Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
Administrasi


ADMINISTRASI


Setelah menjadi tukang cuci piring selama empat tahun. Menjadi pegawai kantoran merupakan loncatan besar bagiku. Tumpukan data yang harus aku kerjakan, sangat menguras waktuku, bukan karena rumitnya, tapi karena banyaknyal


"Hannah, ini data dari kota-kota di Inti Rocks. Santai saja, batasnya akhir bulan ini", Miss Reina, atasanku yang baru.


Tidak seperti Bu Jenny, Miss Reina lebih cepat akrab dan lebih sopan ketika memintaku melakukan sesuatu.


Yang membuat menarik, adalah alat-alat penyimpan data ini, bentuknya seperti tablet berlayar kecil, tapi alat ini sangat pintar.Walaupun semua data yang diinput manual dan diolah oleh sistem, tapi jika terjadi keanehan, alat ini bisa mendeteksi, dan langsung menanyakan kesalahan pada operator yang menginputnya. Kesalahan input ini, adalah tugas kami administrasi untuk menyelaraskannya.


Seperti lonjakan pemetik bunga yang ada di edges, tidak berbanding lurus dengan jumlah manusia produktif di edges. Kami mencari tahu, sampai pada kemungkinan adanya perpindahan penduduk dari inti Rocks ke Edges yang tak mungkin. Atau ada angka kelahiran tinggi, atau ada pemalsuan data. Semuanya diprediksi, sampai hasil akhir yang mengejutkan. Ternyata banyak sekali data palsu pemetik bunga.


Heboh selalu saja terjadi di administrasi, karena kami akan mengkonfirmasikan hasil kami ke My King, yang hasilnya belum tentu bisa di terima dengan akal sehat.


Aku melihat data di kota Tepian, tentang fenomena mirip lubang di kubah elektrik. Semua fakta yang bisa dikumpulkan memberikan hasil bahwa ada sesuatu yang membuat kubah elektrik yang bocor memperbaiki diri sendiri. Hasil yang mengejutkan, karena bagian administrasi tidak menganggap hal itu adalah cuaca yang tak biasa, tapi kubah elektrik yang bocor. Mereka jago menyimpulkan.


"Hannah, data ini berasal dari bagian mekanik pemelihara lift penghubung di Rocks, bandingkan dengan yang di Edges!, Miss Reina memintaku melakukan kroscek dengan laporan kerusakan sepuluh tahun terakhir.


Banyak sekali, rasanya sebulan tak cukup.


"Hannah, mari makan disini", Miss Reina mengajakku makan satu meja dengannya.


"Hai Hannah, sudah tak sibuk?", sapa Jasmin.


"Masih sibuk, banyak sekali laporan di bagian mekanik, aku harus meneliti satu persatu kategori laporannya, masuk kerusakan material atau bukan", aku menjelaskan sambil makan siang.


"Kau baru satu tahun tapi prestasimu banyak Hannah, kau gila kerja ya!", Tang Wei bicara dengan ketus.


"Hei, Wei....jangan begitu ke Hannah, dia meringankan kerja kita, menurunkan kemarahan My King tiap minggu", Jasmin meledek Tang Wei.


"Hannah sudah sangat membantu, tapi kerjaan kita masih sangat banyak" , semuanya diam mendengar Miss Reina.


"Lihat bagian yang lain, malam minggu, pergi dengan bebas, kita pergi dengan setumpuk kerjaan", Jasmin mengeluh.


"Tim Alfred dan tim Iyork, minta tambahan pegawai mereka juga kewalahan. Menurut kalian bagaimana, apakah kita perlu pegawai lagi?", Miss Reina minta pendapat kami.


"Bukannya mereka minta tambahan karena kita mendapat Hannah?", Tang Wei pria sensitif gosip.


"Karena aku?", tak percaya dengan gosip.


"Kalau benar, mungkin aku tak usah minta tambahan orang, satu tim empat orang supaya adil", Miss Reina mengakhiri pembicaraan makan siang kami.


Sejak ada penyerangan di Hotel Kingdom, pekerjaan administrasi yang tadinya seperti sekretaris, menjadi bagian data intelejen. Karena militer tak punya data selengkap kami, prosedur penyerahan data memakan waktu lama untuk mempelajarinya. Jadi, My King memutuskan untuk menggunakan data publik dan langsung di analisa sesuai kebutuhan. Militer bisa mengakses, tapi harus seijin orang nomer satu di Rocks Colllapse.


Awal bulan ini, tim Alfred dan tim Iyork, sibuk mengatur meja agar bisa dekat dengan anak baru. Mereka bahkan sudah menyiapkan setumpuk pekerjaan untuk anak baru.


Hari yang ditunggu oleh tim Iyork dan Alfred, pagi ini ada tiga orang baru datang menghadap kantor My King. Miss Reina cemas karena ada tiga orang, semoga tim kami tidak mendapat tambahan, karena orang baru merepotkan. Aku sangat merepotkan, sebulan awal bekerja, banyak bertanya, mengganggu waktu mereka.


Millard keluar dari kantor bersama dengan mereka bertiga. Tim Alfred dan Iyork diminta memilih, dan sisanya diberikan ke tim Miss Reina.


Millard bukan hanya kepala pelayan rumah tangga kerajaan, dia segalanya di kantor Kingdom, dia tangan kanan Yang Mulia. Semua yang baru harus sepengetahuannya.


"Alfred kau akan memilih mana, datanya sudah ada di tanganmu dari kemarin", Millard bertanya pada Alfred yang menjawab dengan memijit pelipis kirinya.


" Pak Millard, semuanya luar biasa, jadi aku akan memilih berdasarkan penampilan fisiknya saja, aku memilih Desya, aku ingin ada wanita dalam timku", Alfred memilih karena Desya cantik sekali.


"Aku pilih Devan pak", Iyork menjawab dengan cepat.


"Reina, kau harus mengajari Andro dengan baik, sekarang kita punya Andromeda di bagian administrasi. Tadinya nama populer itu ada disetiap bagian kantor Kingdom, kecuali administrasi, sekarang kalian punya, ha ha ha ha", Millard tertawa sendiri.


Miss Reina bahkan belum menyiapkan meja untuk Andromeda.


"Hannah, kau ajari Andromeda, kami sudah pernah mengajarimu, kini giliranmu", Miss Reina berbisik kepadaku.


Andromeda tak banyak bicara, hanya mendekat lalu bicara," Maaf Miss Hannah, mana tugasku?", dia tak pernah tanya bagaimana cara mengerjakannya. Aku tak pernah mengajarinya dia tahu sendiri.


Tubuh Andromeda kecil dan tinggi, seperti tak ada daging yang menyelimuti tulangnya, tapi suara paraunya yang dalam membuat yang mendengar menjadi damai tak terburu-terburu.


Dia melihat data dengan matanya yang hijau dan menonjol, jemarinya yang kurus dan coklat, badannya yang kurus kering seperti tak kuat menahan apapun, tapi nyatanya sangat kuat bekerja menganalisa pekerjaan sampai malam bersamaku.


Ini seminggu pertama Andromeda disini, half shield Inti Rocks membuat dia tak bisa makan bersama kami. Tak ada sensor, dia memakai ruang khusus half shield untuk makan, ruang yang sangat privat.


"Andro, kau mau memakai half shield ala Edges, aku bisa membelikannya untukmu, nanti tinggal kau setel agar sesuai dengan wajahmu", aku mengatakan itu sambil tersenyum.


"Makasih Miss Hannah, sudah cukup yang ini", jawabannya tegas, tak banyak basa basi.


Itulah Andro, karyawan baru yang tak perlu kuajari apapun karena dia sudah sangat pandai mengerjakan semuanya. Aku hanya perlu menyerahkan tugas.


Bahkan Miss Reina dibuat terkesima dengan hasil laporannya, "Kau tahu Andro, luar biasa, dia jauh lebih hebat dari Hannah", Miss Reina bicara seolah aku tak ada bersama mereka.


"Dia mengerjakan semuanya tanpa banyak bertanya, dan selesai dengan hasil sempurna", Miss Reina menggeleng-gelengkan kepalanya kagum.


"Kau lihat setelan kemejanya, itu mahal sekali", Tang Wei pria penggosip mulai beraksi.


"Mahal? aku tak pernah memperhatikan merek bajunya!", sibuk dengan setumpuk pekerjaan, merek baju bukan fokus utamaku.


"Dia pasti orang berada, kita tak bisa lihat data pribadinya, Millard yang pegang kan!!, kita hanya bisa lihat kemampuannya", Jasmin mendengus kesal.


"Dia kurang gizi, kurus sekali", celutukku di tengah pembicaraan mereka, mereka semua tersenyum tertawa, dan mengakhiri menggosipkan karyawan baru yang misterius. Kedatangan Andromeda membuat tim kami, jadi punya bahan gosip abadi, karena dia begitu pendiam. Tapi aku suka sekali melihat dia bekerja, sorot matanya dan gerak gerik tubuhnya mengingatkanku pada seseorang, Pak Andy.


Tugas akhir bulan selesai, semua berlarian ingin cepat-cepat pulang, aku tak mau berebut lift, malas berdesakan.


Tinggal aku dan Andromeda di ruangan. Aku membawa sisa makanan Yang Mulia, cukup banyak, nampaknya hari ini, yang mulia tak berselera makan.


"Kau apakan sisa makanan itu", tanya Andro sambil menunjuk bungkusan makanan di tanganku.


"Untuk pupuk", jawabku sambil tersenyum Andro ternyata memperhatikanku.


"Miss Hannah tak pernah keluar gedung, anda tinggal dimana?", oh dia ternyata perhatian sekali.


"Di gudang, gratis, kapan-kapan mampirlah, kalau ada waktu", aku tersenyum lalu meninggalkan dia karena aku sudah sampai dapur. Gudangku di belakang dapur. Administrasi di basement 10.


"Miss Hannah?", tiba-tiba Andro memanggilku dari lift yang ditahan supaya terbuka. Aku menoleh ke belakang


"Iya, Andro? Apa ada yang tertinggal?", aku heran dia berteriak memanggilku


"Bolehkah aku main sekarang?"


Andro......"Tentu saja, ayo cepat kesini ikuti aku", Andro adalah tamu pertama yang meminta main ke rumahku.