Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Andy dan Andro


ANDY DAN ANDRO


Kakiku lemas, apakah Andy akan mengingat Abraham?


"Kakek.......!" mereka lompat turun dari pelukan Andy dan berlari memeluk Abraham


Andy sedikit terkejut melihat Abraham, tapi kutahu, dia harus menyembunyikan identitasnya sebagai Andro, padahal Abraham sudah mengetahuinya


Dua orang ini, sama-sama berpura.


"Anda kakek dari dua anak ini?", tanya Andy ramah


"Iya, mereka anak terlucu di kampung pedalaman", Abraham menjawab sambil tertawa riang, melihat wajah anak-anakku


"Aku rasa anda sangat merindukan mereka, saya pamit"


Abraham menunduk, memberi hormat


Sore itu, Abraham mengajak Edward dan Rossy ke pusat Kingdoms


"Kakek, aku cantik kan?", Rossy bertanya sambil mengedip-ngedipkan matanya ke Abraham


Abraham terpingkal-pingkal


Kami duduk di kursi taman, sambil mengawasi anak-anak yang bermain tongkat penyangga baru.


"Ya Tuhan, Hannah, belum genap dua minggu aku berpisah dari mereka, tapi rasanya seperti sepuluh tahun", kami tertawa bersama mendengar Abraham curhat begini


"Kau masih bisa punya anak Abraham?"


"Suku ku telah punah Hannah, tinggal aku satu-satunya"


"Menikahlah dengan yang kau cintai, tak usah satu suku"


"Kau kenal Juanita, yang gemuk dan lucu itu, aku menyukainya"


Kami tertawa lagi, kali ini, Abraham yang tertawa sampai menangis


"Aku tak bisa menikah, Aku akan beracun bagi suku pengisi dan penyangga"


"Aku yakin pasti ada turunan dari sukumu yang sekarang menjadi suku pengisi, keadaan sangat chaos, di awal mula Rocks, semua melarikan diri, mencari tempat sembunyi", aku mengerti betapa sepinya hidup Abraham


"Bagaimana Andro? Dia mengenalimu?"


"Dia masih bisa merasakan kehadiranku, innernya kuat, tapi dia ragu"


"Mengapa anak-anak bisa di pelukan Andro?"


"Mereka mengidolakan ayahnya, aku tak bisa berbuat banyak"


"Kau pernah membayangkan, jika mereka tahu mereka anak raja", tanya Abraham


"Aku bahkan baru tahu ayah mereka adalah raja, bagaimana kau pikir aku akan bisa membayangkannya? Aku juga tak tahu, tak tahu Abraham"


"Sudahlah! Ayo bicara sekolah mereka"


"Ada sekolah negeri agak jauh dari tempat tinggalmu, tapi harus dengan test, dan harus ada surat tetap tinggal di Kingdoms sampai sekolah mereka selesai"


"Mengapa mereka punya aturan seperti itu"


"Tingkat migrasi penduduk bukan asli Kingdoms sangat tinggi, sekolah negeri kerepotan mengurus administrasi nya"


"Tapi tak mungkin Abraham, aku tak mau lama- lama disini, aku takut ketahuan"


"Yang lainnya menggunakan akses Hannah!"


Aku termenung berpikir


"Baiklah Abraham, antarkan mereka kesana, kalau bisa masukan mereka ke asrama"


"Tak ada asrama untuk siswa baru, mungkin nanti setelah Junior High School"


"Ok, tak masalah, lagipula mereka senang bersekolah di kota"


******


"Besok kakek akan mengantar kalian ke sekolah"


"Kakek akan tinggal disini?"


"Tidak sayang, hanya sampai besok. Setelah itu kalian ke sekolah sendiri naik kapsul mobil"


Aku mengingat pembicaraanku dengan pemilik penitipan anak. Dia kepala sekolah swasta, tertarik sekali memasukan Edward dan Rossy ke sekolahnya. Tapi karena tahu aku melamar jadi cleaning servis, dia menarik lagi perkataannya. Masih banyak orang tak tahu malu hidup bergelimang akses di Rocks


Aku harus memasukkan anak-anakku ke sekolah negeri, setidaknya banyak anak-anak yang bukan dari keluarga berada.


*****"


Sudah satu minggu anak-anak bersekolah. Seperti biasa tak ada cerita, semuanya baik-baik saja.


"Kenapa anak-anak ibu diam sekali setelah masuk sekolah? Apa kalian tak suka sekolahnya? Kita pindah lagi saja ke Tepian!"


"Jangan ibu, aku suka sekali sekolah disini, banyak sekali bukunya", jawab Edward bersemangat


"Aku meminjam banyak buku di perpustakaan" ,giliran Rossy bercerita.


"Kau tahu ibu, anak-anak yang nama ayahnya Andromeda banyak sekali, kami seperti punya banyak saudara disini", Edward mengatakan itu polos sekali.


"Jadi kalian ini diam karena.....sedang banyak membaca buku?"


Mereka berdua mengangguk lucu, menggemaskan sekali


******


"Mau berebut buku di perpustakaan"


"Berebut...?"


"Rossy jadi suka buku sejarah, dia selalu mengambil buku yang aku pilih, menyebalkan sekali" , gerutu Edward


Ooooh mereka saling berebut buku kesukaannya


"Tunggu ibu ya, jangan lari duluan"


Mereka berlarian di kebun menungguku, pagi jam enam sudah ingin ke sekolah. Apa kapsul mobil sekolah sudah ada jam segini?


Sepanjang perjalanan ke lift, mereka bercerita tentang buku-buku yang mereka baca, cerewet sekali. Terkadang suara mereka sampai berdenging di telingaku karena mereka berdua saling berteriak ingin bercerita padaku.


Sampai di lift penghubung, aku masih tetap tak bisa menyuruh mereka diam


Lift berhenti, bukan di lantai yang kami tekan. Sam masuk berdua dengan Andy


Ok! Apakah aku akan keluar dari lift ini dengan utuh, atau hancur, karena anak-anak bertemu dengan ayahnya lagi


Rossy dan Edward loncat ke pelukan Andy, aku diam tak berkutik.


Sam hanya tersenyum, lalu dia menghentikan liftnya. Sam menghentikan liftnya, dia sengaja!


"Aku akan berebut buku dengan Edward, aku sekarang suka tentang sejarah, aku suka petualangan", Rossy langsung bercerita tanpa membiarkan Andy menyapa mereka


"Kalian suka sejarah?", Keduanya mengangguk


"Buku sejarah apa yang kalian baca?", Andy bertanya


"Sejarah bumi dan sejarah Rock Collapse", Edward menjawab


"Aku pikir kalian masih kelas satu!"


"Kami ikut percepatan, aku lebih pintar dari Edward"


"Bukan, kau hanya lebih banyak bicara dan lebih lucu dariku!!!" Edward kesal


"Bukankah itu keuntunganku aku lebih disayang guru", Rossy menjulurkan lidahnya


Andy tertawa mendengar mereka


"Sepagi ini tak ada kapsul mobil, aku antar kalian saja"


Aku terbelalak, aku melihat ke Sam. Sam mengangguk padaku. Aku tak bisa berpikir


Aku mengekor di belakang mereka, Edward dan Rossy tak berhenti bicara di pangkuan Andy


Kami masuk kapsul mobil megah sekali, tempat duduknya luas sekali. aku duduk berhadapan dengan Andy dan anak-anak. Sam disampingku


"Buku sejarah itu banyak bahasanya, kalian mengerti itu"


Kemudian mereka mulai berbicara dengan banyak bahasa sepertiku, seperti ayahnya. Rasanya ingin melompat saja dari kapsul mobil ini


"Kalian bisa banyak bahasa! Siapa yang mengajari?"


"Ibuuuu" keduanya kompak menjawab


Aku ketahuan, aku ......


Andy dan Sam keduanya melirik padaku


"Kalian punya sayap?"


Pertanyaan apa lagi ini, mengapa menanyakan sayap


"Tentu saja kami punya, teriak Rossy, "Kau mau melihat?"


"Jangan Rossy ini mobil listrik, ingat! ", Edward mencegah Rossy mengeluarkan sayapnya


"Oh iya, nanti meledak, seperti di Tepian"


Aku benar-benar ingin terbang keluar dari kapsul mobil ini


Mobilnya berhenti, mereka sampai di sekolah. Kami keluar bersama


"Bolehkah aku minta di gendong lagi", pinta Rossy pada Andy


Bukan Rossy saja yang digendong, Edward juga diangkat. Wajah Edward sumringah sekali


Beberapa guru yang sudah datang ke sekolah lari tunggang langgang menyambut Andy.


Andy tahu letak perpustakaan di sekolah ini, "Yang Mulia dulu anda sekolah disini?" tanya Edward


Andy hanya tersenyum, "Terima kasih Yang Mulia, mau menggendongku depan guru-guru. Kalau mereka tahu, kami dekat dengan raja, mungkin mereka akan lebih baik terhadap kami, tidak seperti di Tepian", Rossy benar-benar terlalu banyak bicara


Mereka memeluk Andy, kemudian kami berpamitan


"Maaf tuan Sam, apa aku harus naik satu mobil lagi dengan anda?"


"Kau mau? Silahkan saja?"


"Tidak usah, kapsul mobil ke menara lift penghubung sudah banyak, aku naik itu saja"


Sam mengangguk


Andy naik ke kapsul mobil, aku diluar memberi hormat. Kenapa mobilnya tak bergerak, rusak?


Sam keluar lagi dari mobil, "Merryl masuklah, raja ingin kamu ikut bersamanya"


Aku lemas sekali, dulu Andy menyukaiku yang berhalf shield, bahkan menusukkan bulu sayap kecil ke leherku. Apakah sekarang dia merasakan ketertarikan itu lagi?