Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Planet Kiehl


PLANET KIEHL


Hari pertama resmi tanpa Jayana. Jayana sudah dianggap mengundurkan diri dari tugasnya sebagai pengawal kerajaan. Aku belum terpikirkan siapa yang akan menggantikannya.


Saat masuk ke dalam kantor, ada Spain duduk di kursi tamu.


"Hai Andy, bagaimana kabarmu?", dia menanyakan kabarku yang sudah terlalu jelas, dengan duduk sambil meminum secangkir kopi panas.


"Ada apa kau kemari Spain", aku kesal sekali melihat wajahnya.


"Hari ini, ayahmu memberikan dua dokumen resmi padaku, satu untukmu dan satu untukku", gaya bicaranya datar.


"Kau tahu apa yang aneh Andy, dia membiarkan semua amplop itu terbuka, bahkan surat didalamnya sengaja dia taruh diatas amplop, sepertinya dia sengaja menyuruhku membaca isi surat untukmu". Spain selalu seperti ini, membuat orang kesal dengan gaya bicaranya.


"Jadi, aku tak perlu baca surat dari ayahku, cukup kau saja yang katakan sekarang", Spain berdiri sambil membawa sebuah amplop lalu mendekatiku.


"Kau tamat Andy, kau terbukti melakukan pelanggaran, kau akan di hukum tanpa persidangan militer, karena yang menjatuhkan vonis bersalah langsung ayahmu!!", Spain bicara dengan nada yang senang.


" Kau tahu, dimana kau akan dihukum, di planet kiehl!!?"


"Sang raja menghukum putranya sendiri, ha ha ha ha!", Spain sepertinya puas sekali, aku hanya diam mematung tak mampu berkata-kata.


"Dia menghukummu dengan menyuruhmu melakukan pendidikan ulang militer disana", dia menyeringai tepat di depan wajahku.


"Pendidikan militer di Kiehl, artinya kau dikirim untuk mati", Spain tiba-tiba memelukku, "Bertahanlah Andy, kau pasti bisa", sekarang dia menepuk-nepuk punggungku kemudian pergi tanpa pamit.


Setelah simpati aneh dari Spain, aku langsung membuka amplop itu. Benar ini adalah amplop resmi militer.


Kubaca tulisannya dengan teliti, Spain mengatakan semuanya dengan benar. Aku terduduk lemas, ayah benar-benar membenciku.


Aku akan mengikuti pendidikan militer lagi, karena indisipliner. Tapi mengapa harus ke Kiehl, disana benar-benar seperti penjara. Tak ada akses kembali ke Rock. Disini tertanggal hari ini.


Pintu kantorku diketuk, Tok tok tok, "Silahkan masuk", tiga orang militer berbaju hijau masuk ke ruanganku membawa selembar kertas.


"Lapor Pak, saya pasukan pengawal raja, membawa surat tugas, agar anda segera bersiap ke Kiehl", sambil menyodorkan surat tugas, mereka akan membawaku kesana.


"Baik, nanti sore aku sore aku akan ke stasiun pemberangkatan", jawabku lemas, ayah bertindak keterlaluan.


"Maaf Pak, harus sekarang, kami akan menemani anda berkemas", ayah kau bahkan tak memberi aku waktu untuk aku mempersiapkan diri.


"Baiklah, kalau begitu tunggu aku", dibalik kantor ku, ada ruangan yang sengaja dipersiapkan Jayana sebagai rumah keduaku, ada satu koper berisi penuh peralatan menginap seminggu, dan satu tas berisi dokumen dan barang berhargaku.


Yang kuperlukan hanya ini, koper pakaian. Tas ini terlalu berharga, aku punya ini, bros sayap buatan Jayana, aku cukup hidup di Kiehl dengan ini.


"Aku sudah siap", aku dikawal keluar kantor, bahkan di kantor tak ada yang tahu siapa sebenarnya identitasku. Aku dikawal tiga tentara kerajaan, seperti penghianat negara.


"Tunggu sebentar aku harus menyerahkan surat tugasku, ke bagian admistrasi", mereka terus mengikutiku, mungkin mereka takut aku akan kabur.


"Pak Andy, ada tugas?", tanya Miss Juanita, kepala administrasi disini.


"Bukan Juan, aku diminta mengikuti pendidikan lagi ke Kiehl", Juanita terbelalak, "Kiehl !!!", Semoga Tuhan melindungi anda Pak Andy, aku jadi sangat merindukan Jayana, kalau ada dia pasti anda tak akan dikirim kesana", Juanita mengingatkanku lagi pada Jayana.


"Semuanya, aku pamit", aku memberi hormat pada semua staff disini.


"Siap Pak", mereka kompak memberi hormat padaku juga. Semuanya sedih, dan tak percaya.


Aku tahu, tindakanku membawa semua itu ke Tepian terlalu mengambil perhatian banyak orang. Jadi sekarang aku harus dihukum karena itu, tak ada yang bisa ditutupi.


Dalam perjalanan, aku masuk ke kapsul mobil berisi 4 orang, aku sendirian. Dalam perjalanan satu jam ini, tak ada satupun yang bicara, hanya kebisuan.


Sampai di terminal pemberangkatan ke Planet Kiehl. Aku melihat ada dua orang lagi tentara yang bertugas, mereka berdua melirik padaku tanpa senyum.


Penerbangan ke planet Kiehl mulus, aku langsung ditempatkan di barak tentara khusus, aku mendapat kamar single. Hanya satu ranjang kasur dan kamar mandi. Untunglah masih tersedia sabun handuk dan perlengkapan mandi lainnya.


Hari pertama bermalam di Kiehl, aku tak makan malam bersama yang lain, mereka mengantarkan makanan untukku, dan menempelkan layar tipis monitor di dinding kamarku, berisi jadwal kegiatan.


Besok jam 6 pagi sarapan, sisanya latihan fisik. Jadwal kegiatan hanya ada dua baris itu, sarapan dan latihan fisik.


Sepertinya julukan kamp neraka di Kiehl, memang benar, aku hanya bisa pasrah.


************************************************


Sejak hari pertama sampai sebulan ini, aku tak diijinkan menelpon siapapun, aku di bully, disini aku harus menjadi suku penyangga biasa, bukan anak ayahku. Semua kekuatan yang aku punya tak bisa digunakan disini, agar identitasku tetap aman.


Bros sayap buatan Jayana adalah satu-satunya yang membuatku tetap waras.


"Kau, siapa namamu, anak baru, Andromeda?!!!, Siapa kau, King!!!, Ha ha ha haaa", salah satu pembuly tergila di Kiehl, dia salah satu calon perwira untuk kota Nein, tapi dia ditempatkan disini. Mungkin karena banyak pelanggaran yang dia lakukan.


Setiap di buly, aku hanya bisa diam. Malas, nanti jadi tambah senang dia, aku ladeni. Dia menindasku karena aku terlihat lemah.


Latihan fisik bulan kedua adalah, medan pertempuran di planet logam ini. Aku harus mempertahankan diriku dalam game gila, semua yang tertangkap oleh lawan boleh dikerjain asal tidak mati dan tidak dilecehkan secara seksual. Kalau ada pelanggaran, hukumannya tembak mati di tempat.


Aku masuk dalam tim tiga, semuanya berkepala plontos, dan kupikir semua anggota tim ini juga tak banyak bicara. Kami hanya berdiskusi tentang medan perang, posisi kami, dan nama panggilan. Tak boleh ada sayap dan kekuatan internal disini. Siapapun yang menggunakan itu akan masuk kamar pengasingan dan tak tahu apa yang terjadi disana.


" Ayo Andy, cepat lewati batuan itu!", teriak tertahan Nathan dari kejauhan.


Aku lompati batuan itu untuk sampai ke samping Nathan sembunyi.


"Lalu kemana lagi?", aku tak paham medan batuan disini, sangat berbeda dengan yang ada di peta tadi, disini lebih terjal. Sepertinya tak ada jalur untuk ke kanan atau ke kiri semuanya sama.


"Ke kanan mu, hati-hati banyak yang bisa meledak disini", Nathan mengingatkanku.


"Ok!", aku loncat ke kanan agar bisa lebih dekat ke Nathan.


Sekarang kami berlima sudah berkumpul, di belakang batu besar, "Semuanya tujuan kita disini adalah batu besar seratus meter lagi dari sini", kata Bapak Joseph yang tertua diantara kami dan yang paling lama tinggal di Kiehl.


"Aku bersama Noah dan Kris, kau Nathan jagalah Andy dia paling muda diantara kita dan tak kenal medan disini", lanjut Pak Joseph.


"Nathan kau bersama Andy, kami melindungimu dari belakang", aku dan Nathan bergerak duluan.


Belum ada dua puluh meter, kami ditembaki dari arah kiri, secepat apapun ku berlari, tak bisa selincah Nathan, aku lemas jatuh di batuan terjal ini. Senjata disini cukup keras, meskipun bohongan, tapi bisa membuat aku terlontar sejauh tiga meter, dan batuan logam cadas disini bukan tempat yang aman untuk terjatuh. Pelurunya juga mengandung obat penenang, untuk menahan sakit, karena benturan dengan batu logam cukup menyakitkan.