain membutuhkan aku lagi malam ini, kata telepati tadi siang, "Datanglah jam delapan malam".
Markas militer malam ini penuh, kami di tempatkan di aula besar, "Spain ada apa ini, mengapa semuanya berkumpul disini?"
"Lihat baik-baik Hannah!", Spain selalu tak pernah menjawab langsung.
"Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Millard, kepala pelayan rumah tangga kerajaan, saya ingin memperkenalkan pada anda semua, salah satu keluarga kerajaan, Andromeda!", Millard memperkenalkan Andro sebagai keluarga kerajaan.
"Sesuai tradisi karena Andro baru bergabung, kita harus menyambutnya dengan pertempuran satu lawan satu", suara Millard disambut tepukan bergemuruh dari seluruh tentara
Menyambut anggota keluarga kerajaan sangat langka, artinya anggota keluarga kerajaan itu baru dewasa, ditantang mengemban tugas yang baru.
Andro menguncir rambutnya yang putih mengkilat, dia nampak tampan. Wajahnya semakin mirip Pak Andy.
"Spain, mengapa Andro mirip dengan Pak Andy?, tanyaku di tengah pertandingan Andro satu lawan satu dengan orang unggulan di militer
"Menurut mu Hannah? Apa akan membuat perbedaan dia Pak Andy atau Andro? Kau tak bisa memiliki keduanya", Spain berkata pedas tapi kenyataan.
Semuanya kalah bertarung dengan Andro, aku semakin yakin Pak Andy adalah Andro setelah tampilan fisiknya sekarang, hanya aku yang mengingatnya.
Air mataku menitik pelan, tak ada tempat untuk air mata sekarang, sekalipun dia Andy, aku tak bisa apa-apa, orang tuanya sangat membenciku, menghapus semua ingatan yang mengingat kami.
Masuk ke tengah arena pertandingan, dari jarak lima meter aroma tubuh Andy sudah tercium. Andro harus sangat dekat untuk bisa mencium aroma tubuhnya. Tapi aromanya, wanginya sama.
Andro adalah Pak Andy dalam kondisi lemah. Air mataku menetes tak bisa kuusap, nanti terlihat oleh yang lain.
Wajahku ditutup half shield palsu pemberian Spain. Wajah Andro hanya aku yang tahu, Andro dari bagian administrasi menggunakan half shield.
Andro yang ini dikenal dengan nama Pak Andy, "Ayo Pak Andy, kembalilah bersama kami", anak buahnya yang dulu berkumpul mendukungnya, Andy yang melupakanku.
"Anna! Anna! Anna!', suara para tentara yang kulatih bergemuruh lebih hebat daripada yang meneriakan Andy.
Andy menyerangku duluan, tubuhku berlapis baju tentara tebal, dia menendangku sampai aku terdorong dua meter.
"Haaaaaa" , suara para tentara yang mendukungku kaget, aku ditendang hingga terdorong sejauh itu.
Aku lemas sekali, mengetahui kenyataan Andy dan Andro adalah orang yang sama. Aku bangun sempoyongan, Aku lihat wajahnya sangat tampan itu, aku ingin meninjunya.
Aku berlari sekencang mungkin, aku arahkan tinju ke wajahnya, dia menangkisnya. Lalu kutendang perutnya dengan kedua kakiku, kena!!, aku berputar di udara dan mendarat sempurna.
"Anna, Anna, Anna" , gemuruh para tentara yang mendukungku berteriak menyebut namaku lagi. Aku membungkukkan badan kepada mereka berterima kasih.
Andy jatuh tersungkur memegang perutnya, Millard membantunya berdiri. Aku sangat kuat, membuat Andy jatuh tersungkur sungguh bukan masalah.
Spain lari mendekatiku, "Cukup Hannah, jangan membuatnya mati disini, aku juga bisa kena!", Spain berbisik cepat ditelingaku, lalu mengangkat tanganku tinggi-tinggi.
"Anna!!!!!" , semuanya memanggil namaku. Spain menyuruhku pergi lewat jalan belakang, "Pergilah cepat, dan jangan buka half shieldmu sampai aman!"
Aku lari lewat jalan belakang, dan melesat terbang dengan kekuatan penuh. Setelah sampai di rumah aku langsung mandi dan menangis sejadi-jadinya.
Spain busuk, dari awal dia tahu siapa Andro, dia sengaja mempermainkan aku
Di kantor, kabar tentang datangnya keluarga kerajaan, yang bernama Andromeda, heboh. Mereka tak akan menyangka, itu adalah Andro yang mereka kenal.
"Aku ingin melihat Andro yang asli itu", ucap Jasmin di sela makan siang.
"Andro kita, sudah pindah, jadi tak ada pembanding!", Tang Wei monyong menyesalkan kepergian Andro.
"Jangan kau bandingkan dengan Andro kita", kata Miss Reina.
"Andro kita rambutnya tak seindah itu, kulitnya coklat, matanya menonjol, suaranya parau. Jauh sekali perbedaannya", Miss Reina membandingkan Andro administrasi dan Andro yang sedang heboh.
Aku diam tak bicara apapun, sewaktu meninggalkanku, rambutnya sudah panjang tapi tak seindah itu, putih mengkilat. Dan kulitnya sekarang bersih putih, seperti Pak Andy dulu.
Mungkin, Andro sedang sakit hingga fisiknya menjadi seperti itu. Syukurlah sekarang dia sudah menjadi Pak Andy lagi, sehat dan tampan. Aroma tubuhnya bahkan bisa tercium dari jarak lima meter, tak seperti Andro.
Aku tahan air mataku, setiap mereka bicara tentang Andro. Dada ini sesak sekali, sakit sekali. Tiap malam aku selalu menangis, rumah gudang ini, menyimpan banyak kenangan aku dan Andro. Hatiku seperti teriris-iris.
Tubuhku menjadi sangat kurus, tapi aku tetap kuat. Spain memperhatikan perubahan tubuhku, "Hannah kau kurus sekali, kau masih memikirkan Andy?", orang seperti Spain tak akan tahu rasanya kehilangan
"Tidak", jawabku cepat.
"Kau..sudah melakukan hubungan dengan Andro, Hannah?", Spain bertanya hal yang mengejutkan
"Tubuhmu, tak normal Hannah, badanmu tambah kurus tapi kau lebih kuat", Spain menyadarkanku, aku sudah lama tak haid.
"Kau keturunan murni penyangga, dan Andy juga, kalau kau hamil, masa kehamilannya lebih lama, tak seperti suku pengisi", Spain terbelalak dengan kata-katanya sendiri.
"Aku akan atur kepergianmu dari sini", Spain bicara sendiri dari tadi, apakah aku hamil?