
MENCARI PERLINDUNGAN
"Jack, sudah hampir dua minggu, kabar konflik di Kingdom, tak ada berita dari Hannah!", Liyana panik
"Hannah hebat Li..., aku yakin dia pasti bisa melewati yang satu ini"
"Auw, Auw,.....,PRAAANG!!! Haaaah salah lagi!, aku tak fokus, ramuannya gagal lagi!!!, Liyana memang selalu merusak, menabrak bahkan memecahkan barang saat tidak fokus
Tok tok tok, pintu rumahku diketuk orang, jam sembilan malam, tak biasanya
"Milllaarrd!!!"
"Jack, apa kabar? Maaf mengganggu malam begini"
Aku masih berdiri mematung di depan pintu
"Millard! , masuklah!", sapaan Liyana pada Millard menyadarkan keterkejutanku
"Nyonya Jack, apa kabar?"
"Masuklah Millard!"
"Itu, aku..... bersama.....", bicaranya tak tenang, bukan seperti Millard yang kukenal
""Kau bersama My King?", ku menebak
"Iya...", Millard membalikan badan dan berjalan menuju pohon besar di halaman rumahku. Dia mendorong My King yang berkursi roda. Redup, di halamanku tak banyak cahaya di malam hari, tak terlihat jelas kondisi My King yang disembunyikan Millard
Kursi roda di dorong pelan oleh Millard, yang sedikit lebih muda dari My King. Istriku dan My King punya hubungan darah jauh. Apalagi sekarang Hannah telah memberi ku 2 cucu, setelah kekacauan hidupnya bersama Andy, Anak My King. Orang yang pernah jadi rajaku ini, layak disebut sebagai keluarga
Mereka berdua pelan pelan masuk ke dalam rumahku. Terlihat sekali Millard sangat kelelahan.
My King kulit wajahnya berkerut amat sangat
"Millard, aku hangatkan makan malam, tunggulah sebentar", Liyana tak pernah tega melihat orang tua kelelahan begini
"Makasih Nyonya Jack", Millard menerima jamuan kami
My King hanya diam, strokenya tampak lebih parah. Saat bertemu di Rumah Sakit untuk Rossy, strokenya tak separah ini.
"My King, sepertinya bertambah strokenya tiga hari ini", jelas Millard yang menangkap mataku terus tertuju pada My King. Dia sangat berbeda dengan My King saat menjadi atasanku
Dulu dia sangat gagah. Selalu menyendiri, tak suka banyak orang, dan selalu diam-diam membantu atau diam-diam....Aku selalu mengerjakan perintahnya, sampai aku bertemu Liyana
"Oooh iya, aku bisa melihatnya", aku mengiyakan perkataan Millard
"Apakah tadinya My King bisa bicara?", penasaran
"Tidak" ,Millard mulai menjawab dengan badan santai, sambil minum ramuan manis hangat buatan istriku
"My King berkomunikasi dengan telepati"
"Tapi aku tak mendengar apapun?!"
"Telepatinya sudah tak terdengar tiga hari terakhir"
"Oooooh"
"Aku tak tahu lagi harus kemana, tepatnya tak tahu mana kawan yang bersedia membantu kami", Millard merendahkan suaranya
"Kami akan bersedia membantu, tenanglah"
"Resep jamur putih, untuk mengobati keracunan My King, ditemukan oleh Liyana, maksudku Nyonya Jack, jadi kupikir..... kondisi My King sekarang, karena selama perjalanan tak ada jamur putih yang masuk ke tubuhnya"
"Baiklah aku mengerti"
"Ini ramuannya sudah siap, kau bisa kan meminumnya? Ini pakailah sedotan, hisap pelan-pelan
Liyana dengan senyum memberikan obat untuk My King
"Wow, anda lapar, cepat sekali habis jus nya"
Sesaat kemudian My King nampak seperti mendengkur
"Aku memberinya obat tidur, dia nampak stress. John sayang bisakah kau memandikannya, banyak pakaian bersih mu yang bisa dipakai oleh nya"
Millard langsung berdiri, "Benar nyonya, kami sangat membutuhkan mandi, terimakasih"
Aku dan Millard melepas baju My King, celananya basah penuh kotoran, dia sangat bau. Setelah lepas semua pakaiannya, kami mengangkat My King ke kamar mandi. Aku semprot bagian bawah tubuhnya yang sangat kotor, Miilard menahan posisi berdiri My King supaya tak jatuh.
Sudah cukup bersih, kasihan melihat Millard kepayahan menahan badan My King. Aku putuskan untuk memasukannya ke dalam bath up. Tubuhnya sudah tak terlalu kotor. Dalam hening, kami berdua menggosok badan My King yang sudah sangat lembut dan longgar.
Millard bicara sambil menggosok badan My King. Tertidur pulas, tak akan bangun walaupun ada suara gaduh yang sangat dekat
My King pernah berkata padaku, "Jack tak suka dengan kepemimpinanku, tapi dia hanya mundur, bukan balik melawanku"
"Kau tahu Millard, aku hanya ingin menjaga hubungan baik. Aku tahu semua yang My King lakukan untuk kesatuan negeri ini".
Keputusanku pergi dari istana, karena hal yang kulakukan tak sesuai dengan nuraniku
"Maka dari itu, aku memilih untuk kesini, meski kutahu kau pasti sudah mendengar perintah My King terhadap Hannah. Tapi aku tahu kau tak akan mengabaikan kami"
"Tenanglah, old man! Istriku adalah Liyana, bahkan seorang yang sudah melukainya, akan tetap dia obati"
"Kau berubah sekali Jack, Liyana benar-benar merubahmu"
"Dia membukakanku banyak pilihan hidup, dan aku memilih untuk menjadi seperti ini"
"Romantis", Millard menanggapi dengan kata sederhana itu saja
Millard seorang yang setia bukan karena penilaian nya terhadap My King, tapi karena sudah terlalu banyak jasa keluarga kerajaan padanya
Sebagian suku hitam yang bekerja di kerajaan, merupakan keluarga besarnya. Tapi tidak keluargaku. Keluarga Milard berasal dari moyang yang berbeda denganku
"Sudah, My King sudah sangat bersih dan siap tidur"
Kami menidurkannya di ruang tamu. Hanya ada dua kamar di rumah ini. Kamar Hannah dan kamarku. Kamar Hannah diatas, terlalu berat dan bahaya membawa My King ke atas
"Sofa ini cukup panjang Millard, cukup untuk tidur nyaman", Liyana berkata dengan pelan dan lembut
"Nyonya Jack, ini sudah sangat nyaman"
"Kau bisa tidur, di sofa panjang satunya lagi. Ini Millard baju bersih Jack, sekarang giliranmu mandi", Liyana bahkan sudah menyiapkan baju ku untuk Millard
"Terima kasih", Millard menganggukan kepala
"Liyana, kita hanya punya ini untuk makan malam mereka?"
"Iya, Jack hanya telur orak-arik dan sup sayur kering. Kau sudah menghabiskan rusa panggangnya tadi", Liyana menggerutu
"Maafkan aku, jangan marah, kau yang terbaik", kukecup keningnya. Padahal tak diberi makan pun, aku yakin Millard sangat berterima kasih
Millard keluar dari kamar mandi menggunakan baju santaiku
"Bajunya nyaman, sudah lama aku tak memakai baju seperti ini"
"Kemarilah Millard, mari makan", pinta Liyana lembut
Millard melangkah maju menuju meja makan, dia memandang telor orak arik buatan Liyana
Matanya berkaca-kaca, "Aku pikir aku akan mati, merawat Yang Mulia dalam perjalanan. Tapi aku teringat kau Jack, mungkin Tuhan masih sayang padaku"
Aku pukul-pukul pundaknya, untuk menenangkan.
""Silahkan, kau mau makan sendirian, atau mau kami temani?", Liyana bertanya pada Jack
"Kami sudah sangat kenyang", aku menambahkan
"Temani saja aku, sudah lama tak ngobrol santai seperti ini", pinta Millard
"Aku pergi dengan baju yang belum kuganti setelah seharian bekerja, My King pergi dengan piyama dan jacket coklat serta topi favoritnya", Millard bercerita kejadian yang menimpanya
"Aku tak menyangka, konflik biasa di dewan akan menjadi besar begini", Millard bercerita sambil memandang jauh
"Aku hanya bisa membawa sekantung akses dan sebungkus kecil jamur putih kering. Kupikir bisa kubeli jamur putih di jalan, ternyata susah", dia tertawa sedih
"Kami berdua keluar istana terburu- buru karena di luar istana kacau, dan didalam istana sepi tak ada orang. Semuanya sepertinya telah pergi dari istana Kingdom, tak ada yang memperhatikan dua orang tua renta seperti kami. Istana tak rusak, tapi sepi"
"Kau tahu Jack, walaupun aku tak ahli strategi seperti dirimu, tapi firasatku terhadap keheningan istana membuatku panik", dia tak banyak makan hanya bercerita
"Aku hanya ingin pergi membawa My King, menyelamatkannya. Banyak yang tak suka padanya"
"Kenapa tak minta bantuan Andy?"
"Andy?, ha ha ha......Aku bahkan tak memikirkannya, sampai kau katakan tadi"
"Hoo, kenapa? Mereka bertengkar?", penasaran
"Dua raja masih ada, yang satu merasa berpengalaman terus mengarahkan. Sedang yang lain ingin pembaruan, tak mau terus diajari mendetail", Millard kembali tersenyum nyinyir
"Aku tak mau ingat masa itu Millard, aku salut kau masih bertahan di istana"