
DOKTER BRENDA
"Hannah!Hannah! bangunlah nak, kau tak bisa lama lama disini", suara dr Brenda, menenangkan sekali mendengar suaranya.
Dokter aku mendengar mu, tapi tubuhku tak mau bangun.
"Hai Brenda, jadi ini gadis yang menyelamatkan kota Nein dari parasit, coba ku periksa dulu", suara lelaki asing. Seorang pria membuka mataku, menyoroti mata ku dengan senter kecil.
"Dia mematung Brenda, dia sudah masuk tahap dewasa, kau baru mengganti half shieldnya Brenda, nomor id dokter nya.... ouh, ternyata kau dokternya, syukurlah aku tak mau repot berurusan dengan pimpinan militer karena gadis ini, kau saja yang tangani gadis ini. Suster Mel, ganti saja dokternya menjadi Brenda, aku tak akan marah".
"Baik dok".
"Makasih Ian, atas pengertianmu".
"No problem Brenda, no problem".
Hening, tak ada suara asing lagi
Hanya suara Miss Brenda, "Kau telah dewasa Hannah, kau sedang mematung, kram sebelum haid membuat seluruh tubuhmu kaku, tubuhmu sedang menyesuaikan hormon, setelah mematung kau akan mengalami menstruasi, aku tau kau mendengar ku".
Miss Brenda masih bicara sendiri, "Tentara manakah yang membuat mu mematung Hannah?, kau harus memberitahuku, ok!!"
Miss diam sejenak, lalu melanjutkan lagi, "Tadi aku ke kamar mu di kafe Mimmi. Aku mengambil sisir sikat mangsi yang dibuat ibumu, aku harus menyisir rambut mu sekarang, sebentar lagi rambutmu akan nampak lebih banyak putih daripada hitamnya. aku sudah tambahkan kadar mangsinya, mangsinya kau sembunyikan dalam pena kan?!, sini aku sisir rambut mu dulu sebelum yang lain datang."
Miss Brenda terus menerus bicara denganku, meskipun mataku terpejam, badanku membeku. Dia tau, aku bisa mendengarnya. Ayah dan ibu tak bisa datang, kata Miss Brenda, mereka kehabisan akses. Memang begitulah, ayah dan ibu selalu saja kehabisan akses. Mereka tak butuh akses, apa yang mereka butuhkan sudah tersedia di hutan.
"Hannah, sepertinya kau harus berhenti bekerja di kafe, karena kejadian ini, tentara pasti akan bolak-balik datang menginterogasi mu. Kau tak mau kan kafe Bu Mimmi jadi gaduh. Setelah hilang mematungmu, tinggallah bersamaku"
Tinggal denganmu Miss Brenda?!!!, apakah ayah yang menyuruhmu ?!....
"Aku sudah bicarakan ini dengan ayah ibu mu, dan mereka menyetujuinya. Barang-barangmu sedang diangkut dan dibereskan teman- temanmu May, Lingling, Sandy dan Josse, mereka sedih sekali, tapi mereka mengerti keadaanmu.Aku yakin mematung mu sembuh besok, besok tentara akan datang mengajukan pertanyaan. Aku minta jangan jawab apapun pertanyaan yang membuat mu dalam keadaan tersudut. Kau anak pintar Hannah, kau tahu apa yang harus dilakukan".
Miss Brenda pergi meninggalkanku yang sadar tapi diam terpejam. Kegelapan ini membuat aku takut, ...
Kreeek .! , pintu kamarku terbuka lagi,wangi ini...
"Hai aku An....Andy. Aku tentara yang pingsan bersama mu di perpustakaan. Terimakasih sudah menyelamatkanku dan teman-teman, kata teman- teman, kau melihat gerak mata teman- temanku. Mereka mengatakan kau kebingungan melihat kami, tapi apapun penjelasan mu besok. Aku dan teman tetap sangat berterimakasih padamu."
Tentara ini wangi sekali, harumnya menenangkan ,aku ingin selalu mencium wanginya.
"Hai kau siapa?!. kamu pasien kamar berapa?! Kenapa ada disini, pergi?!, pergi?!!".
Krek...pintu dikunci lagi.
Tak ada lagi suara asing. Tapi ada parfum yang disemprotkan dalam ruangan. Aroma apa lagi ini, aku tau ini wangi bunga yang ibu biasa semprotkan ke kamarku, ketika aku susah tidur, biasanya setelah 10 menit aku akan tertidur pulas sampai pagi. Ahhhh mataku ngantuk sekali, rasanya belum sepuluh menit, aku ngantuk sekali...
**********************
"Selamat pagi Hannah!"
Aku bisa membuka mata, "Pap pap Pagi Missss Brenda!" lidahku masih kaku sekali.
"Minumlah ini, lidahmu akan rileks, gimana rasanya enak bukan. Ini obat yang kuracik sendiri, bagaimana menurutmu, bukan ibumu saja kan yang bisa meracik-racik", ha ha ha.
Miss Brenda, selalu mencairkan suasana dengan gaya yang menurutku kaku sekali.
"Makasih Miss".
Suara derap langkah kaki sepatu sepatu berat masuk ke kamar ku.
"Pagi dokter, saya Nicholson dari Satuan Intel Kingdom, saya bertugas menginte.... maksudku bertanya tentang kejadian di perpustakaan sekolah malam kepada Nona Hannah".
"Silahkan Nicholson, apakah aku harus keluar, atau tetap disini ?"
"Anda boleh tetap disini dok". Nicholson berdiri disampingku, Miss Brenda menjauh, memilih duduk di kursi tamu di sudut kamar.
"Pagi Nona Hannah, maaf kelancanganku, tetapi bisakah anda menceritakan kejadian malam itu?"
"Malam itu, aku sedang berjaga di perpustakaan sekolah malam, ada rombongan tentara masuk ke perpustakaan. Dari awal aku sudah curiga, karena akses masuk ke ke perpustakaan hanya di punyai oleh guru, karyawan dan murid-murid saja. Tentara itu tidak memperkenalkan diri dari satuan mana, dan langsung meminta buku tentang Kingdom. Saya yakin ada yang tak beres, jadi meski tahu dimana letak buku itu, saya meminta waktu untuk mencarinya memakai chips, yang ada di rak seberang pintu. Ketika saya melewati 5 barisan tentara di belakang, saya kaget, wajah mereka memakai half shield seperti saya, kemudian diantara tentara itu ada yang menundukan kepalanya lunglai, tak seperti tentara yang lain, tegak berdiri, di pelipis kirinya ada darah, kemudian tentara itu menegakkan kepala nya dan menatap ke arah saya, saya kaget dan terjatuh, mata tentara itu lebam, kemudian tentara di depan menghampiri saya, saya katakan saya terjatuh karena tersangkut kaki saya sendiri. Setelah berdiri tanpa dibantu tentara itu, saya segera mengambil chips menempelkan badan saya ke tembok, lalu menscan retina agar penyemprot acid menyala".
"Nona Hannah, bagaimana kau tahu harus menyemprotkan acid, kenapa tak panggil saja tombol keamanan!".
"Itu perpustakaan Pak Nicholson, sudah bertahun- tahun tombol keamanan tak pernah berfungsi, pengunjungnya saja hanya 10 orang perbulan".
"Oh.... oh iya itu perpustakaan, jarang ada yang kesana sekarang" Nicholson salah tingkah sendiri.
" Lalu kenapa pilihannya penyemprot acid, kenapa anda tak lari saja mencari bala bantuan?".
"Karena mereka memegang senjata, lari ku tak secepat peluru", aku mulai kesal kenapa dia terus mengajukan pertanyaan yang menyudutkan.
" Menga..." , sebelum selesai mengajukan pertanyaan lagi, aku yang sedang kesal langsung menyela , "Maaf pak Nicholson, apakah anda pernah disemprot acid, cairan itu sangat pedih di mata, aku pikir itu adalah senjata terbaik untuk mengalihkan perhatian tentara bersenjata itu, aku juga ingin lari, aku tak menyangka, tentara yang paling depan, malah secepat kilat berlari ingin menembak ku, untung saja tentara botak itu meninjunya, kalau tidak aku sudah pasti mati sekarang". Nafasku memburu kesal
"Nicholson, sepertinya info yang kau sudah dapatkan, Hannah nampaknya masih shock dengan kejadian itu, dia hanya orang sipil, melihat tentara bersenjata sebanyak itu dan akan membunuhnya, kau tau lah, bahkan tentara pun butuh waktu untuk bisa mengatasinya".
"Baiklah dokter, lain kali saja kuajukan pertanyaan lagi. Maaf Nona Hannah mengganggu istirahat anda. Saya pamit", aku menganggukan kepala, walaupun kesal.
"Hannah sejak kapan kau jadi bicara penuh emosi begitu terhadap orang asing?"
"Emosi?!! aku kesal Miss, dia terus menyudutkan ku".
"Ok Hannah, aku mengerti tenangkan dirimu dulu... bagaimana kalau kita pulang sekarang!? ke rumah ku".
"Aku urus administrasi nya dulu ya!"
****************
Aku tiba di rumah Miss Brenda, dia langsung menyuruhku keatas, katanya diatas kamarku sudah siap. Wow, ini pasti May yang menghias kamarku.
Nyaman sekali bisa tidur tanpa diganggu, kamarnya lebih luas daripada kamar di kafe Bu Mimmi, karena kamar ini benar- benar kamar , tak ada buku, hanya lemari dan kasur.
Teman- temanku meletakan rak buku ku di luar kamar dekat tangga mereka membuat ruang baca untukku diluar. Disana ada pintu kaca yang menghadap ke arah barat, di depan pintu kaca itu ada teras yang langsung mengarah keluar.
Ternyata ada banyak gantungan baju diluar, mereka benar- benar temanku, jemuran bajuku selalu banyak, karena tubuhku selalu cepat berkeringat.
Suhu kota Nein 20°C, kata Miss Brenda tubuhku menjadi nyaman di suhu 5°C, seperti dalam kulkas saja. Iya aku nyaman dalam salju, aku bahkan bisa tertidur pulas dalam tumpukan salju.
Tok Tok, tetttt bunyi bel pintu. Aku berlari turun ke bawah, Miss Brenda sedang melihat melalui layar di pintu,
"Siapa ya?"
"Kami teknisi AC bu, disini tertera ibu membeli AC, dan meminta kami untuk memasangnya".
"Oh iya, betul silahkan masuk".
Empat teknisi itu masuk ke kamarku, lalu melemparkan bola-bola seperti es ke sudut ruangan ku.
Ada 8 bola yang dilemparkan, 4 diatas, 4 dibawah.
Kemudian mereka berdiri tepat ditengah ruangan, di depan mereka ada tongkat putih setinggi 30 cm dengan posisi tegak, lalu mereka melakukan gerakan mengayun seperti menghubungkan bola-bola itu, dan hsssssss nyala.
Bola itu menyala, berwarna merah ungu bergantian. Kemudian salah satu teknisi melepaskan benda berbentuk segitiga yang langsung terbang menempel tepat diatas disebelah lampu kamar .
"Sudah bu, energi elektrik terpusat ada di atas di dekat lampu itu", teknisi itu menunjuk benda segitiga yang menempel di langit- langit kamarku, "Kira- kira 3 tahun lagi, energi elektrik nya habis, ibu bisa membeli lagi di toko kami."
"Oh iya terima kasih", mereka membereskan peralatan. Pandanganku tertuju pada tongkat putih yang tadi menyala seperti mengandung kekuatan elektrik yang sangat besar.
"Apa itu? " , tiba- tiba Miss Brenda nyeletuk bertanya pada para teknisi, sambil menunjuk tongkat itu. Miss nampaknya memiliki penasaran yang sama dengan ku.
"Alat untuk membantu kami memusatkan kekuatan elektrik bu, supaya mengurangi kegagalan dalam pemasangan AC" jawab salah satu teknisi itu.
Miss mengantar para teknisi itu ke luar.
"Bagaimana Hannah kau suka kamarnya, ini tadi teknisi menitipkan layar tipis untuk kau tempel di dinding, supaya kau bisa atur suhunya. Ini aktif dengan mode suara, jadi terserah kau saja mau pakai kode apa".
Aku memakai kata 'aktifkan AC dan Matikan AC, hanya suaraku yang dapat menentukan berapa suhu AC nya.
Bola-bola seperti es itu, pasti jenis mineral yang ditemukan di core bumi. Rock merupakan bongkahan pulau jadi mineral yang tadinya susah didapatkan menjadi sangat terlihat dengan gampang, seperti jutaan berlian yang berbentuk stalagtit stalagmit. Salah satu mineral itu bisa menyimpan suhu dingin bila diaktifkan dengan eletrik, itulah air conditioner di Rock.
Baru kali ini aku bisa tidur tanpa berkeringat, ayah dan ibu selalu membuatku menyesuaikan diri dengan suhu di Rock. Mereka benar- benar mendidik ku sangat keras.
Ngantuk sekali, capek sekali.
Wangi itu lagi, aroma tubuhnya membuat aku gila, itu dia si botak yang menolong ku.Apa ini.... kenapa dia tiba-tiba ada di depanku, menggunakan half shield tanpa baju, dia memelukku, " Lepas! lepass kataku!!!! lepas!!!? aaaaahhhhhhh.... "
Oh untung itu hanya mimpi, aku mau minum, aku takut sekali, si botak itu membuat aku tak bisa bernapas.
Aku haus, air dingin ada di lantai bawah
"Hai Hannah, sudah bangun?! tidur mu pulas ya, tadi ibumu menelponku, katanya ingin bicara denganmu, tapi tak kau jawab. Mau makan malam sekarang Hannah ? sudah jam 7 malam, aku siapkan dulu ya "....
Oh Miss kenapa kau baik sekali, aku jadi terharu....
"Kau punya menu untukku Miss".
"Tadi setelah ibu mu menelpon aku beli telur, udang dan wortel dipasar depan".
"Thank you Miss", aku kecup pipinya.
"Sudaaah sana istirahat dulu, kalau sudah siap aku teriak aja ya dari bawah".
"Ok!" ,aku tak jadi masuk kamar, aku lihat koleksi buku dan souvenir yang ditata apik temanku, di rak buku kaca milik Miss Brenda .Di kafe aku menumpuknya saja di lantai.
Aku lihat toples kecil berisi 5 keripik jamur putih buatan ibu. Aku ambil 1, dan "kriuk- kriuk" ini enak sekali, aku meminta dibuatkan tahun lalu, 20 toples, satu toples berisi 5 jamur putih yang dikeringkan dan diberi macam macam rasa oleh ibu, hingga bentuknya tak putih lagi.
Habis, ini toples terakhir. Aku telpon ibu, minta dibuatkan lagi. Mana jam hologram ku, oh iya kuletakan dikamar, jam hologram ku bulat seperti koin. Harusnya menempel di kulitku, karena kemarin aku dirawat, semua yang menempel dilepas. Tempelkan di pergelangan tangan dan , "Ibu!, Ibu!" hologramnya menyala tapi dimana ibu, "Ooooh, hai Hannah ibu menempel jam di meja, karena ibu harus meracik obat, bagaimana sayang kabarmu, sehatkah, apa kau masih trauma, kejadian itu?"
"Aku sehat ibu, tenang saja, aku masih anakmu!!! ha ha ha, (aku biasa manja depan ibu, susah merubah kebiasaan itu). Ibu, keripik jamur ku habis, bisakah kau buatkan lagi!"
"Sebelum kau minta ibu sudah menyiapkannya, lihat 20 toples jamur kesukaan Hannah!!! Besok ibu kirimkan yah. kau masih pucat, istirahatlah yang cukup"
" Hannah! makan malam sudah siap, cepatlah turun ke bawah!".
"Ibu, Miss Brenda memanggilku untuk makan malam, love you Mum!"
"Love you too, Hannah"
"Off", jam hologram ku mati
Aku berlari turun kebawah...... lapar sekali!!