Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Sesal


SESAL


Setiap memandang wanita itu, aku tau ada yang tak beres dengan diriku. Aku yang selalu bisa menjaga diri di depan lawan jenis, menjadi hancur, tak berdaya bereaksi sangat emosional


Wanita bernama Merryl itu, sangat mencuri perhatianku. Dia hanya pelayan, berhalf shield, rambutnya yang grey, aroma tubuhnya, dan cara dia berkata bergerak, membuat aku lupa sedang ada dimana sekarang


Aku baru ingat ketika Macbirth menepuk punggungku, aku kini seorang raja


Teman-temanku mengatakan dia mungkin mirip Hannah, wanita yang sudah menjadi istriku dan meninggal dalam kekacauan serangan Sammy.


Aku tak bisa berpikir jernih bila dia di depanku, keinginan untuk bertemu Hannah, dan menyatakan penyesalanku, mungkin menjadi-jadi ketika Merryl ada di depanku


Bagaimana mungkin yang sudah meninggal hidup kembali?


Bila sendirian di kantor, memandang dari balik kaca, pepohonan di luar, aku selalu teringat rumah gudang Hannah, yang menjadi saksi bisu kebersamaan kami selama hampir lebih setahun


Aku terlalu cemburu, tak bisa ku pungkiri ada pikiran negatif tentang dia yang keluar di malam hari


Tapi, aku tak berhak menghakiminya, aku harusnya mendekatinya, untuk membuat dia terbuka padaku. Dia belum mempercayaiku penuh, tak banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya. Sama sepertiku yang juga merahasiakan status ku kala itu, yang masih putra mahkota


Harusnya aku tak terlalu menuntut, karena aku pun menyembunyikan sebagian kehidupanku. Tapi penyesalanku sudah terlambat, Hannah tak mungkin kembali lagi


Sore itu, hari berjalan seperti biasanya. Aku sudah bisa mengungkapkan identitasku, tanpa half shield. Tapi tentu saja, namaku bukan Andro, tapi Andy.


Aku bahkan sering mengunjungi ayah, di bagian administrasi. Untuk sekedar melihat Hannah yang semakin kurus. Semua staf administrasi tak mengenalku, badanku kini berisi, dan rambut asliku tak ku sembunyikan lagi


Meski Hannah melihat wajah Andro tanpa half shield, aku yakin dia tak akan mengira Andro dan putra mahkota Andy, adalah orang yang sama


Sore yang sibuk di administrasi seperti biasa. Aku menjenguk ayah, setelah hampir sebulan aku tak menyapa dia.


Biasanya sebelum masuk kantor, aku sudah bertelepati dengan ayah, dia tak suka diganggu bila ada tamu


Dari luar ruang administrasi, aku mencoba bertelepati dengan ayah. Hening tak ada jawaban, biasanya selalu akan ada jawaban, "Nanti Andy, aku masih sibuk" atau "Cepat kemarilah Nak"


Tapi kali ini hening, aku masuk ke ruang administrasi, semuanya sibuk. Saat aku akan mengetuk pintu, Tang Wei mendekatiku lalu mengatakan,"Tadi My King menerima tamu, tamunya belum keluar"


"Sudah berapa jam tamunya di dalam?"


"Tiga jam"


"Apa?", siapapun yang bukan orang terdekatnya tak akan bertamu selama itu"


Aku memaksa masuk ruangan, ayah terbaring di lantai dalam posisi telungkup, tak ada siapapun yang menemaninya


Aku terlambat datang


Tim medis segera datang, menolong ayah


Aku melihat seluruh staf administrasi shock, mereka bingung. Millard pingsan, saat ayah di tandu. "Yang Mulia putra mahkota, tadi aku berusan menemani raja menerima tamu, teman lama katanya, mereka bicara hampir dua jam setengah. Aku akan menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.....tapi, My King.."


Penjelasan Millard mencerahkan pikiranku, setidaknya aku tahu sudah berapa lama ayah pingsan. Dan tak mencurigai staf administrasi


******


Ayah, dinyatakan stroke, butuh waktu lama untuk pulih. Aku akan segera menjadi raja


Aku meminta ayah untuk menjelaskan siapa tamu yang membuat ayah mengalami serangan stroke, tapi , "Aku memang bersalah Andy, aku layak mendapatkan ini", jawaban yang sangat putus asa untuk seorang raja


Minggu depan aku akan dinobatkan sebagai raja baru, karena ayah sakit, dan tak bisa lagi bertugas sebagai pimpinan tertinggi negeri ini


Untuk sementara aku berkantor di administrasi, menyiapkan kepindahan ruang raja ke gedung ruang utama, tempat yang seharusnya bagi seorang raja


Aku meminta seluruh staf administrasi mempersiapkan segalanya. Dengan sedikit emosi dimana-mana, aku memarahi yang bekerja sangat lambat.


Hannah sangat kuat, walaupun bertambah kurus, dia berlarian kesana kemari mempersiapkan segalanya


"Maaf Yang Mulia, semua laporan dokumen kerajaan sudah siap diangkut untuk dipindahkan"


"Hmmm"


"Ini denah kantor utama, Yang Mulia ingin berkantor dimana, lalu seluruh dokumen ingin diletakan dimana?"


"Ini ruang kerjaku, dan ini ruang dokumen, ini ruang staff, ini ruang pelayan, ini ruang untuk tamu besar,......", Hannah mengamati keinginanku dengan cermat tanpa mencatat


Hannah istriku yang sangat cerdas, aku tahu kemampuan mengingatnya diatas suku-suku pengisi. Ya Tuhan, aku sangat ingin menyentuh dan merasakan aroma tubuhnya lagi


Aku berpikir terlalu jauh saat memandang wajah Hannah, mengucapkan kembali permintaanku, "Betul Yang Mulia? Ada lagi yang ingin di perbaiki ruangannya?"


"Renovasi ruangan itu, ubah seluruh interiornya, dan warna gordennya, ubah menjadi seperti ruanganku di kantor militer", Hannah mengangguk


Dan itu adalah kali terakhir aku melihat wajahnya, Hannah ikut mendampingi bagian pembelian untuk pergi ke pusat kota, membeli barang yang lumayan langka untuk kantorku


Aku yang membuat Hannah tak ada lagi disini, seandainya tuntutan ku tak terlalu banyak, tak mungkin staf administrasi ikut campur meladeniku


Pusat kota lumpuh, diserang tentara yang tahan sakit, dan menyerang membabi buta, siapa pun yang ada didepannya


Tentara-tentara pembelot itu, tak bisa diselamatkan lagi. Pasukan bersayapku, membredel habis mereka semua


Pusat kota hancur, api dimana-mana, termasuk korban sipil yang hangus terbakar, karena terperangkap


Jumlah pasukan besar yang datang terlambat, membuat korban sipil yang berjatuhan terlalu banyak


Pusat kota yang ramai, sengaja dijadikan target, Sammy sudah benar-benar hilang akal. Mereka tak segan lagi membunuh warga sipil


Tentara-tentara gila itu, diamankan tubuhnya, lalu di identifikasi. Juga para korban sipil


Saat berkantor di ruang administrasi, kulihat staf administrasi berduka, banyak bunga di atas meja Hannah


Aku melihatnya sekilas, lalu masuk ke kantor bersama para jendral militer membahas langkah penanganan paska penyerangan


Tapi otakku tak ada di tempatnya, badanku lung lai. Diatas meja Hannah banyak karangan bunga, Hannah jadi korban.


Aku tak bisa fokus, aku minta Sam dan Macbirth mewakiliku.


Aku bergegas menuju rumah gudang, mungkin Hannah hanya sakit. Tak ada seorangpun. Rumahnya masih sepi, aku punya kunci duplikatnya, di dalam rumah yang beraroma khas Hannah aku menangis sekuat-kuatnya


Aku tidur di ranjang Hannah, mencari aroma tubuhnya yang masih tertinggal. Andai saja harga diriku sebagai putra mahkota tak terlalu tinggi, aku pasti sudah meminta maaf dan berbaikan lagi dengannya. Sekarang bersedih pun tak menghidupkan kembali Hannah


Aku tidur seharian. Suara pintu diketuk, "Andy, ini aku Brian, kau tak apa Andy?"


Aku membuka pintu, Brian, dokter Brian berdiri dengan cemas di depanku. "Kau tak apa kawan?"


Temanku yang satu ini, tak punya kekuatan telepati, tapi dia bisa menemukanku disini.


Tiba-tiba semua gelap. Aku terbangun tak lagi di rumah Hannah, tapi di kamar rumah sakit.


Temanku yang bersepuluh mendampingiku di ruangan, sibuk dengan koinnya. Tapi kemudian mereka lari mendekatiku yang sadar


Mereka seolah tahu aku sedang bersedih. Brian menyelidiki kehidupanku sebagai Andro, dan dia mengetahui tentang Hannah, dan kematiannya


"Tenang Andy, kami akan menemanimu melupakan Hannah", Wei Long menghibur dengan cara yang brutal


"Kau ini, kau tak pernah kehilangan....?!", Meridian marah, matanya nanar melihat Wei Long


"Kau mau apa Meridian, aku hanya mencoba menghibur Andy, yang sudah tak ada memang harus dilupakan", Wei long tak terima di pelototi


"Sudahlah kasihan Andy baru sadar", Hans mencoba menengahi


Tapi perkelahian itu, tak berakhir. Aku tak merasa terganggu, mereka memang suka berbeda pendapat seperti itu


Aku menikmati kebisingan ini, sedikit menghilangkan sedih dan sesalku atas kepergian Hannah, untuk selamanya


**********


Aku dilantik tanpa pendamping, karena darurat. Seminggu setelah aku dilantik, banyak gosip tentang pendampingku. Salah satunya aku sudah punya istri


Sampai dewan penyangga memanggilku, aku tak perlu menjelaskan apapun pada siapapun


Teman-temanku juga menutup mulut rapat, karena pernikahanku tak pernah resmi diumumkan, bahkan tak pernah didaftarkan