
Berliana menggulingkan tubuhnya kekiri dan kekanan, dia terlalu bosan hari ini. Ini adalah hari keduanya Berliana tidak bisa melihat Radja, bahkan menelepon atau chat pun Berliana dilarang.
Makanya, saat ini Berliana tengah dikawal oleh 3 orang wanita cantik yang tengah sibuk memasker wajah mereka satu sama lain. Cia tertawa lebar kala melihat wajah Elira yang berantakan karena ulah Yasmine.
"Pace sama Om Gara udah balik Ci?" Berliana membalikan tubuhnya yang sedari tadi membelakangi ketiga orang bodyguard yang diperintahkan oleh sang Mama.
"Astaga dragon ball, kenapa muka Lira jadi mejikuhibiniu?" Berliana ikut tertawa saat melihat wajah Elira yang berhiaskan lima masker mahal milik Berliana sekaligus, sampai dia lupa dengan pertanyaannya tadi. Sedangkan si pelaku hanya nyengir tak bersalah.
"Eh ini bagus tau, nanti kulit Kak Lira bercahaya glowing glowing kayak lampu disko." Ucap Yasmine sembarangan, dan itu sukses membuat Berliana dan Cia kembali terbahak. Bahkan Elira pun tertular tawa mereka, wanita cantik itu tertawa kecil sampai menimbulkan retakan dimaskernya.
"Yah retak, Kak Lira mah ketawa. Sini sini Yas benerin, kita perawatan dulu biar pas hari H nya Kak Bell kita gak butek. Kan tau sendiri semua turunan India itu ceweknya kinclong kinclong kayak mobil Bang Galak yang baru di cuci." mulut gadis remaja satu ini memang mirip sekali dengan Gentala Papinya.
"Oh iya, gimana Om Gara sama Pace terus Om Raga udah on the way kan?" Berliana kembali bertanya pada Cia yang tengah menyusut air hidungnya dengan tissue.
"Aduh aduh bentar ingus aku keluar." ucap Cia apa adanya
"Kak Cia jorok ih, pantesan diputusin sama Reky dulu hahaaa." Yasmine tertawa kala teringat kandasnya hubungan Cia dengan si Reky teman satu kampusnya.
"Aku sama Reky putus bukan gara gara ingus ya, tapi gara gara Bang Galak! ih sebel sebel sumpah, untung sayang kalau gak aku..., gak ah jangan susah dapetin Abang ganteng kayak gituh. Itu juga hasil kerja keras si Mami sama Papi." Cia menepuk mulutnya sendiri karena gemas.
"Heh pertanyaan tadi belum dijawab!" Berliana menarik pelan rambut panjang Cia.
"Astaga dragon ball, Om Raga keponakan cantikmu dianiaya oleh keponakan kesayanganmu. Kayaknya mereka nanti malam sampai deh, yes Om Raga pulang kita bisa porotin dia sampai miskin." Cia tertawa jahat diikuti oleh Berliana dan Yasmine saat membayakan mereka akan merampok Raga Omnya nanti.
"Nanti juga Kak Lira bakalan tau kok, jangan sampai jatuh cinta ya nanti, soalnya biar pun Om Raga udah kepala empat dan yang pastinya jomblo, dia itu ngalahin pesona para bujangan 20 tahunan." Yasmine kembali berbicara, dan sebelum gadis itu semakin merambat kemana mana. Cia segera membungkam wajah adik sepupunya itu menggunakan bantal pisang kesayangan Berliana.
"Heh pisang raja aku ya! siniin! jangan ada yang berani menyentuh atau bahkan memeluknya!" Berliana merebut boneka pisang berwarna kuning yang beberapa waktu lalu dia beli.
Wanita itu memeluk posessive boneka kesayangannya setelah kevin. Cia dan Yasmine tersenyum jahil, dengan licik mereka kembali merebut boneka itu dari pelukan Berliana lalu memeluk serta menciuminya gemas.
"Engaaakk jangan dipeluk, jangan dicium cium! please, pisang raja kuuu!" Berliana memekik keras saat melihat Cia dan Yasmine bergantian memeluk serta mengecupi boneka pisang itu dengan dramatis.
Bugh
Tubuh Berliana ambruk diatas kasur dengan posisi terlentang. Ketiga wanita itu saling tatap satu sama lain saat melihat Berliana tak sadarkan diri.
"Astaga dragon Bell, Anjani suherman, gara gara pisang rajanya kita aniaya Kak Bell pingsan." Yasmine berucap panik dan segera mencari minyak angin untuk menyadarkan kakak sepupunya.
PISANG QUEENZA