Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Balada si Pisang Raja, Again!


Berliana meremas ujung kaos yang dipakai oleh Radja saat dia melihat calon Ayah mertuanya terus saja menatapnya datar.


'Calon Ayah mertua ganteng kayak anaknya, tapi kenapa kelihatannya nyeremin ya?' Berliana terus saja bergumam didalam hati.


Sesekali sudut matanya melirik pada kedua orang pria yang tengah saling diam dan menatap satu sama lain.


'Berasa lagi lomba agustusan, saling tatap tapi gak ngedip. Mau pada ngomong gak sih? kalau gak biar aku aja yang duluan ngomong!' Batin Berliana kembali berteriak, dia tidak suka dengan kesunyian ini.


"Ra...," baru saja Berliana ingin membuka suara, seseorang sudah memotongnya.


"Jadi kalian sudah menjalin hubungan? apa hubungan kalian serius, atau hanya ma...,"


"Serius Yah, sangat serius. Hanya saat ini kami sedang melakukan perkenalan diri secara luar dan dalam." Radja segera memotong ucapan sang Ayah sebelum pria berwajah tegas itu menyelesaikan ucapannya.


"Hm,baiklah! kalau kalian memang serius, Ayah tunggu kabar baiknya." Ujar Rajasa pelan, pria itu bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Radja, Berliana serta Soraya yang terlihat saling melirik.


"Ayo diminum dulu tehnya, Ibu cuma bisa bikinin kamu teh hijau sama cake pisang. Karena kata Radja, kamu suka banget sama buah pisang dan teh hijau." Soraya tersenyum lembut pada calon menantunya, Berliana yang diperlakukan istimewa oleh calon Ibu mertua serta kekasihnya itu tersipu.


Wanita itu hanya membalasnya dengan senyuman tipisnya, calon Ibu mertuanya ini bahkan sampai membuatkan cake kesukaannya. Apa mereka juga bakalan tahu apa buah pisang kesukaannya, jangan sampai ada yang salah fokus lagi seperti dirinya.


"Oh iya Bu, Radja mau tanya?" Radja mendekatkan diri pada sang Ibu.


Sedangkan Berliana sendiri terlihat menyimak obrolan kekasihnya dan calon Ibu mertuanya sembari menyeruput teh hijaunya.


"Kamu mau tanya apa Nak?" ucap Soraya lembut pada Radja. Berliana rasa calon Ibu mertuanya ini lembut seperti tantenya Lovyna, tantenya yang satu itu memang sangat lembut saat berbicara, persis seperti Pace Ilham. Padahal kedua anaknya terkenal cerewet dan bermulut pedas persis seperti Mace Reina. Apa lagi Om nya Gara, saking lembutnya Om pendiamnya itu tidak akan bersuara kalau tidak ada yang memukulnya terlebih dahulu.


"Apa disekitar daerah ini ada yang mau menjual perkebunan pisang Raja?" Radja terlihat menatap penuh harap pada sang Ibu.


Soraya yang mendengar itu hanya mengerenyitkan dahinya, sedangkan Berliana sudah tersedak teh hijaunya sendiri. Wanita itu menahan mati matian agar dia tidak terbatuk dihadapan kekasih dan calon ibu mertuanya.


'Kenapa harus bahas pisang Raja lagi sih, bukannya udah lupa? lama lama kugigit juga pisang si Radja ya!' Gerutuan kesal Berliana didalam hatinya.


"Perkebunan pisang Raja? memangnya buat apa Nak?"  Soraya terlihat begitu penasaran dibuatnya.


Dibelakang tubuh Radja, Berliana menggelengkan kepalanya cepat pada calon Ibu mertuanya. Bahkan Berliana sudah menggigit gemas ujung bantal sofa yang ada dipelukannya.


'Ini semua gara gara Opa, Radja juga serius banget sih nanggepinnya!' Berliana berteriak frustasi didalam hatinya.


"Kayaknya sih Ibu gak pernah denger, tapi kalau orang yang mau jual kebun Duku sama Duren ada tuh. Pak Junedi, yang ada dikomplek Kenanga." ucap Soraya


"Kebun pisang Raja Bu, bukan kebun Duku sama Duren." Radja menghela nafasnya kasar.


Soraya malah terkikik geli mendengar ucapan putranya, kenapa Berliana yang anak sultan dari lahir lebih nemilih perkebunan Pisang Raja dari pada Berlian atau perkebunan besar lainnya sebagai mas kawin, kenapa harus perkebunan pisang? pisang Raja lagi.


Tunggu? pisang Raja?


Soraya tersenyum jahil pada Berliana yang terlihat tengah menutupi wajahnya dengan bantal sofa tanpa sepengetahuan Radja.


"Kenapa harus pisang Raja sih Bell? kan nanti juga ada pisang si Radja."  Soraya terkikik geli saat melihat wajah sepasang kekasih itu benar benar terkejut dibuatnya.


'Astaga dragon ball, anjani suherman, cobaan apa lagi ini Tuhan!'


kali ini Berliana benar benar menyembunyikan wajah serta tubuhnya dibalik punggung Radja. Kenapa calon ibu mertuanya itu satu server dengan Opa, Oma Papa, Tiur Ontynya serta Gentala Omnya



**AMBARESA DAN RADJA


YUHUUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYYY MUUUUAAAACCCHHH**