Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Dokumen resmi orang tuaku


DOKUMEN RESMI ORANG TUAKU


"Hannah, dah siap belum. Kita berangkat bareng!"


Aku lari menuruni tangga. Miss Brenda melotot


"Baru sakit, kok udah lari lari gitu, ntar kecapekan ..hati hati.."


"Miss bentar lagi bicaranya jadi kaya ke anak kecil lho. Mirip ibu ajah......"


Kami berdua ketawa bareng.


Rumah sakit Kingdom penuh sekali. Tak ada tempat tersisa di lobby. Kepanikan terus menghantui penduduk inti rock. Aku menunggu di luar lorong lift, hanya terdesak tak bisa maju.


Bahuku ditepuk seseorang dari belakang.


"Hannah?!!".


" Suster Jun?!"


"Sini ikut aku aja, kita masuk lewat lift yang lain"


Aku dibawa ke hotel Kingdom, kami masuk melalui lorong sebelah kiri. Tepat di ujung lorong ada lift, lorong ini penuh dengan ruangan, yang berisi departemen departemen di pemerintahan kota kingdom.


" Kami karyawan rumah sakit, disuruh pakai lift ini sekarang, gak akan muat kalo pake lift yang disana tadi".


Suster Jun bicara denganku dengan wajah yang tersenyum lebar. Suster Jun memang ramah sekali.


Aku dibawa ke rumah sakit, lewat bagian belakang. Berkelak kelok, aku hampir tak ingat jalannya. Sepertinya aku harus menanyakan lagi jalan menuju lift tadi kalo sudah pulang dari kursus.


"Ini tempat kursusnya, tuh yang lain dah banyak yang datang"


Aku mengangguk ragu-ragu.


Seingatku tempat kursus bukan di ruangan ini.


Aku duduk di deretan tengah. Hanya ada 5 baris dan 10 deret kursi. Tepat 50 kursi. Aku lihat semua nya adalah murid dr Hosch. Tapi baru separuh yang datang. Yang lain belum.


Terdengar suara derap langkah kaki sepatu berat.


Masuk ke dalam ruangan ini tentara-tentara yang sebagian besar berkepala plontos.


Kami disatukan lagi.


Kemudian masuk dokter Hosch ke kelas.


"Hai semuanya, selamat siang, sebelum mulai saya minta agar posisi duduk nya berselang seling antara pihak militer dan sipil".


Kami semua berdiri, tapi tak bisa berebut, karena takut akan berebut kursi dengan para tentara itu.


"Ok, baiklah kita sekarang bisa memulai kelas ini".


***********************************************


Akhirnya kelas bubar juga. Hari ini melelahkan sekali. Kami diminta menggambar anatomi manusia bagian kepala dan dada. Aku lebih baik berlarian di kafe bu Mimmi, dari pada harus mengerjakan semua itu tadi.


Semua peserta kursus nampaknya akan melewati jalan keluar seperti jalan yang dilewati Suster Jun tadi. Aku ikuti aja di barisan paling belakang rombongan dokter- dokter muda ini. Di depanku gadis cantik mungil yang mencuri perhatian dokter Hosch di rumah sakit, mulai bercerita pada yang lain. Yang lainnya bergantian bicara.


"Kau tau tidak katanya insiden di Hotel Kingdom itu ditolong sama Queen!"


"Yang bener kamu, Queen kan sedang tidur vegetatif, masa bangun terus punya kekuatan seperti itu"


"Bener juga gak mungkin, orang yang bangun dari koma langsung berenergi begitu"


" Ga ada yang bisa lihat, siapa yang menolong anak kecil itu, karena kejadiannya cepat sekali, dan lumayan chaos".


"Mami papiku padahal ada disana menjemput adikku. Tapi mereka ga bisa lihat apapun"


"Katanya ada anak kecil yang akan kena petir, tapi tiba-tiba ada cahaya yang melindunginya". Semua orang gempar, berlarian bahkan banyak yang terjatuh".


Kata yang di dalam hotel waktu itu, mereka pikir hotel bakal meledak karena sinar terang itu".


"Ternyata cahaya itu malah melindungi mereka".


"Ga ada yang tahu darimana asal cahaya itu, karena situasinya kacau".


Mereka bicara tentang kejadian apa sih, kenapa seru sekali. Apakah terjadi saat aku di rumah sakit?


Beep beep beep, semua koin hologram kami berbunyi. Aku memeriksa pesan


Mulai besok mempersiapkan diri menginap latihan outdoor selama satu pekan.


Tak ada lagi pembicaraan setelah kami semua membaca pesan. Hanya hening.


Miss Brenda sudah diluar hotel, menungguku katanya pulang bareng naik kapsul mobil.


"Miss, kursus tadi ngirim pesan besok selama satu minggu kita harus menginap".


"Ada latihan fisik mungkin, jadi minta menginap".


"Hmmmm, latihan outdoor katanya".


Miss Brenda memasak makan malam. Hal yang mungkin hanya setahun sekali dia lakukan.


"Wah Miss masak apa ini, bisa dimakan gak kira-kira nanti". Kami tertawa ceria.


" Miss beneran ini, sopnya enak lho. Wuihhh Miss hebat ya. Baru masak langsung enak begini".


Miss Brenda cuek, pura pura tak mendengar pujianku.


Sambil makan malam Miss Brenda serius mengajakku bicara.


"Hannah sayang....."


"Ntar kamu mandi ya, di keramas".


"Kan tadi pagi ada pengumuman airnya dicampur jeruk hutan Miss!"


" Ya ga pa pa. Biar bersih dari parasit rambutnya"


Aku jadi tak berselera makan. Aku ingat hari itu saat di test, jeruk hutan membuat rambutku putih dan mataku memerah.


Miss Brenda keluar dari kamar sambil membawa amplop coklat.


" Hannah, ini dokumen keluargamu, tadi ibu mengirimkan ke kantor".


" Ngirim dokumen Miss?!"


Tumben buat apa mereka mengirim itu.


" Kau baca saja Hannah, itu dokumen keluargamu"


" Aku yakin kamu gak pernah baca tentang ayah dan ibu mu".


Nama : Jack Parish


Lahir : Tahun ke 75 Rock


Collapse


Status : Menikah


Istri. : Liyana Sammy Hunt


Anak : Hannah Jacklyn


Pekerjaan : Utama


Pemimpin Militer


Wilayah Edges


Pangkat. : Jenderal


Pernah bekerja sebagai Ajudan utama Pengawal Kerajaan. Sejak menikah dengan Liyana Sammy Hunt, Jack Parish mengundurkan diri sebagai ajudan. Karena jasanya yang sangat besar dalam melindungi keluarga kerajaan dan keutuhan negeri Rock Collapse. Raja Andromeda My King, tidak menerima pengunduran dirinya. Raja memindahkannya ke bagian negara Edges dan mengangkatnya sebagai pimpinan militer di edges dengan status dirahasiakan.


Ayah.... seorang militer, aku mengira hanya pemetik teh biasa.


Sambil terduduk lemas, aku membuka lembaran kertas berikutnya


Nama. : Liyana Sammy Hunt


Lahir. : Tahun ke 100 Rock


Collapse


Status. : Menikah


Suami. : Jack Parish


Anak. : Hannah Jacklyn


Pekerjaan : Utama


Peneliti botani


Laboratorium


Kingdom


Liyana Sammy Hunt adalah anak kedua dari Sammy Hunt. Sebagai cucu dari Keluarga Arnold Sammy, Liyana dan keluarganya tidak memiliki banyak pilihan untuk ikut bergabung dengan aksi pengkhianatan keluarga besarnya pada keluarga kerajaan. Puncaknya adalah ketika Sammy Hunt, ayah Liyana mengumumkan pernikahan Liyana dan Jack Parish yang saat itu bertugas sebagai ajudan utama Raja. Keputusannya mengumumkan perihal pernikahan anaknya sekaligus merupakan pengumuman pernyataan konfrontasi terhadap keluarga besarnya. Sammy Hunt dan istrinya tewas di rumahnya, saat penyergapan tiba tiba oleh pasukan kakaknya sendiri Sammy Neil. Kedua anak dari Sammy Hunt diamankan oleh pihak kerajaan.Liyana Sammy Hunt adalah anak kedua dari Sammy Hunt. Sebagai cucu dari Keluarga Arnold Sammy, Liyana dan keluarganya tidak memiliki banyak pilihan untuk ikut bergabung dengan aksi pengkhianatan keluarga besarnya pada keluarga kerajaan. Puncaknya adalah ketika Sammy Hunt, ayah Liyana mengumumkan pernikahan Liyana dan Jack Parish yang saat itu bertugas sebagai ajudan utama Raja. Keputusannya mengumumkan perihal pernikahan anaknya sekaligus merupakan pengumuman pernyataan konfrontasi terhadap keluarga besarnya. Sammy Hunt dan istrinya tewas di rumahnya, saat penyergapan tiba tiba oleh pasukan kakaknya sendiri Sammy Neil.


Ibu......


Kata dokumen ini, ibu anak kedua jadi ibu punya kakak. Aku punya paman atau bibi....


Sekujur tubuhku lemas membaca dokumen resmi dari kerajaan ini. Jadi rambut putihku memang ada asal usulnya bukan penyakit.


Miss Brenda sudah membaca dokumen ini, jadi dia pasti tahu tentang rambut putihku.


"Miss, aku mau memperlihatkan sesuatu".


Aku membuka gulungan handuk di kepalaku.


Miss Brenda tak terkejut, dia hanya berdiri, lalu membelai rambutku.


"Mulai sekarang tak ada yang perlu disembunyikan lagi. Kau hanya perlu menjadi dirimu".


***********************************************


Aku berkemas untuk satu minggu, tak ada lagi half shield, sisir sikat mangsi, dan pena mangsi. Miss Brenda memberikan padaku masker kain yang unik


"Kau cantik sekali Hannah, jika terlalu banyak orang melihat ke arah mu, cepat pakailah masker kain ini, supaya tak mengundang perhatian".


Nasehat Miss Brenda hanya menakutiku saja, aku tak secantik itu.


Miss Brenda sengaja pulang saat jam makan siang, khusus untuk menjemputku. Kami naik kapsul mobil. Keluar dari kapsul mobil, Miss Brenda sengaja berjalan di belakangku.


Sambil berbisik dia mengatakan


"Kita cek Hannah seberapa memikatnya dirimu"


Ketika memasuki ruang lobi hotel, banyak sekali orang yang melihat ke arahku.


Ada yang tersenyum padaku, ada yang terjatuh karena kepalanya berputar mengikuti kemana ku pergi.


Miss Brenda mengajakku ke toilet lobi. Lalu dia mengenakan di kepalaku cup rambut berbentuk jaring kain dari wol yang nyaman sekali. Aku seperti nyonya manusia bumi di eropa jaman perang dunia.


"Kau lihat Hannah, reaksi para lelaki tadi. Jika dibiarkan hidupmu akan dipenuhi dengan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadamu."


"Di gelung saja rambutnya dan dimasukan dalam cup rambut kuno seperti ini. Kecantikanmu sedikit berkurang".


Aku nurut saja. Tak banyak bicara. Aku hanya bisa memeluk Miss Brenda yang begitu perhatian terhadapku.


Kami tinggal di asrama. Satu kamar satu orang. Aku dapat kamar paling ujung.


Waktu makan malam tiba, kami dikumpulkan di aula ruang makan yang cukup besar.


" Perhatian, waktu makan kurang lebih satu jam, setelah itu beristirahatlah. Karena besok kita akan mulai bekerja keras".


Mendebarkan sekali, emang akan seperti apa latihan besok pagi