Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Hannah pusat duniaku


HANNAH PUSAT DUNIAKU


Sejak kudengar Hannah di sekap oleh Spain, aku tak bisa tidur tenang. Aku bahkan memindahkan kantorku ke hotel, agar bisa langsung mengawasi Hannah dan Spain.


Ayah selalu banyak bertanya tentang kejadian di lobi hotel itu. Karena siapapun pemilik cahaya itu, pasti mampu membuat perbedaan besar di pertahanan Rock Collapse.


Aku tak peduli dengan cahaya di hotel itu, yang aku pikirkan hanya mengawasi Spain agar tak macam-macam dengan Hannah.


Setiap sore, aku selalu menanyakan kabar Hannah pada Sam. Aku hampir saja kehilangan kendali, ketika mendengar Spain melatih Hannah begitu keras, sampai Hannah tak sempat makan malam, dan memilih untuk tidur karena kecapekan.


Aku melihat Hannah dari kejauhan, berat badannya turun drastis setelah 3 minggu dilatih Spain.


"Pak Andy, anda terus mengawasi dari jauh, mengapa tak mengunjunginya lagi, seperti waktu pertama dia ditempatkan di hotel ini oleh Spain, pasti Sam bisa membantu anda" ,Jayana berkata sangat lembut padaku.


"Hannah memegang The First, Jayana... Spain mampu menggembleng Hannah dengan cepat. Aku tak mampu melatihnya, dengan kejam seperti itu.....", hanya Spain yang bisa bisikku dalam hati.


Melihat Hannah di perlakukan seperti budak oleh Spain, membuat sekujur tubuhku mengeras geram, tapi aku tak bisa menghentikannya. Spain menjadikan pelatihan Hannah sebagai masalah internal unit intelejen Kingdom. Pelatihan Hannah yang gila ini, menjadi resmi dan diakui Kingdom, karena The First.


Aku benar-benar tak habis pikir, satu-satunya gadis yang mencuri perhatianku selama ratusan tahun, ternyata menjadi orang yang menemukan pedang the first, yang sudah lama hilang.


Dunia ini sempit sekali, harusnya statusku yang putra mahkota, tak berkait dengan gadis biasa seperti Hannah.Tapi.....ternyata, takdir kami terkait. Hannah juga istimewa bagi Kingdom.


"Pak Andy, Spain sudah melepas Jayana, mengapa masih gak tenang?, Jayana mengamatiku yang selalu bolak balik melihat hologram Hannah.


"Tugas pertamanya, di kota Tepian, bagaimana aku tak cemas....Spain terlalu banyak ikut campur dalam urusan Hannah. Aku jadi curiga, dia sengaja menempatkan Hannah di tempat sulit untuk mencelakainya, untungnya aku bisa meminta Sandy dan Ling ling jadi partner Hannah", aku terlalu banyak cerita pada Jayana.


"Maaf Pak Andy, tadinya saya cemas penilaian anda tentang Hannah, tapi setelah half shield terbuka, dan rambut aslinya terlihat, saya pikir nona Hannah memang orang yang tepat untuk anda. Dia cantik, sangat cantik, dan juga sangat pintar. Saya yakin dia pasti bisa melalui semua tugasnya dengan baik", Jayana mencoba menenangkan kegelisahanku.


"Ayo Jayana, kita susun rencana lagi, untuk membuat penyusup di rombongan pemetik bunga tertangkap, panggil teman-temanku", urusan negara ini harus ada yang bertanggung jawab, aku.


Semua pemetik bunga yang masuk Kingdom selalu terdeteksi, ketika melewati gerbang Kingdom, atau pintu masuk Kingdom dari menara lift. Aku membuat statistik, nama asing yang lima bulan terakhir masuk ke Kingdom. Seberapa sering mereka masuk, dan keterkaitannya dengan Laboratorium Kingdom.


Banyak sekali nama, tapi anehnya semua nama asing ini justru tak ada yang terkait dengan Spain.


Otakku berpikir keras, nama-nama pemetik bunga ini, pemetik bunga asli hanya datang tiap dua minggu, tiga minggu, atau sebulan sekali, tapi namanya terus muncul selama setahun. Yang kuduga sebagai penyusup, adalah nama baru, yang baru aktif dalam setengah tahun ke belakang. Jumlahnya terlalu banyak.


Mencocokkan dengan data kelahiran dari Edges, adalah yang tersulit, data dari Edges datang terlambat, karena luasnya tempat, dan sedikitnya petugas Kingdom yang bekerja disana.


Aku harus memastikan nama-nama orang ini adalah penduduk asli Edges.


************************************************


Aku menyebar teman-temanku ke seluruh Edges, untuk menanyakan keberadaan para pemetik bunga yang dicurigai, baru lima belas orang yang positif pemetik bunga, dari lima belas pemetik bunga yang didatangi. Masih banyak yang belum didatangi.


Aku harus membuat tim dengan lebih banyak orang, agar proses pendataan ini cepat selesai. Medan di Edges terlalu berat, untuk mendata satu orang saja butuh waktu berhari-hari.


Aku juga turun langsung mendata para pemetik bunga, aku mendatangi kampung halaman Hannah. Sebenarnya aku ingin bertemu dengan orang tua Hannah. Aku ingin melihat orang tua yang melahirkan dan membesarkan gadis cantik dan cerdas seperti Hannah.


Tugas ini, hanya dilakukan oleh 10 orang, terbagi menjadi lima kelompok. Aku targetkan akhir bulan ini selesai.


Hannah pagi tadi menelpon, meminta bantuanku mengurus pasien yang tertempel parasit di barat Edges. Aku sedang di timur Edges, aku tak bisa langsung kesana. Untung Daniel sedang bertugas di kota Tepian. Cukup untuk membantu Hannah.


"Nicholas, aku ada urusan ke Kingdom. Bisakah kau sendirian yang mengurus pendataan pemetik bunga disini?", aku pamit pada Nicholas.


"Siap, bisa pak, serahkan ini padaku", jawab Nicholas lantang.


"Oh iya, Nicholas, kalau kau bertanya pada pemetik bunga, jangan terlalu seperti wartawan, mereka tak nyaman dengan gaya seperti itu, sopanlah dan santai, kau bisa melakukan itu Nicholas?", tanyaku.


"B bb bisa pak", jawab Nicholas ragu.


Aku tak bisa melakukan apapun, hanya bisa menepuk bahu Nicholas untuk memberinya semangat.


Aku langsung pergi, saat itu juga ke Kingdom, aku harus mengambil pesawat tempur, dan meminta bantuan peralatan medis. Aku terbang dengan sayap terlebarku, jauh lebih cepat dari mobil kapsul.


Sampai di landasan pesawat terbang diatas Kingdom, aku langsung disambut oleh Jayana. Dia sudah menghubungi militer untuk meminta pesawat tempur besar. "Jayana, apa kau menjelaskan kondisinya ke pihak intel, tentang hutan di perbatasan barat Edges dan Tepian?", pertanyaan pertamaku ketika mendarat di atas gedung Kingdom.


"Sudah Pak, mereka ingin menambah armada dengan tiga helikopter, dan beberapa pasukan elit", jawab Jayana cepat.


"Elit?!, maksudmu Spain ingin ikut ke Tepian?", agak kaget aku mendengarnya.


"I i iya Pak...", Jayana menjawab dengan ketakutan, aku sedikit geram dengan Spain dia selalu tak mau melewatkan pertemuan dengan Hannah.


"Ayo Jayana kita harus bergegas ke Tepian, kasihan Hannah kebingungan".


Aku membawa dua grup pasukan bersayap, Spain membawa tiga grup pasukan elitnya.


Sampai di hutan, Hannahlah yang pertama kucari, dia kecapekan tapi baik-baik saja. Itu cukup buatku, aku sangat merindukannya, tak bisa dekat dekat, takut bulu-bulu sayapku membuat ulah lagi.


Kami memutuskan untuk membawa, rekan-rekan yang terinfeksi ke rumah sakit Tepian saja. Di belakang rumah sakit, ada lapangan yang cukup besar, untuk mendirikan beberapa tenda darurat.


Banyak sekali yang terinfeksi, aku tak menyangka sebanyak ini. Laboratorium tak memperkirakan parasit asli, yang langsung berasal dari luar angkasa.


Kebocoran perisai listrik, membuat banyak masalah di Tepian. Belum selesai parasit, sekarang langit diatas Tepian mulai gelap.


Aku kenal siluet gadis itu, itu Hannah. Aku rindu sekali. Saat kupeluk Hannah, rasanya seluruh dunia menjadi milikku.


Hannah mendorongku menjauh, mungkin tak enak, dilihat banyak orang. Maafkan aku Hannah, aku tak bisa mengendalikan diri. Mudah-mudahan tak ada bulu sayap yang terlepas dari tubuhku.


Spain selalu merusak momenku dengan Hannah, dia pintar mencari tema yang menarik perhatian Hannah untuk berpaling dariku.


Kali ini, aku melewatkan sesuatu yang penting, Hannah membuatku melihat langit diatas Tepian. Aku bodoh sekali, melewatkan pertanda sejelas ini, bahkan Spain juga terkecoh dengan pembacaan satelit ini. Aku tak menyangka fenomena ini hanya anomali cuaca.