Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Peliharaan Sang Queen


Suara hentakan heels terdengar disepanjang anak tangga yang Berliana injak satu persatu. Sejak dia bangun tidur hingga saat ini, senyuman diwajahnya tidak menyurut sedikit pun. Apalagi saat mengingat kejadian kemarin, senyuman Berliana semakin mengembang.


Wanita itu terlihat seperti sudah tidak waras pagi ini, Berliana kira tadi malam dia akan insomnia kembali, namun ternyata Berliana malah ketiduran di balkon kamarnya.


"Kamu kenapa sih senyum senyum terus dari tadi?" suara seseorang yang baru saja menuruni tangga dan berhenti tepat didekatnya, membuat Berliana segera membuka kedua matanya yang sedari tadi terpejam.


"Ih Papa! ganggu aja tau gak!"  Berliana menghentakkan kedua kakinya kesal, wanita itu segera menuruni anak tangga yang tinggal beberapa lagi untuk sampai kelantai dasar.


Sedangkan Bara, pria paruh baya itu hanya mengerenyitkan dahi, melihat Berliannya terlihat kesal saat dia bertanya tadi.


"Anak gue kenapa sih? pasti gara gara si duda yang belum ketemu. Bener bener ya, perjaka masih banyak kenapa harus nyari duda sih, ribet banget!"


Bara menggelengkan kepalanya dramatis, dia pun perlahan menuruni anak tangga mengikuti langkah Berliana menuju ruang makan.


💝💝💝


"Bell?" Panggil Bara


Berliana yang tengah memakan telur dadar buatan sang Mama menoleh pada sang Papa.


"Apa Pa?" Berliana menanggapinya biasa saja, dia pun kembali melahap telur dadarnya.


"Lusa kita dapat undangan pernikahan anak Direktur KILANG ENERGI, Kamu jangan lupa datang ya. Papa sama juga harus datang, tidak enak kalau kita tidak datang kesana." Barata menjelaskan sesingkat dan sedetail mungkin pada putrinya.


"Bell harus ikut? wajib ya? bukannya Papa CEO nya, kenapa GM nya juga harus ikut. Males ah, disana paling cuma jadi lalat buah liatin pasangan orang." ucap Berliana.


Berliana mengiris telur dadarnya dengan kencang, karena saking kesalnya pada sang Papa. Sudah tahu kalau Berliannya itu jomblo, kenapa sang Papa tega menyuruhnya untuk pergi ke pesta pernikahan.


Ancaman Bara memang tidak masuk akal, namun entah kenapa begitu ampuh untuk membuat Berliana menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Agatha dan Gavyn, hanya menjadi penonton setia sepasang Ayah dan anak perempuannya itu. Agatha dan Gavyn sudah terbiasa dengan drama pagi seperti ini, jadi mereka berdua lebih memilih diam dan melanjutkan sarapan.


💝💝💝


"Keviiiiinnnnnn!" Berliana berlari kearah kolam ikan yang tidak jauh dari rumahnya, didalam kolam ikan itu ada seekor Angsa jantan yang tengah berjemur.


Berliana yang hendak berangkat kekantor, menyempatkan dirinya untuk melihat Kevin, si Angsa duda yang ditinggalkan mati oleh Angela pasangannya beberapa hari yang lalu karena sudah tua.


Wanita itu membuka pintu pagar dan masuk kedalam area kolam. Berliana berjongkok untuk mengusap lembut hewan berbulu putih itu.


"Sabar ya Vin, nanti aku suruh Papa buat nyariin kamu istri baru, kalau ada yang mau tapi. Kasihan banget sih kamu, udah belasan tahun hidup sama Angela, eh ditinggalin." celotehnya gemas.


Berliana memang sangat menyayangi kedua Angsa putihnya, disaat wanita lain lebih sudi memelihara kucing atau anjing lucu, Berliana malah memilih untuk memelihara Angsa. Karena menurut filosofi Angsa adalah hewan setia pada pasangannya, sama seperti burung merpati. Bila pasangan mereka mati, maka pasangannya yang masih hidup akan tetap sendiri seumur hidup mereka.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SRE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**