Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Diluar Kendali


"Aku tanya sekali lagi apa yang sudah kau lakukan pada keponakanku!" suara Agatha terdengar sudah naik satu oktaf.


"Mak Cik, kita pulang saja." lirih Elira, wanita itu hendak meraih lengan Agatha, namun saat melihat sang Tante mengangkat sebelah tangannya menandakan agar dia diam, Elira tidak bisa berkutik lagi.


Berliana bahkan sudah memeluk Elira kala saudaranya itu terlihat pucat. Berliana memang belum pernah sekalipun melihat sang Mama marah besar, namun dia berusaha untuk tenang. Itu yang dikatakan sang Papa, kalau Mamanya sedang dalam mode singa, dia dan sang Papa harus tenang.


Greep!


"Hei! lepaskan putraku!" ucap Rayhan dan Tiara serempak


"Astaga, apa yang kau lakukan? lepaskan cucuku!" Rohid pun ikut terkejut kala melihat sang Nyonya Prayoga mencengkram erat kerah tuxedo yang dipakai oleh Arjuna.


suara pekikan wanita yang menjadi kekasih pemuda yang tengah berada didalam cengkramannya ini pun tidak dihiraukan sama sekali oleh Agatha.


"Ku tanya sekali lagi, Kau apa kan kepon..," ucapan Agatha terpotong


"Aku sudah menodainya!" jawab Arjuna lirih


Semua orang yang masih mampu mendengar suara Arjuna mematung, mereka menatap tidak percaya pada pria itu. Cengkraman Agatha pun terlihat mengendur, bahkan wanita itu terlihat berjalan mundur perlahan. Kedua netranya menoleh pada Elira yang terlihat sudah menangis didalam pelukan Berliana.


"Apa kau bilang?" Agatha yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.


"Maaf, aku sudah menodainya."  ucap Arjuna lagi dan kini terdengar sangat jelas.


Agatha memundurkan langkahnya, dan segera mendekat kearah Berliana serta Elira. Ibu beranak dua itu segera memeluk tubuh kedua wanita muda yang sedang saling berpelukan.


Namun sebelum pelukan Agatha mengerat, Berliana terlebih dahulu melepaskan pelukannya pada tubuh Elira. Wanita yang memakai gaun putih gading nan anggun itu melangkahkan kedua kakinya menuju Arjuna, dan...


BUGH!


Belum sempat Arjuna mengelak, satu bogeman keras dilayangkan oleh Berliana pada wajahnya. Bahkan Radja yang sadari tadi terus memantau gerak gerik Berliana kalah cepat oleh sang ratu.


"KAU BENAR BENAR PRIA BRENGSEK! AKAN AKU PASTIKAN KALAU KAU AKAN MENDAPATKAN YANG LEBIH BURUK DARI INI, KARENA SUDAH BERANI BERBUAT ITU PADA SAUDARAKU!" Teriakan marah Berliana membuat Radja segera mengambil langkah, pria itu segera mendekap Berliana agar emosi sang kekasih tidak melewati batas. Sebenarnya dia juga tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat serta dengar saat ini.


"Hei! BERANINYA KAU BERTERIAK PADA TUNANGANKU!" Anjeli terlihat mendekat kearah Arjuna yang tengah memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah.


"APA! KAU JUGA MAU KUBUAT SEPERTI ITU HUH!" Berliana membalas teriakan Anjeli lebih keras, dia bahkan meronta didalam dekapan Radja yang membelit tubuhnya.


"Queen, tenang oke! tenggorokan kamu nanti sakit kalau berteriak lagi." Radja berbisik lembut ditelinga Berliana, wanita itu tidak meronta lagi tapi tatapan dingin datar menusuknya masih bisa Radja lihat dengan jelas.


Pria itu bahkan menelan salivanya berkali kali kala menyaksikan secara langsung bagaimana ganasnya Berliana dan calon Mama mertuanya dikala marah.


Arjuna terlihat menyeka berkali kali darah yang keluar dari hidungnya, sedangkan Anjeli terlihat sangat panik karena darah segar itu tak kunjung berhenti.


"MENJAUHLAH ANJELI, SEMUA INI GARA GARA KAU! KALAU KAU TIDAK MEMBERIKU OBAT SIALAN ITU AKU TIDAK MUNGKIN MENODAI ELIRA! SEMUA INI GARA GARA KAU!" amarah Arjuna tidak bisa lagi dibendung pada Anjeli.


Dia sudah lelah, dia lelah terus menerus diselimuti rasa bersalah dan dosa pada Elira.


"Arjun, kenapa kamu marah padaku? apa salahku?" Anjeli terlihat pucat pasi, bahkan orang tuanya Anjeli terlihat semakin mendekat kala mendengar putrinya diamuk oleh tunangannya sendiri.


"Hentikan drama murahanmu Anjeli, kalau kau tidak membubuhkan obat perangsang  pada minumanku saat dipesta ulang tahun temanmu. Elira tidak akan seperti saat ini, dia tidak akan merasa kotor karenaku." ucap lirih Arjuna membuat semua mata tertuju padanya.


"Ta-tapi a-aku tid...," ucapan Anjeli terbata


"AKU BILANG HENTIKAN DRAMAMU SIALAN!" amuk Arjuna kembali pada Anjeli


"HEI KAU BERANI MENERIAKI PUTRI RAJENDRA!" Rakesh tidak menerima kala Arjuna meneriaki Anjeli, walaupun putrinya salah tapi dia dan sang istri tidak menerima. Apa lagi mempermalukan keluarga Rajendra dimuka umum.


"YA AKU BERANI, MEMANGNYA KENAPA? DAN MULAI SAAT INI AKU MEMBATALKAN PERTUNANGAN SIALAN INI!" amuk Arjuna yang sudah terlanjur dengan semua kejadian diluar kendalinya.



**YUHUUUU OTHOR KASIH BONUS, UJAN UJAN GINI ENAKNYA REBAHAN KAN DITEMENIN SAMA DUKU MATENG


JANGAN LUPA KENCENGIN DUKUNGANNYAAAAAAA


SENENG**?