
Rohid dan kedua orang tua Anjeli menatap tidak percaya pada Arjuna, bahkan Anjeli yang tengah menangis pun mendongakan wajahnya untuk menatap tunangannya, atau lebih tepatnya mantan tunangannya.
"DAN AKU AKAN MENIKAHI ELIRA!" lanjut Arjuna dengan yakin.
Anjeli dan kedua orang tuanya benar benar menatap tidak percaya pada Arjuna. Begitu pula dengan keluarganya, keluarga Radja dan keluarga Berliana terutama Elira.
Elira segera mengangkat wajahnya dari pelukan Agatha saat mendengar ucapan Arjuna yang seenaknya memutuskan sesuatu tanpa persetujuan darinya.
"Enggak! aku gak mau nikah sama kamu. Aku gak mau menjadi orang ketiga dalam hubunganmu dan kekasihmu. Lupakan, lupakan tentang rasa tanggung jawabmu itu, aku sudah tidak peduli lagi dengan diriku sendiri. Aku memilih untuk kehilangan masa depanku, dari pada aku harus menjadi orang ketiga. Kalau memang nanti ada pria baik yang mau menerima keadaanku seperti ini, mungkin aku akan menikah. Tapi kalau memang tidak ada, tidak masalah. A-aku tidak masalah kalau aku tidak akan pernah menikah seumur hidupku. Aku tidak mau dinikahi hanya karena rasa bersalah dan kasihan, apa lagi menjadi orang ketiga." Elira menolak mentah mentah ucapan Arjuna yang berniat menikahinya dan membatalkan pertunangannya. Ucapannya sedikit terbata, Elira sudah pasrah pada nasibnya.
"Kau dengarkan Arjun, wanita ini tidak mau dinikahi olehmu. Aku yakin dia hanya ingin uang dan kehormatan keluarga Malik saja." Anjeli terlihat menjadi pemantik api diantara Arjuna dan Elira saat ini.
Dengan air mata yang belum kering, Anjeli kembali mendekati Arjuna dan dengan tidak tahu malunya wanita itu bergelayut dilengan Arjuna.
Arjuna menoleh pada Anjeli, sudut bibir Arjuna terangkat membuat Anjeli ikut menyunggingkan senyumannya pada wanita itu.
"Baiklah, kalau itu maumu Elira. Bukannya aku tidak perlu repot repot lagi untuk memberikan tanggung jawabku padamu. Kau sudah menolak kebaikanku mentah mentah. Kalian dengar kan! wanita ini sendiri yang menolak pertanggung jawabanku. Jadi bukan aku yang lari dari tanggung jawab, tapi dia yang tidak mau.Β Baiklah, kita selesaikan acara ini secepatnya, ayo Anjeli." Arjuna berucap dengan tenang sekali, bahkan pria itu sama sekali tidak melirik pada Elira yang tengah menatapnya dengan senyuman miris.
Namun sebelum Arjuna melangkah, kerah tuxedo yang dia pakai sudah ditarik seseorang, dan...
BUGH BUGH BUGH!
Tiga pukulan keras dilayangkan Barata tanpa ampun, sedari tadi Ayah dari dua orang anak itu sudah mati matian menahan emosinya. Kali ini Arjuna terkapar dilantai dengan wajah yang penih lebam dan hidungnya kembali berdarah.
"Kau benar benar pria brengsek yang pernah aku temui, dulu aku pernah bertemu dengan pria brengsek tapi tidak sebrengsek dirimu sialan! dan mulai saat ini ADAM CORP membatalkan semua kerjasama antara MALIK GROUP dan sekutunya! cih, kalian pikir ADAM CORP tidak tahu kalau KILANG ENERGI dan MALIK GROUP melakukan kerjasama untuk menggulingkan posisi ADAM CORP huh?! untuk kau, aku ingatkan jangan pernah lagi menemui keponakanku! dan jangan pernah macam macam pada keluarga Prayoga!" Ucap Barata dingin dan datar, dengan kasar dia menghempaskan tubuh Arjuna kembali berbaring dilantai.
Bara kembali ketempat awal, pria itu masih menatap Arjuna penuh amarah. Bahkan Bara ingin sekali menghajar pria muda itu lebih lagi. Agatha segera mendekat pada suaminya, wanita itu membelai lengan Bara yang terkena darah Arjuna.
"Kita pulang?" ajak Agatha
"Ayo Nak, Pak Cik sama Mak Cik mu tidak akan membiarkan kamu sendiri melewati semua ini. Masih ada Bell, ada Cia ada Yasmine, masih ada Mace Reina Om Anin dan yang lainnya. Jangan pernah merasa sendiri, kamu masih memiliki kami." Bara menatap tidak tega pada keponakan tirinya, Elira memang bukan keponakan satu gen dengannya atau Agatha. Namun dia dan Agatha sang istri tidak pernah mempermasalahkan itu semua. Bagi Bara dan Agatha Elira sama dengan Cia dan Yasmine.
"Bo-boleh Lira peluk Pak Cik?" air mata yang Elira tahan sedari tadi lolos juga akhirnya, apa lagi saat melihat Bara menganguk. Tangisan Elira pecah didalam dekapan Bara Pamannya, paman yang sudah menganggap dia seperti putrinya sendiri dibandingkan Papa kandungnya sendiri.
Jujur Elira sangat merindukan sosok Ayah saat ini, Ayah yang bisa melindunginya, mendekapnya kala sedih, dan menjadi cinta pertamanya. Namun ternyata semua itu hanyalah mimpi, sang Papa lebih sibuk dengan keluarga barunya.
Agatha terasenyum tipis, wanita itu pun ikut memeluk Bara dan Elira dalam satu dekapan. Sedangkan Berliana sudah terisak didalam dekapan Radja, wanita itu tidak menyangka kalau Elira menyembunyikan semua lukanya selama ini.
"Wah aku tidak menyangka putra mahkota keluarga Malik ternyata sebejat dan sepengecut ini. Didikanmu kurang mantap Rayhan, lihat betapa pengecutnya putra kesayanganmu ini, belum berjuang saja sudah KO. Kita lihat, apa besok pagi akan ada petugas kepolisian yang akan menjemputmu atau tidak." Rajasa terkekeh pelan pada saudara tirinya, pria itu bahkan menepuk pundak Arjuna sebelum melangkah pergi meninggalkan pesta sembari mengode Barata dan Radja agar mengikuti langkahnya.
PAPA BARA OTHOR FORMALIN MAKANYA AWET MUDA, JADI JANGAN PADA PROTES YAπππ
OM, JANGAN LIHAT! NENG OTHOR GAK KUAT OM PLISSSπππππ
**TIATI GIGINYA KERING OM
KALO VISUAL KAKEK ROHID MINTA SARAN DARI KALIAN, SORAYA SAMA TIARA JUGA BELUMπππ
PADA SENENGKAN OTHOR KASIH BONUS DIPAGI MINGGU YANG HUJAN INI, ANGET ANGET LIHAT YANG GANTENG UHUIII
SEE YOU TOMORROW BABAYY MUUUAAACCHH**