Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Mau Kemana?


"Ssstttttt," Radja meringis pelan saat Berliana membuka plester serta kasa yang ada didahinya.


Kening Radja berkerut kala Berliana berhasil melepaskan perbannya, lukanya memang tidak seberapa tapi lumayan bisa membuat kepalanya sedikit berdenyut.


"Sakit?" tanya Berliana pelan, Berliana ikut meringis saat melihat luka robek didahi.


"Sedikit, lumayan agak sedikit pusing. Tapi nanti juga hilang sendiri, sekarang kamu mau pulang atau kemana?" Radja menatap lembut pada Berliana yang tengah kembali membalut luka didahinya.


Senyuman Radja terbit kala melihat wajah serius kekasihnya, Berliana belum menjawab, dia masih fokus pada luka Radja yang tengah dia balut.


"Udah, masih sakit?" tanya Berliana lagi  Berliana sedikit menekan plesternya agar menempel sempurna, tatapan keduanya beradu kala Berliana menurunkan pandangannya dari dahi kewajah Radja.


Kedua netra hitam bening serta hazel itu saling mengunci satu sama lain, satu tangan Radja terulur untuk menyentuh wajah Berliana. Kedua sudut bibir Radja terangkat, kala melihat kedua netra hitam bening itu tidak berkedip sama sekali.


"Jangan diplototin gitu matanya Queen?" Kekeh Radja sembari menyentuh kelopak mata Berliana.


Bukannya berkedip atau memejam setelah Radja menyentuh kelopak matanya, Berliana malah semakin melebarkan kedua bola matanya. Kekehan Radja semakin kencang kala melihat Berliana semakin melebarkan kedua bola matanya.


"Berkedip Queen, kalau tidak berkedip bola mata kamu nanti kering." Ucap Radja lembut sembari kembali menyentuh kelopak mata sang kekasih.


"Kamu terlalu berharga untuk dilewatkan, makanya aku tidak bisa berkedip kalau lihat kamu." Ucap jujur Berliana apa adanya.


Radja tergelak mendengar penuturan Berliana, pria itu merasa seakan tengah di gombali oleh kekasihnya sendiri. Dengan gemas Radja menangkub wajah Berliana menggunakan kedua telapak tangan besarnya. Bahkan bibir tipis yang berlipstik soft pink itu mengerucut seperti mulut ikan.


"Kamu lagi gombalin aku hm, selamat kamu berhasil." ucap Radja seraya memberikan kecupan di dahi serta kedua pipi Berliana. Setelah itu Radja melepaskan wajah Berliana dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Emang gak boleh gombalin calon suami sendiri?  nanti kalau aku gak ada, kamu gak bakalan ada yang gombalin lagi. Kamu bakalan kangen loh digombalin sama aku." Ucapan Berliana yang spontan membuat Radja menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Bahkan mobil yang ada dibelakang mobil miliknya terdengar mengumpat kasar padanya, karena mobilnya hampir saja menabrak mobil Radja yang berhenti mendadak.


Bahkan tubuh Berliana sedikit terhuyung kedepan, untung saja sabuk pengaman yang dia pakai bekerja sempurna kalau tidak mungkin dahi Berliana sudah mencium dashboar mobil.


"Aku gak bakalan kemana mana, memangnya mau aku mau kemana? mau ninggalin calon suami aku yang ganteng, keren, banyak duit, baik hati, rajin menabung, hot Papa, eemm seksoy lagi. Ya gak bakalanlah, cuma wanita bodoh yang ngelakuin itu. Queen kamu kan pinter, cantik, yang pastinya cuma buat Radja." ucap Berliana apa adanya.


Berliana tertawa kecil saat melihat wajah salah tingkah Radja, pria itu tersipu malu mendengar ucapannya. Bahkan Berliana bisa melihat kalau saat ini Radja mati matian tengah menahan senyumannya.


"Ciee ada yang salting." Berliana tertawa renyah kala melihat Radja semakin salah tingkah saat dia menatapnya dalam dalam.


"Queen, aku lagi nyetir Sayang, jangan kaya gitu ngelihatin aku nya." Radja benar benar dibuat salah tingkah oleh Berliana, sesalah salahnya.


"Cieee My King salting gara gara digombalin Queenza, aku gombalin lagi ah biar tambah melting." Berliana terkikik geli melihat Radja menghela napasnya pelan.


"Nanti gombalinnya kalau kita sudah sampai oke, kamu jangan buat konsentrasi aku pecah Queen." Ucap Radja pelan, satu tangannya meraih telapak tangan Berliana lalu mengecupnya lembut dan cukup lama.


"Pecah kayak gimana? kayak gini bisa bikin konsentrasi kamu pecah gak." Berliana malah sengaja memeluk tubuh Radja dari samping, kedua kaki telanjangnya sudah dia naikan keatas kursi. Berliana memeluk Radja dengan nyaman, sedangkan Radja pria itu terlihat sama sekali tidak terganggu.


Justru Radja merangkul pundak Berliana menggunakan sebelah lengannya, bahkan Radja sempat memberikan satu kecupan lembut di pucuk kepala sang kekasih.




**NYENGIR KU KASIH BONUS


AYO KUATIN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


BONUSNYA JUGA KALO ADA HEHEE**