Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Pedas Dan Sarkas


Radja mengepalkan kedua tangannya erat, bahkan rahang tegas sedikit berjambangnya, mengerat setelah mendengar ucapan tidak tahu malu pria yang saat ini tengah tersenyum pada sang Ratu.


Tatapan yang tadinya hanya dingin dan menusuk, kini berganti dengan tatapan membunuh dan ingin mencabik cabik tubuh pria ini.


Radja berusaha bangkit dari duduk, namun tidak bisa karena Berliana menahan pahanya. Wanita itu menekan paha miliknya agar dia tidak bisa bangun, lalu melempar tubuh Ranveer kejalanan.


"Bagaimana? apa kau bersedia, cantik?" bujuk Ranveer


Radja semakin terpancing, dia tidak akan membiarkan ada satu orang pun yang berani mendekati sang Ratu apa lagi merebutnya.


"it's oke My King, aku tetap milikmu sampai kapan pun. Ingat, dia sedang mencari kelemahanmu sayang, jangan biarkan dia menang!" bisik pelan Berliana ditelinga Radja.


"Aku ingin membunuhnya!" gumam pelan Radja, dan itu masih terdengar oleh Berliana


Berliana berdehem mendengar suara berat penuh emosi suaminya, apa lagi tatapan Radja memang terlihat seperti singa yang tengah memburu mangsa.


"Kau sedang menawarkan nyawamu sendiri, pada ku?" sahut Berliana santai, kedua matanya menatap Ranveer dari atas hingga bawah. Pria ini cukup keren, dengan badan atletisnya, serta wajah tampan rupawan tanpa cacat wanita mana yang tidak berminat.


Tapi sayangnya itu bukan selera Berliana, bagi dia Ranveer masih tertinggal jauh dari Radja. Walapun berfisik tidak jauh beda, yaitu hot dan sangat menggoda iman serta otak. Namun hati dan sikap mereka bagaikan langit dan kerak bumi. Disaat Ranveer lebih memilih meninggalkan Disha yang tengah berbadan dua, tanpa ingin berjuang lebih keras lagi, hanya karena tidak direstui oleh keluarga Malhotra.


Justru Radja yang mau menerima keadaan Disha saat itu, kala semua orang memandangnya setengah mata. Kala keluarganya sendiri mengutuk kehamilan serta anaknya yang masih dia kandung. Hanya Radja yang mau menerimanya, mungkin kalau Radja tidak mau menerima kondisi Disha saat itu, Rajasa dan Soraya pun tidak bisa berbuat apa apa.


Namun karena sikap dewasa serta gentle Radja, pria itu mengikhlaskan skenario Tuhan yang sedang dia perankan saat ini.


Kini mereka berdua dipaksa untuk bisa melalui rintangan demi rintangan perjalanan cinta mereka berdua, salah satunya pria yang bernama Ranveer. Pria tidak tahu malu yang tengah menatap datar pada Berliana, setelah mendengar ucapan wanita cantik itu.


"Sebenarnya aku sangat membenci para pria banci dan bermental lemah. Aku bahkan ingin sekali memusnahkan pria pria sepertimu,Tuan Ranveer Mehra. Kalian itu hanya menjadi beban para wanita kuat, dan aku salah satu wanita kuat itu. Aku ingin meremukkan seluruh tubuh mu! tidak tidak, mungkin kalau aku menguburmu hidup hidup itu akan lebih baik bukan. Kau bisa merasakan sakit terlebih dahulu sebelum malaikat pencabut nyawa mendatangimu! Bahkan aku berharap arwah Disha yang mencekik mu hingga mati." ucap sadis Berliana


Bahkan wanita itu menyunggingkan senyuman smirk pada Ranveer yang tengah berkedip berkali kali. Sedangkan Berliana sangat menikmati wajah pucat pria yang bersikap kurang ajar padanya tadi.


Bagaimana tidak kurang ajar, dia menyamakannya dengan wanita gampangan diluar sana, yang bisa berpaling dengan mudah pada pejantan lain.


"Lora terlalu berharga berada ditangan lemahmu, bahkan untuk memperjuangkan cintamu serta restu keluarga Disha saja, kau tidak mampu. Kau lebih memilih pergi meninggalkan wanita yang tengah mengandung benih sper*ma mu! pria macam apa kau ini, badan saja besar! tapi tak punya nyali dan mental. Maaf Tuan, kau terlalu jauh berbeda dangan Radjaku, bisa di ibaratkan kalau Radjaku itu langit yang indah sedangkan kau, hanya kerak neraka jahanam!" sarkas Berliana, soal pedas pedasan kata dia bisa diadu dengan Galaska. Maka dari itu, jangan pernah berani menyentil sesuatu yang selalu Berliana tahan saat berbicara dengan lawan tidak tahu diri dan tidak tahu malu seperti Ranveer dan keluarga Malhotra.


"Dan satu lagi, seharusnya yang kau perangi itu Malhotra, bukan Dewangga. Buka otak mu lebar lebar, bukan hanya selang*kangan wanita saja yang kau buka lebar, lalu setelah itu kau tinggalkan!" lanjut Berliana lebih menusuk, wanita itu segera menarik lengan Radja masuk kedalam ruang sidang.



**BUKA BANG, BUKA LEBAR LEBAR


YUHUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYYYY MUUUAAAACCCHHH**