Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Tejebak di Kingdoms


TERJEBAK DI KINGDOMS


"Ibu...harusnya bukan begini caranya"


"Rossy, memang begini caranya membuat rangkaian bunga....!"


"Bukan ibu, harus lebih menarik"


"Rossy, ibu bukan perangkai bunga, bagaimana kalau kamu sendiri saja yang buat untuk ibu guru...?"


"Udah, aku coba bu tadi, tapi mereka tidak menyukainya"


Ini pasti gara-gara telepati, yang diajarkan Andy


"Sayang.....darimana kamu tahu, mereka tidak menyukainya?"


"Otaknya diem aja bu, tak ada suara"


"Mungkin saja mereka diam karena terpesona?"


"Hmmm"


"Ayolah Rossy, karyamu sendiri pasti lebih dihargai"


Andy mengajarkan telepati pada anak-anak yang masih terlalu kecil. Aku mengkhawatirkan Rossy, dia terlalu ingin tahu.


********


Sejak aku pulang kampung, Andy tak pernah menyapaku lagi, tak ada basa-basi. Aneh


Edward dan Rossy, masih sering berkomunikasi dengan Andy, tapi tak sesering dulu. Andy sibuk dengn agenda perayaan dan rapat-rapat rahasia yang aku tak boleh tahu, dan tak mau tahu.


Sam sering memperhatikan Andy dan aku, bila kami ada di satu ruangan. Sam sering berdehem, tapi aku malas menanggapinya demikian juga Andy.


Aku sempat berpikir, mungkinkah Andy cemburu, karena aku masih ingin bertemu dengan ayah dari anak-anakku sampai hrus pulang kampung?


Kalau benar dia cemburu, maka aku akan terpingkal-pingkal, raja menyukai seorang pelayan. Hanya khayalan.


Kalaupun iya, maka aku tak akan bisa menerima hubungan itu. Dia telah menghinakanku sebagai Andy maupun Andro.


******


Hari ini kenaikan kelas, anakku resmi naik kelas, masuk ditengah tahun, tak membuat mereka ketinggalan pelajaran. Sekarang mereka diikutkan dalam program percepatan, agar bisa langsung naik ke junior high school.


" Ibu, hari ini ada ramah tamah orang tua, ibu diminta menjadi perwakilan kelasku", pinta Edward


"Tapi suara ibu belum sembuh?", Rossy cemberut


"Jangan ibu, ganti saja bagaimana, kan banyak teman- teman kalian yang pintar"


"Tidak bu, disini kami pun yang paling pintar", Edward menjelaskan lagi


"Lalu bagaimana, kalian ga pa pa, suara ibu begini?"


Mereka berdua mengangguk


********


Hari istimewa untuk Edward dan Rossy. Setelah melewati tangisan tak percaya diri akhirnya Rossy bisa meyakinkan dirinya sendiri kalau dia memang luar biasa


Edward dengan gayanya yang sombong, "Memang aku sudah seharusnya dapat penghargaan"


Anak-anakku dengan kepercayaan diri luar biasa seperti itu, bukan berasal dari gen ku. Aku tak kan sanggup menahan pujian sebanyak itu, sedangkan mereka seperti haus akan itu. Mereka anak-anakku, alasan untukku bangkit dari keterpurukan, dan sendirian.


Diatas panggung mereka seperti di luar jangkauanku, "Kalian yang terhebat!!!", aku hanya bisa teriak dengan suara parau


Penghargaan berupa akses yang sangat cukup untuk sampai sekolah tinggi


Suara tepuk tangan meriah untuk mereka lama sekali, walaupun aku tak diperkenankan untuk memberi sambutan karena kepala sekolah takut aku memalukan sekolah, tapi tepuk tanganku masih ada, masih kuat, masih terdengar oleh orang-orang digedung ini. Dan, mata indah anak-anak ku masih mencari sosok ku, Ibu menyayangi kalian


******


Setelah makan malam yang meriah karena banyak kue, aku tidur memeluk mereka berdua. Besok hari akan berlanjut seperti biasa.


"Merryl, selamat anak-anakmu dapat juara", Sam memulai hari ini dengan ucapan yang membuat ku semangat.


"Makasih Tuan"


"Aku sudah beritahu dapur,, sarapan atau makan siang hari ini tak ada, Yang Mulia berkunjung ke kantor militer", akhirnya aku libur dari tatapan mata yang tajam menerkamku


"Tuan, tak ikut bersama Yang Mulia?"


"Ada Macbirth", jawab Sam, aku mengangguk


Macbirth sembuh dari penyakitnya, dan bisa mengawal Andy sekarang


"Aku tak berani Tuan"


"Inilah perbedaannya, Yang Mulia selalu melihat orang lain dalam dirimu. Tapi kalian sangat berbeda menurutku"


"Saya tak mengerti Tuan"


"Dia, lincah, berani dan sangat cerdas, kau sangat berbeda. Aku tak mengerti bagaimana Yang Mulia bisa berpikir kau sama dengan dia?"


Karena dia Andy, Sam. Andy sangat mengenalku, dan dia pikir dia mengenalku. Dia berhasil membuatku merindukannya setengah mati, lalu datang dan meninggalkanku lagi


"Maaf Tuan, apakah pembicaraan ini ada unsur rahasia, atau saya boleh mengungkapkan ini ke siapapun?"


"Kau tak paham, Merryl, kau tak bisa mengungkapkan ini pada siapapun!"


"Baik Tuan, saya mengerti.


Lebih baik diakhiri saja pembicaraan Sam yang membuat aku tak nyaman


*******


Abraham nampaknya sudah mengajukan permintaan untuk membangun pilar-pilar cahaya lagi di beberapa titik di seluruh negeri.


Andy sibuk sekali, memeriksa dan memberikan energi listrik pada pilar-pilar itu. Dibangun lagi pilar-pilar cahaya, dimulai dari Edges dan dan ke inti Rocks dan terakhir Kingdoms.


Pembangunan yang luar biasa cepat, semua kekuatan negara dikerahkan. Dalam waktu delapan bulan, hanya Kingdom yang belum mendapat pilar baru.


"Mau ada berapa pilar di Kingdoms Tuan", tanyaku sambil mengetik kamus yang belum selesai juga lebih dari setahun


"Tujuh, tujuh pilar, paling banyak dari seluruh Rocks"


"Paling banyak?"


"Iya karena paling luas"


"Aku suka bertanya-tanya, siapa yang akan mengaliri listrik di pilar itu"


"Kau memang, tak tahu apapun Merryl, kau seperti hidup di gua", Sam menggelengkan kepala sambil tersenyum


"Yang punya kekuatan listrik tentu saja!"


"Perusahaan listrik Solomon?"


"Iya salah satunya"


"Oh jadi ada lagi?"


"Tentu saja ada, pasukan bersayap dan pedang berlistrik"


"Maaf Tuan, tapi saya tak pernah dengar pedang berlistrik"


"Ada dua pedang berlistrik, The First and My Love"


"My Love itu pedangnya My Queen ya?, saya tidak tahu itu berlistrik"


"Iya My Queen yang punya, sekarang jadi milik Yang Mulia. Kalau The First, hilang"


Ada padaku Sam, aman bersamaku, sampai aku siap untuk mengatakan yang sebenarnya


"Mengapa Yang Mulia sangat terburu-buru"


"Karena parasit, sudah terlalu banyak, mereka berasal dari Kiehl


Bentuk pertama dari kehidupan, mikroorganisme kecil, yang ada di Kiehl, sekarang menyerang kami. Dalam sistem tata surya, posisi planet bongkahan ini sangat lemah, kita pendatangnya. Parasit-parasit itu tuan rumahnya


Kita adalah planet yang numpang tinggal di tata surya lain, matahari sudah meledak menjadi black hole, menarik semua yang ada, termasuk bumi


Tapi negeriku yang rapuh ini harus bertahan, sebenci apapun aku dengan rajanya, dia tetap raja negeri ini yang aku hormati.


Pembangunan pilar, mengeluarkan listrik tambahan yang memperkuat langit kita, sehingga memperkuat perisai. Parasit akan habis terbakar sebelum masuk ke Rocks


Tapi masih saja ada yang mengambil kesempatan dalam keterpurukan negeri ini. Keluarga Sammy yang masih satu leluhur dengan Andy, malah memanfaatkan parasit untuk keuntungan mereka, untuk memperkuat prajurit mereka


Aku dengar kabar, Spain ditangkap oleh keluarga itu, dan belum pulang sampai sekarang.


Ibu tak bisa kemana-mana karena pada retina dan DNA nya ada keluarga Sammy. Ayah mengalah menemani ibu hidup terpencil, tapi mereka saling mencintai, itu sudah cukup


Hannah telah mati, jadi aku tak bisa terang- terangan menemui mereka. Hanya ketika perayaan saja, kami bertemu, di Nein, tanpa ada janji bertemu, hanya menunggu, berharap ayah datang melewati tempat kami duduk-duduk di Nein dan menyapa kami. Tahun ini kami tak bertemu, aku hanya menitip dikirimkan keripik warna-warni, pada penduduk di kampung ayah, pura-pura sebagai pembeli langganan ibu.


Saat begini, aku ingin bertemu mereka. Mereka tak pernah bisa memeluk cucu mereka sendiri, karena jarangnya kami bertemu. Edward dan Rossy tak bisa akbrab dengan ayah. Ayah sangat kaku tak seperti Abraham, andaikan ibu bisa ikut ketika kami bertemu di Nein pasti sekarang mereka sudah akrab.


Tapi sekarang kami terjebak di Kingdoms.