
Berliana terus saja mengecupi pipi gembul Lora, saat ini balita cantik itu tengah berada di pangkuannya.
"Ola, udah mamam?" tanya Berliana pada sang putri, entah kenapa biar pun bukan darah dagingnya atau pun Radja, dia begitu menyayangi balita cantik ini.
Bahkan Berliana sudah berjanji didalam hati, kalau pun nanti dia memiliki anak bersama Radja, Berliana dan Radja tidak akan pernah membedakan mereka.
Lora terlihat menganggukan kepalanya, balita cantik itu masih terlihat menikmati dekapan sang Mommy.
"Lora baru selesai makan, sebelum kita kesini," ujar Soraya pada menantunya.
Wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik diusianya sekarang ini, begitu bahagia kala mendengar kalau Berliana tengah mengandung. Terutama Rajasa, pria paruh baya itu sudah mewanti wanti agar Berliana berhenti untuk bekerja selama kehamilannya.
Walaupun tidak setuju dengan saran Ayah mertuanya, Berliana tetap menurut. Toh itu pun demi kebaikannya dan calon buah cintanya juga.
"Ingat pesan Ayah, berhenti bekerja sementara, demi kesehatanmu dan calon penerus Dewangga." ucap Rajasa lagi, entah sudah berapa kali dia mengatakan itu.
"Iya Ayah, Papa juga nyaranin aku buat nyerahin Diamond Queen ke Cia. Mungkin posisi GM aku juga, di ambil alih sama Juanda dulu," ujar Berliana, dia akan susah membantah kalau Bara sudah berbicara.
Dan lihatlah kini, Sang Papa tengah tersenyum penuh kemenangan padanya, setelah rival sekaligus besan, ternyata satu pemikiran dengannya.
"Bagus, tenang saja berlian Radja tidak akan habis dipakai olehmu dan cucu Ayah nanti." ucap Rajasa santai.
Sedangkan Radja dan Soraya, terlihat menghela napas kasar. Pria tua itu memang tidak pernah bisa membuang sikap arogannya pada siapa pun.
"Kau pikir, Batu Bara ku akan habis, oh tentu saja tidak! biarpun cucuku sampai satu lusin, Batu Bara ku tidak akan habis!" ucap Barata tidak mau kalah, Agatha yang ada disebelah Bara terlihat memijat keningnya.
Bara tersenyum sinis pada Rajasa, entah kenapa kedua pria tua itu selalu saja, memperebutkan hal apa pun.
"Kalau sudah adu kekayaannya, silahkan keluar dan jangan lupa bayar pajak!" ucap kesal Gentala pada Kakak dan sang besan.
"Oh iya, si Arjuna gimana kabarnya?" tanya Berliana tiba tiba, membuat semua orang yang ada disana menatap padanya.
"Kok pada diem sih?" lanjutnya lagi, saat tidak ada yang membuka mulut.
"Kita maafin dia, ngasih kesempatan biar bisa hidup dengan baik. Sebenarnya si Juned itu anak baik, cuma gara gara kedua aki aki itu, otaknya rasa oon terus konslet. Kayaknya lama lama dia bisa gila, kalau masih dijangkau sama bapaknya. Makanya kita kirim dia ke Dubai, setelah menandatangani perjanjian hitam diatas putih, plus materai sepuluh ribu." sambar Gala yang sedari tadi diam, pria bermulut pedas itu masih sibuk dengan ponselnya.
Berliana mengerenyitkan dahi, dia juga melirik pada Radja yang masih terdiam. Sepertinya, yang diucapkan oleh Gala benar adanya.
"Surat perjanjian, perjanjian apa?" tanya Berliana lagi. Dia masih penasaran dengan ucapan Gala yang kurang jelas.
"Surat perjanjian, untuk tidak mengusik El, tante Elira sama Om Raga, terus seluruh keturunan Prayoga, entah itu anak cucu cicit cocot cecet cucut, pokoknya yang masih bau bau darah Eyang buyut Dellon." sahut Galaska lagi.
Berliana terdiam, tidak bertanya lagi. Ucapan Gala sudah cukup membuatnya bisa mencerna apa yang terjadi pada pria itu.
Sebenarnya dia juga, ingin Radja atau Bara memberikan kesempatan pada Arjuna. Berliana bisa melihat kalau saat itu Arjuna bersungguh sungguh pada Elira, namun kesempatannya sudah hilang, hingga membuat akalnya tidak berfungsi.
Semoga Arjuna memanfaatkan kesempatan yang sudah diberikan oleh keluarganya. Dia bisa hidup lebih baik lagi disana, dan mungkin bisa bertemu dengan jodohnya. Karena Berliana bisa melihat kalau Elira semakin dekat dengan Raga saat ini.
'Semoga Om Raga, bisa mengobati trauma Elira. Sudah dua hari menikah mereka belum nanam saham, kasihan banget Om gantengku.' ucap miris Berliana dalam hati, kala melihat Raga terus saja memepet sang istri.
**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHHH**