Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Hilangnya Semua Rasa


Arjuna meremas kasar rambutnya sendiri, tindakan bodohnya tadi membuat wanita yang tak berdosa, terluka karena ulahnya.


Wanita yang pernah mengisi hatinya, sebelum ada Elira di sana. Wanita yang selalu berbicara ketus dan sadis padanya.


"Maafkan aku Berliana, aku tidak sengaja." lirih Arjuna


Saat ini Arjuna masih berada dikediaman Prayoga, Nagara dan Ilham segera mengurung Arjuna didalam kamar, mereka menunggu keluarga Malik untuk mempertanggung jawabkan perbuatan keturunan mereka.


Sedangkan, Lovy Mace Reina dan yang lainnya menyusul ke rumah sakit. Hanya Nagara, Ilham, Aryo, Raga dan Elira yang ada di rumah, Mace Reina melarang Raga dan Elira ikut. Bahkan pesta pernikahan yang seharusnya masih berlangsung hingga malam hari, terpaksa dihentikan. Para tamu undangan dipersilahkan pulang sebelum waktunya.


"Aku khawatir sama Bell," ucap lirih Elira didalam dekapan Raga. Elira takut terjadi sesuatu pada saudaranya, mau bagaimana pun semua kejadian ini berakar darinya.


Arjuna tiba tiba menggila, dan itu berawal darinya. Walaupun Elira sendiri tidak mengerti kenapa pria itu bersikap tidak waras.


"Ssstt, udah! Abang yakin Bell tidak apa apa. Dia wanita kuat, Abang yakinย  keponakan kita akan baik baik saja." ucap Raga, mencoba menenangkan hati Elira.


"Ada yang bisa bercerita pada saya, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini?" Aryo yang sedari tadi terdiam akhirnya penasaran dan angkat bicara.


Pria tua itu menatap sang cucu, Elira bahkan terlihat menatap pada Raga, wanita itu semakin mengeratkan cengkeramannya dikemeja putih sang suami.


"Saya akan ceritakan nanti, Datuk," ujar Ragata tenang.


๐ŸŒ


๐ŸŒ


๐ŸŒ


Radja terus saja mondar mandir didepan ruang operasi, saat ini Berliana tengah menjalani pengangkatan proyektil peluru didalam perutnya.


Penampilan sang Radja, sudah lebih dari kata berantakan. Kemeja putih yang dipakainya sudah kusut dan dipenuhi bercak darah Berliana. Rambutnya yang sudah tertata rapi, kini berantakan tak terurus.


Tatapannya terus saja mengarah pada pintu putih, yang begitu terlihat horor untuknya saat ini.


"Kenapa lama sekali," ujar pelan Radja, dia merasa kalau dokter yang tengah menangani sang Ratu begitu lama. Hingga rasanya dia ingin menerobos masuk kedalam.


"Radja?" panggil Agatha, wanita tangguh itu terlihat kuat, walaupun tidak ada yang tahu kalau saat ini perasaannya tidak baik baik saja.


"Duduk! operasinya tidak akan cepat selesai, walaupun kamu terus berjalan kesana kemari." lanjut Agatha


Agatha tahu perasaan Radja saat ini, ibu dari dua orang anak itu berusaha menguatkan orang orang yang ada didekatnya. Gavyn yang tidak pernah menangis saja, kini terlihat meneteskan air mata didalam pelukan Lovyna. Bocah sebelas tahun itu, bahkan terlihat mematung kala melihat sang Kakak tersungkur dilantai dingin.


Radja kembali meremas rambut gondrongnya dengan kedua tangan, pria itu terpaksa mendudukkan diri didekat Farhan dan Rina. Tatapan sendu masih terus tertuju pada pintu putih yang ada didepan kedua matanya.


"Sabar, Kakek yakin Berliana kuat." ucap pelan Farhan pada cucu mantunya.


Radja hanya mengangguk untuk menanggapinya, lidahnya terasa kelu. Bahkan untuk menelan salivanya saja, Radja susah payah.


Untung saja Lora tidak ikut terkena peluru itu, kalau Lora juga sampai terkena, entah bagaimana Radja sekarang. Melihat salah satu wanita kesayangan terluka saja, rasanya ingin mati. Apa lagi saat harus melihat keduanya terluka secara bersamaan.


Kedua tangan Radja terkepal, rahangnya mengeras kala mengingat, siapa yang menyebabkan sang Ratu berada diruangan mengerikan itu.


'Aku tidak akan memaafkanmu, kalau sesuatu terjadi pada Ratuku. Ku tarik semua rasa iba, sayang serta rasa kasihanku padamu, Arjuna! mulai sekarang aku memutuskan untuk tidak mau berurusan lagi dengan keluarga Malik! dalam bentuk apa pun!' gumam Radja didalam hati





***JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA TEMENKU YANG GAK KALAH BAGUS YA, YANG SUKA BERBAU BAU LUAR NEGERI BERLATARKAN EROPA CUSS AJA


KARYA SI CANTIK NUKHA


MARI SILAHKAN MAMPIR***


**YUHUUUUU GIMANA PART INI


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH**