
SEDIH
Andro berlari kecil mendekatiku, gerak gerik tubuhnya benar-benar mirip dengan Pak Andy. Hanya saja Pak Andy tidak sekurus ini.
"Aku tak punya teman malam ini, besok libur, di rumah Miss Hannah apakah ada hal yang menarik?", tanya Andro tak menyenangkan.
Menyebalkan sekali pilihan katanya....,mirip seperti....
"Ha ha ha ha Andro, rumah gudang, kau tahulah, tapi ada kolam ikan, kau suka makan ikan?", aku balik bertanya menghilangkan ke tak nyamananku atas pertanyaannya.
"Ikan bakar, aku suka!", cepat sekali Andro menjawab.
"Bakar di kebun, ntar aku siapkan peralatannya"
Sampai di kebun, Andro tak masuk rumah, dia hanya berjalan-jalan mengagumi keindahan bunga perasa. Dia tenang sekali, tak banyak tingkah.
"Andro, aku ingin mandi dulu, tak apa kutinggalkan agak lama sendirian?"
"Silahkan Miss Hannah"
Mandi dan segera mengeringkan rambut, lalu menutupnya dengan cup rajut pemberian Miss Brenda, karena hari ini, air pipa dicampur air jeruk hutan, warna rambutku putih.
"Andro, kemarilah ambil peralatan memanggangnya, berat!, Andro melangkah cepat menghampiriku. Peralatan barbekyu ada di depan gudang, depan rumahku.
Kami mengangkatnya ke tengah kebun, di dekat kolam. "Miss Hannah, kau yakin ada ikan di kolam ini", tanya Andro meragukanku.
Aku ambil roti sisa My King dan dari kolam kecil yang dalam keluar ikan yang lumayan besar, cukup untuk kami berdua.
Andro ahli membakar ikan, dia meminta bumbunya padaku, dia sangat sopan tak mau masuk rumahku.
Dalam sekejap, ikan bakar ini sudah siap, "Andro kamu keren sekali, cepat sekali matangnya", aku mengambil satu ikan yang ditusuk besi, dan rasanya enak. Andro hanya diam melihat ku makan. Ya Tuhan aku lupa dia memakai half shield tanpa sensor.
Sebentar Andro, half shieldku banyak dan masih baru, bisa kusetel agar sesuai wajah Andro, dan....pelembabnya mana pelembab? Oh ini dia.
"Lihat Andro, ini half shieldku, masih baru, belum sempat kupakai, jadi bisa di sesuaikan dengan bentuk wajahmu", Andro memegang half shieldku, lalu mengangguk.
"Ini pelembabnya, sebaiknya kau cuci muka dulu, ini handuknya, itu ada kamar mandi kecil dekat dinding pembatas, bersih kok, bisa dipakai.", Andro berjalan menuju kamar mandi kecil, diatas kamar mandi itu ada tempat penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari dan menyiram kebun.
Andro memakai half shieldku. Pas di wajahya, karena mungkin wajahnya kecil. Tapi kalau dia tak sekurus ini, pasti half shieldku akan lepas.
Akhirnya Andro makan ikan bakar juga. Andro memakannya dengan lahap.
"Miss Hannah, untuk apa kolam ikan ini, sepertinya bukan untuk memelihara ikan", jeli sekali matanya.
"Airnya untuk menyiram bunga perasa agar cepat tumbuh dan subur", dia hanya diam tak menanggapi jawabanku.
"Miss Hannah, apakah yang lain juga sering main kesini?"
"Tidak, kau yang pertama main kerumahku", jawabku singkat.
Andro, nampak heran, tapi melanjutkan kembali makan ikan bakarnya. Malam ini, kami berdua hanya sedikit bicara, susah untuk bicara banyak dengan Andro, aku takut membuatnya tak nyaman.
Setiap akhir bulan, Andro selalu minta dibakarkan ikan. Kami hanya bicara hal yang sama dan membosankan, tapi dia tetap sopan, meski kami cuma berdua.
"Miss Hannah, apa kau tahu berapa jumlah di kolam ikan yang kecil ini", Andro bertanya sambil makan ikan.
" Aku tak tahu, diameter lubangnya hanya satu meter, dan sangat dalam, tapi sudah beberapa kali kita ambil ikannya selalu ada", aku menghentikan makanku dan berpikir lama.
"Sudahlah, Miss Hannah, tak usah dipikirkan darimana ikannya, yang penting ada ketika kita makan, ha ha ha ha", baru kali ini aku mendengar Andro tertawa dengan suaranya yang parau itu.
"Kenapa tertawa Andro, apanya yang lucu?", aku tak mengerti mengapa Andro tertawa sampai segitunya.
"Miss Hannah, wajah anda yang kebingungan lucu sekali, oh maaf, menarik sekali maksudnya", kemudian dia tersenyum menahan tawa.
***********************************************
Sejak pertanyaan aneh di kolam, Andro nampaknya selalu membuat pertanyaan aneh untukku. Lalu di ujung matanya kulihat dia tersenyum, sangat tersenyum.
"Hei sudah lima bulan Andro bersama kita, aku tak pernah ngobrol banyak", Jasmin berbisik kepadaku sebelum makan siang.
"Iya, aku tahu dia bukan dari kalangan elit, tapi dia partner kita", Tang Wei menyadari baju Andro bukan bermerek, dia salah lihat.
"Lalu mau kalian apa?", tanyaku pelan-pelan.
"Kita ajak dia makan bersama?", Tang Wei semangat.
"Kau Hannah yang ajak", Jasmin langsung memintaku yabg melakukannya.
"Aku? Kan kalian yang mengusulkan kenapa aku yang harus mengajaknya", aku mengeluh kesal.
Andro ini....., karyawan baru, tapi kami semua segan padanya. Karena dia tak banyak bicara, dan tak pernah bertanya tentang pekerjaan pada kami, dan prestasi kerjanya selama lima bulan ini, sempurna!!
"Hmm Andro, kau mau ikut bersama kami makan siang?, kita satu tim tapi kau tak pernah ikut makan bersama. Kau mau?", aku bertanya dengan hati-hati.
Andro sedang menyusun laporan, tangannya lincah mencari dokumen. Dia bahkan menjawab pertanyaanku, tanpa memandang wajahku, "Iya Miss Hannah?, ooooh begitu ya...baiklah aku akan ikut makan bersama tim".
"Tapi ... half shieldmu?, aku ingat Andro memakai half shield tanpa sensor jika ke kantor.
"Aku punya half shield sensor, tenang saja Miss Hannah", syukurlah ternyata Andro juga punya half shield sensor.
Aku berjalan berdampingan dengan Andro menuju ke ruang makan. Andro berjalan sangat gagah untuk ukuran lelaki, hanya saja dia sangat kurus.
"Sini Hannah", Jasmin melambai padaku.
"Selamat datang Andro", Miss Reina menyambut Andro.
"Kami senang sekali kau makan bersama kami", Tang Wei gembira sekali, karena dia sangat penasaran dengan Andro.
"Terimakasih", Andro menjawab sambutan kami hanya dengan kata itu, lalu dia membuka penutup makanannya, dan duduk diam. Dia menatap wajah Miss Reina.
"Oooooh iya, silahkan makan, silahkan makan bersama kami", senyum Miss Reina nampak dipaksakan.
Itulah Andro, dia menyulap makan siang kami yang ceria seperti makan siang berdukacita. Hening bisu tak ada suara.
Tang Wei menjadi seperti lelaki hari ini, tak bergosip sama sekali.
Selesai makan, Andro selalu memilih berjalan di sampingku. Diam, tapi rasanya seperti di temani oleh...Pak Andy.
Selesai makan siang yang aneh itu, kami semua kembali sibuk dalam analisa data.
Sampai....ada suara di kepalaku. "Hannah Jacklyn kemarilah, aku menunggumu di luar gedung"
Jenderal busuk itu, Spain selalu menyuruhku ini itu. Dia menghilangkan Jacklyn nama belakangku dalam data pusat. Demi keamanan bersama katanya. Kata Spain, kalau masih ada Jacklyn, takutnya orang tua Andy masih akan terus mengincarku dan merusak hidupku lagi.
Menyedihkan sekali, hidupku hanya diketahui oleh satu orang menyebalkan seperti Spain.
"Hannah, ini ada surat tugas militer untukmu, identitasmu yang hanya Hannah itu, kusamarkan dengan kode, nama panggilanmu ku ganti Anna", Spain mau apa denganku?
"Ikutlah melatih militer denganku, kau punya nama alias seperti Andy. Identitas aslimu Hannah aman denganku, tapi identitasmu dengan Jacklyn hanya aku yang tahu", Spain mengatur ku sejak aku datang ke Kingdom sebagai tukang cuci piring.
Dua minggu sekali, aku harus datang ke maskar militer untuk melatih fisik, dengan half shield palsu dan The First. Di militer aku biasa dipanggil Anna.
Aku tak punya pangkat atau posisi di Kemiliteran, tapi aku relawan yang selalu mendampingi Spain. Walaupun kami suka bertengkar, tapi untuk urusan negara kami punya ide yang sama, Rock Collapse harus aman.
Saat hari terang, aku bekerja di kantor Kingdom, dan di malam hari aku sering melatih di markas. Hidupku sangat sibuk, agar tak ada lagi kenangan yang dulu. Tapi ada Andro dikantor, membuat aku susah konsentrasi. Kenangan Pak Andy membuatku sedih......