
Berliana menaikan sebelah alis, senyuman tipis disalah satu sudut bibirnya kembali terlihat. Tangan nakal itu terus saja bermain dibagian dasi Radja,tanpa ingin berhenti.
"Jadi, kamu remaja nakal yang bawa motor ugal ugalan itu hm? berhenti tepat disamping mobil Mama, terus senyum diam-diam dibalik helm full facenya kearah bocah 10 tahun," ujar Berliana santai, bahkan wanita itu melebarkan senyumannya kala melihat Radja menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya, itukan karena kamu senyum, makanya aku senyum juga." alasan yang Radja berikan membuat Berliana mengulum senyum.
"Benarkah? perasaan si bocah gak senyum deh sama kakak yang naik motor ugal ugal itu. Dia cuma natap aja, gak senyum apa lagi ngomong, kayaknya ada yang salah deh?" ucapan jahil Berliana membuat Radja semakin kikuk, apa lagi saat melihat Berliana tertawa, Radja semakin gemas dibuatnya.
"Kamu mulai jahil ya?" Radja segera mengangkat tubuh Berliana dan menggendong didepan tubuhnya.
Berliana semakin tergelak kala Radja menggigit gemas pundak polos serta lengan bagian atasnya. Keduanya larut dalam tawa, hujan malam ini membuat suasana semakin bertambah hangat, karena Radja dan Berliana tengah memeluk satu sama lain.
Radja segera membawa Berliana kedalam kamar, lalu mendudukan wanita itu disofa yang ada didalam kamar Berliana. Ini adalah hari terakhir serta malam terakhir mereka dikediaman Barata. Karena besok pagi Radja dan Berliana akan pindah kerumah kedua orang tua Radja.
"Ganti bajunya, nanti kamu bisa masuk angin!" Radja melampirkan selimut tebal ditubuh Berliana, keduanya terlihat saling tatap satu sama lain tanpa berkedip, saling mengagumi satu sama lain.
"Aku maunya dipeluk sama kamu?" pinta Berliana tanpa malu malu.
Wanita itu membuka selimut, lalu merentangkan kedua tangannya meminta pelukan pada Radja. Kedua mata Berliana terlihat berbinar kala Radja menyambut dengan senang hati.
Radja mendudukan dirinya tepat disisi Berliana, kedua tangannya merentang, memberikan izin pada Berliana agar segera masuk kedalam dekapannya.
Grep!
Berliana menubrukan tubuhnya pada Radja, wanita itu melebarkan senyumannya kala mendengar detak jantung Radja lebih dari kata normal. Detaknya terdengar lebih cepat dan kencang, Berlian mengembangkan senyumannya seraya terus saja mencari kenyaman didalam dekapan suaminya.
"Mata ini? mata ini yang selalu membuat aku berusaha mengingatnya, juga foto foto masa kecil kamu yang hampir memenuhi seluruh area rumah ini," ucap Radja pelan, bahkan dia sudah menangkub kedua pipi Berliana agar wanita itu mendongak padanya.
"Papa emang majang foto aku dan Mama dimana mana, hebat banget ya kamu bisa ingat sama aku. Tapi aku gak inget sama muka kamu, dulu kan pakai helm jadi cuma mata ini yang kelihatan." tangan Berliana terulur untuk menyentuh kedua kelopak mata Radja.
"Kamu tau gak?" Berliana kembali bersuara, dan itu membuat Radja kembali membuka matanya yang tadi terpejam karena sentuhan lembut yang diberikan Berliana.
"Apa hm?" Radja mendukan wajahnya, pria itu perlahan menempelkan kedua kening mereka, hingga perlahan Radja menggesekan hidung mancung miliknya pada hidung Berliana.
"Dari dulu aku menginginkan menikah sama cowok yang seperti Papa, mencintai istrinya setulus hati. Bahkan saat dulu Mama koma setelah melahirkan aku, Papa merasa bersalah karena sudah membuat Mama hamil, hingga koma karena melahirkan keturunnnya. Cinta mereka membuat aku yakin kalau diluar sana nanti pasti akan ada cowok yang sifatnya sama seperti Papa. Hingga akhirnya aku menemukannya sekarang, dengan semua yang selalu aku inginkan. Baik, tulus, yang pastinya tampan dan hot, juga tidak lupa dia duda." Berliana terus saja berceloteh dengan nada riang, namun Berliana sedikit berbisik kala mengucapkan kalimat terakhirnya.
"A-apa? duda?" Radja menatap wanita yang ada didalam kuasanya tidak percaya. Kenapa Berliana memasukan duda kedalam kiterianya?
"Hm iya, kenapa? kamu pasti aneh dengarnya. Disaat begitu banyak para wanita lajang menggagungkan para bujangan diluaran sana, aku malah memilih duda sebagai suami aku kelak. Jawabannya cuma satu, karena itu kamu My King," ujar Berliana santai, sembari mengedipkan sebelah mata pada Radja.
**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHHH**