
PLAK!
Wajah Arjuna terhuyung kesamping, tamparan keras yang diberikan oleh Elira membuat pipinya panas dan kebas.
Elira tidak peduli lagi kalau semua orang yang ada ditempat ini memandang kearahnya. Termasuk Bara Agatha Berliana Radja dan yang lainnya, yang terpenting baginya saat ini adalah melampiaskan semua rasa yang ada didalam hatinya.
Elira menulikan telinganya mendengar pekikan dua wanita dari atas panggung utama kala dia menampar Arjuna. Hidup serta masa depannya sudah hancur, jadi apa salahnya kalau dia juga ikut menghancurkan acara ini, memang belum seberapa adil. Namun ini cukup lumayan membuat pria yang tengah menatapnya memohon itu sama hancurnya.
"Ini yang katakan kau seminggu yang lalu,' aku akan bertanggung jawab'." Elira menampilkan senyuman sinis pada Arjuna.
"Bertanggung jawab dalam bentuk apa hm?" lanjut Elira
Tatapan menusuknya terus dia layangkan pada Arjuna yang tengah menundukan kepalanya.
Semua tamu yang hadir diacara itu terdengar saling berbisik, Berliana Bara dan Agatha yang merupakan keluarga Elira terlihat tidak tinggal diam. Bahkan sebelum Bara melakukan sesuatu Agatha dan Berliana terlihat sudah lebih mendekat kearah Arjuna dan Elira.
"Apa yang sudah kau lakukan pada keponakanku?" Agatha angkat bicara setelah melihat Elira menampar keras pemuda yang menjadi tuan rumah dipesta ini.
Arjuna menegakan kepalanya kala mendengar suara lembut namun dalam milik seorang wanita. Kedua mata pria itu mengerejab kala melihat wajah mengitimidasi Agatha.
"Ada apa ini Arjun? kenapa wanita ini berani menamparmu? memangnya siapa dia sudah berani menampar putra mahkota keluarga Malik." Arjuna belum sempat menjawab Rohid Rayhan Tiara dan Anjeli serta kedua orang tua calon menantu keluarga Malik itu sudah mendekat kearah mereka.
Berliana semakin mendekat pada Elira kala melihat Kakek Kakek yang beberapa waktu lalu mencecarnya menudingkan telunjuknya pada Elira.
"Tolong turunkan telunjuk anda dari wajah saudara saya Tuan Rohid Malik!" ucap Berliana datar, Berliana bahkan menepis jari telunjuk Rohid tanpa takut apa pun.
Dibelakang ketiga wanita itu, Radja dan Barata terlihat sudah siap mengatisipasi dengan segala kemungkinan yang ada. Bara mengkode Radja agar bisa menahan Berliana kala singa kecilnya itu terlihat akan muncul kepermukaan. Jujur Bara tidak akan sanggup untuk menahan kedua singa betinanya kala sedang mengamuk.
Dan kini Bara harus memiliki tenaga extra saat Agatha dalam mode singanya. Semoga saja encoknya kali ini tidak kumat mendadak.
"Kau lagi, Berliananya ADAM CORP. Apa kau kemari bersama cucuku, mana dia? apa dia ada disini juga?" Rohid menyunggingkan senyuman tipis pada Berliana. Namun bagi wanita itu, senyuman yang ditunjukan oleh Kakek sang kekasih adalah senyuman ejekan.
"Aku tanya sekali lagi, apa yang sudah kau lakukan pada keponakanku?" Agatha kembali bersuara, dan itu membuat antensi keluarga Arjuna mengarah pada ibu dua orang anak yang masih terlihat cantik serta sexy diusia matangnya.
"Memangnya apa yang sudah putraku lakukan pada keponakanmu ini, Nyonya?" tanya Rayhan sedikit menaikan oktaf suaranya, kali ini Rayhan ikut angkat bicara kala Agatha terlihat semakin mencecarnya.
"Hei, jangan berani kau menaikan suaramu pada Nyonya Prayoga Tuan Rayhan!" Bara yang sedari tadi diam
, sedikit terpancing kala Rayhan yang merupakan salah rival dan patner bisnisnya menaikan suara pada sang istri.
Bara tidak akan pernah menerima kalau ada orang yang menaikan suaranya pada Agatha, tidak akan pernah menerimanya. Ingat betapa sulitnya dia mendapatkan wanita itu dulu, ingat betapa tersiksanya Bara saat Agatha dinyatakan koma selepas persalinan Berliana. Maka dari itu dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun melukai kedua malaikatnya.
NYONYA PRAYOGA BUCINNYA PAPA BARATA
**YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
MAU BONUS? DOAIN AJA HARI INI OTHOR SOLEHOT LAGI🙈🙈
KENCENGIN YA DUKUNGANNYA BIAR UP SAMA BONUSNYA SEMANGAT
SEE YOU BABAYYY MUUUUAAACCCHHHH**