Hidup Dalam Dunia Berperisai

Hidup Dalam Dunia Berperisai
The first


THE FIRST


Spain datang ke ruangan dengan dokter Hosch. Lalu dr Hosch memberikan dokumen.


"Hannah maukah kau memberikan pedang itu padaku?" ,pinta Spain.


"Maaf Jendral, tapi pedang ini yang memilih Hannah, bukankah pedang ini bisa menghilang lagi, jika yang memegangnya bukan pemiliknya?"


Spain mendatangi Sam, lalu mencengkram lehernya.


"Apa maksudmu Sam, kau pikir aku tak layak dapat pedang itu, Hannah baru berusia 20 tahun. Kau pikir berapa umurku?"


"Maaf Jenderal!"


Spain mengulurkan tangannya meminta pedang itu dariku. Aku tak merasa keberatan, emang apa susahnya menyerahkan pedang ini.


Aku memberikannya pada Spain dengan senang hati. Spain bahkan menggunakan kedua tangannya untuk menerima pedang. Dokter Hosch dan Sam nampak mengedipkan matanya beberapa kali untuk merekam peristiwa ini. Sepenting itukah?!


Saat pedang sudah ada di tangan Spain, tiba tiba tangannya terjatuh ke lantai. Pedangnya menindih tangan Spain. Lantai tempat tangan Spain menggenggam pedang retak sangat dalam.


"HANNNNAAAAAH AMBIL PEDANGMU" , teriak Sam.


Aku buru buru mengambil pedang berkarat itu, dokter Hosch segera melihat tangan Spain yang terluka parah. Aku berdiri termangu bahkan lantai di kursus ini tak bisa menahan beratnya pedang ini.


" Sam amankan Hannah! "


"Siap Jendral"


Spain pingsan, jenderal besar itu pingsan setelah berusaha mengangkat pedang berkarat ini.


Sam membawaku ke Hotel Kingdom. Dia menyuruhku menginap disini. Sampai ada perintah selanjutnya.


Akhirnya aku sendirian. Kulihat koin hologramku berdering puluhan kali tak diangkat. Miss Brenda, Lingling, Sandy dan Pak Andy bergantian menelponku.


"Miss Brenda!" ,sekali dipanggil langsung terlihat hologram Miss Brenda


"Kau kenapa lagi Hannah"


"Aku juga bingung Miss, Jenderal Spain menyuruhku tinggal di Hotel Kingdom"


"Kata Ling ling dan Sandy pedang mu mencuri perhatian Jendral Spain"


"Iya Miss, Nama pedangnya The First, bisakah kau carikan informasi tentang pedang ini Miss?


"Ok Hannah, tidurlah istirahat ya, kau di tempatkan di hotel jadi Spain tidak akan mencelakaimu. Kau tenang saja"


"Baik Miss, Selamat malam, sampaikan salamku untuk Lingling dan Sandy"


Sekarang giliran menelpon Pak Andy.


"Andy!"


Langsung muncul hologram sekali panggil.


"Hannah kau baik baik saja?"


"Tak terjadi apapun Pak Andy, aku baik baik saja. Sekarang aku di hotel kingdom, menunggu perintah Jendral Spain"


"Spain!"


"Mengapa Spain menaruhmu di Hotel Hannah?"


"Karena pedang ini pak, namanya THE FIRST.


Pak Andy tahu pedang ini?"


"Kau menemukannya Hannah?!"


"Aku hanya duduk di kursi dalam gedung senjata pak. Aku bahkan tak berencana mencari pedang, tapi karena sebelum keluar dari gedung, harus membawa pedang. Jadi aku ambil asal saja"


"Dimana kau menemukannya?!" , Pak Andy jadi tegang dan bertanya dengan dingin padaku


"Di sudut kursi pak, disana ada kayu berlubang berisi payung-payung rusak dan pedang-pedang berkarat, semuanya bertuliskan the first. Aku mengambil yang pegangannya masih utuh"


" Hannah apa ada tentara yang bernama Sam?"


"Dia teman baikku Hannah, kalau kau butuh apapun, minta saja ke dia ,ok".


"Biasanya yang dalam pengawasan Spain tak bisa menghubungi siapapun, ini karena Sam Dia pasti membiarkanmu menelponku".


"Dengar baik baik Hannah, mungkin ini terakhir kalinya kamu bisa menggunakan koin hologrammu, katakan saja pada Sam kebutuhanmu ya....."


Hologramnya mati, tak berfungsi. Pak Andy benar.


Aku akan dikurung disinikah?


Aku lari ke pintu, dan pintunya bisa dibuka. Ada Sam dan beberapa tentara.


"Pak Sam? , bisakah aku meminta makan malam sup daging rusa dan jus jeruk?"


Sam yang melihatku keluar, langsung berdiri, lalu menganggukkan kepala mendengar permintaanku.


Tentara yang lain, melihat ke arah ku. Setelah Sam pergi aku langsung menutup pintu. Aku harus menyiapkan diri untuk menginap disini. Aku tak bawa baju ganti, pakaian dalam, aku harus pakai baju ini selama berapa hari???


Kulihat Pedang The first yang ada ditanganku. Aku bahkan tak berani menaruhnya sembarangan takut akan menghancurkan sesuatu. Mungkin aku harus menggunakan telekinetis agar pedang ini melayang saja di udara. Ini pedang kuno pasti punya energi dari pemilik sebelumnya. Aku letakkan pedang dipangkuanku. Ku usap dari ujung hingga ke pangkal pedang sambil ku pusatkan pikiran agar pedang ini melayang.


The First terbang melayang lah di dekatku, mendekatlah hanya ketika kupanggil.


Pedang ini menurut terbang melayang diatas ranjang hotel.


Urusan pedang selesai tinggal baju gantiku. Lebih baik ku tulis note aja, nanti akan kuberikan pada Sam.


Tolong bawakan aku baju ganti dan pakaian dalam 3 pasang, Ini nomer Miss Brenda Waliku 324********


Catatan seperti ini nampaknya cukup dimengerti.


Tok tok tok, pintu diketuk. Sam datang membawa piring saji semangkuk sup daging rusa dan segelas jus jeruk. Aku menyerahkan catatan ke Sam.


Dia langsung membacanya, "Hannah aku tak jamin kau akan mendapat baju dari walimu, tapi aku akan mengusahakan yang kau butuhkan" Nadanya lembut dan santai, walaupun kulihat wajahnya tegang.


Aku menikmati sup daging rusa dan jus jeruknya. Aku harus mandi di sini dan bajunya tak ganti. Padahal tadi aku latihan fisik yang lumayan berat.


Tok tok tok, pintu diketuk lagi, seorang perempuan memakai seragam hotel.


" Selamat malam nona Hannah, tadi Pak Sam memintaku memberikan baju ganti dan pakaian dalam padamu. Oh iya saya Samantha, Sammy kakakku. Nampaknya bajuku akan sedikit kebesaran buat mu, nanti akan kucarikan yang pas. Jangan tidur dulu ya...." Samantha tersenyum manja.


Dia tidak tampak seperti pegawai hotel, dia seperti artis yang sedang syuting di hotel.


Aku melihat di dada kanannya ada pin bertuliskan Manager. Dia hanya lugu sebentar mungkin, dia manager.


"Makasih Samantha"


Kemudian dia melirik sebentar ke arah para tentara yang berjaga di luar kamarku.


Aku menutup pintu dengan cepat, lirikan mata Samantha yang sangat tidak nyaman dengan para tentara yang berjaga di depan kamarku membuat aku sedikit takut.


Aku menghabiskan sup dan jus nya dengan cepat, karena mungkin aku capek kelelahan setelah ujian fisik tadi. Mataku terasa berat sekali. Aku memejamkan mata lalu tertidur di kursi.


Pintu diketuk lagi, kali ini pintu dibuka dari luar Aku kaget


"Samantha!!!"


"Maafkan aku Hannah, ini 3 pasang baju dan pakaian dalam, sudah diketuk berkali-kali tapi tak dibuka pintunya. Aku pikir pasti kau ketiduran. Baju dan pakaian dalamnya semuanya baru, sudah kucuci dan setrika. Maaf ya lama. Tadi aku beli dulu ke depan dan kubawa ke laundry hotel!


Aku harus membayar untuk yang dia lakukan. Ketika aku akan mengeluarkan akses dari lenganku. Samantha menahan lenganku


"Tak usah Hannah, kata Sam, ini Andy yang bayar, kau tenang saja"


Aku mengangguk pelan.


Sebelum pergi dari kamar hotelku. Samantha melirik ke arah pedang yang terbang melayang diatas ranjangku. Aku hanya bisa tersenyum.


Kau tahu Samantha itu adalah pedang yang membuatku jadi terkurung disini.


Setelah mandi, baju dari Samantha langsung kupakai, kebesaran tapi nyaman. Pakaian dalamnya pun pas. Mungkin tadi kedatangan Samantha yang pertama untuk mengecek ukuran tubuhku, agar pas baju dan pakaian dalamnya. Hebat sekali, sebentar berbincang sudah tahu ukuran ku.


Aku berbaring di ranjang sambil melihat pedang yang melayang. Pedang jelek begini, berkarat, ukirannya pun sudah tak jelas lagi. Hanya permata hitam yang tadi kubersihkan yang masih kelihatan indah.


Aku menggerakan tanganku untuk membolak balikan pedang yang melayang diatas. Kuamati permatanya, indah sekali. Kemudian permata itu bersinar , kemudian mengeluarkan cahaya lurus tepat di antara alisku. Aku tak bisa bergerak. Pedang ini mengendalikanku, aku bahkan tak bisa berteriak. Sinar yang dikeluarkan permata hitam itu tidak panas, lebih tepatnya sangat dingin seperti es. Aku tak kesakitan, tapi ketakutan.