
Berliana tersenyum lebar kala melihat tampilan sang suami, Radja sudah memakai tuxedo navy lengkap dengan dasi kupu kupu yang membelit lehernya.
Berliana bahkan tidak henti menatap wajah tampan rupawan si mantan duda ini. Satu tangannya terulur untuk menepuk pundak kokoh Radja, sedangkan satunya lagi, terlihat membenarkan tatanan rambut Radja, yang sudah Berliana kuncir sedemikian rupa.
Rambut gondrong milik Radja tertata rapi, bukan dipangkas atau pun dipotong, tapi dicepol sedemikian rupa oleh sang Ratu.
"Kalau beginikan tambah ganteng," ujar centil Berliana, bahkan wanita cantik itu sudah mengalungkan kedua tangan dipundak kokoh suaminya.
"Aku jadi gak rela bawa kamu, kepesta,"ujarnya lagi, kali ini satu tangan Berliana bermain didasi kupu kupu yang dipakai Radja. Bahkan Berliana sudah memepetkan tubuhnya pada Radja, kedua hidung mereka pun saling bersentuhan tanpa penghalang. Berliana menarik sedikit tengkuk Radja, agar pria itu menunduk.
Radja tidak berbicara apa pun, namun senyuman tipis di kedua sudut bibirnya, sudah mewakili semua.
"Bell na Ola," suara panggilan Lora, membuat keduanya menoleh kearah ranjang kecil yang tidak jauh dari mereka.
Radja dan Berliana tertawa kecil, kala melihat wajah cemberut balita cantik yang tengah menatap kearah mereka. Namun bukannya melepaskan, Radja malah semakin mengeratkan kedua tangannya dipinggang Berliana, kala wanita itu hendak menghampiri putrinya.
"Ai?" panggil Berliana pada Radja, saat pria itu mulai meremas pinggang rampingnya.
Bukannya menjawab, Radja malah semakin melebarkan senyuman. Dengan sekali angkat, Radja berhasil membawa tubuh Berliana masuk kedalam dekapannya. Bahkan Radja mencium bibir Berliana dengan brutal sembari membelakangi tubuh Lora.
Lora yang belum mengerti apa apa hanya menatap heran pada kedua orang tuanya, balita cantik itu bahkan hendak turun dari ranjang, namun karena tidak bisa, Lora kembali mengurungkan niatnya.
Namun tatapannya terus saja tertuju pada punggung lebar sang Papa, dahi Lora berkerut kala melihat Radja terus saja menunduk, sembari membelakanginya.
Lora bahkan terlihat kehilangan Berliana, balita itu mengedarkan pandangannya kesetiap sudut kamar. Namun sang Mommy tidak bisa dia temukan dimana pun.
Lora tidak tahu, kalau saat ini Berliana tengah berada didalam kuasa sang Papa. Pria berjambang tipis itu terus saja melahap habis bibir manis milik Berliana, yang berhiaskan lipstik merah merona.
"Udah ih, lipstik aku ilang kan jadinya." gerutu Berliana, sembari mendorong pelan dada Radja, agar menjauh darinya.
Satu tangan Berliana terulur untuk menyeka sisa lipstik yang menempel dibibir Radja.
"Jangan pakai lipstik warna itu, aku gak suka," ujar pelan Radja sembari menyeka sisa salivanya di bibir sang istri.
"Kenapa?" tanya Berliana, bahkan dahi wanita itu berkerut
"Kamu terlalu seksi, kalau pakai lipstik warna itu, My Queen." jawab Radja pelan, bahkan terdengar seperti bisikan.
Cup!
"Ayo, sepertinya calon mempelai pria sudah datang." ucap Radja santai, bahkan pria itu meninggalkan Berliana yang masih mematung, begitu saja.
Radja merapihkan tampilannya sejenak, bahkan salah satu ibu jarinya menyeka bibir yang masih basah karena ciuman tadi. Radja tersenyum pada Lora, yang sudah berdiri berpegangan disisi ranjangnya.
"Cantiknya Papa, sudah siap?" tanya Radja pada Lora, balita itu hanya tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya pada Radja.
Dengan senang hati, si Hot Papa itu segera meraih tubuh kecil yang sudah berbalut gaun cantik nan mahal, yang Berliana belikan beberapa hari yang lalu. Gaun dengan warna senada dengan Berliana, bahkan harganya pun melebihi harga gaun orang dewasa.
"My Queen?" panggil Radja, kala melihat Berliana masih mematung didepan cermin, sembari memegangi bibirnya.
"Ai?" bukannya menjawab, Berliana malah memanggil Radja.
"Apa hm? sudah selesaikan pakai lipstiknya?" tanya Radja lembut, bahkan pria itu sudah mengikis jarak dengan Berliana.
Pria dewasa yang super hot itu, semakin terlohat panas membara kala menggendong Lora dengan sebelah tangannya.
"Ai?" panggil Berliana lagi
"Apa hm?" sahut Radja lembut, satu tangan pria itu menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Berliana.
"Mau cium lagi!" ucap Berliana tanpa malu sedikit pun, bukankah sudah pernah Berliana katakan sebelumnya, kalau dia akan selalu murahan saat bersama Radja, dimana pun, kapan pun, tidak peduli saat ada siapa pun.
YANG MINTA DICIUM TEROOOOSSS, OTHOR JUGA PINGIN KALIK QUEEN
**SITUKANG NYIUMNYA, OTHOR KALI KALI DONG YANG DICIUM
SORRY YA GUYS SIANG INI AKU UP SATU BAB, SOALNYA ADA MUSIBAH
CALON SUAMI KK SEPUPU AKU MENINGGAL, JADI MAU TAKZIAH DULU
MOHON DOANYA AGAR OTHOR SELALU SEHAT
SEE YOU TOMORROW BABAYY MUUAACCHH**