
"Ibu sama Bapak istirahat di rumah, Davyn juga ada di rumah. Dia lagi main game di kamarnya, nanti kalau Ibu bosan bisa main sama Gavyn. Kayaknya Elira juga gak keluar hari ini?" Bara yang hendak menghadiri undangan pernikahan anak Direktur KILANG ENERGI, berpamitan terlebih dahulu pada kedua mertuanya yang masih berada di kediamannya.
"Iya, kalian pergi aja. Davyn biar Ibu yang jaga, hati hati nyetirnya Nak." Rina menepuk pundak Bara saat pria itu menyalaminya takzim.
"Kami berangkat dulu ya Bu Pak." Agatha pun melakukan hal yang sama, selama beberapa tahun ini dia sudah berdamai dengan perasaannya sendiri. Agatha sudah menerima dengan ikhlas kehadiran Farhan di hidup sang Ibu.
"Bell berangkat dulu ya Nek Kek." Berliana pun ikut menyalami takzim kedua kakek serta neneknya. Farhan tersenyum tipis melihat Berliana yang begitu dekat dengan sang istri.
💝
💝
💝
Sepanjang perjalanan Berliana terus saja menatap kearah luar jendela mobil, sebenarnya dia sangat malas untuk ikut bersama Papa dan Mamanya malam ini. Namun karena ancaman sang Papa yang tidak masuk diakal namun membuatnya ketar ketir, Berliana akhirnya mau tidak mau harus ikut.
"Mukanya jangan ditekuk gitu dong, masa Berliannya Papa mukanya kusut kayak tissue bekas. Udah tenang aja, Papa yakin disana pasti banyak duda duda kece yang bisa kamu pilih, terus kalo udah dapet kamu pajang di lemari." Bara terkekeh sendiri melihat wajah kusut putrinya.
"Mas!" Agatha mulai memperingati suaminya.
"Iya sayang iya, Mas cuma godain Berlian kita aja. Udah dong kenapa para bidadariku mukanya kusut kayak isi dompet akhir bulan Om Genta." Bara kembali terkekeh dan kini menular pada Berliana. Sedangkan Agatha hanya bisa menghela nafasnya melihat betapa kompaknya suami dan putrinya ini.
Tidak lama mereka akhirnya sampai disebuah hotel mewah, Bara segera menggandeng kedua lengan para wanitanya. Agatha dan Berliana menghimpit Barata, pria itu berada ditengah tengah mereka.
Berliana mengeluarkan sebuah undangan mewah, yang menjadi kunci masuk untuknya dan kedua orang tuanya kedalam pesta.
Ketiganya melangkah dengan santai, gaun putih yang dipakai oleh Berliana terlihat elegan dan mewah ditubuhnya.
Sedangkan Agatha menggunakan gaun hitam yang senada dengan jas serta kemeja yang dipakai oleh Barata.
"Wow!" Berliana berdecak kagum saat dia melihat suasana pesta pernikahan yang begitu mewah dan elegan ala internasional.
Para tamu undangan sudah saling menyapa satu sama lain saat mereka bertemu dengan teman atau pun partner bisnis masing masing. Sedangkan Berliana dan Bara masih sibuk celingak celinguk mencari stand makanan serta minuman, berbeda dengan Agatha yang tengah menatap kagum pada pelaminan mewah yang ada didepan sana.
"Mas haus?" Agatha balik bertanya dan diangguki oleh Bara.
"Iya, kenapa kamu lihatin pelaminan terus sih? kamu mau kita duduk lagi disana, kayak 23 tahun yang lalu." Bara mencolek dagu Agatha, dan Agatha menghadiahi suaminya itu sikutan pelan diperut.
"Udah ayo katanya haus, mau minumkan?" Agatha segera menyeret lengan Barata, meninggalkan Berliana yang tengah celingak celinguk mencari stand makanan.
"Ma Pa kita ngambil mak..., loh pada kemana? kok Bell ditinggal? Nanti kalau Bell diculik Om Om gimana Pa." Berliana celingak celinguk mencari keberadaan kedua orang tuanya.
Berliana melangkahkan kedua kakinya menuju stand makanan ringan. Disana dia belum menemukan orang yang dia kenal, Berliana menghela nafasnya kasar. Dia memakan ringan itu dengan malas, Berliana merasa seperti orang hilang saat ini karena sendirian.
Bruuk!
Karena kedua matanya tidak fokus Berliana menabrak tubuh seseorang didepannya.
"Ah maaf maaf, saya gak sengaja." Berliana memundurkan langkahnya kebelakang, karena merasa bersalah karena sudah menabrak orang itu.
"Berliana?" orang itu memanggil
Berliana yang menunduk karena tengah membersihkan remahan cup cake di gaunnya, segera mengangkat kepala saat mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya.
"Pak Arjuna?"
**MAS ARJUN TOLONG PAKE BAJUNYA, KALAU ENGGAK NANTI NENG GIGIT NIH RRRWWWW
YUHUUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUUAAACCHH**